Oleh virginia ainurridlo nugroho 0910713017 pendidikan dokter
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 26

Oleh :Virginia Ainurridlo Nugroho 0910713017 Pendidikan Dokter PowerPoint PPT Presentation


  • 117 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

EFEK PEMBERIAN EKSTRAK KEDELAI ( Glycine max ( L.) Merrill) SELAMA 3 BULAN TERHADAP JUMLAH SPERMATOZOA TIKUS ( Rattus norvegicus ) STRAIN WISTAR JANTAN. Oleh :Virginia Ainurridlo Nugroho 0910713017 Pendidikan Dokter. Penguji : dr. I Wayan Agung Indrawan,SpOG (K)

Download Presentation

Oleh :Virginia Ainurridlo Nugroho 0910713017 Pendidikan Dokter

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Oleh virginia ainurridlo nugroho 0910713017 pendidikan dokter

EFEK PEMBERIAN EKSTRAK KEDELAI (Glycine max ( L.) Merrill) SELAMA 3 BULAN TERHADAP JUMLAH SPERMATOZOA TIKUS (Rattus norvegicus) STRAIN WISTAR JANTAN

Oleh :Virginia Ainurridlo Nugroho

0910713017

Pendidikan Dokter

Penguji : dr. I WayanAgungIndrawan,SpOG(K)

Pembimbing I: Bu HusnulKhotimah, S.si, Mkes

Pembimbing II: dr. Soemardini, MPd


Oleh virginia ainurridlo nugroho 0910713017 pendidikan dokter

PENDAHULUAN

Latar Belakang


Oleh virginia ainurridlo nugroho 0910713017 pendidikan dokter

PENDAHULUAN

Asia: ♀ ♂ 15%

Prevalensi ♂ 50%

Tidak diketahui penyebab: 25 %

Oehninger, 2001 dalam Erenpreiss, 2006

Indonesia: Prevalensi ♂ 45%

(Tjokronegoro, 2000 dalam Diska, 2011)

Karahalil, 2006

Asthenozoo-spermia

Tikus ♂ normal (neonatus-dewasa)

Oligoszoo-permia

INFERTILITAS

♂ dewasa oligospermia

Teratozoo-spermia

Genistein

(Casini, 2006)

WHO, 2006; Shamsi et al., 2008

Tahu, Tempe, Kecap, Susu kedelai (Fitoestrogen)

Hiperestrogen


Rumusan masalah

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

  • Apakah pemberian ekstrak kedelai selama 3 bulan (sejak usia lepas sapih hingga dewasa) dapat berpengaruh terhadap jumlah spermatozoa tikus (Rattus norvegicus) strain wistar jantan?


Tujuan

PENDAHULUAN

Tujuan


Manfaat

PENDAHULUAN

Manfaat

  • Manfaat Akademis

    Menambahilmupengetahuanmengenaikedelai, bahankandungansertaefeksampingpemberiansecararutinkepadatikus (Rattusnorvegicus) strain wistarjantan.

  • Manfaat Praktis

    1.Dapat menjadibahaninformasitentangkandungan

    fitoestrogenberupagenisteinpadakedelai yang apabila

    diberikanberlebihandapatmenurunkanjumlah

    spermatozoa padatikus (Rattusnorvegicus) strain wistar

    jantan.

    2.Penelitian inidapatmenjadilandasanuntukpenelitian

    lebihlanjut.


Oleh virginia ainurridlo nugroho 0910713017 pendidikan dokter

TINJAUAN PUSTAKA

isoflavon kedelai >>> biji kedelai hipokotil (germ) dan

Kotiledon (Prawiroharsono, 1998)

Total Isoflavone, Daidzein dan Genistein Aglycone pada Makanan (Barlow et al., 2007)

Isoflavon kedelai : genistein (+ 50%), daidzein (+40%) and glycitein (+ 10%)

(West et al., 2005).


Spermatozoa

TINJAUAN PUSTAKA

Spermatozoa

Reseptor estrogen

(Guyton and Hall, 2006). (WHO, 2006), (Wongso (2008)


Kerangka konsep

Hipotalamus

Keterangan:

Kerangka Konsep

GnRH

berikatan

Hipofisis anterior

stimulate

FSH

LH

inhibin

+++

Ekstrak Kedelai (Genistein)

+++

diberikan dari usia 30-120 hari

Sel Sertoli

ER β

Sel Leydig

ER α

Variabel tidak diteliti

Aromatase

Inhibin

Testosteron

Variabel diteliti

ABP

Estrogen

Spermatogonia

Spermatosit primer (pakiten):ER β

Spermatosit sekunder

Spermatid (Round spermatid): ER β

Jumlah Spermatozoa


Hipotesis penelitian

KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS PENELITIAN

Hipotesis Penelitian

  • Pemberian ekstrak kedelai selama 3 bulan (sejak lepas sapih hingga dewasa) dapat menurunkan jumlah spermatozoa tikus (Rattus norvegicus) strain wistar jantan.


Oleh virginia ainurridlo nugroho 0910713017 pendidikan dokter

METODE PENELITIAN

Jenis & Desain Penelitian

-true experimental

-post test

Variabel Penelitian

-independen: dosis ekstrak kedelai

-dependen: jumlah spermatozoa

Populasi & Sampel

-20 ekor tikus Wistar

-umur 30 hari

-BB awal ±100 gram

Tempat & Waktu Penelitian

-Lab Farmakologi FKUB

-selama 6 bulan


Definisi operasional

METODE PENELITIAN

Definisi Operasional

Kedelai : Kedelai yang digunakan adalah jenis kedelai kuning varietas Argomulyo yang diproduksi oleh Balai Penelitian Tanaman Kacang-Kacangan dan Umbi-umbian (BLITKABI), Malang.

Ekstrak kedelai: dalam penelitian ini dibuat dari biji kedelai yang melalui proses maserasi, ekstraksi dengan metanol dan evaporasi.

Pemberiandilakukanselama 3 bulan: diberikansaattikusberusia 30 hariataulepassapihsampaiberusia 120 hari (dewasa). Usia 30 haripadatikus, sudahmampumakansendiritanpamenyusuinduknya (Malole & Pramono 1989; Waynforth & Flecknell 1992).

Genistein: Pada ekstrak kedelai mengandung 137,76 μg/mL kedelai. Telah diperiksa di politeknik kimia Malang dengan metode pengukuran UHPLC (Ultra High Performance Liquid Chromatography).


Oleh virginia ainurridlo nugroho 0910713017 pendidikan dokter

Usia 120 hariatau 4 bulanpadatikus (Rattusnorvegicus) strain wistarmerupakanusiatikusjantandikatakantelahdewasa. Usiatikusdewasaberumur 2-4 bulan (Malole & Pramono 1989; Waynforth & Flecknell 1992).

Beratbadantikususia 30 hari

+ 100 gram

Beratbadantikususia 2 bulan

+ 200 gram

Metodepenghitunganjumlah spermatozoa tikusjantanmenggunakan

metodehemositometer


Oleh virginia ainurridlo nugroho 0910713017 pendidikan dokter

Penentuan dosis ektrak kedelai

1gr kedelai = 137,76 μg/mL

Glover and Assinder (2006) 

low genistein : 53,5 μg

High genistein : 225 μg

53,5 μg ~ 68,88 μg (dalam ½ mL)

225 μg ~ 275,52 μg (dalam 2 mL)

diberikan pada tikus dengan berat badan 200 gram

  • Dosis 1 : 0,34 µg/grBB GEK

  • Dosis 2 : 0,69 µg/grBB GEK

  • Dosis 3 : 1,38 µg/grBB GEK

  • (GEK : genisteinekstrakkedelai)

I

II

III


Prosedur penelitian

METODE PENELITIAN

Prosedur Penelitian

SeleksiTikus

Analisis data

Adaptasitikuspadasuhukonstanselama 1 minggu

Penghitunganjumlah spermatozoadenganmetodehaemocytometer (ImprovedNebauer)

  • Pengelompokan Hewan Coba

  • P0

  • P1 (0,34 µg/grBB GEK)

  • P2 (0,69 µg/grBB GEK)

  • P3 (1,38 µg/grBB GEK)

  • (genisteinekstrakkedelai)

Pembedahantikusjantan (saatumur 120 hari)

Pembuatanlarutan PBS

PembuatandanpenentuandosisEkstrakKedelai

Pemberianekstrakkedelai


Pengambilan dan penghitungan jumlah spermatozoa

METODE PENELITIAN

Pengambilan dan Penghitungan jumlah spermatozoa

Konsentrasi spermatozoa =

N1 + N2 x ∑ seluruh kotak sedang (25) x pengenceran x 1

2 ∑ kotak sedang yang dihitung (5) vol

Ket: N = jumlah spermatozoa yang dihitung

Pengenceran = 20

Volume = 0,1 mm3

ImprovedNebauer (Haemocytometer) (Hansen, 2000; Caprette, 2006).


Oleh virginia ainurridlo nugroho 0910713017 pendidikan dokter

HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA

HASIL PENELITIAN

Kontrol

Dosis I

Dosis II

Dosis III


Oleh virginia ainurridlo nugroho 0910713017 pendidikan dokter

HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN DAN ANALISIS DATA

Data Perhitungan Jumlah Spermatozoa

Terjadipeningkatanjumlah spermatozoa

Grafik Jumlah Spermatozoa Kelompok Kontrol dan Perlakuan

Tidakterjadiperubahanjumlah

ab

a

abc

acd

Terjadipenurunanjumlah spermatozoa


Oleh virginia ainurridlo nugroho 0910713017 pendidikan dokter

HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA

Morfologi Spermatozoa Abnormal Tikus Rattus norvegicus strain Wistar Jantan pada dosis 3. A. Banana Head (pipih), B & C Bend head (bengkok), D. Kepala tanpa ekor

Morfologi Spermatozoa Normal Tikus Rattus norvegicus strain Wistar Jantan. (a) kepala sperma, (b) midpiece (bagian tengah), (c) principle piece (bagian utama), dan (d) end piece (bagian ujung).


Analisis data

HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA

Analisis Data

Test of Normality

Kesimpulan:

Data normalkarena p> 0.05

Data homogenkarena p> 0.05


Oleh virginia ainurridlo nugroho 0910713017 pendidikan dokter

ANOVA

Tukey

Kesimpulan: p< 0,05

paling tidakterdapat 2 kelompok yang berbedasignifikan

KoefisienDeterminasidanKoefision Korelasi

Keterangan : p < 0,05 adalah signifikan, tampak adanya tanda (*)

p > 0,05 tidak ada perbedaan signifikan

Artinya:

40 % ∑ spermadipengaruhi GEK

60 %  faktor lain.

Hub. Dosis & ∑ sperma kuat

(0,6-0,8) ; bersifatnegatif: jikadosisditingkatkanakanmengalamipenurunan∑ sperma


Kesimpulan

PENUTUP

Kesimpulan

  • Pemberian ekstrak kedelai yang mengandung genistein pada tikus Rattus norvegicus strain wistar jantan memiliki sifat biphasic yaitu dapat meningkatkan dan menurunkan jumlah spermatozoa.

  • Dosis ekstrak kedelai yang dapat meningkatkan jumlah spermatozoa tikus adalah dosis 1 yaitu 0,34 µg/grBB GEK.

  • Dosis ekstrak kedelai yang dapat menurunkan jumlah spermatozoa tikus adalah dosis 3 yaitu 1,38 µg/grBB GEK.


Saran

PENUTUP

Saran

  • Parameter pemeriksaan sperma lainnya perlu ditambahkan seperti pengukuran motilitas dan morfologi spermatozoa tikus jantan untuk memperkuat hubungan antara esktrak kedelai dengan sistem reproduksi tikus jantan.

  • Parameter pemeriksaan cairan semen lainnya perlu ditambahkan seperti pH, warna, bau dan volume dari cairan semen untuk mengetahui hubungan ekstrak kedelai dengan sistem reproduksi tikus jantan.

  • Diperlukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh ekstrak kedelai terhadap enzim aromatase tikus jantan yang diberi perlakuan semenjak masa pertumbuhan sampai dewasa.


Terima kasih

Terima Kasih


Oleh virginia ainurridlo nugroho 0910713017 pendidikan dokter

PEMBAHASAN

Terjadipeningkatanjumlah spermatozoa

Terjadipenurunanjumlah spermatozoa

testosteron(Hakim, 2013) --> feed back +  FSH (Fahmi, 2013)dan LH (Wulandari, 2013)  genistein >>> + ER  aromatase  >>> estrogen

FSH (Fahmi, 2013) selSertoli  ABP  testosteron(Hakim, 2013)dan estrogen  spermatogenesis

Asam amino arginin  spermatogenesis danjumlah spermatozoa (Patel et al., 1999; Sudha et al., 2006)

Dipertimbangkan

AMAN

19


  • Login