Download
pendidikan pancasila dosen drs i gusti ngurah s uryanegara map n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
PENDIDIKAN PANCASILA dosen; Drs. I Gusti Ngurah S uryanegara MAP. PowerPoint Presentation
Download Presentation
PENDIDIKAN PANCASILA dosen; Drs. I Gusti Ngurah S uryanegara MAP.

PENDIDIKAN PANCASILA dosen; Drs. I Gusti Ngurah S uryanegara MAP.

461 Views Download Presentation
Download Presentation

PENDIDIKAN PANCASILA dosen; Drs. I Gusti Ngurah S uryanegara MAP.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. PENDIDIKAN PANCASILAdosen; Drs. I Gusti Ngurah Suryanegara MAP. Universitas Tabanan

  2. Pendahuluan Tujuan PendidikanPancasila; 1. Memiliki kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggungjawab sesuai dengan hati nurani 2.Memiliki kemampuan untuk mengenali masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya 3. Memiliki kemampuan utk memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai bangsa utk menggalang persatuan

  3. Pengertian Pancasila; 1.Secara etimologis; berasal dari bhs Sansekerta yaitu panca dan sila dgn 2 arti; a. Panca =lima, syila = batu / sendi / alas / dasar, b.Syiila=peraturan tingkah laku yang baik. Dlm agama Budha Pancasila diartikan sbg lima larangan (membunuh, mencuri, berzina, minuman keras, berjudi).

  4. 2.Secara historis; proses perumusan Pancasila diawali dlm sidang BPUPKI oleh dr Radjiman Widyodiningrat yang mengajukan agar masalah calon dasar negara dibahas dlm sidang. Kemudian tampil pembicara; a. Mr Muhammad Yamin (29 Mei 1945) dgn rumusan 1. Peri Kebangsaan, 2. Peri Kemanusiaan, 3. Peri Ketuhanan, 4. Peri Kerakyatan, 5. Kesejahteraan Rakyat. Setelah berpidato beliau menyampaikan usul tertulis rancangan UUD 1945.

  5. Rumusan PS sbg yg tercantum dlm rancangan UUD 1945 yg diusulkan secara tertulis oleh Muh Yamin 1. Ketuhanan Yang Maha Esa, 2. Kebangsaan persatuan Indonesia, 3. Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab, 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

  6. b.Ir Soekarno (1 Juni 1945) dgn rumusan Pancasila 1. Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia, 2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan, 3. Mufakat atau demokrasi 4. Kesejahteraan sosial, 5. Ketuhanan yang berkebudayaan. Beliau mengusulkan kelima sila tsb dpt diperas menjadi Tri Sila.

  7. Rumusan Tri Sila; 1. Sosio Nasional yaitu Nasionalisme dan internasionalisme, 2. Sosio Demokrasi yaitu Demokrasi dengan Kesejahteraan Rakyat, 3. Ketuhanan yang Maha Esa. Tri Sila masih diperas lagi menjadi Eka Sila yang intinya adalah gotong-royong

  8. C. Piagam Jakarta (22 Juni 1945), 9 tokoh nasional membuat rumusan Pancasila; 1. Ketuhanan dgn kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluk-pemeluknya, 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab, 3. Persatuan Indonesia, 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dlm permusyawaratan perwakilan, 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

  9. 3. Pengertian Pancasila secara terminologi; untuk melengkapi alat-alat perlengkapan negara,Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) bersidang tgl 18 Agustus 1945 mengesahkan UUD 1945 (terdiri dari Pembukaan dan pasal-pasal yang berisi 37 pasal, 1 Aturan Peralihan yg terdiri atas 4 psl dan 1 Aturan Tambahan terdiri atas 2 ayat).

  10. Pembukaan UUD 1945 terdiri dari 4 alinea dengan rumusan Pancasila; 1. Ketuhanan Yang Maha Esa, 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab, 3. Persatuan Indonesia, 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dlm permusyawaratan/perwakilan, 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Rumusan tsb yg secara konstisional sah dan benar sbg dasar negara.

  11. Dlm sejarah ketatanegaraan Indonesia terdapat rumusan-rumusan PS; a. Dalam Konstitusi RIS (yg berlaku tgl 29 Desember 1949 s/d 17 Agustus 1950) dgn rumusan; 1. Ketuhanan Yang Maha Esa, 2. Peri Kemanusiaan, 3. Kebangsaan, 4. Kerakyatan, 5. Keadilan sosial.

  12. b. Dalam Undang-Undang Dasar Sementara 1950 (17 Agustus 1950 s/d 5 Juli 1959) dgn rumusan sama sbg tercantum dlm Konstitusi RIS; 1. Ketuhanan Yang Maha Esa, 2. Peri Kemanusiaan, 3. Kebangsaan, 4. Kerakyatan, 5. Keadilan sosial.

  13. C. Rumusan Pancasila di Kalangan Masyarakat; 1. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Peri Kemanusiaan 3. Kebangsaan 4. Kadaulatan Rakyat 5. Keadilan Sosial Dari bermacam-macam rumusan PS tsb yg sah dan benar secara konstitusional adalah sbg yg tertuang pd Pembukaan UUD 1945 yg diperkuat dgn Tap No XX/MPRS/1966 dan Inpres No 12 tgl13 April 1968

  14. PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA A. Pengantar; Pancasila nilai-nilainya telah ada pd Bangsa Indonesia berupa nilai-nilai adat- istiadat,kebudayaan serta nilai- nilai religius yg kemudian dirumuskan secara formal sbg dasar filsafat negara oleh para pendiri negara dlm sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

  15. Proses terbentuknya negara dan Bangsa Indonesia melalui proses sejarah panjang sejak jaman batu,kemudian timbulnya kerajaan-kerajaan pd abad ke 4,ke 5 kemudian dasar-dasar kebangsaan Indonesia telah mulai tampak pd abad ke 7 (Kerajaan Sriwijaya di Palembang kemudian Kerajaan Airlangga dan Majapahit di Jawa Timur. • Pembentukan nasionalisme moderen dirintis oleh pejuang kemerdekaan antara lain pejuang kebangkitan nasional 1908, sumpah pemuda 1928 kemudian mencapai titik kulminasi pada proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.

  16. B. Jaman Kutai; Masyarakat Kutai membuka jaman sejarah Indonesia yg muncul kemudian di Jawa dan Sumatra. C. Jaman Sriwijaya; Pada abad ke 7 muncul Kerajaan Sriwijaya di bawah kekuasaan wangsa Syailendra yg merupakan kerajaan maritim yg menguasai lalu lintas laut Selat Sunda (686) dan Selat Malaka (775) dan cukup disegani di Asia Selatan. Agama dan kebudayaan dikembangkan dgn mendirikan suatu universitas yg sangat terkenal ketika itu.

  17. D. Kerajaan Sebelum Majapahit; Di Jawa Tengah secara silih berganti muncul kerajaan Kalingga abad ke 7, Sanjaya abad ke 8 yg membangun candi Kalasan, candi Borobudur abad ke 9 dan candi Prambanan abad ke 10. Di Jawa Timur muncul Kerajaan Isana abad ke 9, Dharmawangsa ke 10, Airlangga abad ke 11 yg memiliki sikap toleransi dlm beragama (agama Budha,Wisnu dan Syiwa). Hubungan dagang dilakukan dgn luar negeri; Benggala dan Thailand.

  18. E. Kerajaan Majapahit; Berdiri pada 1293 yg masa keemasan pd pemerintahan Raja Hayam Wuruk dgn Maha Patih Gajah Mada yg dibantu laksamana Nala. Empu Prapanca menulis Negarakertagama (1365) yg di dlmnya berisi Pancasila. Empu Tantular menulis buku Sutasoma yg di dlmnya dijumpai seloka Bhinneka Tunggal Ika. Sumpah Palapa diucapkan Gajah Mada pada 1331

  19. F. Jaman Penjajahan; Pd permulaan abad ke 16, Kerajaan Majapahit runtuh. Setelah itu berkembang kerajaan Islam spt Demak. Selanjutnya orang Eropa spt Portugis dan Sepanyol berdatangan utk mencari pusat tanaman rempah-rempah di Kep. Nusantara. Awalnya mereka berdagang ttp selanjutnya meningkat menjadi praktek penjajahan misalnya Malaka dikuasai Portugis pd 1511. Pd akhir abad ke 16 bangsa Belanda datang dan utk menghindari persaingan mereka membentuk perkumpulan dagang VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie) yg dikenal dengan sebutan kompeni.

  20. VOC mulai melakukan pemaksaan sehingga rakyat mengadakan perlawanan. Mataram dibawah Sultan Agung (1613-1645) menyerang Batavia pd 1628 dan 1629. Pd serangan ke 2, Gubernur Jenderal J P Coen tewas. Setelah Sultan Agung mangkat Mataram dibawah otoritas VOC. Selanjutnya satu-persatu kerajaan Nusantara diambil alih Belanda spt Makasar (1667) betapapun ada perlawanan yg heroik di bawah pimpinan Hasanudin.

  21. Menyusul perlawanan di wilayah Banten di bawah Sultan Ageng Tirtayasa namun dpt dipadamkan pd 1684. Demikian pula terhadap perlawanan Trunojoyo, Untung Surapati (Jawa Timur) dan Ibnu Iskandar dari Minangkabau dpt dipatahkan Belanda, karena perlawanan tsb terpencar-pencar dan tidak terorganisir, disamping dari segi persenjataan kalah dibanding persenjataan militer Belanda. Pd abad ke 18 Belanda menguasai daerah-daerah strategis dan kaya akan hasil rempah-rempah.

  22. Belanda memperluas hegemoninya sampai ke pelosok-pelosok Nusantara yg selanjutnya meledaklah berbagai perlawanan antara lain Patimura pd 1817 di Maluku, Baharudin (1819) di Palembang, Imam Bonjol (1821-1837) di Minangkabau, Pangeran Diponegoro (1825-1830) di Jawa Tengah, Panglima Polim, Teuku Tjik Di Tiro, Teuku Umar (1860) dlm Perang Aceh, Anak Agung Made (1894-1895) dlm Perang Lombok, Sisingamangaraja (1900) di Tanah Batak.

  23. Penghisapan mencapai puncaknya ketika Belanda mulai menerapkan sistem tanam paksa (1830-1870). Lewat kekuasaan yg ada di genggamannya Belanda memaksa rakyat menanam tanaman yg hasilnya diperlukan pasar Eropa dan harganya ditentukan sepihak oleh Belanda. Penderitaan rakyat semakin berat dan Belanda tidak perduli lagi dgn ratap tangis rakyat, karena mereka hanya mengutamakan keuntungan semata.

  24. G. Kebangkitan Nasional; Pd abad ke 20 terjadi pergolakan dunia timur dengan suatu kesadaran akan kekuatan sendiri,diantaranya Philipina(1898) dipelopori Joze Rizal,kemenangan Jepang atas Rusia (1905) di Tesunia, gerakan Sun Yat Sen (1911) di China dan Partai Kongres di India dgn tokoh utamanya Tilak dan Gandhi. Di Indonesia kebangkitan akan kesadaran berbangsa dipelopori dr Wahidin Sudirohusodo dgn Budi Utomonya.

  25. Menyusul berdirinya Budi Utomo pd 20 Mei 1908, muncul organisasi pergerakan antara lain spt Serikat Dagang Islam (1909) yg kemudian berubah bentuk menjadi gerakan politik dgn nama baru menjadi Serikat Islam (1911) di bawah HOS Cokroaminoto. Pd 1913 berdiri Indische Partij dipimpin Douwes Dekker, Ciptomangunkusumo, Suwardi Suryaningrat yg lebih dikenal dgn nama Ki Hajar Dewantara. Karena perjuangannya menempuh cara radikal oleh Belanda pimpinannya diasingkan ke luar negeri.

  26. Pd 1927 berdiri Partai Nasional Indonesia yg dipelopori oleh Ir Soekarno, Ciptomangunkusumo, Sartono dan tokoh lainnya. Titik berat perjuangan langsung terarah pd kesatuan nasional dgn tujuan utama Indonesia Merdeka. Selanjutnya pd 28 Oktober 1928 muncul Sumpah Pemuda dgn semboyan satu bahasa, satu bangsa dan satu tanah air yaitu Indonesia. Saat itu utk pertama kali lagu Indonesia Raya dikumandangkan yg sekaligus sbg penggerak kebangkitan kesadaran berbangsa.

  27. Selanjutnya PNI berganti bentuk menjadi Partai Indonesia (Partindo) pd 1931. Kemudian Mohammad Hatta dan Sutan Syahrir mendirikan partai baru yaitu Pendidikan Nasional Indonesia (1933) dengan semboyan kemerdekaan Indonesia harus dicapai dengan kekuatan sendiri.

  28. H. Jaman Penjajahan Jepang; Negeri Belanda diserang Jerman pd 5 Mei 1940 dan berhasil diduduki pd 10 Mei 1940. Pemerintah Belanda (Ratu Wihelmina) mengungsi ke Inggeris. Dlm kondisi terjepit Belanda ingin mendapatkan simpati dgn suatu janji “Indonesia akan diberikan kemerdekaan di kelak kemudian hari”, namun nyatanya janji tsb tak pernah ditepati hingga berakhirnya pendudukan Jerman di Belanda.

  29. Jepang masuk ke Indonesia dgn propaganda jepang sbg pemimpin Asia, Jepang saudara tua Indonesia. Dlm perang melawan sekutu (Amerika, Inggeris, Rusia, Perancis, Belanda dll) Jepang semakin terdesak. Agar mendapat dukungan dari Bangsa Indonesia, Jepang bersikap bermurah hati dan menjanjikan Indonesia merdeka di kelak kemudian hari. Seminggu sebelum Jepang menyerah kepada sekutu, lewat maklumat Gunseikan No 23 (pejabat militer Jepang) Indonesia diperkenankan memperjuangkan kemerdekaan dan dianjurkan berani mendirikan negara Indonesia merdeka di hadapan musuh-musuh Jepang NICA (Netherlands Indie Civil Administration).

  30. Sbg realisasi janji tsb dibentuklah BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dgn susunan; • Ketua ; Dr KRT Radjiman Wediodiningrat • Ketua Muda; Itibangase • Ketua Muda; RP Soeroso Beserta 60 anggota

  31. 1. Sidang BPUPKI Pertama; Sidang berlangsung 4 hari dengan menampilkan - Mr Muh Yamin (29 Mei 1945), - Prof Soepomo (31 Mei 1945) dan - Ir Soekarno (1 Juni 1945). a. Mr Muh Yamin mengusulkan calon rumusan dasar negara 1. Peri Kebangsaan, 2. Peri Kemanusiaan, 3. Peri Ketuhanan, 4. Peri Kerakyatan (Permusyawaratan, perwakilan, Kebijaksanaan), 5. Kesejahteraan Rakyat (Keadilan Sosial)

  32. Pd akhir pidatonya Mr Muh Yamin menyerahkan naskah rancangan usulan sementara berisi rumusan UUD RI dan rancangan itu dimulai dgn pembukaan yg bunyinya sbb; Utk membentuk pemerintahan negara Indonesia yg melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan utk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, menyuburkan hidup kekeluargaan dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yg berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia dlm suatu UUD Negara Indonesia, yg terbentuk dlm suatu susunan NRI yg berkedaulatan rakyat dgn berdasar kepada; Ketuhanan Yang Maha Esa, kebangsaan, Persatuan Indonesia, dan rasa kemanusiaan yg adil dan beradab, Kerakyatan yg dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dlm permusyawaratan perwakilan, dgn mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

  33. b. Prof Dr Soepomo; Mengemukakan ttg teori negara sbb; 1. Teori negara perseorangan (individualis) sbg diajarkan oleh Thomas Hobbes (abad 17), Jean Jacques Rousseau (abad 18), Herbert Spencer (abad 19) dan HJ Laski (abad 20). Menurut paham ini negara adalah masyarakat hukum (legal society) yg disusun atas kontrak antara seluruh individu (contract social). Paham negara ini banyak terdapat di Eropa dan Amerika.

  34. 2. Paham Negara Klas (class theory) atau teori golongan, sbg diajarkan Mark, Engels dan Lenin. Negara adalah alat dari suatu golongan utk menindas golongan lain. Negara kapitalis adalah alat dari kaum borjuis , oleh krn itu kaum marxis menganjurkan utk meraih kekuasaan agar kaum buruh dpt ganti menindaskaum borjuis.

  35. 3. Paham Negara Integralistik (Spinoza, Adam Muller dan Hegel abad 18 dan 19). Negara bukanlah utk menjamin perseorangan/golongan ttp menjamin kepentingan masy seluruhnya sbg suatu persatuan. Negara tidak memihak pd golongan yg paling kuat atau yg paling besar akan ttp negara menjamin keselamatan hidup bangsa seluruhnya sbg persatuan.

  36. c. Ir Soekarno; 1. Nasionalisme (Kebangsaan Indonesia) 2. Internasionalisme (peri kemanusiaan) 3. Mufakat (demokrasi) 4. Kesejahteraan Sosial 5. Ketuhanan Yang Maha Esa (Ketuhanan Yang Berkebudayaan) Lima prinsip sbg dasar negara tsb beliau usulkan dgn nama Pancasila atas saran salah seorang teman beliau yg akhli bahasa.

  37. Menurut beliau ke 5 sila tsb dpt diperas menjadi Tri Sila meliputi; 1. Sosio nasionalisme yg merupakan sintesa dari kebangsaan (nasionalisme) dgn peri kemanusiaan (internasionalisme). 2. Sosio demokrasi yg merupakan sintesa dari mufakat (demokrasi) dgn kesejahteraan sosial. 3. Ketuhanan. Selanjutnya Tri Sila dpt diperas menjadi Eka Sila yg intinya adalah gotong-royong.

  38. J. Sidang BPUPKI ke 2 (10-16 Juli 1945), Panitia Sembilan yg diketuai oleh Ir Soekarno pd 10 juli 1945 mengadakan pendekatan dgn tokoh-tokoh golongan Islam dan golongan kebangsaan yg menghasilkan rancangan Pembukaan Hukum Dasar. Adapun bagian terakhir naskah pembukaan tsb sbb; maka disusunlah kemerdekaan bangsa Indonesia itu dlm suatu hukum dasar Negara Indonesia yg terbentuk dlm suatu Negara Republik Indonesia yg berkedaulatan rakyat dgn berdasar kpd; Ketuhanan dgn kewajiban menjalankan syariat Islam bg pemeluk-pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan yg adil dan beradab, persatuan Indonesia dan kerakyatan yg dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dlm permusyawaratan/perwakilan serta dgn mewujudkan suatu keadilan sosial bg seluruh rakyat Indonesia.

  39. Dlm rapat tgl 15 Juli 1945,istilah hukum dasar diganti dgn UUD. Menurut keterangan Prof Soepomo istilah hukum dlm bhs Belanda adalah recht yg pengertiannya meliputi yg tertulis dan tidak tertulis. Sedangkan UUD adalah hukum yg tertulis. Oleh krn itu tidak lagi digunakan istilah hukum dasar ttp lebih tepat menggunakan istilah undang-undang dasar.

  40. Keputusan penting dlm rapat BPUPKI adalah tentang 1. bentuk negara; dari anggota yg hadir, suara pro republik 55 orang, meminta kerajaan 6 orang, bentuk lain dan blangko 1 orang. 2. luas wilawah ada 3 usul yaitu a. Hindia Belanda yg dulu, b. Hindia Belanda ditambah dgn Malaya, Borneo Utara, Irian Timur, Timor Portugis dan pulau-pulau di sekitarnya. c. Hindia Belanda ditambah Malaya, dikurangi dgn Irian Barat. Hasil pemungutan suara sbb; dari 66 suara yg memilih, 19 suara memilih a, 39 suara memilih b, 6 suara memilih c, lain-lain daerah 1 suara dan bkangko 1 suara.

  41. 3. Membentuk panitia kecil; a. Panitia perancang UUD diketuai oleh Ir Soekarno, b. Panitia ekonomi dan keuangan diketuai oleh Drs Moh Hatta, c. Panitia pembelaan tanah air diketuai oleh Abikusno Tjokrosoejoso. 4. Susunan UUD diusulkan terdiri dari 3 bagian a. Pernyataan Indonesia merdeka, b. Pembukaan yg di dlmnya terkandung dasar negara Pancasila, c. Pasal-pasal UUD.

  42. K. Proklamasi Kemerdekaan dan Sidang PPKI Kemenangan sekutu dlm perang dunia II membawa hikmah. Pemerintah pendudukan Jepang mengumumkan dibentuknya Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Dlm rangka pembentukannya pd 8 Agustus 1945 Ir Soekarno, Drs Moh Hatta dan Dr Radjiman diberangkatkan ke Saigon atas panggilan Jendral Besar Terauchi.

  43. Adapun hasil pertemuan tsb sbb; 1. Ir Soekarno diangkat sbg Ketua PPKI, Hatta sbg wakil ketua dan Radjiman sbg anggota. 2. PPKI boleh bekerja mulai 9 Agustus 1945 3. Cepat tidaknya pekerjaan PPKI diserahkan sepenuhnya kpd PPKI.

  44. Sekembali dari Saigon pd 14 Agustus 1945 di Kemayoran Ir Soekarno mengumumkan Bangsa Indonesia akan merdeka secepat mungkin dan kemerdekaan tsb bukan merupakan hadiah dari Jepang ttp merupakan hasil perjuangan Bangsa Indonesia sendiri. Kemudian anggota PPKI setelah kejatuhan Jepang ditambah 6 anggota yaitu; Wiranatakusuma, Ki Hadjar Dewantara, Kasman Singodimedjo, Sajuti Melik, Mr Iwa Kusuma Sumantri dan Mr Achmad Soebardjo

  45. A. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 • 17 Agustus 1945 jam 10 wib Bung Karno didampingi Bung Hatta membacakan naskah Proklamasi ; • PROKLAMASI • Kami Bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. • Jakarta, 17 Agustus 1945 • Atas Nama Bangsa Indonesia • Soekarno Hatta

  46. b. Sidang PPKI; • 18 Agustus 1945 PPKI bersidang. • 1. Sidang Pertama 18 Agustus 1945 dengan keputusan; • 1.1. Mengesahkan UUD 1945 • Setelah melakukan bbrp perubahan pd Piagam Jakarta yg kemudian berfungsi sbg pembukaan UUD 1945 • Menetapkan rancangan hukum dasar yg telah diterima dari Badan Penyelidik setelah mengalami berbagai perubahan krn berkaitan dgn perubahan Piagam Jakarta yg kemudian berfungsi UUD 1945. 1.2. Memilih Presiden dan wakil presiden 1.3 . Menetapkan berdirinya Komite Nasional Indonesia Pusat sbg badan musyawarah darurat

  47. Dlm masa transisi dari pemerintahan jajahan kepada pemerintahan nasional dibentuklah badan musyawarah darurat (Komite Nasional Indonesia Pusat) sbg yg tercantum dlm UUD 1945 psl 4 Aturan Peralihan. KNIP dilantik tgl 29 Agustus 1945 diketuai oleh Mr Kasman Singodimedjo.

  48. Perubahan Piagam Jakarta menjadi UUD 1945. PIAGAM JAKARTA PEMBUKAAN UUD 1945 • 1. Kata mukadimah • 2. ....dlm suatu hukum dasar • 3. ... dgn berdasar • kpd Ketuhanan dgn kewajiban menjalankan syariat Islam bg • pemeluk-pemeluknya • 4. ... Menurut dasar kemanusiaan yg adil dan beradab. • 1. Pembukaan • 2. .... dlm suatu UUD Negara • 3. .... dgn berdasar kepada • Ketuhanan Yang Maha Esa. • 4. ....... Kemanusiaan yang adil dan beradab.

  49. Perubahan menyangkut pasal-pasal UUD Rancangan Hukum Dasar Undang-Undang Dasar 1945 • 1. Istilah hukum dasar • 2. Dlm rancangan 2 orang wakil presiden • 3. Presiden hrs orang Indonesia asli yg beragama Islam • 4. Dlm rancangan disebutkan ........selama pegang pimpinan perang, dipegang oleh Jepang dgn persetujuan Pemerintah Indonesia • 1. Undang-undang Dasar atas usul Sepomo • 2. Seorang wakil presiden • 3. Presiden hrs orang Indonesia asli • 4. Dihapuskan

  50. Sidang ke 2 (19 Agustus 1945) dgn ketetapan; • 1. Daerah Provinsi (Jawa Barat, Jawa Tengah, • Jawa Timur, Sumatera, Borneo, Sulawesi, • Maluku, Sunda Kecil) • 2. Untuk sementara waktu kedudukan kooti • dsbnya diteruskan seperti sekarang. • 3. Untuk sementara waktu kedudukan kota • dan gemeente diteruskan sampai sekarang.