Infeksi
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 35

INFEKSI PowerPoint PPT Presentation


  • 239 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

INFEKSI . INFEKSI :. Berkembang biaknya penyakit pada hospes disertai timbulnya respon imunologik dengan gejala klinik atau tanpa gejala klinik Manusiahost / penjamu Penyakitagent Transmisi kuman adalah : Proses masuknya kuman ke dalam penjamu sehingga timbul radang / penyakit.

Download Presentation

INFEKSI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Infeksi

INFEKSI


Infeksi1

INFEKSI :

  • Berkembang biaknya penyakit pada hospes disertai timbulnya respon imunologik dengan gejala klinik atau tanpa gejala klinik

  • Manusiahost / penjamu

  • Penyakitagent

  • Transmisi kuman adalah :

    Proses masuknya kuman ke dalam penjamu sehingga timbul radang / penyakit


Penyakit infeksi

PENYAKIT INFEKSI

  • Penyakitinfeksiadalahpenyakit yang disebabkankarenamasuknyabibitpenyakit. Penyakitinimenulardarisatuorangkeorang lain.


Secara umum infeksi terbagi menjadi dua golongan besar

Secaraumuminfeksiterbagimenjadiduagolonganbesar

  • Infeksi yang terjadikarenaterpaparoleh antigen dariluartubuh

  • Infeksi yang terjadikarenadifusicairantubuhataujaringan, seperti virus HIV, karena virus tersebuttidakdapathidupdiluartubuh.


Cara penularan infeksi

Cara penularan infeksi :

  • Kontak

    Langsung, tidak langsung, droplet

    2.Udara

    Debu, kulit lepas

    3.Alat

    Darah, makanan, cairan intra vena

    4.Vektor / serangga

    Nyamuk, lalat


Contoh contoh penyakit infeksi

Contoh-contohpenyakitinfeksi :

1. Penyebabpenyakitadalahbakteri (jasadrenikataukuman)

  • TBC : ditularkanmelaluiudara

  • Tetanus : melaluiluka yang kotor

  • Mencret : lalat, air danjari yang kotor

  • Pneumonia: lewatbatuk (udara)

  • Gonorrhea dansifilis : hubungankelamin

    Sakittelinga : denganselesma (masukangindanpilek)

    2. Penyebabpenyakitadalah virus (kuman yang lebihkecildaripadabakteri)

  • Selesma, influensa, campak, gondok : ditularkanmelalauudara, batuk, ataupunlalat

  • Rabies : melaluigigitanbinatang

  • Penyakitkulit : melaluisentuhan


Infeksi

Cont…

4. Parasit internal (hewan yang berbahaya yang hidupdidalamtubuh)

  • Disentri: ditularkandarikotorankemulut

  • Malaria: melaluigigitannyamuk

    5. Parasiteksternal (hewan yang berbahaya yang hiduppadapermukaantubuh)

  • Kuturambut, kutuhewan, kutubusukberupakudis: penularannyadariorang-orang yang telahterinfeksiataumelaluipakaian.


Pengertian prinsip pencegahan infeksi

Pengertian prinsip pencegahan infeksi :

  • Suatuusaha yang dilakukanuntukmencegahterjadinyaresikopenularaninfeksimikroorganismedarilingkungankliendantenagakesehatan ( Nakes )

    Tujuan :

  • Mengurangiterjadinyainfeksi

  • Memberikanperlindunganterhadapklien, nakes


6 komponen proses terjadinya penyakit

6 komponen proses terjadinya penyakit :

  • Reservoir

  • Penyebab penyakit

  • Jalan masuk

  • Cara keluarnya penyebab penyakit dari host

    5.Kepekaan penjamu


Tindakan pencegahan penyakit

Tindakan pencegahan penyakit :

  • Cuci tangan

  • Memakai sarung tangan

  • Memakai perlengkapan pelindung

  • Menggunakan tehnik aseptik

  • Memproses alat bekas pakai

  • Menangani peralatan tajam dengan aman

  • Menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan serta pembuangan sampah secara benar


Askep tbc

ASKEP TBC

1. Pengertian

Tuberkulosisadalahpenyakitinfeksimenular yang disebabkanoleh Mycobacterium tubeculosis.

2. Etiologi

Tuberkulosisparuadalahpenyakitmenular yang disebabkanoleh basil mikrobakteriumtuberkulosistipehumanus, sejeniskuman yang berbentukbatangdenganukuranpanjang 1-4/mm dantebal 0,3-0,6/mm. Sebagianbesarkumanterdiriatasasamlemak (lipid). Lipid inilah yang membuatkumanlebihtahanterhadapasamdanlebihtahanterhadapgangguankimiadanfisik.


Proses penularan

PROSES PENULARAN

  • Tuberkulosistergolong airborne disease yaknipenularanmelalui droplet nuclei yang dikeluarkankeudaraolehindividuterinfeksidalamfaseaktif. Setiapkalipenderitainibatukdapatmengeluarkan 3000 droplet nuclei. Penularanumumnyaterjadididalamruangandimana droplet nuclei dapattinggaldiudaradalamwaktulebih lama. Di bawahsinarmataharilangsung basil tuberkelmatidengancepattetapidalamruang yang gelaplembabdapatbertahansampaibeberapa jam. DuafaktorpenentukeberhasilanpemaparanTuberkulosispadaindividubaruyaknikonsentrasi droplet nuclei dalamudaradanpanjangwaktuindividubernapasdalamudara yang terkontaminasitersebutdisampingdayatahantubuh yang bersangkutan.

  • Di sampingpenularanmelaluisaluranpernapasan (paling sering), M. tuberculosis jugadapatmasukkedalamtubuhmelaluisaluranpencernaandanlukaterbukapadakulit (lebihjarang).


Patofisiologi

Patofisiologi

  • kumanmicrobaterium tuberculosis adalahsaluranpernafasan, saluranpencernaan, danlukaterbukapadakulit, kebanyakaninfeksi tuberculosis terjadimelaluiudara (air borne), yaitumelaluiinhalasidroppet yang mengandungkuman-kuman basil tuberkel yang berasaldariorang yang terinfeksi.

  • Basil tuberkel yang mencapaipermukaan alveolus biasanyadiinhalasiterdiridarisatusampaitigagumpalan basil yang lebihbesarcenderungtertahandisaluranhidungdancabangbesarbronkusdantidakmenyebabkanpenyakit. Setelahberadadalamruang alveolus biasanyadibagianbawahlobusatauparu-paru, ataudibagianataslobusbawah. Basil tuberkelinimembangkitkanreaksiperadangan. Leukositpolimorfonukleartampakpadatempattersebutdanmemfagosit bacteria namuntidakmembunuhorganismetersebut. Sesudahhari-haripertamamakaleukositdigantiolehmakrofag. Alveoli yang terserangakanmengalamikonsolidasidantimbulgejala pneumonia akut. Pneumonia selulerinidapatsembuhdengansendirinyasehinggatidakadasisa yang tertinggal, atauprosesdapatjugaberjalanterus, danbakteriterusdifagositatauberkembangbiakdidalam sel. Basil jugamenyebarmelaluigetahbeningmenujukekelenjarbening regional. Makrofag yang mengadakaninfiltrasimcajadilebihpanjangdansebagianbersatusehinggamembentukseltuberkelepiteloit, yang dikelilingiolehfosit. Reaksiinibiasanyamembutuhkanwaktu 10 sampai 20 hari.


Manifestasi klinik

ManifestasiKlinik

  • Tuberkulosisseringdijuluki “the great imitator” yaitusuatupenyakit yang mempunyaibanyakkemiripandenganpenyakit lain yang jugamemberikangejalaumumsepertilemahdandemam. Padasejumlahpenderitagejala yang timbultidakjelassehinggadiabaikanbahkankadang-kadangasimtomatik.


Gambaran klinik tb paru dapat dibagi menjadi 2 golongan gejala respiratorik dan gejala sistemik

Gambaranklinik TB parudapatdibagimenjadi 2 golongan, gejalarespiratorikdangejalasistemik:

1. Gejalarespiratorik, meliputi:

  • a. Batuk

    Gejalabatuktimbul paling dinidanmerupakangangguan yang paling seringdikeluhkan. Mula-mulabersifat non produktifkemudianberdahakbahkanbercampurdarahbilasudahadakerusakanjaringan.

  • b. Batukdarah

    Darah yang dikeluarkandalamdahakbervariasi, mungkintampakberupagarisataubercak-bercakdarak, gumpalandarahataudarahsegardalamjumlahsangatbanyak. Batukdarakterjadikarenapecahnyapembuluhdarah. Beratringannyabatukdarahtergantungdaribesarkecilnyapembuluhdarah yang pecah.

  • c. Sesaknapas

    Gejalainiditemukanbilakerusakanparenkimparusudahluasataukarenaadahal-hal yang menyertaisepertiefusi pleura, pneumothorax, anemia dan lain-lain.

  • d. Nyeri dada

    Nyeri dada pada TB parutermasuknyeripleuritik yang ringan. Gejalainitimbulapabilasistempersarafandi pleura terkena.


Test diagnostik

TEST DIAGNOSTIK

  • Foto thorax PA denganatautanpa literal merupakanpemeriksaan radiology standar. Jenispemeriksaan radiology lain hanyaatasindikasi Top foto, oblik, tomogram dan lain-lain.


Klasifikasi

KLASIFIKASI

  • Klasifikasi TB Parudibuatberdasarkangejalaklinik, bakteriologik, radiologikdanriwayatpengobatansebelumnya. Klasifikasiinipentingkarenamerupakansalahsatufaktordeterminanuntukmenetapkanstrategiterapi.


Klasifikasi tb paru dibagi sebagai berikut

klasifikasi TB Parudibagisebagaiberikut:

a. TB Paru BTA Positifdengankriteria:

1. Denganatautanpagejalaklinik

2. BTA positif: mikroskopikpositif 2 kali, mikroskopikpositif 1 kali disokongbiakanpositifsatu kali ataudisokongradiologikpositif 1 kali.

3. Gambaranradiologiksesuaidengan TB paru.

  • b. TB Paru BTA Negatifdengankriteria:

    1. Gejalaklinikdangambaranradilogiksesuaidengan TB Paruaktif

    2. BTA negatif, biakannegatiftetapiradiologikpositif.

  • c. Bekas TB Parudengankriteria:

    a. Bakteriologik (mikroskopikdanbiakan) negatif

    b. Gejalakliniktidakadaatauadagejalasisaakibatkelainanparu.

    c. Radiologikmenunjukkangambaranlesi TB inaktif, menunjukkan serial foto yang tidakberubah.

    d. Adariwayatpengobatan OAT yang adekuat (lebihmendukung).


Proses keperawatan

PROSES KEPERAWATAN

1. Pengkajian

  • Data-data yang perludikajipadaasuhankeperawatandenganTuberkulosisparu (Doengoes, 2000) ialahsebagaiberikut :

    1. RiwayatPerjalananPenyakit

    a. Polaaktivitasdanistirahat

  • Subjektif : Rasa lemahcepatlelah, aktivitasberattimbul. sesak (nafaspendek), sulittidur, demam, menggigil, berkeringatpadamalamhari.

  • Objektif : Takikardia, takipnea/dispneasaatkerja, irritable, sesak (tahap, lanjut; infiltrasiradangsampaisetengahparu), demamsubfebris (40 -410C) hilangtimbul.

    b. Polanutrisi

  • Subjektif : Anoreksia, mual, tidakenakdiperut, penurunanberatbadan.

  • Objektif : Turgorkulitjelek, kulitkering/bersisik, kehilanganlemak sub kutan.


Infeksi

Cont…

c. Respirasi

  • Subjektif : Batukproduktif/non produktifsesaknapas, sakit dada.

  • Objektif : Mulaibatukkeringsampaibatukdengan sputum hijau/purulent, mukoidkuningataubercakdarah, pembengkakankelenjarlimfe, terdengarbunyironkhibasah, kasardidaerahapeksparu, takipneu (penyakitluasatau fibrosis parenkimparudan pleural), sesaknapas, pengembanganpernapasantidaksimetris (effusi pleura.), perkusipekakdanpenurunanfremitus (cairan pleural), deviasitrakeal (penyebaranbronkogenik).


Infeksi

Cont…

d. Rasa nyaman/nyeri

  • Subjektif : Nyeri dada meningkatkarenabatukberulang.

  • Obiektif : Berhati-hatipada area yang sakit, prilakudistraksi, gelisah, nyeribisatimbulbilainfiltrasiradangsampaike pleura sehinggatimbulpleuritis.

    e. Integritas ego

  • Subjektif : Faktor stress lama, masalahkeuangan, perasaantakberdaya/takadaharapan.

  • Objektif : Menyangkal (selamatahapdini), ansietas, ketakutan, mudahtersinggung.


Diagnosa keperawatan

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Diagnosakeperawatan yang lazimterjadipadakliendenganTuberkulosisparuadalahsebagaiberikut:

1. Bersihanjalannapastidakefektifberhubungandengan: Sekretkentalatausekretdarah, Kelemahan, upayabatukburuk. Edema trakeal/faringeal.

2. Gangguanpertukaran gas berhubungandengan: Berkurangnyakeefektifanpermukaanparu, atelektasis, Kerusakanmembran alveolar kapiler, Sekret yang kental, Edema bronchial.

3. Resikotinggiinfeksidanpenyebaraninfeksiberhubungandengan: Dayatahantubuhmenurun, fungsisiliamenurun, sekret yang inenetap, Kerusakanjaringanakibatinfeksi yang menyebar, Malnutrisi, Terkontaminasiolehlingkungan, Kurangpengetahuantentanginfeksikuman.


Infeksi

Cont…

4. Perubahankebutuhannutrisi, kurangdarikebutuhanberhubungandengan: Kelelahan, Batuk yang sering, adanyaproduksi sputum, Dispnea, Anoreksia, Penurunankemampuanfinansial.

5. Kurangpengetahuantentangkondisi, pengobatan, pencegahanberhubungandengan: Tidakada yang menerangkan, Interpretasi yang salah, Informasi yang didapattidaklengkap/tidakakurat, Terbatasnyapengetahuan/kognitif


Rencana keperawatan

RencanaKeperawatan

1. Bersihanjalannapastidakefektif

Tujuan: Mempertahankanjalannapaspasien. Mengeluarkansekrettanpabantuan. Menunjukkanprilakuuntukmemperbaikibersihanjalannapas. Berpartisipasidalam program pengobatansesuaikondisi. Mengidentifikasipotensialkomplikasidanmelakukantindakantepat.

Intervensi:

a. Kajifungsipernapasan: bunyinapas, kecepatan, imma, kedalamandanpenggunaanototaksesori.

  • Rasional: Penurunanbunyinapasindikasiatelektasis, ronkiindikasiakumulasi secret/ketidakmampuanmembersihkanjalannapassehinggaototaksesoridigunakandankerjapernapasanmeningkat.

    b. Catatkemampuanuntukmengeluarkan secret ataubatukefektif, catatkarakter, jumlah sputum, adanyahemoptisis.

  • Rasional: Pengeluaransulitbilasekrettebal, sputum berdarahakibatkerusakanparuatauluka bronchial yang memerlukanevaluasi/intervensilanjut.


Infeksi

Cont…

  • c. Berikanpasienposisi semi atau Fowler, Bantu/ajarkanbatukefektifdanlatihannapasdalam.

  • Rasional: Meningkatkanekspansiparu, ventilasimaksimalmembuka area atelektasisdanpeningkatangerakansekret agar mudahdikeluarkan

  • d. Bersihkansekretdarimulutdantrakea, suction bilaperlu.

  • Rasional: Mencegahobstruksi/aspirasi. Suction dilakukanbilapasientidakmampumengeluarkansekret.

  • e. Pertahankan intake cairan minimal 2500 ml/harikecualikontraindikasi.

  • Rasional: Membantumengencerkan secret sehinggamudahdikeluarkan


Infeksi

Cont….

  • 2. Gangguanpertukaran gas

    Tujuan: Melaporkantidakterjadidispnea. Menunjukkanperbaikanventilasidanoksigenasijaringanadekuatdengan GDA dalamrentang normal. Bebasdarigejala distress pernapasan.

  • Intervensi

    a. Kajidispnea, takipnea, bunyipernapasan abnormal. Peningkatanupayarespirasi, keterbatasanekspansi dada dankelemahan.

  • Rasional: Tuberkulosisparudapatrnenyebabkanmeluasnyajangkauandalamparu-pani yang berasaldaribronkopneumonia yang meluasmenjadiinflamasi, nekrosis, pleural effusion danmeluasnya fibrosis dengangejala-gejalarespirasi distress.


Infeksi

Cont…

  • b. Evaluasiperubahan-tingkatkesadaran, catattanda-tandasianosisdanperubahanwarnakulit, membranmukosa, danwarna kuku.

    Rasional: Akumulasi secret dapatmenggangpoksigenasidi organ vital danjaringan.

  • c. Demonstrasikan/anjurkanuntukmengeluarkannapasdenganbibirdisiutkan, terutamapadapasiendengan fibrosis ataukerusakanparenkim.

    Rasional: Meningkatnyaresistensialiranudarauntukmencegahkolapsnyajalannapas.

  • d. Anjurkanuntukbedrest, batasidan bantu aktivitassesuaikebutuhan.

    Rasional: Mengurangikonsumsioksigenpadaperioderespirasi.


Infeksi

Cont…

  • 3. Resikotinggiinfeksidanpenyebaraninfeksi

  • Tujuan: Mengidentifikasiintervensiuntukmencegah/menurunkanresikopenyebaraninfeksi. Menunjukkan/melakukanperubahanpolahidupuntukmeningkatkanlingkungan yang. aman.

  • Intervensi

  • a. Review patologipenyakitfaseaktif/tidakaktif, penyebaraninfeksimelaluibronkuspadajaringansekitarnyaataualirandarahatausistemlimfedanresikoinfeksimelaluibatuk, bersin, meludah, tertawa., ciumanataumenyanyi.

  • Rasional: Membantupasien agar maumengertidanmenerimaterapi yang diberikanuntukmencegahkomplikasi.

  • b. Identifikasiorang-orang yang beresikoterkenainfeksisepertianggotakeluarga, teman, orangdalamsatuperkumpulan.

  • Rasional: Orang-orang yang beresikoperlu program terapiobatuntukmencegahpenyebaraninfeksi.


Infeksi

Cont…

  • c. Anjurkanpasienmenutupmulutdanmembuangdahakditempatpenampungan yang tertutupjikabatuk.

  • Rasional: Kebiasaaniniuntukmencegahterjadinyapenularaninfeksi.

  • d. Gunakan masker setiapmelakukantindakan.

  • Rasional: Mengurangirisiliopenyebaraninfeksi.

  • e. Monitor temperatur.

  • Rasional: Febrismerupakanindikasiterjadinyainfeksi.


Infeksi

Cont…

  • 4. Perubahankebutuhannutrisikurangdarikebutuhan

  • Tujuan: Menunjukkanberatbadanmeningkatmencapaitujuandengannilailaboratoriurn normal danbebastandamalnutrisi. Melakukanperubahanpolahidupuntukmeningkatkandanmempertahankanberatbadan yang tepat.

  • Intervensi:

  • a. Catat status nutrisipaasien: turgorkulit, timbangberatbadan, integritasmukosamulut, kemampuanmenelan, adanyabisingusus, riwayatmual/rnuntahataudiare.

  • Rasional: bergunadalammendefinisikanderajatmasalahdanintervensi yang tepat.

  • b. Kajipola diet pasien yang disukai/tidakdisukai.

  • Rasional: Membantuintervensikebutuhan yang spesifik, meningkatkan intake diet pasien.


Infeksi

Cont…

  • c. Monitor intake dan output secaraperiodik.

  • Rasional: Mengukurkeefektifannutrisidancairan.

  • d. Catatadanyaanoreksia, mual, muntah, dantetapkanjikaadahubungannyadenganmedikasi. Awasifrekuensi, volume, konsistensiBuang Air Besar (BAB).

  • Rasional: Dapatmenentukanjenis diet danmengidentifikasipemecahanmasalahuntukmeningkatkan intake nutrisi.

  • e. Anjurkanbedrest.

  • Rasional: Membantumenghematenergikhusussaatdemamterjadipeningkatanmetabolik.


Infeksi

Cont…

  • 5. Kurangpengetahuantentangkondisi, pengobatan, pencegahan.

  • Tujuan: Menyatakanpemahamanprosespenyakit/prognosis dankebutuhanpengobatan. Melakukanperubahanprilakudanpolahidupunrukmemperbaikikesehatanumurndanmenurunkanresikopengaktifanulangluberkulosisparu. Mengidentifikasigejala yang mernerlukanevaluasi/intervensi. Menerimaperawatankesehatanadekuat.

  • Intervensi

  • a. Kajikemampuanbelajarpasienmisalnya: tingkatkecemasan, perhatian, kelelahan, tingkatpartisipasi, lingkunganbelajar, tingkatpengetahuan, media, orangdipercaya.

  • Rasional: Kemampuanbelajarberkaitandengankeadaanemosidankesiapanfisik. Keberhasilantergantungpadakemarnpuanpasien.

  • b. Identifikasitanda-tanda yang dapatdilaporkanpadadoktermisalnya: hemoptisis, nyeri dada, demam, kesulitanbernafas, kehilanganpendengaran, vertigo.

  • Rasional: Indikasiperkembanganpenyakitatauefeksampingobat yang membutuhkanevaluasisecepatnya.


Infeksi

Cont…

c. Tekankanpentingnyaasupan diet TinggiKaloriTinggi Protein (TKTP) dan intake cairan yang adekuat.

  • Rasional: Mencukupikebutuhanmetabolik, mengurangikelelahan, intake cairanmembantumengencerkandahak.

    d. BerikanInformasi yang spesifikdalambentuktulisanmisalnya: jadwalminumobat.

  • Rasional: Informasitertulisdapatmembantumengingatkanpasien.

    e. jelaskanpenatalaksanaanobat: dosis, frekuensi, tindakandanperlunyaterapidalamjangkawaktu lama. UlangipenyuluhantentanginteraksiobatTuberkulosisdenganobat lain.

  • Rasional: Meningkatkanpartisipasipasienmematuhiaturanterapidanmencegahputusobat.


Infeksi

Cont…

  • 5. Evaluasi

    a. Keefektifanbersihanjalannapas.

    b. Fungsipernapasanadekuatuntukmernenuhikebutuhanindividu.

    c. Perilaku/polahidupberubahuntukmencegahpenyebaraninfeksi.

    d. Kebutuhannutrisiadekuat, beratbadanmeningkatdantidakterjadimalnutrisi.

    e. Pemahamantentangprosespenyakit/prognosis dan program pengobatandanperubahanperilakuuntukmemperbaikikesehatan.


Infeksi

Trimzzzz……..


  • Login