1 / 48

Pengakuan Pendapatan

Pengakuan Pendapatan. Chapter 18. Intermediate Accounting 12th Edition Kieso, Weygandt, and Warfield. Lingkungan Terkini. Pengakuan pendapatan :

tracen
Download Presentation

Pengakuan Pendapatan

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Pengakuan Pendapatan Chapter 18 Intermediate Accounting 12th Edition Kieso, Weygandt, and Warfield

  2. Lingkungan Terkini Pengakuan pendapatan: Menurut PSAK No. 23, yang dimaksud dengan pendapatan adalah arus bruto manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama satu periode bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.

  3. Lingkungan Terkini Revenue Recognition Classified by Type of Transaction Sale of product from inventory Sale of asset other than inventory Type of Transaction Rendering a service Permitting use of an asset Revenue from fees or services Revenue from interest, rents, and royalties Description of Revenue Gain or loss on disposition Revenue from sales Timing of Revenue Recognition Date of sale (date of delivery) Services performed and billable As time passes or assets are used Date of sale or trade-in

  4. Variasi Pengakuan Pendapatan

  5. The Current Environment Tidak Berdasarkan Penjualan • Sebelum boleh diakui bila tingkat kepastian bahwa pendapatan diperoleh tinggi. • Ditunda pengakuan terjadi bila • Tingkat ketidak pastian terhadap penjualan atau biaya penjualan cukup tinggi, atau • Penjualan tidak menunjukkan proses penyelesaian pendapatan secara substansial. LO 1 Apply the revenue recognition principle.

  6. Lingkungan Terkini • Pendapatan diakui pada saat pembayaran diterima. • Cara ini dipakai apabila terdapat ketidakpastian mengenai kolektibilitas piutang dari penjualan tersebut. Hal ini disebabkan oleh belum berpindahnya hak pemilikan atas barang yang dijual sampai dengan dilunasinya pembayaran, sehingga ada kemungkinan terjadi pembatalan transaksi penjualan. Contoh: transaksi penjualan angsuran (installment sales) • Pendapatan dari penjualan konsinyasi • Dalam penjualan konsinyasi, pendapatan baru diakui setelah terjadi penjualan dan penyerahan barang dari komisioner (consignee) kepada pembeli.

  7. Lingkungan Terkini • Pendapatan diakui secara proporsional selama tahap produksi • Cara ini dipakai terutama oleh perusahaan kontraktor. Hal ini dilakukan karena sifat pekerjaan yang dilakukan, yang biasanya memerlukan waktu penyelesaian melebihi satu periode akuntansi. Cara seperti ini dapat dilakukan apabila taksiran biaya penyelesaian dan tahap kemajuan penyelesaian kontrak dapat ditentukan. • Penaksiran ini dapat dilakukan dengan cara: • Berdasarkan persentase dari biaya • Berdasarkan persentase penyelesaian secara fisik (metoda persentase penyelesaian).

  8. Pengakuan Pendapatan Sebelum Pengiriman Contoh: akuntansi kontrak konstruksi jangka panjang (long-term construction). • Dua Metoda: • Metoda Persentase-Penyelesaian • Alasan: pembeli dan penjual memiliki enforceable rights. • Metoda Kontrak Selesai.

  9. Pengakuan Pendapatan Sebelum Pengiriman Harus menggunakan metoda Percentage-of-Completion jika estimasi kemajuan pekerjaan, pendapatan, dan kos reasonably dependable dan seluruh kondisi berikut ada: 1. Kontrak secara jelas menetapkan enforceable rights terkait dengan barang atau jasa oleh masing-masing pihak, pertimbangan yang akan diubah setiap saat, dan hal-hal yang terkait dengan pembayaran 2. Pembeli dapat diharapkan memenuhi seluruh kewajibannya. 3. Kontraktor dapat diharapkan melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak.

  10. Pengakuan Pendapatan Sebelum Pengiriman Perusahaan harus menggunakan metoda Kontrak Selesai jika satu diantara kondisi berikut ini terpenuhi • Perusahaan memiliki kontrak jangka pendek, atau • Perusahaan tidak dapat memenuhi kondisi untuk menggunakan metoda persentase penyelesaian, atau • Ada inherent hazards dalam kontrak di luar kondisi normal, yang menimbulkan risiko bisnis.

  11. Percentage-of-Completion Method Pengukuran Kemajuan Pekerjaan Ukuran yang paling populer adalah cost-to-cost basis. Persentase penyerapan biaya dapat digunakan untuk menaksir persentase pendapatan atau laba kotor kontrak jangka panjang.

  12. Contoh 1: PT Virgin memiliki kontrak yang dimulai pada bulan Juli 2004 untuk membuat jembatan dengan nilai kontrak sebesar Rp9.000.000.000. Pekerjaan ini diharapkan selesai pada bulan Oktober 2006, dengan taksiran biaya Rp8.000.000.000. Pada akhir tahun 2005, taksiran biaya penyelesaian naik menjadi Rp8.100.000.000. Berikut ini data lain yang berkaitan dengan kontrak tersebut:

  13. Perhitungan persentase penyelesaian

  14. Jurnal Tahun 2004: Konstruksi Dalam Proses 2.000.000 Bahan Baku, Kas 2.000.000 (mencatat kos konstruksi) Piutang Dagang 1.800.000 Penagihan KDP 1.800.000 (mencatat penagihan) Kas 1.500.000 Piutang Dagang 1.500.000 (mencatat pelunasan piutang) Konstruksi Dalam Proses 250.000 Biaya Konstruksi 2.000.000 Pendapatan Kontrak J.Panjang 2.250.000 (mencatat pengakuan pendapatan dan laba kotor)

  15. PERHITUNGAN TAKSIRAN PENDAPATAN

  16. PERHITUNGAN TAKSIRAN LABA KOTOR

  17. Jurnal Tahun 2005: Konstruksi Dalam Proses 3.832.000 Bahan Baku, Kas 3.832.000 (mencatat kos konstruksi) Piutang Dagang 4.800.000 Penagihan KDP 4.800.000 (mencatat penagihan) Kas 3.500.000 Piutang Dagang 3.500.000 (mencatat pelunasan piutang) Konstruksi Dalam Proses 398.000 Biaya Konstruksi 3.832.000 Pendapatan Kontrak J.Panjang 4.230.000 (mencatat pengakuan pendapatan dan laba kotor)

  18. Jurnal Tahun 2006: Konstruksi Dalam Proses 2.268.000 Bahan Baku, Kas 2.268.000 (mencatat kos konstruksi) Piutang Dagang 2.400.000 Penagihan KDP 2.400.000 (mencatat penagihan) Kas 4.000.000 Piutang Dagang 4.000.000 (mencatat pelunasan piutang)

  19. Jurnal Tahun 2006: Konstruksi Dalam Proses 252.000 Biaya Konstruksi 2.268.000 Pendapatan Kontrak J.Panjang 2.520.000 (mencatat pengakuan pendapatan dan laba kotor) Penagihan KDP 9.000.000 Konstruksi Dalam Proses 9.000.000 (mencatat penyelesaian kontrak)

  20. Konstruksi Dalam Proses Piutang Dagang

  21. Penagihan KDP Kas

  22. Biaya Konstruksi Pendapatan Konstruksi Jk. Panjang

  23. Metoda Kontrak Selesai Perusahaan pengakui pendapatan dan laba kotor hanya pada saat penjualan, yaitu ketika kontrak telah diselesaikan. Dengan metoda ini, perusahaan mengakumulasi kos kontrak jangka dalam proses, namun tidak perlu melakukan pengakuan periodik untuk pendapatan, kos, dan laba kotor.

  24. Metoda Kontrak Selesai Jurnal Tahun 2004: Konstruksi Dalam Proses 2.000.000 Bahan Baku, Kas 2.000.000 (mencatat kos konstruksi) Piutang Dagang 1.800.000 Penagihan KDP 1.800.000 (mencatat penagihan) Kas 1.500.000 Piutang Dagang 1.500.000 (mencatat pelunasan piutang)

  25. Metoda Kontrak Selesai Jurnal Tahun 2005: Konstruksi Dalam Proses 3.832.000 Bahan Baku, Kas 3.832.000 (mencatat kos konstruksi) Piutang Dagang 4.800.000 Penagihan KDP 4.800.000 (mencatat penagihan) Kas 3.500.000 Piutang Dagang 3.500.000 (mencatat pelunasan piutang)

  26. Metoda Kontrak Selesai Jurnal Tahun 2006: Konstruksi Dalam Proses 2.268.000 Bahan Baku, Kas 2.268.000 (mencatat kos konstruksi) Piutang Dagang 2.400.000 Penagihan KDP 2.400.000 (mencatat penagihan) Kas 4.000.000 Piutang Dagang 4.000.000 (mencatat pelunasan piutang)

  27. Metoda Kontrak Selesai Jurnal Tahun 2006: Biaya Konstruksi 8.100.000 Konstruksi Dalam Proses 8.100.000 Penagihan KDP 9.000.000 Pendapatan dari KJP 9.000.000

  28. Rugi Kontrak Jangka Panjang • Dua Metoda: • Rugi periode berjalan pada kontrak yang menguntungkan • Persentase penyelesaian: estimasi kenaikan kos pada periode sekarang untuk menyesuaikan laba kotor periode sebelumnya. • Rugi pada seluruh proyek • Pada kedua metoda, perusahaan harus mengakui rugi pada periode sekarang untuk seluruh rugi proyek.

  29. Contoh 2: PT Virgin memiliki kontrak yang dimulai pada bulan Juli 2004 untuk membuat jembatan dengan nilai kontrak sebesar Rp9.000.000.000. Pekerjaan ini diharapkan selesai pada bulan Oktober 2006, dengan taksiran biaya Rp8.000.000.000. Pada akhir tahun 2005, taksiran biaya penyelesaian naik menjadi Rp8.100.000.000. Berikut ini data lain yang berkaitan dengan kontrak tersebut:

  30. Rugi pada Kontrak Menguntungkan - PP • Pada tanggal 31 Desember 2005, PT Virgin menaksir biaya penyelesaian kontrak menjadi Rp2.937.924.000,00. Perhitungan tingkat penyelesaian dan pengakuan rugi adalah:

  31. Jurnal Tahun 2004: Konstruksi Dalam Proses 2.000.000 Bahan Baku, Kas 2.000.000 (mencatat kos konstruksi) Piutang Dagang 1.800.000 Penagihan KDP 1.800.000 (mencatat penagihan) Kas 1.500.000 Piutang Dagang 1.500.000 (mencatat pelunasan piutang) Konstruksi Dalam Proses 250.000 Biaya Konstruksi 2.000.000 Pendapatan Kontrak J.Panjang 2.250.000 (mencatat pengakuan pendapatan dan laba kotor)

  32. Jurnal Tahun 2005: Konstruksi Dalam Proses 3.832.000 Bahan Baku, Kas 3.832.000 (mencatat kos konstruksi) Piutang Dagang 4.800.000 Penagihan KDP 4.800.000 (mencatat penagihan) Kas 3.500.000 Piutang Dagang 3.500.000 (mencatat pelunasan piutang) Biaya Konstruksi 3.832.000 Konstruksi Dalam Proses 97.000 Pendapatan Kontrak J.Panjang 3.735.000 (mencatat pengakuan pendapatan dan laba kotor)

  33. Jurnal Tahun 2006: Konstruksi Dalam Proses 2.937.924 Bahan Baku, Kas 2.937.924 (mencatat kos konstruksi) Piutang Dagang 2.400.000 Penagihan KDP 2.400.000 (mencatat penagihan) Kas 4.000.000 Piutang Dagang 4.000.000 (mencatat pelunasan piutang)

  34. Jurnal Tahun 2006: Konstruksi Dalam Proses 77.076 Biaya Konstruksi 2.937.924 Pendapatan KJP 3.015.000 (mencatat pengakuan pendapatan dan laba kotor) Penagihan KDP 9.000.000 Konstruksi Dalam Proses 9.000.000 (mencatat penyelesaian kontrak)

  35. Rugi pada Kontrak Rugi • Pada tanggal 31 Desember 2005, PT Virgin menaksir biaya penyelesaian kontrak sebesar Rp3.280.500.000,00. Revisi terhadap taksiran kontrak tersebut adalah:

  36. Metoda Persentase Penyelesaian Catatan: 64% = (5.832.000.000 : 9.112.500.000) x 100%

  37. Metoda Persentase Penyelesaian

  38. Jurnal Tahun 2004: Konstruksi Dalam Proses 2.000.000 Bahan Baku, Kas 2.000.000 (mencatat kos konstruksi) Piutang Dagang 1.800.000 Penagihan KDP 1.800.000 (mencatat penagihan) Kas 1.500.000 Piutang Dagang 1.500.000 (mencatat pelunasan piutang) Konstruksi Dalam Proses 250.000 Biaya Konstruksi 2.000.000 Pendapatan Kontrak J.Panjang 2.250.000 (mencatat pengakuan pendapatan dan laba kotor)

  39. Jurnal Tahun 2005: Konstruksi Dalam Proses 3.832.000 Bahan Baku, Kas 3.832.000 (mencatat kos konstruksi) Piutang Dagang 4.800.000 Penagihan KDP 4.800.000 (mencatat penagihan) Kas 3.500.000 Piutang Dagang 3.500.000 (mencatat pelunasan piutang) Biaya Konstruksi 3.872.500 Konstruksi Dalam Proses 362.500 Pendapatan Kontrak J.Panjang 3.510.000 (mencatat pengakuan pendapatan dan laba kotor)

  40. Jurnal Tahun 2006: Konstruksi Dalam Proses 3.280.500 Bahan Baku, Kas 3.280.500 (mencatat kos konstruksi) Piutang Dagang 2.400.000 Penagihan KDP 2.400.000 (mencatat penagihan) Kas 4.000.000 Piutang Dagang 4.000.000 (mencatat pelunasan piutang) Biaya Konstruksi 3.240.000 Pendapatan KJP 3.240.000 (mencatat pengakuan pendapatan dan laba kotor)

  41. Penagihan KDP 9.000.000 Konstruksi Dalam Proses 9.000.000 (mencatat penyelesaian kontrak)

  42. Metoda Kontrak Selesai Jurnal Tahun 2004: Konstruksi Dalam Proses 2.000.000 Bahan Baku, Kas 2.000.000 (mencatat kos konstruksi) Piutang Dagang 1.800.000 Penagihan KDP 1.800.000 (mencatat penagihan) Kas 1.500.000 Piutang Dagang 1.500.000 (mencatat pelunasan piutang)

  43. Jurnal Tahun 2005: Konstruksi Dalam Proses 3.832.000 Bahan Baku, Kas 3.832.000 (mencatat kos konstruksi) Piutang Dagang 4.800.000 Penagihan KDP 4.800.000 (mencatat penagihan) Kas 3.500.000 Piutang Dagang 3.500.000 (mencatat pelunasan piutang) Rugi Kontrak Jangka Panjang 112.500.000 Konstruksi Dalam Proses 112.500.000 (mencatat pengakuan pendapatan dan laba kotor)

  44. Jurnal Tahun 2006: Konstruksi Dalam Proses 3.280.500 Bahan Baku, Kas 3.280.500 (mencatat kos konstruksi) Piutang Dagang 2.400.000 Penagihan KDP 2.400.000 (mencatat penagihan) Kas 4.000.000 Piutang Dagang 4.000.000 (mencatat pelunasan piutang)

  45. Jurnal Tahun 2006: Biaya Konstruksi 9.112.500 Konstruksi Dalam Proses 9.112.500 Penagihan KDP 9.000.000 Pendapatan dari KJP9.000.000

More Related