1 / 55

RESPONS IMUN PADA INFEKSI

RESPONS IMUN PADA INFEKSI. Oleh : Dr. Haris Budi Widodo. INFEKSI VIRUS. Virus: mikroorganisme intraseluler obligat yang berkembang biak di dalam sel hospes dan menggunakan asam nukleat dan berbagai organ seluler hospes untuk metabolisme dan sintesis proteinnya. Keterangan :

yanka
Download Presentation

RESPONS IMUN PADA INFEKSI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. RESPONS IMUN PADA INFEKSI Oleh: Dr. Haris Budi Widodo

  2. INFEKSI VIRUS • Virus: mikroorganismeintraselulerobligat yang berkembangbiakdidalamselhospesdanmenggunakanasamnukleatdanberbagai organ selulerhospesuntukmetabolismedansintesisproteinnya

  3. Keterangan: • Intraselobligat: hanyadapattumbuhdanberkembangdidalamselpejamu. Untukmengkultur, perluselhidup. • Intraselfakultatif: mamputumbuhdanberkembangdidalammaupundiluar sel. Dapatdikulturmemakai media buatan • Ekstrasel: tumbuhdanberkembangdiluar sel. Dapatdikulturmemakai media buatan, kecualiparasit.

  4. Cara replikasidanpenyebaran virus

  5. Virus masukkedalamselhospesdengancaraberikatandgnreseptorspesifik yang beradapadapermukaanselhospes. • Spesifitasinimenentukantropismesuatu virus padaselatauhospestertentu. • Misalnya, HIV (human immunodeficiency virus) mampuberikatandenganreseptor CD4 padapermukaansel T helper, virus Epstein-Barr denganreseptorpadapermukaansel B, virus polio padapermukaan neuron, dan virus influenza A padapermukaanberbagaisel, termasukepitelpernafasan

  6. Setelahmasukkedalamsel, virus menimbulkankerusakanjaringandanpenyakitsertamenginduksiresponsimunhospesdenganberbagaicara. • Padainfeksi yang bersifatsitopatikatausitolitik, replikasi virus mengakibatkankerusakandankematianselkarenareplikasi virus mengganggusintesisdanfungsi protein selulerhospes.

  7. Sel yang terinfeksiakanmengalamilisisdenganmelepaskan virus-virus barukeruangekstraseluler. • Infeksiinibiasanyabersifatakut, sepertipada influenza daninfeksi rotavirus.

  8. Virus non-sitolitikdapattetapbersembunyididalamselhospessambilmelepaskancalon virus baru. • Virus initidakhanyadapatmenyebarmelaluipelepasancalon virus keruangekstraseluler, tetapijugadapatmenyebarmelaluijembataninterselulertanpamelaluiruangekstraselulersehinggatidakterjangkauantibodidalamsirkulasi.

  9. Selhospesdapattetaphidupdanbahkanmembelahdanmenurunkansel-selbaru yang telahterinfeksi. • Infeksi yang ditimbulkanbiasanyabersifatlaten, sepertipadainfeksikeluarga virus herpes.

  10. DNA virus dapatberintegrasidengan DNA hospesdanmengakibatkanperubahantranskripsikodegenetik yang dapatmengubahsifatselhospes. • Perubahansifatinidapatditurunkanpadagenerasiselberikutnya. • Infeksiinidapatmentransformasisel normal hospesmenjadiselkanker.

  11. Mekanismepertahananawalterhadapinvasi virus adalahintegritaspermukaantubuh. • Bilamekanismeinidapatditembus, akanterjadiaktivasiresponsimun non-spesifikseperti interferon, NK, danmakrofag. • Adatigamacam interferon, yaituIFNa, IFNbdanIFNg. • Infeksi virus padasuatuselakanmengakibatkandihasilkannyaIFNaatauIFNb yang akanmengaktifkanmekanisme antivirus selsekitarnyadanmemungkinkannyamenghindariinfeksi.

  12. IFNgmeningkatkanefisiensiresponsimunspesifikdenganmenstimulasiekspresi MHC kelas I dan II. • Interferon inijugamerupakanaktivatorkuatmakrofagdansel NK.

  13. Imunitas spesifik • Antibodi dapat menetralkan virus melalui berbagai cara. • Pada influenza, antiboditerhadaphemaglutinin virus mencegahpengikatan virus padareseptorselhospessehinggamencegahpenetrasi.

  14. Padacampak, antibodimencegahpemindahan virus campakdariselke sel. • Antibodijugadapat menghancurkan partikel virus melalui aktivasi komplemen jalur klasik yang kemudianmelisissel-sel yang terinfeksi virus campak, parotitis, dan influenza. • Pemberianantibodipasifsebelumatausegerasesudahpaparandapatmelindungiterhadapinfeksitertentu, seperticampak, hepatitis A dan B, dan varisela.

  15. Imunitasseluler • Imunitasselulerterhadap virus pentingkarenabanyak virus yang bersifatintraselularsehinggatidakdapatdikenaliolehantibodi. • Virus intraselulardapatmengubah antigen permukaanmembranselhospesataumelepaskankuncupberbentukpartikelinfeksidaripermukaan sel.

  16. Reseptorlimfosit T dapatmengenali antigen permukaan yang telahberubahtersebutdanmenimbulkanresponsimunterhadapnya. • Sitotoksitasolehsel NK atausitotoksisitasselulertergantungantibodi(antibody dependent cell-mediated citotoxicity, ADCC) jugasangatefektif.

  17. Cara virus menghindariresponsimun • Virus dapatterhindardariresponsimunbilatetapberadadidalamselhospestanpamengekspresikan antigen virus padapermukaansel yang terinfeksi, sepertipadainfeksi virus herpes simpleksdanvarisela-zoster. • Virus yang menyebarmelaluijembatanantarseltanpamelewatiruangekstraseluleratau virus yang menyebarmelaluipembelahanseldapatmenghindaripengenalanolehantibodi.

  18. Infeksi virus jugadapatmengakibatkandefisiensiimunsementaraataumenetap, baikterhadap antigen virus itusendirimaupunterhadap antigen lain. • Misalnya, infeksi virus influenza, rubela, campak, dansitomegalomengakibatkanhospesrentanterjangkitinfeksi lain untukjangkawaktutertentu, sedangkaninfeksi HIV (humanimmunodeficiency virus) mengakibatkandefisiensiimunmenetap.

  19. Variasiantigenikpada virus influenza dan virus penyakit kaki danmulut(foot and mouth disease, FMD) mengakibatkanImunitashumoraluntuk strain virus tersebutdanhanyadapatmelindungihospessampaitimbulnya strain baru. • Vaksinasiterhadap strain tertentutidakakanmelindungihospesterhadap strain yang akansegeramunculdikemudianhari.

  20. InfeksiBakteri

  21. Mekanismepertahananterhadapinfeksibakteritergantungpadastrukturbakteridanpadamekanismepatogenesitasbakteritersebut.Mekanismepertahananterhadapinfeksibakteritergantungpadastrukturbakteridanpadamekanismepatogenesitasbakteritersebut. • Adaempatmacamdindingselbakteri, yaitudindingselbakteri gram positif, gram negatif, mikobakteri, danspirokheta.

  22. Lapisan lipid ganda(lipid bilayed) terluarbakteri gram negatifrentanterhadapmekanisme yang dapatmelisismembran, sepertikomplemendanselsitotoksiktertentu, sedangkanpemusnahanbakteri lain seringkalimenggunakanmekanismefagositosis.

  23. Padalapisanterluarbakteriseringterdapatfimbriaeatauflagela, atauterlindungidengankapsul yang dapatmenghambatfungsifagositataukomplemen, tetapiperlengkapaninidapatmenjadisasaranantibodi. • Adaduapolapatogenesitasbakteri, yaitu • toksisitastanpainvasidan • invasitanpatoksisitas.

  24. CorynebacteriumdiphteriaedanVibriocholeraemerupakancontohbakteri yang toksik, tetapitidakinvasif. • Karenapatogenesitasnyasepenuhnyatergantungpadaproduksitoksin, Imunitasnyacukuphanyadenganantibodinetralisasiterhadaptoksin. • Sebaliknya, padabakteri yang invasif, bakteriitusendirijugaharusdibunuh. • Kebanyakanbakterimempunyaikeduapolapatogenesitastersebut, bersifatinvasifdibantutoksinlokaldanfaktorpenyebaranatauenzimperusakjaringan.

  25. Imunitasnonspesifik • Kulitdanmembranmukosautuhmemberikanrintanganmekanisterhadapinvasibakteri. • Keasamancairanlambungdapatmenghancurkanberbagaijenisbakteri, kecualibeberapabakteripatogentertentusepertiSalmonella typhosa. • Berbagaifaktorhumoraljugadapatmembunuhbakteri, sepertiasamlemaktidakjenuhpadakulitdanlisosim, suatuenzimpada air mata, saliva dansekresihidung, yang mampumenghancurkanlapisanmukopeptidadindingselbakteri.

  26. Keseimbanganekologimikrobapadapermukaantubuhjugamerupakanmekanismepertahanan yang penting. • Keseimbanganinidapattergangguolehpenyakitataupengobatan. • Misalnya, terjadipertumbuhanStaphylococcus aureusberlebihansetelahpemberianantibiotikspektrumluas.

  27. Setelahmasukkedalamtubuh, berbagaikomponenbakteridapatmemicuberbagairespons non-spesifik, sepertiaktivasikomplemenjaluralternatif. • Aktivasikomplemenakanmenghasilkan C3a dan C5a, suatuanafilatoksin yang dapatmemicukontraksiototpolosdandegranulasisel mast untukmeningkatkanpermeabilitasvaskular; opsonisasibakteriolehproduk C3; dankompleksseranganmembran (C5b-9) yang mampumelisisdindingselbakteritertentu, terutamabakteri gram negatif.

  28. Bersamadenganberbagaiprodukbakteri, lipopolisakarida, peptidoglikan, polianion, peptidamuramil, dansebagainya, aktivasikomplemenjugabersifatkhemotaktik, menarik, danmengaktivasineutrofil, makrofag, dansel NK.

  29. Pelepasansitokinolehmakrofagdansel NK akanmengaktifkanfagositosis. • Mekanismeinidanberbagaimekanismereaksiinflamasi yang lain dapatmenghambatpenyebaranbakteri.

  30. Peranantibodi • Selamaperjalananinfeksibakteri, elemen-elemenresponsimunspesifikdiaktifkanmelaluisel-seljaringanlimfoid. • Padainfeksilokalterjadipembesaranlimfonodi regional ataupembesaranlimpabilaorganismemasukkedalamsirkulasidarah.

  31. Antibodidapatmenetralkanpatogenesitasbakteridenganberbagaicara. • Streptococcus grup A danbeberapapatogenususmempunyaireseptorpadapermukaanepitel yang dapatdiblokadeolehantibodi.

  32. Komponen-komponenbakteri yang dapatmenghambatfagositosis, seperti protein-M StreptokokusdankapsulPneumokokus, HaemophilusinfluenzaedanBacillus anthrax, dapatdiinaktifkanolehantibodi. • AntibodiantitoksindapatmenetralkantoksinCorynebacterium diphtheria, Clostridium tetani, danClostridium welchiidanmencegahefekkerusakanterpenting yang ditimbulkanbakteri-bakteriini.

  33. AntibodiIgAsekretorikterhadaplipopolisakaridadantoksinVibrio cholera akanmenghambatperlekatan basil inipadamukosaususdanmemblokadeperlekatantoksinpadareseptornya.

  34. Imunitasseluler • Imunitasselulerefektifterhadapbakteri yang mampuhidupdantumbuhdalammakrofaghospes, sepertiMycobacterium tuberculosis, Mycobacterium leprae, danLegionella. • Mikroba-mikrobainidapatmenghindardarimekanismepembunuhanfagositdenganmencegahfusifagosomdanlisosom, sepertipadamikobakteriumataudenganmenghambatpeningkatanaktivitasmetabolikpasca­fagositosis, sepertipadaLegionella.

  35. InfeksiParasit

  36. Penyakit yang ditimbulkanolehinfestasiparasitsangatberanekaragam, begitu pula responsimun yang efektifterhadapsetiapjenisparasit. • Pertahananhospes non-spesifikrelatiftidakefektifterhadapparasit. • Mekanismepertahananterhadapinfeksiparasitmemerlukanantibodi, sel T, danmakrofag yang distimulasisel T.

  37. Padaumumnya, responshumoralpentingterhadaporganisme yang menginvasialirandarahseperti malaria dantripanosomiasis, sedangkanImunitasselulerberperanpadaparasit yang menginvasijaringan, sepertileismaniasisdantoksoplasmosis.

  38. Proteksiolehantibodi • Antibodidihasilkanpadaberbagaitipeinfeksiparasit, tetapipadaumumnyaparasitmampumengembangkancara-carauntukmenghindardaripenghancuranolehantibodi. • Kadar IgMbiasanyameningkatpadatripanosomiasisdan malaria, IgGpada malaria danLeismaniasisviseralis, danIgEpadainfestasicacing.

  39. Padatripanosomiasisdan malaria, parasitmenghindariantibodidenganmengubahepitopantigenikbentuk-bentukdarahsikliknya. • Anakdidaerahhiperendemikakanmenderitaseranganberulangpadabeberapatahunpertamakehidupannyasebelumakhirnyamenjadikebal, didugasetelahmengembangkanantiboditerhadapsemuavarianantigenik.

  40. Padatoksoplasmosis, antibodiefektifmelawanbentukdewasatetapitidakdapatmelenyapkankistasehinggajarangditemuipenyakitklinis yang nyata, tetapiinfeksisubklinisrelatifsering.

  41. Padaskistosomiasis, antibodi yang dihasilkandapatsecaraefektifmemblokadeinfeksikedua, tetapiorganismepadainfeksi yang pertamatetaphidupdalamdarahsampaibeberapatahunkarenamampumenghindaripengenalanantibodidenganmenggunakan antigen golongandarahhospesdanhistokompatibilitassebagaikulitluarnya.

  42. Padainfeksicacing, terutamaTrichinellaspiralis, dihasilkanIgEdengankadar yang sangattinggi. • IgEdapatmembantumemaksapengeluarancacingdenganmelepaskanhistamindarisel mast yang diselimutiIgE. • Histamininiakanmeningkatkanperistaltikususdanmenyebabkaneksudasi serum yang mengandungantibodiprotektifberkadartinggidarisemuakelasimunoglobulin.

  43. ImunitasSeIluler • Limfosit T mempunyaiperan yang pentingpadaresponshospes, terhadapparasit. • Makrofag yang distimulasilimfokinefektifmemfagosit protozoa intraselulersepertiTrypanosomacruzi, LeishmaniadonovaniToxoplasmagondii, danPlasmodium sp., sertacacingseperticacingfilariadanskistosoma. • Sel T sitotoksiksecaralangsungdapatmenghancurkanseldanfibroblasjantung yang terinfeksiT. cruzi.

  44. Padabeberapainfeksi, sepertiskistosomiasis, sistemimuntidakdapatsecarasempurnamelenyapkanparasit. • Sel T bereaksiterhadap antigen yang dilepaskansecaralokalolehcacingatautelurnya, danmengisolasinyadenganpembentukangranuloma.

  45. PengaruhInfeksipadaResponsImun • Selainsecaralangsungmerusakjaringanhospes, beberapamikroorganismejugamampumenggangguresponsimunhospes. • Efekpatologibeberapapenyakitinfeksiseringdideritaanak-anakdidaerahtropikterhadapresponsimun.

  46. Campak • Data klinisdanepidemiologismenunjukkanbahwacampakmeningkatkaninsidensdankeparahaninfeksisekunder. • Virus campaksangatmempengaruhiimunitasseluler. • Selamamenderitacampak, hipersensitivitaskulittipelambatterhadap antigen yang pernahdikenal, tertekansementara.

  47. Hal inidapatdilihatdengannegatifnyareaksituberkulinpadapenderitatuberkulosisparu yang sedangmenderitacampak. • Fungsisel T secarain vitro jugaterbuktimenurun.

  48. Hepatitis • Perjalananalamiahinfeksi virus hepatitis A atau B adalahmunculnyasecaraberurutanberbagai antigen virus yang diikutiantibodinyadalamsirkulasi. • Padainfeksimenetap, sepertipada hepatitis B, adaresponsantibodirendahterusmenerus yang menyebabkanpembentukankompleksimunkronisdisertaipengendapankomplekspadajaringan.

  49. Hal inimenimbulkanreaksihipersensitivitastipe III. Kompleksimuninidapatmenimbulkanmanifestasiekstrahepatikinfeksi virus hepatitis B, sepertisindrommenyerupaipenyakit serum (serumsickness) yang kadang-kadangditemukanpadaawalinfeksi, glomerulonefritis, sindromnefrotik, poliarteritisnodosa, dantipe-tipevaskulitislainnya.

  50. Lepra • Lepramempunyaispektrum yang berkisardaribentuktuberkuloiddenganhanyasedikitorganismehidupsampaibentuklepromatosa yang ditandaidenganbanyakbakteridalammakrofag. • Padabentuktuberkuloid, sistemlimfosit T aktif, tetapitidakcukupkuatuntukmemberantasbakteri. • Padabentuklepromatosa, sistemlimfosit T tertekan, walaupunjumlahsel plasma dankadarantibodisangattinggi.

More Related