daya dukung dan daya tampung lingkungan n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG LINGKUNGAN PowerPoint Presentation
Download Presentation
DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG LINGKUNGAN

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 68

DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG LINGKUNGAN - PowerPoint PPT Presentation


  • 349 Views
  • Uploaded on

DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG LINGKUNGAN. OLEH PRANOTO. DESKRIPSI TOPIK MATRIKULASI.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG LINGKUNGAN' - aman


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
deskripsi topik matrikulasi
DESKRIPSI TOPIK MATRIKULASI
  • Tuntutankebutuhanhidup yang terusbertambahtelahmenyebabkansemuakebutuhanditimpakankepadaalammelebihidayadukungnya, danmanusiamelupakantugasnyasebagaikhalifahdanmelupakan agama sebagaituntunanhidupdalammengelolaalam.
  • Materi yang akandibahasdalamtopikiniadalahdaya dukung, daya tampung, perubahanlingkungan, keragamanhayati, pemanasan global dankewajibanpelestarianlingkungan.
  • Setelahmengikutitopikinimahasiswaharusmampumenjelaskanbentukdanpenyebabkerusakansertakewajibanpelestarianlingkungan(hard skills) danmampubelajarsepanjanghayatdanmengimplementasikannilaiagama dalamkehidupan (soft skill).
definisi lingkungan hidup
Definisilingkunganhidup
  • adalahkesatuanruangdengansemuabenda, dayakeadaan, danmakhlukhidup, termasukdidalamnyamanusiadanperilakunya
  • Komponenlingkunganterdiridarifaktorabiotik (tanah, air, udara, cuaca, suhu) danfaktorbiotik (tumbuhandanhewan, termasukmanusia)
  • Lingkunganhidupbaik faktorbiotikmaupunabiotikberpengaruhdandipengaruhimanusia
daya dukung lingkungan
Dayadukunglingkungan
  • Segala yang ada pada lingkungan dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk mencukupi kebutuhan hidup manusia, karena lingkungan memiliki daya dukung.
  • Daya dukung lingkungannya adalah kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya
pelestarian daya dukung lingkungan hidup
Pelestarian Daya Dukung Lingkungan Hidup

Rangkaian upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup terhadap tekanan perubahan dan/atau dampak negatif yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan agar tetap mampu mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lain.

keseimbangan lingkungan
Keseimbanganlingkungan
  • Dalam kondisi alami, lingkungan dengan segala keragaman interaksi yang ada mampu untuk menyeimbangkan keadaannya. Namun tidak tertutup kemungkinan, kondisi demikian dapat berubah oleh campur tangan manusia dengan segala aktivitas pemenuhan kebutuhan yang terkadang melampaui Batas.
daya tampung lingkungan
Daya Tampung Lingkungan

Kemampuan lingkungan untuk menampung/menyerap zat energi dan atau komponen lain yang masuk atau dimasukan di dalamnya

pelestarian daya tampung lingkungan
Pelestarian Daya Tampung Lingkungan

Rangkaian upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan/atau komponen lain yang dibuang ke dalamnya.

slide9

Ketersediaan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan dasar , dan tersedianya cukup ruang untuk hidup pada tingkat kestabilan sosial tertentu disebut daya dukung lingkungan

daya dukung lingkungan ialah kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan semua makhluk hidup

daya dukung juga dapat didefinisikan
Daya dukung juga dapat didefinisikan

tingkat maksimal hasil sumber daya terhadap beban maksimum yang dapat didukung dengan tak terbatas tanpa semakin merusak produktivitas wilayah tersebut sebagai bagian integritas fungsional ekosistem yang relevan

di bumi ini penyebaran sumber daya alam tidak merata letaknya
Di bumi ini, penyebaran sumber daya alam tidak merata letaknya

Ada bagian-bagian bumi yang sangat kaya akan mineral, ada pula yang tidak. Ada yang baik untuk pertanian ada pula yang tidak

slide12

agar pemanfaatannya dapat berkesinambungan, maka tindakan eksploitasi sumber daya alam harus disertai dengan tindakan perlindungan

pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harus dilakukan dengan cara yang rasional
Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harus dilakukan dengan cara yang rasional

1. Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan hati-hati dan efisien, misalnya: air, tanah dan udara;

2. Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran);

3. Mengembangkan metoda menambang dan memproses yang efisien, serta pendaurulangan (recycling);

4. Melaksanakan etika lingkungan berdasarkan falsafah hidup secara damai dengan alam.

analisis daya dukung wilayah
Analisis Daya Dukung Wilayah

Konsep yang digunakan untuk memahami ambang batas kritis daya-dukung ini adalah adanya asumsi bahwa ada suatu jumlah populasi yang terbatas yang dapat didukung tanpa menurunkan derajat lingkungan yang alami sehingga ekosistem dapat terpelihara

daya dukung wilayah carrying capacity
Daya dukung wilayah ( carrying capacity )

daya tampung maksimum lingkungan untuk diberdayakan oleh manusia Dengan kata lain populasi yang dapat didukung dengan tak terbatas oleh suatu ekosistem tanpa merusak ekosistem itu

slide16
Fungsi beban manusia tidak hanya pada jumlah populasi akan tetapi juga konsumsi perkapita serta lebih jauh lagi

faktor berkembangnya perdagangan dan industri secara cepat

slide17

Satu hal yang perlu dicatat, bahwa adanya inovasi teknologi tidak meningkatkan daya dukung wilayah akan tetapi berperan dalam meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya alam

limits on population growth
Limits on Population Growth
  • Density Dependent Limits
    • Food
    • Water
    • Shelter
    • Disease
  • Density Independent Limits
    • Weather
    • Climate

Water and shelter are

critical limiting factors in

the desert.

Fire is an example of a

Density independent

Limiting factor.

aplikasi pada teknologi pengolahan air pdam menjadi air minum
Aplikasi Pada Teknologi Pengolahan Air PDAM Menjadi Air Minum

Prans Water Filter (PWF-1)

Diujicobakan pada lingkungan warga RT 05 RW 16, Mojosongo Surakarta, peserta kursus Amdal Penilai di Lembaga Pelatihan Wanawiyata Kabupaten Natuna

slide21

GUNUNG PAPANDAYAN

GUNUNG ARJUNA

GUNUNG WILIS

aplikasi pada teknologi pengolahan air payau menjadi air bersih
Aplikasi Pada Teknologi Pengolahan Air Payau Menjadi Air Bersih

Prans Water Filter (PWF-2)

Diujicobakan pada lingkungan warga Kabupaten Sorong-Jayapura yang difasilitasi oleh Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sorong Selatan -Papua Barat

aplikasi pada teknologi pengolahan air sungai menjadi air bersih
Aplikasi Pada Teknologi Pengolahan Air Sungai Menjadi Air Bersih

Prans Water Filter (PWF-3)

Diujicobakan pada lingkungan warga KecamatanSaketi, KabupatenPandeglang, ProvinsiBanten yang difasilitasiolehKementrianRisetdanTeknologiRepublik Indonesia.

aplikasi pada teknologi pengolahan air sungai menjadi air minum
Aplikasi Pada Teknologi Pengolahan Air Sungai Menjadi Air Minum

Prans Water Filter (PWF-4)

Akan diujicobakan pada lingkungan warga Pulau Kalimantan yang difasilitasiolehKementrianRisetdanTeknologiRepublik Indonesia.

oleh karenanya
Oleh karenanya

Analisis daya dukung ( carrying capacity analysis ) merupakan suatu alat perencanaan pembangunan yang memberikan gambaran hubungan antara penduduk, penggunaan lahan dan lingkungan

sehingga
Sehingga

Analisis daya dukung dapat memberikan informasi yang diperlukan dalam menilai tingkat kemampuan lahan dalam mendukung segala aktifitas manusia yang ada di wilayah yang bersangkutan

akhirnya
Akhirnya

Informasi yang diperoleh dari hasil analisis daya dukung secara umum akan menyangkut masalah kemampuan (daya dukung) yang dimiliki oleh suatu daerah dalam mendukung proses pembangunan dan pengembangan daerah itu, dengan melihat perbandingan antara jumlah lahan yang dimiliki dan jumlah penduduk yang ada.

keseimbangan lingkungan1
Keseimbanganlingkungan
  • Keseimbangan lingkungan secara alami dapat berlangsung karena beberapa hal, yaitu komponen-komponen yang ada terlibat dalam aksi-reaksi dan berperan sesuai kondisi keseimbangan, pemindahan energi (arus energi), dan siklus biogeokimia dapat berlangsung.
  • Keseimbangan lingkungan dapat terganggu bila terjadi perubahan berupa pengurangan fungsi dari komponen atau hilangnya sebagian komponen yang dapat menyebabkan putusnya mata rantai dalam ekosistem. Salah satu faktor penyebab gangguan adalah polusi di samping faktor-faktor yang lain
perubahan lingkungan
Perubahan Lingkungan

Perubahan lingkungan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan.

Perubahan yang terjadi pada lingkungan hidup manusia menyebabkan adanya gangguan terhadap keseimbangan karena sebagian dari komponen lingkungan menjadi berkurang fungsinya.

Perubahan lingkungan dapat terjadi karena campur tangan manusia dan dapat pula karena faktor alami.

Dampak dari perubahannya belum tentu sama, namun akhirnya manusia juga yang mesti memikul serta mengatasinya.

perubahan lingkungan karena campur tangan manusia
Perubahan Lingkungankarena Campur Tangan Manusia

contohnya penebangan hutan, pembangunan pemukiman, dan penerapan intensifikasi pertanian

penebangan hutan
Penebangan hutan

Penebangan hutan yang liar mengurangi fungsi hutan sebagai penahan air. Akibatnya, daya dukung hutan menjadi berkurang. Selain itu, penggundulan hutan dapat menyebabkan terjadi banjir dan erosi. Akibat lain adalah munculnya harimau, babi hutan, dan ular di tengah pemukiman manusia karena semakin sempitnya habitat hewan-hewan tersebut

pembangunan pemukiman
pembangunan pemukiman

Pembangungan pemukiman pada daerah-daerah yang subur merupakan salah satu tuntutan kebutuhan akan pagan. Semakin padat populasi manusia, lahan yang semula produktif menjadi tidak atau kurang produktif.

Pembangunan jalan kampung dan desa dengan cara betonisasi mengakibatkan air sulit meresap ke dalam tanah. Sebagai akibatnya, bila hujan lebat memudahkan terjadinya banjir. Selain itu, tumbuhan di sekitamya menjadi kekurangan air sehingga tumbuhan tidak efektif melakukan fotosintesis. Akibat lebih lanjut, kita merasakan pangs akibat tumbuhan tidak secara optimal memanfaatkan CO2, peran tumbuhan sebagai produsen terha

penerapan intensifikasi pertanian
penerapan intensifikasi pertanian

Penerapan intensifikasi pertanian dengan cara panca usaha tani, di satu sisi meningkatkan produksi, sedangkan di sisi lain bersifat merugikan.

Misalnya, penggunaan pupuk dan pestisida dapat menyebabkan pencemaran. Contoh lain pemilihan bibit unggul sehingga dalam satu kawasan lahan hanya ditanami satu macam tanaman, disebut pertaniantipe monokultur, dapat mengurangi keanekaragaman sehingga keseimbangan ekosistem sulit untuk diperoleh. Ekosistem dalam keadaan tidak stabil. Dampak yang lain akibat penerapan tipe ini adalah terjadinya ledakan hama.

perubahan lingkungan karena faktor alam
Perubahan Lingkungan karena Faktor Alam

Perubahan lingkungan secara alami disebabkan oleh bencana alam. Bencana alam seperti kebakaran hutan di musim kemarau menyebabkan kerusakan dan matinya organisme di hutan tersebut. Selain itu, terjadinya letusan gunung menjadikan kawasan di sekitarnya rusak.

pengertian keanekaragaman hayati
Pengertian Keanekaragaman hayati

Keanekaragaman hayati adalah Seluruh keanekaan bentuk kehidupan di bumi, beserta interaksi diantara mereka dan antara mereka dengan lingkungannya.

Keanekaragaman hayati atau keragaman hayati merujuk pada keberagaman bentuk-bentuk kehidupan: tanaman yang berbeda-beda, hewan dan mikroorganisme, gen-gen yang terkandung di dalamnya, dan ekosistem yang mereka bentuk. 

Kekayaan hidup adalah hasil dari sejarah ratusan juta tahun berevolus

slide36

Keanekaragaman hayati dapat terjadi pada berbagai tingkat kehidupan, mulai dari organisme tingkat rendah sampai organisme tingkat tinggi. Misalnya dari mahluk bersel satu hingga mahluk bersel banyak; dan tingkat organisasi kehidupan individu sampai tingkat interaksi kompleks, misalnya dari spesies sampai ekosistem.

keragaman hidup bersifat dinamis: akan meningkat ketika varian genetik baru dihasilkan, spesies atau ekosistem baru terbentuk; akan menurun ketika varian genetik dalam salah satu spesies berkurang, salah satu spesies punah atau sebuah ekosistem yang kompleks menghilang.  Konsep ini meliputi hubungan antar makhluk hidup dan proses-prosesnya.

keanekaragaman hayati terbagi menjadi tiga tingkat
keanekaragaman hayati terbagi menjadi tiga tingkat

Keanekaragaman genSetiap sifat organisme hidup dikendalikan oleh sepasang faktor keturunan (gen), satu dari induk jantan dan lainnya dari induk betina. Keanekaragaman tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya variasi dalam satu jenis.

Keanekaragaman jenis (spesies)Keanekaragaman ini lebih mudah diamati daripada Keanekaragaman gen. Keanekaragaman hayati tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya beraneka macam jenis mahluk hidup baik yang termasuk kelompok hewan, tumbuhan dan mikroba.

Keanekaragaman ekosistemKeanekaragaman tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya variasi dari ekosistem di biosfir

keragaman ekosistem
Keragaman ekosistem

Keragaman ekosistem memetakan perbedaan yang cukup besar antara tipe ekosistem, keragaman habitat dan proses ekologi yang terjadi pada tiap-tiap ekosistem. 

Lebih sulit untuk menjelaskan keragaman ekosistem dibandingkan dengan keragaman spesies atau genetik dikarenakan oleh ‘batasan’ dari komunitas (hubungan antar spesies) dan karena ekosistem lebih mudah berubah.  Karena konsep ekosistem adalah dinamis dan beragam, hal ini dapat diterapkan pada berbagai skala, walaupun untuk kepentingan pengelolaan pada umumnya dikelompokkan menjadi kelompok besar komunitas yang serupa, seperti hutan sub-tropis atau terumbu karang.  Elemen kunci dalam mempertimbangkan ekositem adalah pada kondisi alaminya, proses ekologi seperti aliran energi dan siklus air dipertahankan

potensi keanekaragaman hayati di indonesia
Potensi Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Sekitar 12 % (515 spesies, 39 % endemik) dari total spesies binatang menyusui, urutan kedua di dunia

7,3 % (511 spesies, 150 endemik) dari total spesies reptilia, urutan keempat didunia

17 % (1531 spesies, 397 endemik) dari total spesies burung di dunia, urutan kelima

270 spesies amfibi, 100 endemik, urutan keenam didunia

2827 spesies binatang tidak bertulang belakang selain ikan air tawar

35 spesies primata (urutan keempat, 18 % endemik)

121 spesies kupu-kupu (44 % endemik)

Keanekaragaman ikan air tawar 1400 (urutan ke 3)

slide40

Taxonomic Species Endemic Percent

Group Species Endemism

Plants 10,000 1,500 15

Mammals 201 123 61.2

Birds 697 249 35.7

Reptiles 188 122 64.9

Amphibians 56 35 62.5

permasalahan keanekaragaman hayati
Permasalahan Keanekaragaman hayati

Permasalahan utama adalah Penurunan Jumlah spesies. Awal tahun 1980, beberapa ahli di dunia mulai mengetahui bahwa spesies mulai mengalami kepunahan secara global. Kepunahan ini diketahui terjadi mulai dari 65 juta tahun yang lalu pada periode Cretaceous dimana banyak spesies termasuk Dinosaurus mulai punah.

Krisis yang dihadapi saat ini merupakan hasil dari: Perubahan Klimat secara global, Perubahan Geologi secara alami, dan Kejadian katalistik.

permasalahan keanekaragaman hayati1
Permasalahan Keanekaragaman hayati

Krisis saat ini merupakan akibat dari campur tangan manusia yang tidak bersahabat dengan alam.

Tahun 80 an sampai 90an, ilmuwan, media, masyarakat, pemerintah di seluruh dunia mulai bekerja untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati di daratan. Berbagai macam isu seperti pengrusakan hutan, pembangunan yang berlebih, explotasi yang berlebih, polusi, rusaknya habitat, invasi oleh spesies asing, menjadi fokus utama yang dibahas.Keanekaragaman hayati pesisir dan laut mulai menjadi perhatian pada tahun-tahun tersebut. Karena ekosistem di lautan memiliki lebih banyak spesies dibandingkan daratan. Diperkirakan 32 sampai 33 phyla hewan yang ditemukan di pesisir dan lautan. 15 phyla dari jumlah tersebut ditemukan hanya di estuari atau di lautan

pengertian global warning
Pengertian Global warning

Pemanasan global (global warming) padadasarnyamerupakanfenomenapeningkatantemperatur global daritahunketahunkarenaterjadinyaefekrumahkaca (greenhouse effect) yang disebabkanolehmeningkatnyaemisi gas-gas sepertikarbondioksida (CO₂), metana (CH₄), dinitrooksida (N₂O) dan CFC sehinggaenergimatahariterperangkapdalamatmosferbumi

pengertian global warning1
Pengertian Global warning

Merupakan peristiwa meningkatnya suhu permukaan bumi melebihi rata-rata akibat peningkatan jumlah emisi gas rumah kaca di atmosfer

Berbagai literatur menunjukkan kenaikan temperatur global – termasuk Indonesia – yang terjadi pada kisaran 1,5–40 Celcius pada akhir abad 21

tanda gejala pemanasan global
Tanda/Gejala Pemanasan Global

Salju-salju di dataran tinggi mengalami pelelehan

Meningkatnya suhu bumi

Munculnya angin topan, badai, dan tornado menjadi lebih sering

Tanah longsor akibat penggundulan hutan

pendingin udara ac
Pendingin udara (AC)

Penggunaan pendingin udara yang makin masif dan intensif pada sebagian besar rumah tangga di perkotaan secara akumulatif justru mendorong terciptanya bumi yang makin panas akibat gas-gas yang dihasilkan oleh pendingin udara tersebut tidak ramah lingkungan

Memicu meningkatnya kebutuhan listrik yang terus membesar, sementara listrik tersebut diproduksi dengan menggunakan bahan bakar fosil dan memberi kontribusi terbesar pada pemanasan secara global

efek rumah kaca
Efek Rumah Kaca

Kandungan gas yang berada di atmosfer, disebut sebagai gas rumah kaca, yang bisa mempengaruhi iklim di Bumi

Adalah Suatu efek, dimana molekul-molekul yang ada di atmosfer kita bersifat seperti memberi efek rumah kaca. Efek rumah kaca sendiri, seharusnya merupakan efek yang alamiah untuk menjaga temperatur permukaaan Bumi berada pada temperatur normal, sekitar 30°C

Atmosfer itu sangat bisa diterobos (permeable) oleh cahaya Matahari yang masuk ke permukaan Bumi, tetapi tidak semua cahaya yang dipancarkan ke permukaan Bumi itu bisa dipantulkan keluar, radiasi merah-infra yang seharusnya terpantul terjebak, dengan demikian maka atmosfer Bumi menjebak panas (prinsip rumah kaca).

Tipe gas yang menjebak panas tersebut terutama adalah karbon-dioksida dan uap air, dan molekul-molekul tersebut yang akhirnya dinamai sebagai gas rumah kaca, jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatgandakan, maka peningkatan temperatur permukaan menjadi sangat signifikan.

efek rumah kaca1
Efek Rumah Kaca

Karbon-dioksida adalah penyumbang utama gas kaca

Sumber terutama peningkatan konsentrasi karbon-dioksida adalah penggunaan bahan bakar fosil, ditambah pengaruh perubahan permukaan tanah (pembukaan lahan, penebangan hutan, pembakaran hutan, mencairnya es)

dampak pemanasan global
Dampak Pemanasan global

Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik, seperti :

- pelelehan es di kutub,

- kenaikan muka air laut,

- perluasan gurun pasir,

- peningkatan hujan dan banjir,

- perubahan iklim,

- punahnya flora dan fauna tertentu,

- migrasi fauna dan hama penyakit, dsb

dampak pemanasan global bagi aktivitas sosial ekonomi masyarakat
Dampak Pemanasan Globalbagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat

gangguanterhadapfungsikawasanpesisirdankotapantai,

(b) gangguanterhadapfungsiprasaranadansaranasepertijaringanjalan, pelabuhandanbandara

(c) gangguanterhadappermukimanpenduduk,

(d) penguranganproduktivitaslahanpertanian,

(e) peningkatanresikokankerdanwabahpenyakit, dsb)

dampak pemanasan global terhadap kenaikan muka air laut sea level rise
Dampak Pemanasan Global terhadap kenaikan muka air laut (sea level rise)

Kenaikanmuka air lautsecaraumumakanmengakibatkandampaksebagaiberikut :

(a) meningkatnyafrekuensidanintensitasbanjir,

(b) perubahanaruslautdanmeluasnyakerusakan mangrove,

(c) meluasnyaintrusi air laut,

(d) ancamanterhadapkegiatansosial-ekonomimasyarakatpesisir, dan

(e) berkurangnyaluasdaratanatauhilangnyapulau-pulaukecil.

(DesaItuAkhirnyaTenggelamAkibatPemanasan Global, KompasSelasa, 8 Desember 2009)

banjir
Banjir

Meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir disebabkan oleh :

terjadinya pola hujan yang acak dan musim hujan yang pendek sementara curah hujan sangat tinggi (kejadian ekstrim

akibat terjadinya efek backwater dari wilayah pesisir ke darat

meningkatnya permukaan air laut
Meningkatnya permukaan air laut

Peningkatan volume air pada kawasan pesisir akan memberikan efek akumulatif apabila kenaikan muka air laut serta peningkatan frekuensi dan intensitas hujan terjadi dalam kurun waktu yang bersamaan

meningkatnya permukaan air laut1
Meningkatnya permukaan air laut

Kenaikan muka air laut selain mengakibatkan perubahan arus laut pada wilayah pesisir juga mengakibatkan rusaknya ekosistem mangrove, yang pada saat ini saja kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan

Meluasnya intrusi air laut selain diakibatkan oleh terjadinya kenaikan muka air laut juga dipicu oleh terjadinya land subsidence akibat penghisapan air tanah secara berlebihan

meningkatnya permukaan air laut2
Meningkatnya permukaan air laut

Gangguan terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang terjadi diantaranya adalah : (a) gangguan terhadap jaringan jalan lintas dan kereta api di Pantura Jawa dan Timur-Selatan Sumatera ; (b) genangan terhadap permukiman penduduk pada kota-kota pesisir yang berada pada wilayah Pantura Jawa, Sumatera bagian Timur, Kalimantan bagian Selatan, Sulawesi bagian Barat Daya, dan beberapa spot pesisir di Papua ; (c) hilangnya lahan-lahan budidaya seperti sawah, payau, kolam ikan, dan mangrove seluas 3,4 juta hektar atau setara dengan US$ 11,307 juta ; gambaran ini bahkan menjadi lebih ‘buram’ apabila dikaitkan dengan keberadaan sentra-sentra produksi pangan yang hanya berkisar 4 % saja dari keseluruhan luas wilayah nasional, dan (d) penurunan produktivitas lahan pada sentra-sentra pangan, seperti di DAS Citarum, Brantas, dan Saddang yang sangat krusial bagi kelangsungan swasembada pangan di Indonesia

meningkatnya permukaan air laut3
Meningkatnya permukaan air laut

Terancam berkurangnya luasan kawasan pesisir dan bahkan hilangnya pulau-pulau kecil yang dapat mencapai angka 2000 hingga 4000 pulau, tergantung dari kenaikan muka air laut yang terjadi

pengurangan luas hutan tropis yang cukup signifikan, baik akibat kebakaran maupun akibat penggundulan

slide57

pengembangan kawasan budidaya pada kawasan pesisir selayaknya dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa alternatif yang direkomendasikan oleh IPCC (1990)

Relokasi ; alternatif ini dikembangkan apabila dampak ekonomi dan lingkungan akibat kenaikan muka air laut dan banjir sangat besar sehingga kawasan budidaya perlu dialihkan lebih menjauh dari garis pantai. Dalam kondisi ekstrim, bahkan, perlu dipertimbangkan untuk menghindari sama sekali kawasan-kawasan yang memiliki kerentanan sangat tinggi.

slide58

Akomodasi ; alternatif ini bersifat penyesuaian terhadap perubahan alam atau resiko dampak yang mungkin terjadi seperti reklamasi, peninggian bangunan atau perubahan agriculture menjadi budidaya air payau (aquaculture) ; area-area yang tergenangi tidak terhindarkan, namun diharapkan tidak menimbulkan ancaman yang serius bagi keselamatan jiwa, asset dan aktivitas sosial-ekonomi serta lingkungan sekitar.

slide59

Proteksi ; alternatif ini memiliki dua kemungkinan, yakni yang bersifat hard structure seperti pembangunan penahan gelombang (breakwater) atau tanggul banjir (seawalls) dan yang bersifat soft structure seperti revegetasi mangrove atau penimbunan pasir (beach nourishment). Walaupun cenderung defensif terhadap perubahan alam, alternatif ini perlu dilakukan secara hati-hati dengan tetap mempertimbangkan proses alam yang terjadi sesuai dengan prinsip “working with nature”.

slide60
Kebijakan Penataan Ruang dalam rangka Mengantisipasi Dampak Pemanasan Global terhadap Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Mewujudkan pembangunan berkelanjutan pada kawasan pesisir, termasuk kota-kota pantai dengan segenap penghuni dan kelengkapannya (prasarana dan sarana) sehingga fungsi-fungsi kawasan dan kota sebagai sumber pangan (source of nourishment) dapat tetap berlangsung. Mengurangi kerentanan (vulnerability) dari kawasan pesisir dan para pemukimnya (inhabitants) dari ancaman kenaikan muka air laut, banjir, abrasi, dan ancaman alam (natural hazards) lainnya. Mempertahankan berlangsungnya proses ekologis esensial sebagai sistem pendukung kehidupan dan keanekaragaman hayati pada wilayah pesisir agar tetap lestari yang dicapai melalui keterpaduan pengelolaan sumber daya alam dari hulu hingga ke hilir (integrated coastal zone management).

revitalisasi tata ruang
Revitalisasi Tata Ruang

Untuk mendukung tercapainya upaya revitalisasi dan operasionalisasi rencana tata ruang, maka diperlukan dukungan-dukungan, seperti : (a) penyiapan Pedoman dan Norma, Standar, Prosedur dan Manual (NSPM) untuk percepatan desentralisasi bidang penataan ruang ke daerah - khususnya untuk penataan ruang dan pengelolaan sumber daya kawasan pesisir/tepi air; (b) peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia serta pemantapan format dan mekanisme kelembagaan penataan ruang, (c) sosialisasi produk-produk penataan ruang kepada masyarakat melalui public awareness campaig, (d) penyiapan dukungan sistem informasi dan database pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil yang memadai, serta (e) penyiapan peta-peta yang dapat digunakan sebagai alat mewujudkan keterpaduan pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-kecil sekaligus menghindari terjadinya konflik lintas batas.

kelestarian lingkungan
Kelestarian lingkungan

Sehubungan dengan pemanfaatan sumber daya alam, agar lingkungan tetap lestari, harus diperhatikan tatanan/tata cara lingkungan itu sendiri.

Dalam hal ini manusialah yang paling tepat sebagai pengelolanya karena manusia memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan organisme lain

manusia lingkungan
Manusia -Lingkungan

Manusiamampumerombak, memperbaiki, danmengkondisikanlingkunganseperti yang dikehendakinya

- manusiamampuberpikirsertameramalkan

keadaan yang akandatang

- manusiamemilikiilmudanteknologi

- manusiamemilikiakaldanbudisehinggadapat

memilihhal-hal yangbaik.

pengelolaan lingkungan hidup
Pengelolaan lingkungan hidup

adalah upaya terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan, dan pengembangan lingkungan hidup

tujuan pengelolaan lingkungan
Tujuan Pengelolaan Lingkungan

Pengelolaan ini mempunyai tujuan sebagai berikut :

Mencapai kelestarian hubungan manusia dengan lingkungan hidup sebagai tujuan membangun manusia seutuhnya.

Mengendalikan pemanfaatan sumber daya secara bijaksana.

Mewujudkan manusia sebagai pembina lingkungan hidup.

Melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan untukkepentingan generasi sekarang dan mendatang.

undang undang lingkungan hidup
Undang-undang lingkungan hidup

Undang-undangtentangketentuan-ketentuanpokokper;indungan dan pengelolaanlingkunganhidupdisahkanolehPresidenRepublik Indonesia no 32/2009

Undang-undanglingkunganhidupbertujuanmencegahkerusakanlingkungan, meningkatkankualitaslingkunganhidup, danmenindakpelanggaran-pelanggaran yang menyebabkanrusaknyalingkungan.

Undang-undanglingkunganhidupantara lain berisihak, kewajiban, wewenangdanketentuanpidana

undang undang lingkungan hidup1
Undang-undang lingkungan hidup

Setiap orang mempunyai hak atas lingkungan hidup yang balk dansehat.

Setiap orang berkewajiban memelihara lingkungan dan mencegahserta menanggulangi kerusakan dan pencemaran lingkungan

Setiap orang mempunyai hak untuk berperan serta dalam rangkapengelolaan lingkungan hidup. Peran serta tersebut diatur denganperundang-undangan.

Barang siapa yang dengan sengaja atau karena kelalaiannyamelakukan perbuatan yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup atau tercemamya lingkungan hidup diancam pidana penjara atau denda. 

kesimpulan
KESIMPULAN
  • Keserakahandanperlakuanburuksebagianmannusiaterhadapalamdapatmenyengsarakanmanusiaitusendiri.
  • Islam mengajarkan agar umatmanusiasenantiasamenjagalingkungan.
  • Bumidanisinyadiciptakan Allah untukdiolahdandimanfaatkandengansebaik-baiknyaolehmanusia, bukansebaliknyadirusakdandibinasakan
  • Allah SWT melarang umat manusia berbuat kerusakan dimuka bumi