1 / 21

Aria Gusti, SKM, M.Kes http://ariagusti.wordpress.com

Aria Gusti, SKM, M.Kes http://ariagusti.wordpress.com. KONSEP PENYEBAB DAN PROSES TIMBULNYA PENYAKIT ‏. Proses terjadinya penyakit merupakan hasil interaksi antara : Agen (faktor penyebab penyakit) ‏ Manusia sebagai penjamu atau host ; dan

shanna
Download Presentation

Aria Gusti, SKM, M.Kes http://ariagusti.wordpress.com

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Aria Gusti, SKM, M.Kes http://ariagusti.wordpress.com KONSEP PENYEBAB DAN PROSES TIMBULNYA PENYAKIT‏

  2. Proses terjadinya penyakit merupakan hasil interaksi antara : Agen (faktor penyebab penyakit)‏ Manusia sebagai penjamu atau host; dan Faktor Lingkungan/Environtment yang mendukung Ketiganya disebut Trias Penyebab Penyakit The Epidemiological Triad

  3. Trias Penyebab Penyakit Penyakit disebabkan adanya interaksi antara agenpenyebab penyakit dengan manusia yang rentan dan didukung oleh keadaan lingkungan yang sesuai

  4. Trias 1 – Faktor Agen Agen sebagai penyebab penyakit dapat berupa unsur hidup atau mati, terdiri atas 5 kelompok : • Agen biologis virus, bakteri, protozoa, jamur, cacing, dan insekta. • Agen kimiawi dari luar tubuh (zat racun, obat, senyawa kimia) dan dari dalam tubuh (ureum, kolesterol)‏

  5. Faktor Agen (2)‏ • Agen Fisika panas (luka bakar), irisan, tikaman, pukulan, radiasi, dll • Agen Nutrisi Kekurangan atau kelebihan nutrisi seperti : Protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, dan air. • Agen Psikis Penyebab penyakit jiwa dan ggn tingkah laku

  6. Trias 2 – Faktor Host (penjamu)‏ • intrinsic factors yang mempengaruhi individu untuk terpapar, kepekaan (susceptibility), atau berespon terhadap agen penyebab penyakit • Cth : umur, sex, suku bangsa, dan perilaku adalah beberapa faktor yang menentukan risiko seseorang untuk terpapar terhadap agen. • Umur, komposisi gen, nutrisi, dan status imun adalah faktor2 yang mempengaruhi kepekaan dan respon individu terhadap agen.

  7. Trias 3 – Faktor Lingkungan extrinsic factors yang mempengaruhi agen dan peluang untuk terpapar. • Meliputi faktor fisika (e.g. iklim, karakteristik geologis)‏ • Faktor biologis (e.g. vectors – serangga yang menyebarkan agen); dan • faktor struktural (e.g. kepadatan rumah, dan akses terhadap pelayanan kesehatan dan sanitasi)‏

  8. KONSEP SEHAT SAKIT

  9. Konsep Sehat Sakit • Sehat adalah kesempurnaan fisik, mental, dan sosial bukan hanya bebas dari penyakit atau kelainan/cacat (WHO). • Sakit merupakan penyimpangan dari keadaan yang optimal. • Penyakit merupakan suatu proses gangguan fisologis (faal) tubuh, dan/ atau ggn psikologis (mental) maupun ggn tingkah laku (behaviour).

  10. Konsep Sehat Sakit • Seseorang dapat menjadi sakit apabila mengalami keterpaparan (exposured) terhadap agen (faktor penyebab) penyakit tertentu, baik scr langsung maupun tidak langsung. • Orang tersebut berada pada tingkat kerentanan tertentu. • Keterpaparan dipengaruhi pula oleh unsur lingkungan dan unsur penjamu.

  11. Kondisi keterpaparan Kerentanan (kekebalan)‏ Rentan Kebal Positif Sakit Tidak sakit Nagatif Tidak sakit Tidak sakit Konsep Sehat Sakit

  12. Peranan Faktor keterpaparan dan Kerentanan sangat penting dalam epidemiologi, karena : • Keduanya sangat erat hubungannya dengan faktor risiko terjadinya penyakit. Mereka yg memiliki keterpaparan dan kerentanan yang tinggi -> berisiko tinggi (high risk) untuk sakit. • Sangat penting untuk menghitung angka insidensi dan angka prevalensi. • Untuk menilai hasil akhir penyakit dalam masyarakat (cth : angka kematian, tingkat kesembuhan, dll). • Dalam penelitian epidemiologi, faktor kerentanan selalu diperhitungkan.

  13. Natural History of Desease

  14. Riwayat Alamiah Penyakit • Riwayat alamiah penyakit mengacu pada proses perkembangan penyakit pada individu dari waktu ke waktu dan di dalam hal tidak dilakukannya intervensi. • Pengetahuan tentang riwayat alamiah suatu penyakit membantu kita untuk memahami akibat dari penyakit dan pola tindakan, potensial intervensi, dan perbedaan tingkat pencegahan penyakit.

  15. Masa lanjut Sakit Masa awal sakit H A H A A H E E E RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT MASA PRE- PATHOGENESIS MASA PATHOGENESIS • Meninggal Masa penyembuhan • Kronis • Cacat • Sembuh HORIZON KLINIS Awal terjadi Sakit Waktu Tempat Orang Pergeseran keseimbangan Keseimbangan Interaksi

  16. Riwayat Alamiah Penyakit

  17. Riwayat Alamiah Penyakit (2)‏ • Proses penyakit dimulai dengan terpapar, atau lengkapnya penyebab yang cukup dari penyakit. Tanpa intervensi yang memadai, proses penyakit berakhir dengan kesembuhan, cacat, atau mati. • Cthnya, terpapar dengan virus flu pada individu yang peka menunjukkan tahapan subklinis penyakit. • Serangan demam kira2 10 hari (7-18 hari) setelah terpapar pertanda awal kinis dari penyakit. • Penyakit, walau bagaimana pun biasanya didiagnosa dalam 14 hari ketika ruam yang khas nampak dan penyakit mulai sembuh, untuk komplikasi seperti pneumoni, atau mati, tergantung pada host dan faktor lainnya

  18. Riwayat Alamiah Penyakit(3)‏ • Beberapa penyakit punya kemiripan riwayat alamiah, tapi rentang waktu dan manifestasi penyakit mungkin berbeda antar individu terkait dengan kehadiran faktor2 dari host (spt: imunitas dan umur) dan determinan lainnya. • Beberapa faktor mempengaruhi perkembangan suatu penyakit pada seseorang dan sama halnya dengan hasilnya. • Estimasi hasil pada individu, dipakai untuk menghitung riwayat alamiah penyakit dan faktor risiko lainnya, dikenal sebagai prognosis.

  19. Riwayat Alamiah Penyakit(4)‏ • Keadaan suatu penyakit bisa juga dimodifikasi pada titik manapun di (dalam) perkembangannya dengan tindakan pencegahan dan pengobatan. • Tahapan subklinis mengikuti pajanan biasa disebut incubation period (untuk penyakit infeksi) atau latency period (untuk penyakit kronis).

  20. Penerapan epidemiologi dalam kesehatan masyarakat • Pengkajian kesehatan komunitas dan penetapan prioritas • Evaluasi intervensi dan program2 kesehatan • Pencegahan penyakit dan promosi kesehatan • Peningkatan diagnosis, tindakan dan prognosis penyakit klinis

  21. Terima kasih

More Related