1 / 10

Lekukan Batang & Kulit

Lekukan Batang & Kulit. Rusuk-rusuk yang tegak lurus pada mistar M dengan jarak antara rusuk 2 cm. Tiap rusuk mempunyai skala dengan selang antara garis pembagian sebesar ½ cm. p 1 + p 2 Ls trap. = —————— x j 2.

Download Presentation

Lekukan Batang & Kulit

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. LekukanBatang & Kulit

  2. Rusuk-rusuk yang tegak lurus pada mistar M dengan jarak antara rusuk 2 cm. Tiap rusuk mempunyai skala dengan selang antara garis pembagian sebesar ½ cm p1 + p2 Ls trap. = —————— x j 2 BentukGleuvenmeter 31. Lekukan Batang

  3. Luas lekukan = jumlah luas trapesium = (p1 + p2 + p3 + p4 + ….. + pn ) · 2 cm² Misal panjang dari bagian-bagian tiap rusuk dari kiri ke kanan adalah p1, p2, p3, …….. , pn kali satuan pembagian skala (= ½ cm), sehingga luas penampang lintang lekukan adalah : = (p1 + p2 + p3 + p4 + ……….. + pn ) · ½ · 2 cm² = (p1 + p2 + p3 + p4 + ……….. + pn ) cm² Berarti luas trapesium merupakan jumlah skala yang ditunjukkan oleh rusuk-rusuk tersebut.

  4. 21. Titikpengambilankulit 22. Penentuan tebal kulit a. Pengukuran & Perhitungan tebal kulit b. Peralatan tebal kulit 32. Tebal K u l i t

  5.  Letak titik pengambilan hendaknya dilakukan pada 4 posisi  2 posisi pada diameter terpendek dan 2 posisi pada tegak-lurus terpendek atau pada diameter terpanjang. 21. Titik pengambilan kulit

  6. a. Pengukuran & Perhitungan tebal kulit • Tebalkulitpadadasarnyadiperolehdarihasilukurandilapangan (t1, t2 , t3dan t4). • Berdasarkantebalkulittsbdiperoleh diameter batangtanpakulit (dx). dx = ½ {(D1 + D2)- (t1 + t2 + t3 + t4)} dx = ½ { K/π– (t1 + t2 + t3 + t4)} • Volume kulitpadakayubulat, apalagipadapohonberdiridapatdikatakantidakpernahdilakukan. Dalamskalakecildilakukanpadakulit “kayumanis”, namunbiasanyadalamsatuanberat. • Bilainginmenentukan volume kulit, makaperhitungannyadidasarkanpada “volume selimut”. • Rumusandasarnyaadalah volume batang (dengankulit) kurang volume kayu. 22. Penentuan tebal kulit

  7. b. Peralatan tebal kulit  Peralatan sederhana

  8.  Alat Sigmat (pengukur tebal kulit)

  9. Alatukurbentukpahat Bor riap  Alat pengambil & pengukur tebal kulit

  10. Diameter batang kayu (tanpa kulit) D1 = d1 + t1 + t2 d1 = D1 – (t1 + t2) D2 = d2 + t3 + t4 d2 = D2 – (t3 + t4) d1 + d2 = {D1 – (t1 + t2)} + {D2 – (t3 + t4)} d = ½ {(D1 + D2)– (t1 + t2 + t3 + t4)} D = ½ (D1 + D2) D = K/π d = ½ { K/π– (t1 + t2 + t3 + t4)}

More Related