1 / 19

PAJAK BUMI DAN BANGUNAN

PAJAK BUMI DAN BANGUNAN. Muhammad Bahrul Ilmi , S.E Lecturer of Accounting Economic faculty Solo Business School – STIE Surakarta. TARIF. DASAR HUKUM. N J O P. D P P. SUBJEK. PERHITUNGAN. PENERIMAAN PBB. OBJEK. DASAR HUKUM.

rue
Download Presentation

PAJAK BUMI DAN BANGUNAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PAJAK BUMI DAN BANGUNAN Muhammad BahrulIlmi, S.E Lecturer of Accounting Economic faculty Solo Business School – STIE Surakarta

  2. TARIF DASAR HUKUM N J O P D P P SUBJEK PERHITUNGAN PENERIMAAN PBB OBJEK

  3. DASAR HUKUM DasarhukumPajakBumidanBangunanadalahUndang-undangNo 12 tahun 1985 sebagaimanatelahdiubahdenganUndang-undang No 12 tahun 1994 Next

  4. ASAS PAJAK BUMI DAN BANGUNAN • MemberikanKemudahandanKesederhanaan • AdanyakepastianHukum • Mudahdimengertidanadil • Menghindaripajakberganda Next

  5. NJOP( NilaiJualObjekPajak ) Adalahharga rata-rata yang diperolehdaritransaksijual-beli yang terjadisecarawajardanbilamanatidakterdapattransaksijualbeli, makaNilaiJualObjekPajakditentukanmelalauiperbandinganhargadenganobjek lain yang sejenis, ataunilaiperolehanbaru, atauNilaiJualObjekPajakPengganti Next

  6. SUBJEK PAJAK Subyek Pajak adalah orang pribadi atau badan yangsecara nyata: • Mempunyaisuatuhak atas bumi, dan atau; • Memperoleh manfaat atas bumi, dan atau; • Memiliki bangunan, dan atau; • Menguasai bangunan, dan atau; • Memperoleh manfaat atas bangunan. Next

  7. OBJEK PAJAK Yang menjadiObjekPajak adalahBumidanatauBangunan KlasifikasiPajakbumidanBangunanadalahpengelompokanbumidanbangunanmenurutnilaijualnyadandigunakansebagaipedoman, sertaunutkmemudahkanperhitunganpajak yang tertutang. Next

  8. KlasifikasiBumi / tanahmemperhatikanfaktor-faktorsebagaiberikut • Letak • Peruntukan • Pemanfaatan • KondisiLingkungan Next

  9. KlasifikasiBangunanmemperhatikanfaktor-faktorsebagaiberikut • Bahan yang digunakan • Rekayasa • Letak • KondisiLingkungan Next

  10. KECUALI … 1. Digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum dibidang ibadah, sosial,kesehatan, pendidikan dan kebudayaan nasional yang tidak dimaksudkan untuk memperolehkeuntungan, seperti mesjid, gereja, rumah sakit pemerintah, sekolah, panti asuhan, candi, danlain-lain, 2. Digunakan untuk kuburan, peninggalan purbakala atau yang sejenis dengan itu. Next

  11. KECUALI … (1) 3.Merupakan hutan lindung, suaka alam, hutan wisata, taman nasional, tanah penggembalaanyang dikuasai oleh desa, dan tanah negara yang belum dibebani suatu hak. 4.Digunakan oleh perwakilan diplomatik berdasarkan asas perlakuan timbal balik. 5. Digunakan oleh badan dan perwakilan organisasi internasional yang ditentukan oleh Menteri Keuangan. Next

  12. Besarnya tarif PBB adalah 0,5% (lima per sepuluhpersen) Next

  13. Dasar pengenaan PBB adalah “Nilai Jual Objek Pajak (NJOP)”. NJOP ditetapkan perwilayahberdasarkan keputusan Menteri Keuangan dengan mendengar pertimbangan gubernur sertamemperhatikan: • Harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar; • Perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis yang letaknya berdekatan danfungsinya sama dan telah diketahui harga jualnya; • Nilai perolehan baru; • Penentuan Nilai Jual Objek Pajak pengganti. Next

  14. DASAR PERHITUNGAN Dasar penghitungan PBB adalah Nilai Jual Kena Pajak (NJKP) 1. 40 % (empatpuluhpersen) dari NJOP untuk ; a. Objek pajak perkebunan b. Objek pajak kehutanan c. Objek pajak lainnya (pedesaan dan perkotaan): apabila NJOP-nya > Rp. l .000.000.000,00 Next

  15. DASAR PERHITUNGAN … 2. 20 % (Duapuluhpersen) dari NJOP untuk ; a. Objek pajak pertambangan b. Objek pajak lainnya (pedesaan dan perkotaan): apabila NJOP-nya < Rp. l .000.000.000,00 Next

  16. Rumus penghitungan PBB : = Tarif x NJKP = 0,5 % x (Prosentase NJKP x (NJOP-NJOPTKP) Next

  17. CONTOH Bapak Budi memilikisebidangtanahdanbangunandiDesatertek, kota Pare kabupaten Kediri, jawatimur, tanahdanbangunantersebutmemiliki NJOP Rp. 30.000.000 dan NJOPTKP di Kota Pare sebesarRp. 12.000.000. Makaberapabesarnyapajak yang terutangadalah ? Next

  18. PBB dibagiantaraPemerintahPusatdan Daerah denganImbangansbb : • 10% pemerintahPusat • 1. 65 % dibagaimeratakeseluruhdaerahkabupatendankota • 2. 35 % dibagikekabupatendankotadlmsektortertentu Next

  19. 90% Daerah, denganrincian : • 16,2% untukprovinsi • 64,8% untukkabupaten/kota • 9% biayapemungutan Next

More Related