1 / 46

PENDAPATAN NASIONAL

PENDAPATAN NASIONAL. Aniesa Samira Bafadhal, SAB, MAB. PENDAHULUAN. Produk Domestik Bruto (PDB)  salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu negara dalam suatu periode tertentu, baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan.

manchu
Download Presentation

PENDAPATAN NASIONAL

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENDAPATAN NASIONAL Aniesa Samira Bafadhal, SAB, MAB

  2. PENDAHULUAN • Produk Domestik Bruto (PDB) salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu negara dalam suatu periode tertentu, baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. • PDB adalah jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi.

  3. PENDAHULUAN • PDB atas dasar harga berlaku • Menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga pada tahun berjalan. • Digunakan untuk mengetahui kemampuan sumber daya ekonomi, pergeseran, dan struktur ekonomi suatu negara. • PDB atas dasar harga konstan • Menggambarkan nilai tambah barang dan jasa tersebut yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada satu tahun tertentu sebagai tahun dasar. • Digunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi secara riil dari tahun ke tahun atau pertumbuhan ekonomi yang tidak dipengaruhi oleh faktor harga.

  4. PENDAPATAN NASIONAL DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT • Besarataukecilnyapendapatannasionaldapatdilihatsebagaigambarantentangtingkatkesejahteraanmasyarakatdinegara yang bersangkutan. • Pemerintahselaluberusaha untuk dapat meningkatkan pendapatan nasional.

  5. PENDAPATAN NASIONAL DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT • Pertumbuhan ekonomi yang hanya diukur dengan pendapatannasional, ternyatatidak linier atautidakberkorelasipositifdengankesejahteraanmasyarakatnya. • Pendapatannasional yang meningkatdaritahunketahunbelumtentudiikutidenganmeningkatnyakesejahteraanmasyarakatnya. • Kesejahteraanmasyarakatpadaumumnyaakanikutmeningkat, jikameningkatnyapendapatannasionaldiikutiolehpemerataandiantarapenduduknya.

  6. PENDAPATAN NASIONAL DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT • Langkahpemerintah: 1. meningkatkanpendapatannasional 2. upayapemerataan

  7. SIKLUS ALIRAN PENDAPATAN NASIONAL

  8. HIERARKI PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL 1. ProdukDomestikBruto (Gross Domestic Product = GDP) • ProdukDomestikBruto (PDB) adalahnilaipasar (termasukpajaktaklangsung) yang diterimaolehseluruhpelakuekonomi yang lokasinyaberadadidalamnegerisuatunegara. • Karenahanyamemperhatikanlokasidalamnegeri, makatidaktermasukpendapatanwarganegara yang bekerjadiluarnegeri, tetapitermasuk yang diperolehwarganegaraasingdidalamnegeri.

  9. HIERARKI PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL 2. ProdukNasionalBruto (Gross National Product = GNP) • PDB ditambahpenghasilanwarganegaradiluarnegeridandikurangipenghasilanwarganegaraasing yang bekerjadidalamnegeridisebutProdukNasionalBruto (PNB).

  10. HIERARKI PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL 3. ProdukNasionalNeto (Net National Product = NNP) • ProdukNasionalNetoadalah PNB dikurangipenyusutanataspemakaianperalatan yang dipakaiuntukmenghasilkan PNB tersebut. • Rumus: NNP = GNP - (penyusutan + barangpengganti modal)

  11. HIERARKI PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL 4. PendapatanNasional (National Income = NI) • PN adalahpendapatanbersihdarifaktor-faktorproduksi, termasuklabaperusahaan. • Rumus: NNI = NNP - pajaktidaklangsung + subsidi

  12. HIERARKI PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL 5. PendapatanPerorangan (Personal Income = PI) • PendapatanPerorangan (PP) adalahpendapatanbagiseluruhindividuwarganegara yang tersediauntukdikonsumsi, untukditabung, danuntukmembayarpajakperorangan. • Rumus: PI = NNI + pembayaran pinjaman - (laba ditahan + iuran asuransi + iuran jaminansosial + pajakperseroan)

  13. HIERARKI PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL 6. PendapatanDisposibel (Disposable Income = DI) • PendapatanDisposibel (PD) adalah PP dikurangipajakpribadi, yaitupendapatanseluruhindividu yang siapuntukdikonsumsidanditabung. • Rumus: DI = PI - pajakpenghasilan

  14. ProdukDomestikBruto (PDB) ---------------------------------------------- ditambah: Pendapatan WNI di LN dikurang: Pendapatan WNA di DN ----------------------------------------------- = ProdukNasionalBruto (PNB) dikurang: Depresiasi ----------------------------------------------- = ProdukNasionalNeto (PNN) dikurang: Pajaktaklangsung ----------------------------------------------- = PendapatanNasional (PN) ditambah: Subsidikepadamasyarakat dikurang: - Labaditahan - Pajakataslaba ----------------------------------------------- = PendapatanPerorangan (PP) dikurang: Pajakpribadi ---------------------------------------------- = PendapatanDisposibel (PD)

  15. METODE PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL • Output Approach (Pendekatan Produksi) Y dari pendekatan ini  Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) 2.Income Approach (Pendekatan Pendapatan) Y dari pendekatan ini  Pendapatan Nasional (PN) atau National Income (NI) 3.Expenditure Approach (Pendekatan Pengeluaran) Y dari pendekatan ini Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP).

  16. METODE PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL DI INDONESIA • BPS menghitungpendapatannasionalmelaluiduapendekatan, yaitu: 1. PendekatanProduksi 2. PendekatanPengeluaran • Keduapendekatanmenghasilkanjumlah yang sama.

  17. PendekatanProduksi • Produk Domestik Bruto adalah jumlah nilai tambah atas barang dan jasa yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun).

  18. PendekatanProduksi • Nilaitambahtersebutdiperolehdariperkalianjumlahproduksidenganhargabarang yang bersangkutan, selanjutnyadikurangidenganbiayaantara, yakninilaibahan yang dipergunakandalamprosesproduksi. • PDB adalahjumlahdarinilaitambahbruto (belumdikurangipenyusutanalatproduksi) dariseluruhpelakuekonomididalam negeri selama satu tahun.

  19. PendekatanProduksi • PDB hanyamenghitungnilaiprodukdidalamnegeri, makadidalam PDB termasukpendapatanwarganegaraasingdidalam negeri, tetapi belum termasuk pendapatan warga negara sendiri di luar negeri. • Data tersebut dikumpulkan oleh kantor-kantorstatistikdikabupaten/kota yang selanjutnyadikompilasioleh BPS pusat.

  20. PendekatanProduksi • Pendapatannasionalberdasarkanpadapenjumlahanseluruhnilaiproduksi yang dikelompokkankedalamsembilanlapanganusahayang meliputi: (1) Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan (2) PertambangandanPenggalian (3) IndustriPengolahan (4) Listrik, Gas, dan Air Bersih (5) Bangunan (6) Perdagangan, Hotel, danRestoran (7) PengangkutandanKomunikasi (8) Keuangan, Persewaan, danJasa Perusahaan (9) Jasa-jasa

  21. PendekatanProduksi • Rumus: Y = (Q1xP1) + (Q2xP2) + ..... (QnxPn)…………….. (1) Y = NTb1 + NTb2 + NTb3 + … + NTbn……………... (2) Keterangan: Y : Pendapatan nasional (PDB) Q : Jumlah barang sektor n P : Harga barang sektor n NTb : nilaitambah

  22. PendekatanProduksi • Contoh: Y = 10.000 + 5.000 + 2.500 + 7.500 Y = 25.000

  23. PendekatanProduksi

  24. Pendekatan Pendapatan • Produk Domestik Bruto merupakan jumlah balas jasa yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang ikut serta dalam proses produksi di suatu negara dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). • Balas jasa yang dimaksud adalah upah dan gaji, sewa tanah, bunga modal dan keuntungan; semuanya sebelum dipotong pajak penghasilan dan pajak langsung lainnya.

  25. Pendekatan Pendapatan • Komponen‐komponen pendapatan nasional menurut pendekatan ini, adalah: 1. Alam dengan sewa (Rent = r ) 2. Tenaga kerja dengan upah/gaji (Wages = w) 3. Modal dengan bunga (Interest = i) 4. Skill kewirausahaan cdengan laba (Profit = p)

  26. Pendekatan Pendapatan • Rumus: Y = r + w + i + p Keterangan: Y : pendapatan nasional r : rent (sewa) w : wages (upah atau gaji tenaga kerja) I : interest (bunga) p : profit (laba)

  27. PendekatanPengeluaran • Produk Domestik Bruto sebagai jumlah pengeluaran secara nasional untuk membeli barang dan jasa dalam satu tahun. • Komponen-komponen Pendapatan nasional menurut pendekatan ini, adalah: 1. Rumah tangga  Pengeluaran Konsumsi (C) 2. Perusahaan  Pengeluaran Investasi (I) 3. Pemerintah  pengeluaran pemerintah (G) 4. Masyarakat luar negeri  Eskpor-Impor (X-M)

  28. PendekatanPengeluaran • Rumus: Y = C + I + G + (X – M) Y = C + S + G + (X – M) Keterangan Y : PDB G : Belanjapemerintah C : BelanjakonsumsiX : Ekspor I : BelanjainvestasiM : Impor S : Tabungan

  29. PendekatanPengeluaran • Pendapatan nasional dapat ditingkatkan melalui: • Peningkatanunsur-unsur: a. Konsumsi (C) b. Investasi (I) c. BelanjaPemerintah (G) d. Ekspor (X)  Penurunanunsur: Impor (M)

  30. PendekatanPengeluaran • BPS mengelompokkanpengeluaran (belanja) kedalamenamjenispengeluaran karena I (investasi) dipisah ke dalam dua kelompok, yakni: (1) Pembentukan Modal TetapDomestikBruto (2) PerubahanStok (persediaanbarang) • Pengelompokanjenispengeluaranmenurut BPS meliputi: (1) KonsumsiRumahTangga, (2) KonsumsiPemerintah, (3) Pembentukan Modal TetapDomestikBruto, (4) PerubahanStok, (5) EksporBarang/Jasa, dan (6) Impor Barang/Jasa

  31. PendekatanPengeluaran

  32. PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL ATAS DASAR HARGA KONSTAN TAHUN 2000

  33. KELEMAHAN DALAM KONSEP PENDAPATAN NASIONAL 1. Tidakmenghitungproduk-produk non transaksi 2. Tidakmenghitungnilaidariwaktuluang (leisure time) 3.Tidakmemperhitungkanpeningkatanmutuproduk 4. Kurangmemperhatikanpentingnyadistribusipendapatan 5. Kurangberorientasikependapatan per kapita 6. Kurangmemperhatikankerusakanlingkungan 7. Tidakmengkalkulasikanproduk-produkdaribisnissiluman

  34. AKSES DATA • http://www.bi.go.id/ • http://www.bps.go.id/

  35. KESEIMBANGAN PENDAPATAN • Keseimbanganpendapatannasionalyaitukeadaandimanakeinginanmasyarakatuntukmelakukanperbelanjaan (pengeluaranagregatataupermintaanagregat) adalahsamadenganpenawaranagregat (keinginanparapengusahauntukmemproduksikanbarangdanjasa)

  36. KESEIMBANGAN PENDAPATAN • Rumus: C + I + G + (X - M) = C + S + T atau I + G + X = S + T + M • Prakteknya pendapatannasionaltidakselaluseimbang

  37. KESEIMBANGAN PENDAPATANPerubahanKeseimbangan • PERAN PERMINTAAN AGREGAT 1. PerubahanPendapatanNasionaldengan Tingkat HargaTetap a. PergeseranFungsiPengeluaranAgregat > Fungsi pengeluaran agregat bergeser bila salah satu dari komponen-komponennyabergeser perubahanpengeluaranagregat autonomous > Penyebab: 1) naiknyapengeluaran autonomous, 2) turunnyapengeluaran autonomous, 3) perubahantarifpajak

  38. KESEIMBANGAN PENDAPATANPerubahanKeseimbangan b. Multiplier > Ukuran besaran perubahan pendapatan dilakukan dengan multiplier. > Multiplier merupakanperbandingan (ratio) antaraperubahan pendapatan dengan perubahan pengeluaran perubahan pendapatan nasional dibagi dengan perubahan pengeluaran autonomous yang mengikutinya.

  39. KESEIMBANGAN PENDAPATANPerubahanKeseimbangan 2. PerubahanPendapatanNasionaldengan Tingkat HargaBerubah a. Hubungan antara Kurva Pengeluaran Agregat (AE) dan Kurva PermintaanAgregat (AD) > Perubahankurva AE dankurva AD: 1) tingkathargadanpengeluaranagregat 2) pergeserankurvapengeluaranagregatmengubahpermintaanagregat 3) membentuk kurva permintaan permintaan agregat 4) perubahan pendapatan nasional dan kurva permintaan agregat

  40. KESEIMBANGAN PENDAPATANPerubahanKeseimbangan b. Multiplier dengan Tingkat HargaBerubah Bilapenawaranagregatmemilikikemiringanpositif, nilaimultipliernyalebihkecildari multiplier sederhana yang dihitungpadakeadaanhargatetap.

  41. KESEIMBANGAN PENDAPATANPerubahanKeseimbangan • PERAN PENAWARAN AGREGAT 1. PenawaranAgregatJangkaPendek  Makin tinggitingkatharga, makinbesarjumlah output yang akandiproduksi dan ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan untuk dijual  Padatingkatdibawahpendapatannasionalpotensial: perubahan output diikutiolehperubahanharga yang relatifkecil  Padatingkatdiatas pendapatannasionalpotensial: perubahan output dibarengidenganperubahanhargajual yang relatifbesar

  42. KESEIMBANGAN PENDAPATANPerubahanKeseimbangan  Padatingkatpendapatannasionalrendah, pergeseranpendapatanagregatberpengaruhpada output  Padapendapatan nasional tinggi, pergeseran permintaan agregat berpengaruhpadatingkatharga

  43. KESEIMBANGAN PENDAPATANPerubahanKeseimbangan 2. PenawaranAgregatJangkaPanjang > Terdapatmekanismepenyesuaianotomatis yang menyebabkaninflasi yang disebabkanolehsuatugejolakpermintaanakanberhenti, yaitu:mengembalikanjumlah output padatingkatpotensialnya. > Upahfleksibel yang merosotpadasaatadapengangguranakanmenciptakansuatumekanismepenyesuaianotomatis yang akanmendorongperekonomiankembalikekeadaanpenggunaantenagakerjapenuhsetiap kali output jatuhdibawahjumlahpotensialnya.

  44. SAMPAI KETEMU PADA PERTEMUAN BERIKUTNYA

More Related