1 / 15

FOH DEPARTEMENTALISASI

FOH DEPARTEMENTALISASI. NUR IMAMAH. FACTORY OVERHEAD (FOH).

calix
Download Presentation

FOH DEPARTEMENTALISASI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. FOH DEPARTEMENTALISASI NUR IMAMAH

  2. FACTORY OVERHEAD (FOH) • FOHadalah semua biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Contoh: biaya listrik & air, biaya bahan penolong, biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya sewa gedung pabrik, biaya depresiasi gedung pabrik, biaya reparasi dan pemeliharaan, biaya asuransi pabrik dan lain-lain. • Karakteristik FOH yaitu jumlahnya tidak proporsional dengan volume produksi, sulit ditelusurI dan diidentifikasi langsung ke produk atau pesanan, dan jumlahnya tidak material.

  3. ALOKASI FOH Alokasi FOH ke produk menggunakan FOH sesungguhnya dan BOP dibebankan. • FOH sesungguhnya adalah FOH yang benar-benar terjadi • FOH dibebankan adalah FOH dengan menggunakan tarif yang ditentukan dimuka. FOH sesungguhnya sulit diterapkan disebabkan adanya kendala-kendala seperti jumlahnya baru dapat diketahui pada akhir tahun, adanya fluktuasi FOH karena jenis biaya tertentu yang hanya terjadi pada suatu periode, sulit menelusuri FOH ke pesanan atau produk tertentu

  4. FAKTOR-FAKTOR DALAM PENENTUAN TARIF FOH • Tingkat Kapasitas Produksi • Kapasitas teoritis adalah kapasitas produksi maksimum (100%) tanpa mempertimbangkan kemacetan yang mungkin terjadi. • Kapasitas praktis adalah kapasitas produksi dengan mempertimbangkan kemungkinan kemacetan. • Kapasitas normal adalah kapasitas produksi praktis yang disesuaikan dengan permintaan barang jangka panjang • kapasitas harapan adalah kapasitas produksi praktis jangka pendek. CTT: Setelah menentukan tingkat kapasitas produksi, berikutnya mengestimasi pengeluaran BOP baik yang bersifat variabel maupun yang tetap.

  5. DASAR PEMBEBANAN FOH • Unit produksi (Unit Productian=UP) : Tarif FOH dihitung dengan membagi estimasi atau anggaran FOH dengan estimasi jumlah unit yang diproduksi • Biaya bahan baku (Direct Material Cost=DMC) : Tarif FOH dihitung dengan membagi estimasi FOH dengan estimasi jumlah biaya bahan baku • Biaya tenaga kerja langsung(Direct Labour Cost=DLC) : Tarif FOH dihitung dengan membagi estimasi FOH dengan estimasi jumlah biaya tenaga kerja langsung • Jam kerja langsung (Direct Labour Hours=DLH) : Tarif FOH dihitung dengan membagi estimasi FOH dengan estimasi jumlah jam kerja langsung • Jam mesin (Mechine Hours=MH) : Tarif FOH dihitung dengan membagi estimasi FOH dengan estimasi jumlah jam mesin

  6. FOH DEPARTEMENTALISASI • Adalah pembagian perusahaan ke dalam unit-unit yang disebut departemen. • Adalah proses pengumpulan dan penentuan tarif FOH per departemen. • Departementalisasi FOH lebih tepat jika pabrik memproduksi berbagai produk yang tidak melewati departemen yang sama. • Tujuan departementalisasi FOH adalah menentukan biaya produk dengan teliti. Produk yang diproses melalui lebih dari satu departemen akan dibebani dengan tarif yang berlaku di masing-masing departemen.

  7. Departemen Diklasifikasikan Menjadi Departemen Produksi dan Departemen Jasa • Departemen produksi memproses bahan baku menjadi produk jadi, contoh: departemen pemotongan dan departemen penjahitan pada perusahaan garment. • Departemen jasa memberikan dukungan kepada departemen produksi dan tidak melakukan pekerjaan produksi, contoh: penerimaan, inspeksi dan penyimpanan bahan baku pada perusahaan garment.

  8. BIAYA LANGSUNG DAN BIAYA TIDAK LANGSUNG DEPARTEMEN • Biaya langsung departemen adalah semua biaya yang dapat ditelusur ke departemen tertentu dan dibebankan pada departemen tersebut tanpa melalui proses alokasi. Contoh depresiasi mesin dan biaya sewa gedung yang digunakan hanya oleh Departemen Perakitan merupakan biaya langsung departemen tersebut. • Biaya tidak langsung departemen adalah biaya yang tidak dapat ditelusur ke departemen tertentu dan dibebankan kepada departemen tersebut melalui proses alokasi. Contoh: depresiasi mesin dan biaya sewa gedung yang digunakan oleh beberapa departemen, tidak dapat ditelusur pemakaiannya secara langsung merupakan biaya tidak langsung departemen. Biaya ini dibebankan kepada departemen pemakai melalui proses alokasi.

  9. DEPARTEMEN JASA • Dasar alokasi biaya departemen jasa tergantung pada pemicu biayanya. Contoh: departemen listrik menggunakan dasar alokasi konsumsi kwh departemen pengguna, departemen kafetaria yang banyak menggunakan tenaga karyawan dasar alokasi yang sesuai adalah jumlah karyawan atau jam kerja karyawan.

  10. ALOKASI BIAYA DEPARTEMEN JASA PADA DEPARTEMEN PRODUKSI • Biaya departemen produksi yang digunakan untuk menghitung tarif meliputi biaya yang terjadi di departemen tersebut ditambah dengan biaya alokasi dari departemen jasa. Biaya departemen jasa dapat dialokasikan dengan menggunakan metode langsung, bertahap dan aljabar.

  11. METODE LANGSUNG • Pada metode ini biaya departemen jasa hanya dialokasikan ke departemen produksi. Metode ini dapat diterapkan jika selisih hasil perhitungan biaya produk dibandingkan dengan metode lain tidak material atau suatu departemen jasa tidak menggunakan jasa departemen jasa lainnya.

  12. Metode bertahap/bertingkat/sekuensial • Pada metode ini biaya departemen jasa dialokasikan secara bertahap ke departemen jasa lainnya dan departemen produksi yang telah menerima jasa, dimulai dari biaya departemen jasa yang terbesar. Setelah alokasi biaya departemen jasa pertama dilakukan, departemen tersebut tidak akan mendapatkan alokasi dari departemen jasa lain.

  13. Metode aljabar/resiprokal/matriks/simultan • Metode ini dapat diterapkan jika antar departemen jasa saling memberikan jasa. Pada metode ini biaya departemen jasa dialokasikan secara simultan dengan menggunakan teknik aljabar. Metode ini mengalokasikan biaya ke departemen produksi dan antar departemen jasa.

  14. Contoh: Misalkan biaya departemen 1 setelah alokasi adalah Y dan biaya departemen 2 setelah alokasi adalah Z, maka persamaan aljabar dirumuskan sebagai berikut: Y = 72.600 + 0,30Z Z = 40.000 + 0,20Y penyelesaian persamaan diatas: Y = 72.600 + 0,30(40.000 + 0,20Y) = 72.600 + 12.000 + 0,06Y 0,94Y = 84.600 Y = 90.000 Z = 40.000 + (0,20x90.000) Z = 58.000

More Related