1 / 19

Hukum keluarga

Hukum keluarga. Pengertian Hukum Keluarga. Adalah hubungan-hubungan hukum yang timbul dari kehidupan keluarga sedarah , akibat perkawinan dan keturunan

berit
Download Presentation

Hukum keluarga

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Hukumkeluarga

  2. PengertianHukumKeluarga Adalahhubungan-hubunganhukum yang timbuldarikehidupankeluargasedarah, akibatperkawinandanketurunan DalamKUHPerdata, hukumkeluargadiaturdalambukupertamatentangorang, juduldanisinyatidaksesuaidenganmaterihukumperseorangankarenaternyatajugadiaturmatrihukumkekeluargaan.

  3. PengertianPerkawinan Bagian yang pentingdalamhukumkeluargaadalahhukumperkawinan Perkwinanadalahmerupakansuatukejadian yang sangatmemperngaruhi status hukumseseorangdalamarti : • Timbulkedudukansebagaisuamidansebagaiistri • Jikadalamperkawinanlahiranak, makatimbulhubunganhukumantaraorangtuadananak.

  4. PengaturanHukumPerkawinan • Sebelumberlakunya UU no. 1 tahun 1974, hukumperkawinandi Indonesia berbhineka (beranekaragam), 1. berlaku HOCI 2. berlakuKUHPerdata 3. Hukum Islam 4. peraturanperkawinancampuran • Sesudahberlakunya UU perkawinan, berlaku : 1. UU No. 1 Tahun 1974 2. PP No. 9 tahun 1975 3. PP 10 tahun 1983 4. PP 45 tahun 1990 5. Kompilasihukum Islam kepres No. 1 tahun 1991

  5. PerkawinanDitinjaudariKUHPerdata Pengertianperkawinan, UU tidakmengaturapa yang dimaksuddenganperkawinansehinggailmuhukumlah yang merumuskannya : “Perkawinanadalahsuatupertalianantaraseoranglaki-lakidenganseorangwanita yang diakuisaholehundang-undang yang bertujuanuntukmenyelengarakankesatuanhidupyanabadi” Konsepsiperkawinanperdatadapatdisimpulkandariketentuanpasal 26 KUHperdata. • KUHPerdatahanyamengenalperkawinan yang dilangsungkanmenurut UU dandihadapanpegawaicatatansipil. • Pejabatgerejabarubolehmelangsungkanperkawinanapabilaperkawinanmenurut UU sudahdilangsungkandihadapanpegawaicatatansipil (pasal 81 KUHPerdata)

  6. SegiNegatifdariLembagaPerkawinanMenurutKUHPerdata • UU tidakmencampuriupacara-upacaragereja (tidakdiperhatikanaspekreligius) • UU tidakmemperhatikanlaranganperkawinansebagaimanahalnyadalamperaturan agama. • UU tidakmemperhatikanfaktorbiologismisalnyakemandulan. • UU tidakmemperhatikan motif-motif yang mendorongpihak-pihak yang melakukanperkawinan.

  7. SegipositifdariLembagaPerkawinanMenurutKUHPerdata • Perkawinanberdasarkanasasmonogami • Perkawinanharusberlangsungkekalhanyaputuskarenakematian • Alasanperceraianditentukansecaralinitatifoleh UU

  8. PerbedaanAntaraPerkawinandanPerjanjian • Dilihatdariparapihak • Isiperjanjianditentukanolehparapihaksedangkanisiperkawinanditentukanoleh UU. • Peralihanhak, hak-hakdankewajiban yang timbuldariperjanjiandapatdialihkansedangkanhak-hakdankewajiban yang timbuldariperkawinantdakdapatdialihkan. • Hapusnyaperjanjianditentukanoelhkesepakatanparapihaksedangkanhapusnyaperkawinan/ putusnyaperkawinanharusberdasarkanalasan-alasan yang terbatasdalam UU.

  9. Syarat-SyaratPerkawinan MenurutKUHPerdataterdiridarisyaratmateriil yang mengenaidiripribadiparacalon yang akanmelangsungkanperkawinan. SyaratFormilyaitu syarat2 yang mendahuluiperkawinandanpadasaatmelangsungkanperkawinan

  10. SyaratMateriil SyaratMateriilumum : • Katasepakat • Batas usia • Asasmonogami • Tenggangwaktutunggu SyaratmateriilKhusus : • Laranganperkawinan • Izinkawin SyaratFormil : • Pemberitahuanakanberlangsungnyaperkawinan (pasal 50 & 51 KUHPerdata) • Pengumuman (pasal 52, 53, 54 KUHPerdata) • Pelangsunganperkawinan (pasal 57 KUHPerdata)

  11. PerkawinanDitinjaudari UU No. 1 tahun 1974 Pengertianperkawinan : perkawinanadalahikatanlahirbatinantaraseoranglaki-lakidanseorangwanitasebagaisuamiistrisebagaitujuanuntukmembentukkeluarga / rumahtangga yang bahagiadankekalberdasarkanketuhanan yang MahaEsa.

  12. Unsur-UnsurPerkawinan • Unsur agama, dapatdisimpulkandariketentuanpasal 1, 2, 8, 51 UU No. 1 tahun 1974. • UnsurBiologis, dapatdilihatdariketentuanpasal 4 dan 7 UU No. 1 tahun 1974. • UnsurSosiologis, batasumuruntukmelangsungkanperkawinanadalahuntukmengurangilajupertambahanpendudukkarenakelahiran, karenapertambahanpendudukadalahmasalahsosial • UnsurYuridis, dapatdisimpulkandariketentuanpasal 2 ayat 2 UU No. 1 tahun 1974.

  13. Syarat-SyaratPerkawinanMenurut UU Perkawinan Syaratmateriilumum : • Persetujuanbebas, pasal 6 ayat 1 UU perkawinan • Syaratusia, pasal 7 ayat 1 UU perkawinan • Asasmonogamirelatif, pasal 9 dan 3 ayat 1 • Berlakunyatenggangwaktutunggu, lihatketentuanpasal 39 PP No. 9 tahun 1975, ceraimati 130 harisejaktanggalkematiansuami, ceraihidup 3 kali sucisekurang-kurangnya 90 hari.

  14. Lanjutan… SyaratMateriilKhusus : • Izinkawin, pasal 6 ayat 1 dan 2 • Larangantertentuuntukmelangsungkanperkawinan, pasal 8 UU No. 1 tahun 1974 Syarat Formal : • Pemberitahuan, pasal 3 ayat 2 PP 9 tahun 1975 • Penelitian, pasal 6 ayat 1 PP 9 tahun 1975 • Pencatatan, pasal 7 PP 9 tahun 1975 • Pengumuman, pasal 8 PP 9 tahun 1975 • Pelangsunganperkawinan, pasal 10 PP 9 tahun 1975

  15. PerkawinanDilangsungkan Terbuka UntukUmum Dengantujuanuntuk : • Memberikepastiantentangtelahdilangsungkannyaperkawinan • Mencegahterjadinyaperkawinangelap • Mencegahperkawinan yang dilangsungkansecaratergesa-gesa • Memberikansuasana yang khidmatdansakral • Untukmenjaminpegawaipencatatberlakuhati-hati

  16. Keduamempelai Saksi – saksi Pegawaipencatatperkawinan Untukygberagama Islam  walinikah Diaturdalam Ps 11 (1,2,3) PP 9/75 Ps 13 (1,2) UUP 1/74 Akteperkawinan Dibuatrangkap 2 • Disimpanpegawai • pencatat • Pengadilan ____ • Keduamempelai Penandatanganan AktePerkawinan Diberikutipan Termasukdlm perjanjianpemberian kuasa Terhadapperkawinan Dengankuasa Ditandatanganioleh penerimakuasa

  17. Perkawinandengankuasa Tidakdiatursecarategas Terlihatdalam Ps 6 PP 9/75 _______ Terhadapkuasaautentik Atau Dibawahtangan Yang disahkan Olehpegawaipencatat

  18. Akte Perkawinanps 12 & 13 PP 9/75 • Nama, tanggal, tempat lahir, agama/kepercayaan, tempat kediaman suami/istri, jika janda/duda: mantan suami/istri disebutkan • Nama, agama/kepercayaan, pekerjaan, dan tempat kediaman orang tua suami/istri • Ijin  ps. 6 (2,3,4,5) UU 1/74 • Despensasi pengadilan  berkaitan dengan batas umur  ps. 7 UU 1/74 • Kata sepakat para pihak • Ijin pejabat • Perjanjian perkawinan • Identitas para saksi

  19. Ps. 13 PP 9/75 Disimpanoleh ____ pencatat AktePerkawinan --- dibuatrangkap 2 (dua) _____ ke PN diwilayah hkperkawinandilangsungkan Kutipanakteperkawinan Diberikanpadasaksi – saksi alatbukti Tentangperistiwa bahwatelahterjadi pelangsunganperkawinan UUP 1/74 tidakmengatur BW 100 – 102

More Related