1 / 17

Slide X ~ Antenna & Propagasi

Slide X ~ Antenna & Propagasi. Antenna – Bagaimana Cara Kerjanya ?. Antenna dapat didefinisikan sebagai konduktor elektrik atau suatu sistem konduktor elektrik yang digunakan baik untk meradiasikan energi elektromagnetik atau untuk mengumpulkan energi elektromagnetik.

shay-farmer
Download Presentation

Slide X ~ Antenna & Propagasi

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Slide X ~ Antenna & Propagasi

  2. Antenna – Bagaimana Cara Kerjanya ? Antenna dapat didefinisikan sebagai konduktor elektrik atau suatu sistem konduktor elektrik yang digunakan baik untk meradiasikan energi elektromagnetik atau untuk mengumpulkan energi elektromagnetik. Untuk transmisi suatu sinyal, energi listrik frekuensi radio dari pemancar diubah menjadi energi elektromagnetik oleh antena dan diradiasikan ke lingkungan sekeliling. Untuk penerimaan sinyal, energi elektromagnetik yang manjalari antena diubah menjadi energi elektik frekuensi radio dan dimasukan ke penerima.

  3. Secara umum, terdapat 2-‘types’ dari antennae : • 1. Directional : • Antenajenisinimerupakanjenisantenadengan narrow beamwidth, yaitupunyasudutpemancaran yang kecildengandayalebihterarah, jaraknyajauhdantidakbisamenjangkau area yang luas, contohnya : antenaYagi, SektoraldanantenaParabolik. • Omni-Directional : • Antenna inimemilikisudutpancaran yang besar (wide beamwidth), dengandayalebihmeluas, jarak yang lebihpendek, tetapidapatmelayanidaerah yang luas. • Omni antenna tidakdianjurkanpemakaianya, karenacakupan yang begituluas, sehinggadikhawatirkandapatmengumpulkansinyal yang lain yang menyebabkaninterferensi.

  4. Antenna Yagi Sangat cocok untuk jarak pendek. Pola pancaran antenna yagi jelas terlihat terarah dengan sudut tertentu yang memiliki gain tinggi dan pancaran lebih kuat pada bagian depan antenna, sedangkan pada bagian belakang tidak terdapat pancaran sinyal.

  5. Parabolic Digunakan untuk jarak menengah dan jauh.

  6. Sectoral Pada dasarnya adalah antenna directional, dapat dikonfigurasi dengan arah 450 hingga 1800

  7. Antenna Omni Dipakai untuk area cakupan yang luas.

  8. Model-model propagasi antena • Sinyal yang diradiasikan oleh antenna menjalar melaui satu dari beberapa model : • Gelombang bumi / ground wave • Gelombang langit / sky wave • Line of Sight

  9. Gelombang bumi • Kurang lebih menjalar mengikuti kontur bumi. • Frekuensi yang digunakan maksimal 2Mhz. • Contoh penggunaan adalah untuk radio AM.

  10. Gelombang langit / sky wave • Penggunaan model propagasi ini adalah seperti siaran radio international seperti BBC, dan Voices of America (VoA). • Sinyal dari antena bumi dipantulkan dari lapisan terionisasi ionosfer kemudian dipantulkan kembali ke bumi.

  11. Line of sight (1) • Menggunakan frekuensi diatas 30 Mhz. • Antena pemancar dan penerima harus berada pada garis pandang efektif antara satu dengan yang lainya.

  12. Line of sight (2) • Dalam komunikasi dengan menggunakan model propagasi LOS (Light-of-Sight), memiliki beberapa hambatan, yaitu : • Atenuasi • Free-space-loss • Noise (derau) • Penyerapan atmosferik • Multipath • Refraksi

  13. Line of sight (3) 1~Atenuasi Merupakan penurunan kekuatan suatu sinyal seiring dengan jarak yang dilalui. Sehingga dalam pelaksanaanya diperlukan amplifier untuk menguatkan sinyal tersebut. 2~free-space-loss Untuk model komunikasi wireless, sinyal akan ditransmisikan secara tersebar. Penyebaran ini juga mempengaruhi kekuatan sinyal yang diterima oleh antena penerima, meskipun tidak terdapat penghalang apapun.

  14. Line of sight (4) • 3~noise / derau • Pada transmisi wireless, sinyal yang diterima adalah terdiri dari sinyal yang dipancarkan, yang diubah oleh berbagai distorsi selama transmisi, ditambah dengan sinyal2x yang tidak diharapkan antara pemancar dan penerima. • Sinyal2x yang tidak diharapkan inilah yang disebut sebagai NOISE. • NOISE dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis : • Termal Noise (noise panas). • Noise Intermodulasi. • Crosstalk. • Impuls Noise.

  15. Line of sight (5) 4~penyerapan asmoferik Uap air dan oksigen merupakan faktor penyumbang atenuasi. Atanuasi puncak terjadi di sekitar 22 GHz akibat uap air, pada frekuensi di sekitar 15GHz, atuasi lebih kecil. Keberadaan oksigen menghasilkan penyerapan puncak di sekitar 60 GHz, tetapi kurang berpengaruh dibawah 30 GHz. Hujan dan kabut menyebabkan penyebaran gelombang-gelombang radio yang menghasilkan atenuasi.

  16. Line of sight (6) 5~multipath Dalam kasus penerimaan sinyal pada jaringan wireless, bisa jadi sinyal yang diterima tersebut merupakan sinyal pantulan. Sinyal pantulan ini dipantulkan oleh sesuatu yang pada dasarnya adalah rintangan.

  17. Line of sight (7) 6~refraksi Gelombang radio direfraksikan (dibengkokan) ketika gelombang tersebut berpropagasi melalui atmosfer. Refraksi disebabkan oleh kecepatan sinyal sesuai dengan ketinggian atau perubahan lain dalam keadaan atmosfer. Normalnya, kecepatan sinyal bertambah di ketinggian dan terbengkokan di atmosfer rendah.

More Related