1 / 18

LATAR BELAKANG HISTORIS

LATAR BELAKANG HISTORIS. PEMANFAATAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI & INFORMASI UNTUK PENDIDIKAN DI INDONESIA Oleh Prof. Dr.Yusufhadi Miarso, M.Sc. MASALAH YANG DIHADAPI PADA AWAL KEMERDEKAAN. Sangat terbatasnya kesempatan memperoleh pendidikan Rendahnya kualitas guru

callie
Download Presentation

LATAR BELAKANG HISTORIS

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. LATAR BELAKANG HISTORIS PEMANFAATAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI & INFORMASI UNTUK PENDIDIKAN DI INDONESIA Oleh Prof. Dr.Yusufhadi Miarso, M.Sc.

  2. MASALAH YANG DIHADAPI PADA AWAL KEMERDEKAAN • Sangat terbatasnya kesempatan memperoleh pendidikan • Rendahnya kualitas guru • Tersendatnya program pendidikan karena perang kemerdekaan • Terbatasnya sarana dan prasarana komunikasi dan transportasi

  3. UPAYA PEMECAHAN MASALAH • Balai Kursus Tertulis Pendidikan Guru (BKPTG) 2 Juli 1950  sekarang menjadi PPPG Tertulis : bahan belajar mandiri & tutorial • Siaran Radio untuk Demobilisan Pelajar 31 Juli 1951 (terhenti th. 1954) • Kursus Tatabuku & Hitung Dagang melalui korespondensi (Effendi Harahap, 1952, Semarang)

  4. MASALAH YANG DIHADAPI PADA AWAL PERIODE PEMBANGUNAN • Terbatasnya kesempatan memperoleh pendidikan • Rendah dan tidak meratanya mutu pendidikan • Tuntutan relevansi pendidikan dengan kebutuhan pembangunan • Kurangnya tenaga ahli & profesional • Terbatasnya dana, sarana & prasarana

  5. ARAH & PERKEMBANGAN KEBIJAKAN (1) • Pelita I : • Peningakatan mutu dengan penataran guru melalui media radio & TV • Pelita II (1) • Peningkatan mutu melalui penataran guru • Siaran Radio & TV untuk PLS • Pendidikan Tenaga terampil • Program & Pendidikan Keahlian di PT • Perintisan Model Penyajian Pendidikan

  6. ARAH & PERKEMBANGAN KEBIJAKAN (2) • Pelita II (2) Pedoman Pengembangan • Kegiatan harus bertolak dari kebijakan pendidikan yang sudah ada • Rencana dikembangkan dari analisis kebutuhan • Diprioritaskan pemerataan mutu pendidikan • Harus dimulai dari titik pangkal strategis : guru • Media harus telah terbukti efektif • Pembentukan lembaga • Pelita III : • Mengatasi kesenjangan mutu antar wilayah • Peningkatan efisiensi pengelolaan

  7. ARAH & PERKEMBANGAN KEBIJAKAN (3) • Pelita IV : • Peningkatan mutu & perluasan Dikdas • Perluasan kesempatan belajar di SLTP • Pelita V : • Peningkatan mutu setiap jenis & jenjang • Perluasan kesempatan jenjang SLTP • Peningkatan & pendayagunaan … media pendidikan

  8. ARAH & PERKEMBANGAN KEBIJAKAN (4) • Pelita VI : • Pemerataan & peningkatan kualitas Dikdas • Pelaksanaan Wajar 9 Tahun • Pengembangan & pemanfaatan … media pengajaran, teknologi pendidikan … • Pelita VII (1998) : • Perluasan & peningkatan kesempatan • Peningkatan kualitas tenaga pendidik • Peningkatan, pengembangan dan penyebarluasan … media pengajaran, teknologi pendidikan …

  9. ARAH & PERKEMBANGAN KEBIJAKAN (5) • Pelita VII (1999) • Perluasan & pemerataan kesempatan yang bermutu • Diversifikasi kurikulum melayani keberagaman peserta didik • Kurikulum nasional dan lokal sesuai kepentingan setempat • Pengembangan kualitas SDM … sesuai dengan potensinya • Peningkatan partisipasi keluarga dan masyarakat

  10. KEGIATAN PENGEMBANGAN (1) • Serangkaian Usulan Pengkajian & Studi Kelayakan (1968 – 1973) • Emerson (1968) “Education in Indonesia” • Koch (1969) “Educational radio in Indonesia” • Willings (1970) “Educational Broadcasting in Indonesia” • Miarso (1970) “A Programme for the Development of Educational Broadcasting in Indonesia”

  11. KEGIATAN PENGEMBANGAN (2) • Jamison (1971)“Alternative Strategies …” • Alisyahbana (1972)”Study of the Spec. …” • Alwi Dahlan (197) “The Effect …” • LMUI (1972) “The Management …” • IKIP Jakarta (1972) “Design Experiment …” • IKIP Malang (1972) “Design Experiment …” • Miarso (1973) “Indentification of … “

  12. KEGIATAN PENGEMBANGAN (3) • Pelatihan tenaga inti (1970) Australia • Sosialisasi gagasan (Seminar Nas. SRP) - 1972 • Pelatihan tenaga terampil (1972) Jakarta • Uji coba produksi program siaran radio (1973) • Eksperimen di DIY, Jateng & Irja (1973) • Evaluasi hasil eksperimen (1975) • Studi banding ke mancanegara (1975)

  13. KEGIATAN PENGEMBANGAN (4) • Tim Studi Pra-investasi Teknologi Komunikasi Untuk Pendidikan dan Kebudayaan  STPN Tekkom-dikbud  Pusat TKPK (1975 – 1978) • Pendidikan tenaga ahli TP S 1 1976; S 2 & S 3 1978  sekarang • TKPLS & TKPD di 11 Propinsi 1976 • TKPT (ITB, IPB, UNDIP, ITS, IKIP Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya & Malang mulai 1976

  14. KEGIATAN PENGEMBANGAN (5) • SMP Terbuka (1978) • ECD Project (1978 – 1984) • Rural Satellite Project (BKSPT-Intim) 1982 – 1985) • International Workshop on Teaching at a Distance 1982  konsep awal UT (1984) • Serial TV Pendidikan Watak (ACI 1984)

  15. KEGIATAN PENGEMBANGAN (6) • Televisi Pendidikan Indonesia (1991 – 2001) • IDLN (1994 – sekarang) • SEAMOLEC (1997 – sekarang) • Nusantara 21 (1997 – 1999) • Telematika (1998 – sekarang) • GDLN (2001 – seterusnya) • KKPI -SMK (2004 – sekarang) • TVedukasi (2004 – sekarang)

  16. PERKEMBANGAN LEMBAGA (1) • Periode I : PENGEMBANGAN SISTEM • Perumusan kebijakan • Pengembangan tenaga • Penelitian dan perancangan • Perintisan program • Pembentukan organisasi • Pembangunan jaringan kerjasama

  17. PERKEMBANGAN LEMBAGA (2) • Periode II : PEMANTAPAN SISTEM • Pemantapan kebijakan • Pengukuhan organisasi • Kelengkapan sarana produksi • Peningkatan produksi jumlah & jenis media • Pelatihan tenaga terampil

  18. PERKEMBANGAN LEMBAGA (3) • Periode III : PERLUASAN SISTEM • Perluasan organisasi • Pembangunan jaringan pengembangan – nasional dan regional • Pendayagunaan teknologi canggih • Peningkatan jumlah program binaan • Pengembangan aneka pola & media

More Related