1 / 39

TATA SURYA

TATA SURYA. Indikator. Kompetensi Dasar. Materi. Standart Kompetensi. Daftar Pustaka. Simulasi. Quis. STANDAR KOMPETENSI. Memahami dan medeskripsikan karakteristik sistem tat surya. KOMPETENSI DASAR. Mampu mendeskripsikan karakteristik sistem tata surya

palila
Download Presentation

TATA SURYA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. TATA SURYA

  2. Indikator Kompetensi Dasar Materi Standart Kompetensi Daftar Pustaka Simulasi Quis

  3. STANDAR KOMPETENSI • Memahami dan medeskripsikan karakteristik sistem tat surya

  4. KOMPETENSI DASAR • Mampu mendeskripsikan karakteristik sistem tata surya • Mampu mendeskripsikan matahari sebagai pusat tata surya • Mampu menjelaskan perbedaan komet, meteor, meteoroid, serta asteroid • Mampu menjelaskan bumi sebagai salah satu planet dan bulan sebagai satelit serta pengaruh interaksinya.

  5. INDIKATOR • Mengetahui orbit anggota tata surya dalam mengitari matahari • Mengetahui pengaruh dan manfaat matahari sebagai pusat tata surya, bumi sebagai salah satu planet serta bulan sebagai satelit • Mengetahui terjadinya gerhana bulan dan gerhana matahari

  6. TATA SURYA METEOR MATAHARISEBAGAIPUSATTATASURYA ASTEROID PLANET KOMET SATELIT Bumi sebagai planet Matahari Rotasi bumi Susunan lapisan Matahari Bulan Sebagai Satelit Revolusi bumi Perbutaran bulan Pasang surut air laut Gerhana

  7. Tata Surya Sistem tata surya terdiri atas Delapan planet dan bulannya Benda-benda kecil antar planet : asteroid, komet, dan meteroid.

  8. MatahariSebagai Pusat Tata Surya Teori Geosentris menganggap bahwa bumi sebagai pusat alam semesta yang dalam keadaan diam sedangkan planet-planet lain bergerak mengitarinya. Teori Heliosentris berpendapat bahwa matahari merupakan pusat tata surya dan benda-benda di langit berputar mengitarinya. Lalu diperkuat oleh Johanes Kepler dengan hukum Kepler.

  9. Hukum I Kepler Hukum I Kepler “Setiap planet bergerak dalam orbit elips mengitari matahari, dengan matahai sebagai salah satu titik fokus elips” Posisi planet paling dekat dengan matahari disebut perihelium. Posisi planet paling jauh dengan matahari disebut aphelium. M P A

  10. Hukum II Kepler “Dalam selang waktu yang sama, luas juring yang disapu oleh planet adalah sama”. Busur AB, BC, CD, DE, EF, dan AF ditempuh planet dalam waktu yang sama. Maka juring ABM = BMC = CMD = DME = EMF = FMA. Maka kelajuan planet pada orbitnya bertambah besar ketika mendekati matahari dan bertambah kecil ketika menjauhi matahari. • A • F • E M • B • D

  11. PLANET Planet merupakan benda gelap yang dapat dilihat karena karena sebagian sinar matahari yang dipantulkan oleh planet mengenai mata kita. Ada delapan planet yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus.

  12. PLANET

  13. SATELIT Benda langit yang bergerak mengelilingi planet dan bersama-sama planet itu bergerak mengelilingi matahari. Satelit alamiah disebut juga bulan planet. Bumi mempunyai satu satelit alamiah yaitu bulan, sedangkan planet yang tidak mempunyai bulan adalah Merkurius dan Venus.

  14. KOMET Benda langit yang tersusun oleh batuan es sangat padat dan debu, ketika mendekati matahari mengeluarkan gas yang berbentuk kepala bercahaya dengan semburan ke arah belakang sehingga terlihat seperti ekor. Biasa disebut juga dengan bintang berekor

  15. Meteor dan Meteroid Meteroid (bintang beralih) adalah artikel-partikel padat dan kecil dengan orbit tidak teratur. Karena orbitnya tidak teratur, kadang-kadang meteroid terperangkap masuk ke atmosfer bumi dan menyebabkan terjadi gesekan dengan udara pada kecepatan 60-70 km/sekon. Akibatnya, partikel padat tersebut terbakar dan berpijar, yang demikian disebut meteor. Meteor yang tidak habis terbakar dan jatuh di bumi berbentuk batu disebut meteorit. Tempat jatuhnya meteorit berbentuk kawah yang disebut astroblemen.

  16. “Disebut planetoid karena jika di gabungkan massanya 1/3000 massa bumi” ASTEROID • Asteroid (palnetoid) berupa bongkah batuan yang terdapat dalam sabuk asteroid, antara mars dan yupiter. • Terdapat kira-kira 100 ribu asteroid dalam sabuk asteroid. • Asteroid membentuk gugusan planet-planet kecil dengan orbit berbentuk lingkaran dengan kala revolusi antara 4 s/d 6 tahun.

  17. Matahari Bintang adalah benda langit yang dapat memancarkan cahayanya sendiri. Contohnya matahari. Suhu matahari sangat tinggi yaitu 5400°C. Materi matahari berupa gas pijar yang disebut plasma. Ukuran matahari diperkirakan 1.300.000. Matahari bukan bintang yang paling besar, tetapi bintang yang paling dekat dengan bumi.

  18. SUSUNAN LAPISAN MATAHARI Inti Matahariadalah tempat berlangsungnya reaksi fusi hidrogen menjadi inti helium. Suhunya diperkirakan mencapai 15 juta kelvin. Fotosfera bagian permukaan matahari, disebut juga lapisan cahaya. Suhunya kira-kira 6.000 kelvin. Kromosfera tersusun dari lapisan gas hidrogen. Suhunya ±4.000 s/d 10.000 kelvin. Lapisan ini dapat terlihat saat terjadi gerhana matahari. Korona mengandung gas yang sangat tipis bersuhu ± 1 juta kelvin. Korona berwarna abu-abu. Lapisan ini dapat terlihat saat gerhana matahari berupa lingkaran putih yang mengelilingi matahari.

  19. BUMI Massa jenis rata-rata bumi kira-kira 5500 kg/m kubik. Bumi adalah salah satu planet dari kedelapan planet yang mengitari Matahari. Bumi satu-satunya planet dimana ada kehidupan. Bumi tampak biru karena 2/3 bagian permukaan bumi berupa laut. Bentuk bumi tidak bulat seperti bola, melainkan seperti jeruk, yaitu agak pepat di kedua kutup dan mengembung di bagian katulistiwa.

  20. ROTASI BUMI Akibat rotasi bumi Pergantian siang dan malam hari Gerak semu harian benda langit Penggembungan di katulistiwa dan pemempatan di kedua kutub Perbedaan waktu Bumi berotasi terhadap porosnya sendiri dengan arah berlawanan jarum jam (arah timur). Periode rotasi adalah 1 hari atau 24 jam (tepatnya 23 jam 56 menit 4,09 detik).

  21. REVOLUSI BUMI Akibat Revolusi Bumi: Pergantian musim Perubahan lamanya siang dan malam Gerak semu tahunan matahari Terlihat rasi bintang yang berbeda dari bulan ke bulan Bumi berotasi mengelilingi matahari dengan arah berlawanan jarum jam. Periode revolusi adalah 365,25 hari (tepatnya 365 hari 6 jam 9 menit 10 detik)

  22. Bulan Sebagai Satelit Bulan melakukan tiga gerakan sekaligus: Berputar pada porosnya Beredar mengitari bumi Bulan bersama bumi mengitari Matahari Periode rotasi bulan sama dengan periode revolusinya. Akibatnya, bagian bulan yang menghadap ke bumi selalu tetap.

  23. Bulan tidak mempunyai atmosfer sehingga menyebabkan: • Adanya perubahan suhu yang sangat tajam • Bunti tidak dapat merambat • Langit bulan berwarna hitam kelam • Tidak ada air, sehingga tidak ada kehidupan • Banyak meteoroid yang mencapai bulan.

  24. 1. PERPUTARAN BULAN Akibat revolusi bulan, terdapat empat fase bulan (kwartir), yaitu sebagai berikut: • Bulan baru = bulan mati = kwartir keempat • Kedudukan bulan di antara bumi dan matahari • Bulan tidak tampak • Terjadi tanggal 29 s/d 30 H • Bulan setengah cakram muda = kwartir pertama • Kedudukan bulan, bumi matahri membentuk sudut 90° • Bulan tampak setengah lingkaran • Terjadi tanggal 7 s/d 8 H • Bulan purnama = kwartir kedua • Bumi di antara bulan dan matahari • Lingkaran penuh • Terjadi tanggal 14 s/d 15 H • Bulan cakram tua = kwartir ketiga • Kedudukan bulan, bumi dan matahari membentuk sudut 90° • Terjadi tanggal 22 s/d 23

  25. 2. GERHANA Bumi maupun bulan berbentuk bulat seperti bola. Apabila terkena sinar akan terbentuk bayang-bayang. Ada dua macam bayang-bayang yang timbul, yaitu: • Umbra (inti) yaitu daerah gelap di belakang benda yang sama sekali tidak terkena cahaya. • Penumbra (kabur) yaitu daerah gelap di sekitar umbra yang masih terkena sedikit cahaya. Timbulnya bayang-bayang bumi yang menutupi bulan menyebabkan gerhana bulan. Sedangkan bayang-bayang bulan mengenai bumi menyebabkan gerhana matahari.

  26. Kapan terjadi gerhana?

  27. Lanjutan. . . .Dalam revolusi, bidang edar bulan berbentuk sudut 5° terhadap bidang edar revolusi bumi (eliptika). Akibatnya pada suatu saat dapat terjadi perpotongan bidang edar dan menyebabkan posisi antara matahari, bumi dan bulan berada dalam satu garis lurus. Pada saat itulah terjadi gerhana.

  28. GERHANA BULAN Gerhana bulan disebabkan oleh bayangan bumi yang menutupi sinar Matahari yang menutupi bulan yang terjadi pada saat bulan purnama. Pada saat itu Bulan masuk ke dalam umbra Bumi.Ada dua macam gerhana bulan, yaitu:1. Gerhana Bulan Total yang terjadi ketika seluruh bagian bulan masuk ke dalam bayang- bayang inti bumi2. Gerhana Bulan Parsial yang terjadi ketika hanya sebagian bulan yang masuk ke dalam bayang- bayang inti bumi.

  29. Bulan purnama  gerhana penumbra  gerhana sebagian  gerhana total  gerhana sebagian  gerhana penumbra  Bulan Purmana Proses Gerhana Bulan

  30. Tiga macam gerhana matahari, yaitu: gerhana matahari total, gerhana cincin dan gerhana sebagian. GERHANA MATAHARI Gerhana matahari disebabkan oleh bayangan bulan yang menutupi sinar matahari yang menuju ke bumi. Terjadi selama bulan baru dan pada siang hari. Pada saat itu umbra atau penumbra bulan akan menutupi sebagian kecil permukaan bumi.

  31. 3. Pasang Surut Air laut Pasang surut adalah peristiwa naik turunnya permukaan laut. Peristiwa pasang surut air laut disebabkan oleh gravitasi bulan. Sedangkan gravitasi matahari hanya sedikit berpengaruh karena jarak bulan terhadap bumi sangat dekat dibandingkan dengan matahari.

  32. Pasang Surut Air Laut Tempat yang paling dekat dengan bumi (A), mengalami gaya tarik paling besar, sehingga air laut di A ditarik mendekati bulan. Sedangkan B tempat paling jauh ke bulan, mengalami gaya tarik paling kecil, sehingga ditarik menjauhi bulan. A dan B mengalami pasang. Di antara A dan B, yaitu C dan D mengalami surut, karena air tertarik ke A dan B. • C Bumi A B • Bulan • D Satu kali rotasi bumi suatu tempat akan menempati secara berurutan kedudukan A-D-B-C. Ini berarti dalam 1 hari terjadi 2 kali pasnag dan 2 kali surut.

  33. Gabungan dari gravitasi bulan dan gravitasi matahari akan menghasilkan pasang besar dan pasang kecil. Pasang besar terjadi ketika bulan dan matahari menghasilkan gaya gravitasi yang segaris. Pasang ini disebut pasang purnama atau pasang perbani. Pasang kecil terjadi ketika bulan dan matahari menghasilkan gaya gravitasi yang saling tegak lurus. Pasang ini disebut pasang neap. Lanjutan. . . .

  34. 4. Satelit Buatan • Satelit buatan yang disebut satelit adalah pesawat antariksa tak berawak buatan manusia yang diluncurkan pada suatu ketinggian tertentu untuk mengorbit mengitari sebuah planet. • Satelit buatan bertujuan untuk kepentingan komunikasi, navigasi atau mendapatkan informasi cuaca. Contoh satelit palapa.

  35. SIMULASI • Gerhana Matahari • Gerhana Bulan

  36. QUIZ 3. Asteroid terletak di antara... . mars dan yupiter bumi dan venus merkurius dan venus pluto dan mars 4. Bentuk bumi pepat di kedua kutupnya dan menggembung pada khatulistiwa. Hal itu akibat dari... . Revolusi bumi Rotasi bumi Gravitasi bumi Rotasi dan revolusi bumi 1. Kedudukan planet terhadap matahari tidak tetap. Hal itu karena... . • planet menjauh dan mendekat terhadap matahari • bidang edar planet berbentuk lonjong • orbit planet berbentuk elips • orbit planet slalu tetap 2. Matahari tampak dari bumi sebagai bintang paling besar karena... . • matahari adalah bintang yang paling besar ukurannya • matahari memiliki energi paling besar • matahari adalah bintang yang paling dekat dengan bumi • matahari adalah bintang yang paling terang

  37. DAFTAR PUSTAKA Doraji dan Haryati. 2010. The Essensials of Physics. PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri: Solo. Kanginan, Marthen. 2006. IPA Fisika untuk SMP Kelas IX. Penerbit Erlangga: Jakarta. Kuswanti, Nur, Dkk. 2008. Contextual Teaching andLearning IlmuPengetahuanAlam: Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas IX Edisi 4. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional: Jakarta.

  38. Wassalamu’alaikum Wr. Wb EXIT

More Related