COMMON RAIL
Download

COMMON RAIL

Advertisement
Download Presentation
Comments
shelly
From:
|  
(344) |   (0) |   (0)
Views: 759 | Added: 12-06-2012
Rate Presentation: 1 0
Description:

COMMON RAIL

An Image/Link below is provided (as is) to

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use only and may not be sold or licensed nor shared on other sites. SlideServe reserves the right to change this policy at anytime. While downloading, If for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.











- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -




1. Konfigurasi Sistem Pompa Suplai 1. Garis besar Bahan bakar yang telah ditarik dari feed pump yang terdapat di dalam supply pump diberi tekanan ke tekanan yang sesuai. Plunger pada pompa menghasilkan tekanan injeksi yang dibutuhkan. Tekanan bervariasi sesuai dengan kondisi kecepatan dan beban mesin dari 20 MPa pada saat mesin idle, ke 135 MPa saat beban berat, kondisi operasi pada kecepatan tinggi. (Pada EFI-diesel konvensional, tekanan antara 10 dan 80 MPa.) ECU memerintahkan SCV (Suction Control Valve) untuk menyesuaikan volume bahan bakar yang masuk ke supply pump . ECU secara konstan mendeteksi tekanan bahan bakar pada common-rail dengan menggunakan fuel pressure sensor, dan mempengaruhi kontrol feedback. Konfigurasi Sistem Pompa Suplai 1. Garis besarBahan bakar yang telah ditarik dari feed pump yang terdapat di dalam supply pump diberi tekanan ke tekanan yang sesuai. Plunger pada pompa menghasilkan tekanan injeksi yang dibutuhkan. Tekanan bervariasi sesuai dengan kondisi kecepatan dan beban mesin dari 20 MPa pada saat mesin idle, ke 135 MPa saat beban berat, kondisi operasi pada kecepatan tinggi. (Pada EFI-diesel konvensional, tekanan antara 10 dan 80 MPa.) ECU memerintahkan SCV (Suction Control Valve) untuk menyesuaikan volume bahan bakar yang masuk ke supply pump . ECU secara konstan mendeteksi tekanan bahan bakar pada common-rail dengan menggunakan fuel pressure sensor, dan mempengaruhi kontrol feedback.

2. Garis besar Konfigurasi Sistem Pompa Suplai Konfigurasi Sistem Pompa Suplai 1. Garis besar Bahan bakar yang telah ditarik dari feed pump yang terdapat di dalam supply pump diberi tekanan ke tekanan yang sesuai. Plunger pada pompa menghasilkan tekanan injeksi yang dibutuhkan. Tekanan bervariasi sesuai dengan kondisi kecepatan dan beban mesin dari 20 MPa pada saat mesin idle, ke 135 MPa saat beban berat, kondisi operasi pada kecepatan tinggi. (Pada EFI-diesel konvensional, tekanan antara 10 dan 80 MPa.) ECU memerintahkan SCV (Suction Control Valve) untuk menyesuaikan volume bahan bakar yang masuk ke supply pump . ECU secara konstan mendeteksi tekanan bahan bakar pada common-rail dengan menggunakan fuel pressure sensor, dan mempengaruhi kontrol feedback. Konfigurasi Sistem Pompa Suplai 1. Garis besarBahan bakar yang telah ditarik dari feed pump yang terdapat di dalam supply pump diberi tekanan ke tekanan yang sesuai. Plunger pada pompa menghasilkan tekanan injeksi yang dibutuhkan. Tekanan bervariasi sesuai dengan kondisi kecepatan dan beban mesin dari 20 MPa pada saat mesin idle, ke 135 MPa saat beban berat, kondisi operasi pada kecepatan tinggi. (Pada EFI-diesel konvensional, tekanan antara 10 dan 80 MPa.) ECU memerintahkan SCV (Suction Control Valve) untuk menyesuaikan volume bahan bakar yang masuk ke supply pump . ECU secara konstan mendeteksi tekanan bahan bakar pada common-rail dengan menggunakan fuel pressure sensor, dan mempengaruhi kontrol feedback.

3. Garis besar Konfigurasi Sistem Pompa Suplai Konfigurasi Sistem Supply Pump 2.Nama part Konfigurasi Sistem Supply Pump 2.Nama part

4. Pompa suplai Penampilan Pompa Suplai Penampilan Supply Pump 1.Nama partPenampilan Supply Pump 1.Nama part

5. Pompa suplai Penampilan Pompa Suplai Penampilan Supply Pump 2.Mesin 2KD-FTV dan 1ND-TV Penampilan Supply Pump 2.Mesin 2KD-FTV dan 1ND-TV

6. Pompa suplai Konstruksi Internal Pompa Suplai Konstruksi Internal Supply Pump Regulator valve 2. Feed pump 3. SCV (Suction Control Valve) 4. Check valve 5. Plunger 6. Inner cam 7. Delivery valve Konstruksi Internal Supply Pump Regulator valve 2. Feed pump 3. SCV (Suction Control Valve) 4. Check valve 5. Plunger 6. Inner cam 7. Delivery valve

7. Pompa suplai Aliran Bahan bakar Pompa Suplai Aliran Bahan bakar Supply Pump Bahan bakar pada supply pump mengalir dengan urutan berikut: Feed pump SCV (Suction Control Valve) Check valve Plunger Delivery valve Aliran Bahan bakar Supply Pump Bahan bakar pada supply pump mengalir dengan urutan berikut: Feed pump SCV (Suction Control Valve) Check valve Plunger Delivery valve

8. Pompa suplai Aliran Bahan bakar Pompa Suplai Aliran Bahan bakar Supply Pump Ada dua sistem jalur bahan bakar pada supply pump. Aliran Bahan bakar Supply Pump Ada dua sistem jalur bahan bakar pada supply pump.

9. Pompa suplai Aliran Bahan bakar Pompa Suplai Aliran Bahan Bakar Supply Pump Mesin 2KD-FTV Untuk aliran bahan bakar supply pump, yang digunakan pada mesin 2KD-FTV, plunger B menarik bahan bakar sementara plunger A memompa keluar. (Lihat gambar di kiri.) Jadi, plunger A dan B mengirim bahan bakar ke common-rail dengan memompa ke dalam dan keluar secara bergantian. Aliran Bahan Bakar Supply Pump Mesin 2KD-FTVUntuk aliran bahan bakar supply pump, yang digunakan pada mesin 2KD-FTV, plunger B menarik bahan bakar sementara plunger A memompa keluar. (Lihat gambar di kiri.)Jadi, plunger A dan B mengirim bahan bakar ke common-rail dengan memompa ke dalam dan keluar secara bergantian.

10. Pompa suplai Generasi Tekanan Bahan bakar dalam Pompa Suplai Generasi Tekanan Bahan Bakar dalam Supply Pump Dua set plunger yang berseberangan dikendalikan oleh inner cam melalui roller. Inner cam dikendalikan mesin melalui timing belt. Bagian dalam inner cam, yang berbentuk elips, mengalami kontak dengan roller. Sewaktu inner cam berotasi, ia menyebabkan plunger bergerak secara resiprokal, dan penghisapan dan pemompaan bahan bakar yang terjadi menghasilkan tekanan. Generasi Tekanan Bahan Bakar dalam Supply Pump Dua set plunger yang berseberangan dikendalikan oleh inner cam melalui roller. Inner cam dikendalikan mesin melalui timing belt. Bagian dalam inner cam, yang berbentuk elips, mengalami kontak dengan roller.Sewaktu inner cam berotasi, ia menyebabkan plunger bergerak secara resiprokal, dan penghisapan dan pemompaan bahan bakar yang terjadi menghasilkan tekanan.

11. Pompa suplai Generasi Tekanan Bahan bakar dalam Pompa Suplai Generasi Tekanan Bahan Bakar dalam Supply Pump Mesin 2KD-FTV Rotasi eccentric cam menyebabkan ring cam berotasi dengan axis offset. Ring cam berotasi dan mendorong satu dari dua plunger ke atas saat ia menarik plunger ke atas atau sebaliknya untuk arah ke bawah. Untuk supply pump , plunger B didorong ke bawah untuk memampatkani bahan bakar dan mengirimnya ke common-rail saat plunger A ditarik ke bawah untuk menarik bahan bakar. Sebaliknya, ketika plunger A didorong ke atas untuk memampatkan bahan bakar dan mengirimkannya ke common-rail, plunger B ditarik ke atas untuk menarik bahan bakar ke atas. Generasi Tekanan Bahan Bakar dalam Supply Pump Mesin 2KD-FTV Rotasi eccentric cam menyebabkan ring cam berotasi dengan axis offset. Ring cam berotasi dan mendorong satu dari dua plunger ke atas saat ia menarik plunger ke atas atau sebaliknya untuk arah ke bawah.Untuk supply pump , plunger B didorong ke bawah untuk memampatkani bahan bakar dan mengirimnya ke common-rail saat plunger A ditarik ke bawah untuk menarik bahan bakar. Sebaliknya, ketika plunger A didorong ke atas untuk memampatkan bahan bakar dan mengirimkannya ke common-rail, plunger B ditarik ke atas untuk menarik bahan bakar ke atas.

12. Pompa suplai Regulasi Tekanan Bahan bakar oleh Pompa Suplai Regulasi Tekanan Bahan Bakar oleh Supply Pump 1. SCV 2. Check valve 3. Plunger 4. Inner cam 5. Delivery valve Bahan bakar yang telah disuplai oleh feed pump berjalan melalui SCV dan chaeck valve, menjadi tertekan oleh plunger, dan dipompa melalui delivery valve ke common-rail. Regulasi Tekanan Bahan Bakar oleh Supply Pump 1. SCV 2. Check valve 3. Plunger 4. Inner cam 5. Delivery valve Bahan bakar yang telah disuplai oleh feed pump berjalan melalui SCV dan chaeck valve, menjadi tertekan oleh plunger, dan dipompa melalui delivery valve ke common-rail.

13. Pompa suplai Regulasi Tekanan Bahan bakar oleh Pompa Suplai Regulasi Tekanan Bahan Bakar oleh Supply Pump Mesin 2KD-FTV dan 1ND-TV Bahan bakar yag disuplai oleh feed pump ditarik melalui SCV (atau MPROP) dan check valve. Kemudian, ia dimampatkan oleh plunger, dan dipompa ke atas melalui check valve melalui delivery valve ke common-rail. Regulasi Tekanan Bahan Bakar oleh Supply Pump Mesin 2KD-FTV dan 1ND-TVBahan bakar yag disuplai oleh feed pump ditarik melalui SCV (atau MPROP) dan check valve. Kemudian, ia dimampatkan oleh plunger, dan dipompa ke atas melalui check valve melalui delivery valve ke common-rail.

14. Pompa suplai Regulasi Tekanan Bahan bakar oleh Pompa Suplai Regulasi Tekanan Bahan Bakar oleh Supply Pump Untuk meregulasi generasi tekanan bahan bakar, volume bahan bakar yang memasuki supply pump diregulasi dengan memvariasikan waktu buka/tutup SCV atau MPROP. Regulasi Tekanan Bahan Bakar oleh Supply Pump Untuk meregulasi generasi tekanan bahan bakar, volume bahan bakar yang memasuki supply pump diregulasi dengan memvariasikan waktu buka/tutup SCV atau MPROP.

15. Common-rail Konstruksi Common-rail Konstruksi Common-rail Common-rail menyimpan bahan bakar tekanan tinggi yagn telah dihasilkan oleh supply pump dan mendistribusikan bahan bakar melalui pipa injeksi ke injektor silinder. Karena bahan bakar berada pada kondisi tekanan yang sangat tinggi, dibutuhkan kehati-hatian untuk mencegah kebocoran. Konstruksi Common-railCommon-rail menyimpan bahan bakar tekanan tinggi yagn telah dihasilkan oleh supply pump dan mendistribusikan bahan bakar melalui pipa injeksi ke injektor silinder.Karena bahan bakar berada pada kondisi tekanan yang sangat tinggi, dibutuhkan kehati-hatian untuk mencegah kebocoran.

16. Common-rail Konstruksi Common-rail Konstruksi Common-rail Fuel pressure sensor Mendeteksi tekanan pada rail dan memasoknya kembali ke ECU. Konstruksi Common-rail Fuel pressure sensorMendeteksi tekanan pada rail dan memasoknya kembali ke ECU.

17. Common-rail Konstruksi Common-rail Konstruksi Common-rail Pressure limiter Pada kasus kegagalan sistem dimana tekanan pada common-rail naik hingga level tidak normal, katup ini membuka untuk melepaskan tekanan kembali ke tangki bahan bakar.Konstruksi Common-rail Pressure limiterPada kasus kegagalan sistem dimana tekanan pada common-rail naik hingga level tidak normal, katup ini membuka untuk melepaskan tekanan kembali ke tangki bahan bakar.

18. Common-rail Konstruksi Common-rail Konstruksi Common-rail Mesin 2KD-FTV Konstruksi Common-railMesin 2KD-FTV

19. Common-rail Konstruksi Common-rail Konstruksi Common-rail Mesin 1ND-TV Regulator tekanan bahan bakar menerima sinyal dari ECU mesin dan menyesuaikan tekanan bahan bakar di dalam common-rail. Konstruksi Common-railMesin 1ND-TV Regulator tekanan bahan bakar menerima sinyal dari ECU mesin dan menyesuaikan tekanan bahan bakar di dalam common-rail.

20. Injektor Pandangan Umum Injektor Pandangan Umum Injektor Sinyal dari ECU dikuatkan oleh EDU untuk mengoperasikan injektor. Tegangan tinggi yang digunakan terutama ketika katup terbuka untuk membuka slang. Volume dan waktu injeksi dikontrol dengan menyesuaikan waktu buka dan tutup injektor, seperti pada sistem EFI mesin bensin. Pandangan Umum Injektor Sinyal dari ECU dikuatkan oleh EDU untuk mengoperasikan injektor. Tegangan tinggi yang digunakan terutama ketika katup terbuka untuk membuka slang. Volume dan waktu injeksi dikontrol dengan menyesuaikan waktu buka dan tutup injektor, seperti pada sistem EFI mesin bensin.

21. Injektor Konstruksi Injektor Konstruksi Injektor Konstruksi Injektor

22. Injektor Resistor Koreksi Injektor Resistor Koreksi Injektor Dengan intrval injeksi yang sama, varian mekanis akan menyebabkan volume injeksi dari injektor ke injektor berbeda. Agar ECU dapat mengoreksi varian ini, injektor dilengkapi resistor koreksi untuk tiap injektor. Berdasarkan ini untuk masing-masing yang diterima dari tiap resistor koreksi, ECU mengoreksi varian pada volume injeksi di antara injektor. Resistor-resistor koreksi ini diberikan agar ECU dapat mengenali injektor, dan tidak terkoneksi ke rangkaian injektor. PETUNJUK: Resistor koreksi, seperti tertulis, tidak ditempelkan ke injektor 1ND-TV E/G. Tiga tipe injektor digunakan berdasarkan perbedaan voluime injeksi, dan nomor identifikasi (A, B, C) ditempelkan di atas tiap injektor. Resistor Koreksi Injektor Dengan intrval injeksi yang sama, varian mekanis akan menyebabkan volume injeksi dari injektor ke injektor berbeda. Agar ECU dapat mengoreksi varian ini, injektor dilengkapi resistor koreksi untuk tiap injektor. Berdasarkan ini untuk masing-masing yang diterima dari tiap resistor koreksi, ECU mengoreksi varian pada volume injeksi di antara injektor. Resistor-resistor koreksi ini diberikan agar ECU dapat mengenali injektor, dan tidak terkoneksi ke rangkaian injektor. PETUNJUK:Resistor koreksi, seperti tertulis, tidak ditempelkan ke injektor 1ND-TV E/G.Tiga tipe injektor digunakan berdasarkan perbedaan voluime injeksi, dan nomor identifikasi (A, B, C) ditempelkan di atas tiap injektor.

23. Injektor Cara kerja Injektor Cara Kerja Injektor 1. Sebelum operasi Bahan bakar yang telah dipasok dari common-rail berpisah ke dalam ruang kontrol dan bagian bawah jarum. Pada kondisi ini, jarum didorong ke bawah oleh tekanan pada ruang kontrol dan oleh pegas, dan slang tetap tertutup. 2. Saat katup solenoid terbuka Ketika tegangan aktuator diberikan ke ECU-ECU, katup solenoid membuka dan tekanan pada ruang kontrol berkurang. 3. Saat jarum terbuka Karena operasi di lubang, tekanan pada dasar jarum tetap tinggi, dan slang membuka untuk menginjeksi bahan bakar. 4. Saat katup solenoid tertutup Saat tegangan yang diberikan ke ECU-ECU berakhir, gaya pegas menyebabkan katup solenoid tertutup dan tekanan pada ruang kontrol naik lagi. 5. Ketika jarum tertutup Akibat tekanan pada ruang kontrol dan gaya pegas, jarum turun dan menutup slang untuk mengakhiri injeksi. Cara Kerja Injektor 1. Sebelum operasi Bahan bakar yang telah dipasok dari common-rail berpisah ke dalam ruang kontrol dan bagian bawah jarum. Pada kondisi ini, jarum didorong ke bawah oleh tekanan pada ruang kontrol dan oleh pegas, dan slang tetap tertutup. 2. Saat katup solenoid terbuka Ketika tegangan aktuator diberikan ke ECU-ECU, katup solenoid membuka dan tekanan pada ruang kontrol berkurang. 3. Saat jarum terbuka Karena operasi di lubang, tekanan pada dasar jarum tetap tinggi, dan slang membuka untuk menginjeksi bahan bakar. 4. Saat katup solenoid tertutup Saat tegangan yang diberikan ke ECU-ECU berakhir, gaya pegas menyebabkan katup solenoid tertutup dan tekanan pada ruang kontrol naik lagi. 5. Ketika jarum tertutup Akibat tekanan pada ruang kontrol dan gaya pegas, jarum turun dan menutup slang untuk mengakhiri injeksi.

24. Petunjuk Servis Peringatan saat Melepas dan Memasang Kembali Peringatan Saat Melepas dan Memasang Kembali Sistem common-rail terdiri dari bagian presisi dan menggunakan bahan bakar yang mendapat tekanan tinggi. Karena itu, kita harus sangat hati-hati untuk menjaga agar partikel asing tidak masuk ke dalam sistem. 1.Bersihkan dan cuci secara menyeluruh area kerja untuk menghilangkan debu atau karat sebelum membongkar part manapun untuk mencegah interior sistem bahan bakar terkontaminasi selama membongkar. 2.Simpan part di dalam kantong plastik untuk mencegah kontaminasi dan untuk melindungi permukaan dari kerusakan selama penyimpanan. 3.Bersihkan bagian secara menyeluruh sebelum merakit, pastikan permukaan bebas dari partikel asing seperti debu atau sisa-sisa kotoran. Peringatan Saat Melepas dan Memasang Kembali Sistem common-rail terdiri dari bagian presisi dan menggunakan bahan bakar yang mendapat tekanan tinggi. Karena itu, kita harus sangat hati-hati untuk menjaga agar partikel asing tidak masuk ke dalam sistem. 1.Bersihkan dan cuci secara menyeluruh area kerja untuk menghilangkan debu atau karat sebelum membongkar part manapun untuk mencegah interior sistem bahan bakar terkontaminasi selama membongkar. 2.Simpan part di dalam kantong plastik untuk mencegah kontaminasi dan untuk melindungi permukaan dari kerusakan selama penyimpanan. 3.Bersihkan bagian secara menyeluruh sebelum merakit, pastikan permukaan bebas dari partikel asing seperti debu atau sisa-sisa kotoran.

25. Petunjuk Servis Pemasangan Pipa Injeksi Pemasangan Pipa Injeksi Perhatikan peringatan yang diberikan untuk memasang pipa injeksi. 1.Untuk memasang kembali part ke posisi awalnya, cuci pipa injeksi dan pastikan bahwa permukaan tertutupnya bebas dari partikel asing atau serpihan-serpihan sebelum memasang. 2.Karena pipa injeksi tidak bisa mengakomodir perubahan barisan yang berlebih, perubahan pada kombinasi bagian yang dipasang harus dihindari. (Pipa tidak boleh digunakan kembali pada mesin yang berbeda, urutan silinder pada injektor tidak boleh diubah.) 3.Untuk alasan yang sama, juga ganti pipa dengan bagian yang baru apabila bagian yang mempengaruhi pemasangan harus diganti. Kondisi dimana pipa injeksi harus diganti: Ketika injektor atau common-rail diganti. Kondisi dimana pipa inlet bahan bakar harus diganti: Ketika supply pump atau common-rail diganti. Pemasangan Pipa Injeksi Perhatikan peringatan yang diberikan untuk memasang pipa injeksi. 1.Untuk memasang kembali part ke posisi awalnya, cuci pipa injeksi dan pastikan bahwa permukaan tertutupnya bebas dari partikel asing atau serpihan-serpihan sebelum memasang. 2.Karena pipa injeksi tidak bisa mengakomodir perubahan barisan yang berlebih, perubahan pada kombinasi bagian yang dipasang harus dihindari.(Pipa tidak boleh digunakan kembali pada mesin yang berbeda, urutan silinder pada injektor tidak boleh diubah.) 3.Untuk alasan yang sama, juga ganti pipa dengan bagian yang baru apabila bagian yang mempengaruhi pemasangan harus diganti. Kondisi dimana pipa injeksi harus diganti:Ketika injektor atau common-rail diganti. Kondisi dimana pipa inlet bahan bakar harus diganti:Ketika supply pump atau common-rail diganti.

26. Petunjuk Servis Pemeriksaan Kebocoran Bahan Bakar Pemeriksaan Kebocoran Bahan Bakar Periksa kebocoran bahan bakar setelah mengencangkan sambungan. Gunakan active mode pada tester genggam untuk meningkatkan tekanan bahan bakar untuk memeriksa kebocoran bahan bakar. Sebelum menyalakan mesin, mula-mula periksa kondisi rakitan. Kemudian, operasikan mesin pada kondisi idle untuk memeriksa kebocoran bahan bakar. Akhirnya lakukan active test. Untuk melakukan active test, pilih Fuel Leak Test pada mode active test di tester genggam. Apabila tester genggam tidak ada, tekan pedal gas sepenuhnya dengan cepat untuk mengakselerasi hingga putaran maksimal mesin, dan tahan selama 2 detik. Ulangi prosedur ini beberapa kali. Pemeriksaan Kebocoran Bahan Bakar Periksa kebocoran bahan bakar setelah mengencangkan sambungan. Gunakan active mode pada tester genggam untuk meningkatkan tekanan bahan bakar untuk memeriksa kebocoran bahan bakar. Sebelum menyalakan mesin, mula-mula periksa kondisi rakitan. Kemudian, operasikan mesin pada kondisi idle untuk memeriksa kebocoran bahan bakar. Akhirnya lakukan active test. Untuk melakukan active test, pilih Fuel Leak Test pada mode active test di tester genggam. Apabila tester genggam tidak ada, tekan pedal gas sepenuhnya dengan cepat untuk mengakselerasi hingga putaran maksimal mesin, dan tahan selama 2 detik. Ulangi prosedur ini beberapa kali.

27. Petunjuk Servis Pemeriksaan SCV Pemeriksaan SCV Periksa SCV Sebagai Berikut: Putus konektor SCV1 dan SCV2. Dengan menggunaka ohmmeter, ukur resistansi antara terminal seperti diperlihatkan. Resistansi yang ditentukan:1.5-1.7 pada 20 ?C (derajat Celsius), 68 ?F (derajat Fahrenheit) Apabila resistansi tidak sama dengan nilai yang ditentukan di atas, ganti pompa. Pemeriksaan SCV Periksa SCV Sebagai Berikut:Putus konektor SCV1 dan SCV2. Dengan menggunaka ohmmeter, ukur resistansi antara terminal seperti diperlihatkan. Resistansi yang ditentukan:1.5-1.7 pada 20 ?C (derajat Celsius), 68 ?F (derajat Fahrenheit) Apabila resistansi tidak sama dengan nilai yang ditentukan di atas, ganti pompa.

28. Petunjuk Servis Common-rail Common-rail Common-rail, pressure limiter , dan fuel pressure sensor tidak boleh di pakai kembali. Baik pressure limiter maupun fuel pressure sensor dipaskan dengan plastis. Karenanya, sekali dilepas, harus diganti bersama dengan common-rail. PETUNJUK: Komponen ini tersedia sebagai bagian servis tunggal yang menyatu. Common-rail Common-rail, pressure limiter , dan fuel pressure sensor tidak boleh di pakai kembali. Baik pressure limiter maupun fuel pressure sensor dipaskan dengan plastis. Karenanya, sekali dilepas, harus diganti bersama dengan common-rail. PETUNJUK:Komponen ini tersedia sebagai bagian servis tunggal yang menyatu.

29. Petunjuk Servis Pemasangan Injektor Pemasangan Injektor Pemasangan injektor harus dilakukan dengan hati-hati. Dengan menggunakan bahan bakar diesel yang bersih, cuci permukaan tutup injektor dan pipa injektor sebelum memasang. Pastikan untuk mengikuti instruksi untuk pemasangan dalam Pedoman Reparasi sesuai dengan modelnya. Perhatikan sungguh-sungguh arah pemasangan injektor dan pengaturannya dengan kepala silinder. Pemasangan InjektorPemasangan injektor harus dilakukan dengan hati-hati. Dengan menggunakan bahan bakar diesel yang bersih, cuci permukaan tutup injektor dan pipa injektor sebelum memasang. Pastikan untuk mengikuti instruksi untuk pemasangan dalam Pedoman Reparasi sesuai dengan modelnya. Perhatikan sungguh-sungguh arah pemasangan injektor dan pengaturannya dengan kepala silinder.

30. Petunjuk Servis Prosedur tes Power Balance Prosedur tes Power Balance Dengan menggunakan active test mode pada tester genggam, tes ini dilakukan dengan mematikan injektor, satu silinder setiap kali. Karena bahan bakar dalam pipa mendapat tekanan sangat tinggi, jangan pernah menyalakan mesin pada saat gabungan pipa-pipa kendur. Bahan bakar diinjeksikan pada tekanan tinggi melalui injektor yang dikontrol secara elektronik. karena itu, tes bukaan tekanan atau tes pola semprotan untuk nozzle injeksi mesin diesel konvensional tidak berlaku untuk injektor ini. Prosedur tes Power BalanceDengan menggunakan active test mode pada tester genggam, tes ini dilakukan dengan mematikan injektor, satu silinder setiap kali. Karena bahan bakar dalam pipa mendapat tekanan sangat tinggi, jangan pernah menyalakan mesin pada saat gabungan pipa-pipa kendur. Bahan bakar diinjeksikan pada tekanan tinggi melalui injektor yang dikontrol secara elektronik. karena itu, tes bukaan tekanan atau tes pola semprotan untuk nozzle injeksi mesin diesel konvensional tidak berlaku untuk injektor ini.

31. Pompa suplai Aliran bahan bakar Pompa Suplai Aliran Bahan Bakar Supply Pump Mesin 1ND-TV Supply pump yang digunakan pada mesin 1ND-TV memiliki tiga plunger (lihat gambar di kiri.), dan mengirimkan bahan bakar ke common-rail dengan memompa bahan bakar ke dalam lalu keluar secara bergantian. Proses ini pada dasarnya sama dengan pada 2KD-FTV kecuali bahwa 1ND-TV menggunakan tiga plunger. Mesin 1ND-TV juga mengontrol volume yang ditarik ke dalam plunger dengan MPROP (Magnetic Proportional Valve), yang memiliki fungsi yang sama dengan fungsi SCV (Suction Control Valve). Aliran Bahan Bakar Supply Pump Mesin 1ND-TV Supply pump yang digunakan pada mesin 1ND-TV memiliki tiga plunger (lihat gambar di kiri.), dan mengirimkan bahan bakar ke common-rail dengan memompa bahan bakar ke dalam lalu keluar secara bergantian. Proses ini pada dasarnya sama dengan pada 2KD-FTV kecuali bahwa 1ND-TV menggunakan tiga plunger. Mesin 1ND-TV juga mengontrol volume yang ditarik ke dalam plunger dengan MPROP (Magnetic Proportional Valve), yang memiliki fungsi yang sama dengan fungsi SCV (Suction Control Valve).

32. Pompa suplai Kontrol SCV Pompa Suplai Kontrol SCV Supply Pump SCV beroperasi dibawah kontrol duty-cycle ECU. Pada saat yang sama, kontrol arus dipengaruhi untuk membatasi jumlah arus listrik yang mengalir selama periode ON, sehingga menjaga kumparan pada SCV dari kerusakan. Kontrol SCV Supply Pump SCV beroperasi dibawah kontrol duty-cycle ECU. Pada saat yang sama, kontrol arus dipengaruhi untuk membatasi jumlah arus listrik yang mengalir selama periode ON, sehingga menjaga kumparan pada SCV dari kerusakan.

33. Common-rail Cara Kerja Pembatas Tekanan Cara Kerja Pressure Limiter Pressure limiter beroperasi secara mekanik untuk melepaskan tekanan apabila tekanan pada common-rail naik ke level yang tidak normal. Cara Kerja Pressure Limiter Pressure limiter beroperasi secara mekanik untuk melepaskan tekanan apabila tekanan pada common-rail naik ke level yang tidak normal.

34. Common-rail Cara kerja Katup Pelepas Tekanan/Regulator Tekanan Cara Kerja Pressure Discharge Valve /Pressure Regulator Saat tekanan pada common-rail menjadi lebih dari target tekanan, pressure discharge valve menerima sinyal dari ECU mesin, untuk membuka katup dan mengirim kembali bahan bakar ke tangki bahan bakar agar tekanan dapat kembali ke tekanan target. Pada tekanan target (common-rail atau tekanan injeksi) Tekanan bahan bakar overtarget (common-rail atau tekanan injeksi) PETUNJUK: Pressure regulator bahan bakar 1ND-TV E/G memiliki penampilan yang berbeda, tetapi memiliki fungsi yang sama. Cara Kerja Pressure Discharge Valve /Pressure Regulator Saat tekanan pada common-rail menjadi lebih dari target tekanan, pressure discharge valve menerima sinyal dari ECU mesin, untuk membuka katup dan mengirim kembali bahan bakar ke tangki bahan bakar agar tekanan dapat kembali ke tekanan target. Pada tekanan target (common-rail atau tekanan injeksi) Tekanan bahan bakar overtarget (common-rail atau tekanan injeksi) PETUNJUK: Pressure regulator bahan bakar 1ND-TV E/G memiliki penampilan yang berbeda, tetapi memiliki fungsi yang sama.

35. Common-rail Cara kerja Katup Pelepas Tekanan/Regulator Tekanan Cara Kerja Katup Pressure Discharge Valve / Pressure Regulator Saat tekanan pada common-rail menjadi lebih dari target tekanan, pressure discharge valve menerima sinyal dari ECU mesin, untuk membuka katup dan mengirim kembali bahan bakar ke tangki bahan bakar agar tekanan dapat kembali ke tekanan target. Pada tekanan target (common-rail atau tekanan injeksi) Tekanan bahan bakar overtarget (common-rail atau tekanan injeksi) PETUNJUK: Pressure regulator bahan bakar 1ND-TV E/G memiliki penampilan yang berbeda, tetapi memiliki fungsi yang sama. Cara Kerja Katup Pressure Discharge Valve / Pressure Regulator Saat tekanan pada common-rail menjadi lebih dari target tekanan, pressure discharge valve menerima sinyal dari ECU mesin, untuk membuka katup dan mengirim kembali bahan bakar ke tangki bahan bakar agar tekanan dapat kembali ke tekanan target. Pada tekanan target (common-rail atau tekanan injeksi) Tekanan bahan bakar overtarget (common-rail atau tekanan injeksi) PETUNJUK: Pressure regulator bahan bakar 1ND-TV E/G memiliki penampilan yang berbeda, tetapi memiliki fungsi yang sama.

36. Common-rail Cara kerja Katup Pelepas Tekanan/Regulator Tekanan Cara Kerja Katup Pressure Discharge Valve / Pressure Regulator Saat tekanan pada common-rail menjadi lebih dari target tekanan, pressure discharge valve menerima sinyal dari ECU mesin, untuk membuka katup dan mengirim kembali bahan bakar ke tangki bahan bakar agar tekanan dapat kembali ke tekanan target. Pada tekanan target (common-rail atau tekanan injeksi) Tekanan bahan bakar overtarget (common-rail atau tekanan injeksi) PETUNJUK: Pressure regulator bahan bakar 1ND-TV E/G memiliki penampilan yang berbeda, tetapi memiliki fungsi yang sama. Cara Kerja Katup Pressure Discharge Valve / Pressure Regulator Saat tekanan pada common-rail menjadi lebih dari target tekanan, pressure discharge valve menerima sinyal dari ECU mesin, untuk membuka katup dan mengirim kembali bahan bakar ke tangki bahan bakar agar tekanan dapat kembali ke tekanan target. Pada tekanan target (common-rail atau tekanan injeksi) Tekanan bahan bakar overtarget (common-rail atau tekanan injeksi) PETUNJUK: Pressure regulator bahan bakar 1ND-TV E/G memiliki penampilan yang berbeda, tetapi memiliki fungsi yang sama.

37. Common-rail Konstruksi Injektor Cara Kerja Katup Pressure Discharge Valve / Pressure Regulator Saat tekanan pada common-rail menjadi lebih dari target tekanan, pressure discharge valve menerima sinyal dari ECU mesin, untuk membuka katup dan mengirim kembali bahan bakar ke tangki bahan bakar agar tekanan dapat kembali ke tekanan target. Pada tekanan target (common-rail atau tekanan injeksi) Tekanan bahan bakar overtarget (common-rail atau tekanan injeksi) PETUNJUK: Pressure regulator bahan bakar 1ND-TV E/G memiliki penampilan yang berbeda, tetapi memiliki fungsi yang sama. Cara Kerja Katup Pressure Discharge Valve / Pressure Regulator Saat tekanan pada common-rail menjadi lebih dari target tekanan, pressure discharge valve menerima sinyal dari ECU mesin, untuk membuka katup dan mengirim kembali bahan bakar ke tangki bahan bakar agar tekanan dapat kembali ke tekanan target. Pada tekanan target (common-rail atau tekanan injeksi) Tekanan bahan bakar overtarget (common-rail atau tekanan injeksi) PETUNJUK: Pressure regulator bahan bakar 1ND-TV E/G memiliki penampilan yang berbeda, tetapi memiliki fungsi yang sama.

38. Common-rail Cara kerja Katup Pelepas Tekanan/Regulator Tekanan Cara Kerja Katup Pressure Discharge Valve / Pressure Regulator Saat tekanan pada common-rail menjadi lebih dari target tekanan, pressure discharge valve menerima sinyal dari ECU mesin, untuk membuka katup dan mengirim kembali bahan bakar ke tangki bahan bakar agar tekanan dapat kembali ke tekanan target. Pada tekanan target (common-rail atau tekanan injeksi) Tekanan bahan bakar overtarget (common-rail atau tekanan injeksi) PETUNJUK: Pressure regulator bahan bakar 1ND-TV E/G memiliki penampilan yang berbeda, tetapi memiliki fungsi yang sama. Cara Kerja Katup Pressure Discharge Valve / Pressure Regulator Saat tekanan pada common-rail menjadi lebih dari target tekanan, pressure discharge valve menerima sinyal dari ECU mesin, untuk membuka katup dan mengirim kembali bahan bakar ke tangki bahan bakar agar tekanan dapat kembali ke tekanan target. Pada tekanan target (common-rail atau tekanan injeksi) Tekanan bahan bakar overtarget (common-rail atau tekanan injeksi) PETUNJUK: Pressure regulator bahan bakar 1ND-TV E/G memiliki penampilan yang berbeda, tetapi memiliki fungsi yang sama.

39. Injektor Tipe-tipe Injektor Koreksi untuk 1CD-FTV E/G Tipe-tipe Injektor Koreksi untuk 1CD-FTV E/G Ada 25 tipe injektor seperti ditunjukkan di bawah, masing-masing dilengkapi resistor koreksi yang berbeda. Ketika menggantikan injektor, EU secara otomatis membuat koreksi bahan bakar yang sesuai, sehingga tidak perlu untuk menggantikannya dengan yang memiliki resistansi koreksi yang sama. Tipe-tipe Injektor Koreksi untuk 1CD-FTV E/GAda 25 tipe injektor seperti ditunjukkan di bawah, masing-masing dilengkapi resistor koreksi yang berbeda. Ketika menggantikan injektor, EU secara otomatis membuat koreksi bahan bakar yang sesuai, sehingga tidak perlu untuk menggantikannya dengan yang memiliki resistansi koreksi yang sama.

40. Petunjuk Servis Kondisi Pipe Fitting Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

41. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

42. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

43. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

44. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

45. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

46. Petunjuk Servis Kondisi Pipe Fitting Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

47. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

48. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

49. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

50. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

51. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

52. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

53. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

54. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

55. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

56. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

57. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

58. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

59. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

60. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

61. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

62. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

63. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

64. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

65. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

66. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

67. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

68. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

69. Petunjuk Servis Kondisi Pipe Fitting Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.

70. Petunjuk Servis Kondisi Pipe Fitting Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi. Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar. Kondisi Pipe Fitting Sistem common-rail EFI-diesel menjaga bahan bakar pada tekanan sangat tinggi.Area dimana pipa dan bagian dihubungkan menggunakan tipe gabungan pipa yang ditutup dengan mengubah permukaan tertutupnya. Untuk ini, apabila injektor, common-rail, atau supply pump diganti, pipa juga harus diganti karena permukaannya telah berganti. Kegagalan mengganti pipa akan menyebabkan kebocoran bahan bakar.


Other Related Presentations

Copyright © 2014 SlideServe. All rights reserved | Powered By DigitalOfficePro