Download

NEGARA HUKUM (RULE OF LAW) Materi Pend. Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi






Advertisement
/ 45 []
Download Presentation
Comments
oistin
From:
|  
(833) |   (0) |   (0)
Views: 226 | Added: 24-10-2012
Rate Presentation: 0 0
Description:
NEGARA HUKUM (RULE OF LAW) Materi Pend. Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi. PENGERTIAN.
NEGARA HUKUM (RULE OF LAW) Materi Pend. Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi

An Image/Link below is provided (as is) to

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use only and may not be sold or licensed nor shared on other sites. SlideServe reserves the right to change this policy at anytime. While downloading, If for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.











- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -




Slide 1

NEGARA HUKUM (RULE OF LAW)

Materi Pend. Kewarganegaraan

Untuk Perguruan Tinggi

Slide 2

PENGERTIAN

  • Negara Hukum adalah negara yang penyelenggaraan kekuasaan pemerintahannya didasarkan atas hukum. Karena itu pemerintah dan lembaga-lembaga lain dalam melaksanakan tindakan apapun harus dilandasi oleh hukum dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

  • Hukum sebagai dasar diwujudkan dalam peraturan perundang-undangan yang berpuncak pada konstitusi (berisi kesepakatan/konsensus bersama) atau hukum dasar negara. Dengan demikian di dalam negara hukum, kekuasaan negara berdasar atas hukum bukan kekuasaan belaka serta pemerintahan negara berdasarkan pada konstitusi. Negara berdasarkan atas hukum menempatkan hukum sebagai hal yang tertinggi sehingga ada istilah supremasi hukum.

Slide 3

Sejarah perkembangan konsep negara hukum

  • Neg hkm formal adlh neg yang membatasi ruang geraknya dan bersifat pasif terhadap kepentingan rakyatnya. Negara tidak campur tangan sec banyak thdp urusan & kepentingan warga negaranya. Urusan ekonomi diserahkan pada warga negara, yang berarti warga negara dibiarkan untuk mengurus kepentingan ekonominya sendiri maka dengan sendirinya perekonomian negara akan sehat (machtstaat). Konsep ini terjadi di Eropa sekitar abad ke 19 dan ternyata penerapannya mengundang kecaman banyak warga negaranya terutama pasca perang dunia ke 2 di mana neg dianggap lambat dan tidak bertanggung jawab atas segala dampak ekonomi yang timbul pasca perang tsb. Muncul gagasan baru yang disebut sbg welfare state, atau negara kesejahteraan.

  • Neg kesejahteraan ini disebut sbg konsep neg hkm material. Pemerintah bisa bertindak sec lebih luas dalam urusan dan kepentingan publik jauh melebihi batas-batas yang pernah diatur dalam konsep neg hkm formal. Pemerintah memiliki keleluasaan untuk turut campur tangan dalam urusan warga negaranya dengan dasar bahwa pemerintah ikut bertanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyat.

Slide 4

Menurut Julius Stahl, konsep Negara Hukum (‘rechtsstaat’) mencakup :

Perlindungan hak asasi manusia.

Pembagian kekuasaan.

Pemerintahan berdasarkan undang-undang.

Peradilan tata usaha Negara.

A.V. Dicey Negara Hukum (“The Rule of Law”), :

Supremasi hukum dalam arti tidak boleh ada kesewenang-wenangan sehingga seseorang hanya boleh dihukum jika melanggar hukum (Supremacy of Law).

Kedudukan yang sama di depan hukum baik bagi rakyat biasa maupun bagi pejabat (Equality before the law).

Terjaminnya hak-hak manusia oleh undang-undang dan keputusan-keputusan pengadilan (Constitution based on Individual Right).

NEGARA HUKUM

Slide 5

International Commission of Jurists

Rumusan syarat-syarat (ciri-ciri) pemerintahan yang demokratis di bawah ‘Rule of Law’ (yang dinamis)

  • Perlindungan konstitusional, artinya selain menjamin hak-hak individu konstitusi harus pula menentukan cara procedural untuk memperoleh perlindungan atas hak-hak yang dijamin.

  • Badan Kehakiman yang bebas dan tidak memihak.

  • Pemilihan Umum yang bebas.

  • Kebebasan menyatakan pendapat.

  • Kebebasan berserikat/berorganisasi dan beroposisi.

  • Pendidikan kewarganegaraan

Slide 6

Franz Magnis Suseno menyebut 5 (lima) ciri neg hkm sbg salah satu ciri neg demokrasi.

a. fungsi kenegaraan dijalankan oleh lembaga yg bersangkutan sesuai dgn ketetapan sebuah UUD

b. UUD menjamin HAM yg paling penting, krn tanpa jaminan tersebut, hukum menjadi sarana penindasan ;

  • badan-badan negara menjalankan kekuasaannya dan hanya taat pada dasar hukum yg berlaku

    d. terhadap tindakan badan negara, masyarakat dapat mengadu ke pengadilan dan putusan pengadilan dilaksanakan oleh badan negara

    e. badan kehakiman yang bebas & tidak memihak.

Slide 7

Pilar-pilar utama untuk menyangga tegaknya satu Negara Hukum modern (The Rule of Law, ataupun Rechtsstaat)

  • Supremasi Hukum (Supremacy of Law):

    Adanya pengakuan normatif dan empirik akan prinsip supremasi hukum, yaitu bahwa semua masalah diselesaikan dengan hukum sebagai pedoman tertinggi.

    2. Persamaan dalam Hukum (Equality before the Law):

    Adanya persamaan kedudukan setiap orang dalam hukum dan pemerintahan, yang diakui secara normatif dan dilaksanakan secara empirik.

  • Asas Legalitas (Due Process of Law):

    Dalam setiap Negara Hukum, dipersyaratkan berlakunya asas legalitas dalam segala bentuknya (due process of law), yaitu bahwa segala tindakan pemerintahan harus didasarkan atas peraturan perundang-undangan yang sah dan tertulis.

Slide 8

4. Pembatasan Kekuasaan

Adanya pembatasan kekuasaan Negara dan organ-organ Negara dengan cara menerapkan prinsip pembagian kekuasaan secara vertikal atau pemisahan kekuasaan secara horizontal.

5. Organ-Organ Eksekutif Independen:

Dalam rangka membatasi kekuasaan itu, di zaman sekarang berkembang pula adanya pengaturann kelembagaan pemerintahan yang bersifat ‘independent’.

6. Peradilan Bebas dan Tidak Memihak:

Adanya peradilan yang bebas dan tidak memihak (independent and impartial judiciary).

7. Peradilan Tata Usaha Negara:

Dalam setiap Negara Hukum, harus terbuka kesempatan bagi tiap-tiap warga negara untuk menggugat keputusan pejabat administrasi Negara dan dijalankannya putusan hakim tata usaha negara (administrative court) oleh pejabat administrasi negara.

Slide 9

8. Peradilan Tata Negara (Constitutional Court):

Di samping adanya pengadilan tata usaha negara yang diharapkan memberikan jaminan tegaknya keadilan bagi tiap-tiap warga negara, Negara Hukum modern juga lazim mengadopsikan gagasan pembentukan mahkamah konstitusi dalam sistem ketatanegaraannya.

9. Perlindungan Hak Asasi Manusia:

Adanya perlindungan konstitusionalterhadap hak asasi manusia dengan jaminan hukum bagi tuntutan penegakannya melalui proses yang adil.

10. Bersifat Demokratis (Democratische Rechtsstaat):

Dianut dan dipraktekkannya prinsip demokrasi atau kedaulatan rakyat yang menjamin peran serta masyarakat dalam proses pengambilan keputusan kenegaraan, sehingga setiap peraturan perundang-undangan yang ditetapkan dan ditegakkan mencerminkan perasaan keadilan yang hidup di tengah masyarakat.

Slide 10

11. Berfungsi sebagai Sarana Mewujudkan Tujuan Bernegara (Welfare Rechtsstaat):

Hukum adalah sarana untuk mencapai tujuan yang diidealkan bersama. Cita-cita hukum itu sendiri, baik yang dilembagakan melalui gagasan negara demokrasi (democracy) maupun yang diwujudkan melalaui gagasan negara hukum (nomocrasy) dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan umum.

12. Transparansi dan Kontrol Sosial:

Adanya transparansi dan kontrol sosial yang terbuka terhadap setiap proses pembuatan dan penegakan hukum, sehingga kelemahan dan kekurangan yang terdapat dalam mekanisme kelembagaan resmi dapat dilengkapi secara komplementeroleh peran serta masyarakat secara langsung (partisipasi langsung) dalam rangka menjamin keadilan dan kebenaran

Slide 11

Tujuan Negara Hukum

  • S. Tasrif: 1) Kepastian hukum (tertib/order); 2) Kegunaan (kemanfaatan/utility); dan 3) Keadilan (justice).

  • Ahmad Dimyati: 1) Pencapaian keadilan, 2) Kepastian hukum, dan 3) Kegunaan (kemanfaatan).

  • Kesimpulan:

    • Pencapaian Keadilan, sesuai dengan asas Ius quia iustum (hukum adalah keadilan, dan Quid ius sine justitia (apalah arti hukum tanpa keadilan).

    • Hukum adalah untuk mengatur hubungan, baik warga masyarakat maupun negara, The law is a tool to “social control” and “social engineering”.

    • Hukum dilaksanakan untuk mencapai kepastian.

Slide 12

Bentuk-bentuk Negara Hukum

Slide 13

Unsur-unsur Negara Hukum

  • Rechtsstaat: 1) Pengakuandanperlindungan HAM, 2) Pembatasankekuasaan, 3) Pemerintahanberdasarkanaturanhukum, dan 4) Peradilanadministrasi

  • The Rule of Law : 1) Supremacy of law, 2) Equality before the law, dan 3) Individual right.

  • Socialist Legality: 1) Manifestation of Socialism , 2) The law as a tool of Socialism, dan 3) Pushed on Social right than individual right.

  • Nomokrasi Islam : 1) Kekuasaanadalahamanah, 2) HAM, 3) Keadilan, 4) Persamaan, 5) Musyawarah, 6) Perdamaian, 7) Peradilanbebas, 8) Kesejahteraan, dan 9) Ketaatan

Slide 14

Negara Hukum Pancasila

  • F.M. Hadjon:

    • Keserasian hubungan antara rakyat dan pemerintah berdasarkan asas kerukunan,

    • Hubungan fungsional yang proporsional antar kekuasaan negara,

    • Penyelesaian sengketa melalui musyawarah dan peradilan merupakan sarana terakhir,

    • Keseimbangan antara hak dan kewajiban.

  • M. Tahir Azhary:

    • Adanya hubungan erat antara agama dan negara,

    • Bertumpu pada Ketuhanan yang Maha Esa,

    • Kebebasan beragama dalam artian positif,

    • Atheisme tidak dibenarkan dan Komunisme tidak diperkenankan,

    • Berdasarkan asas kekeluargaan dan kerukunan.

Slide 15

HUBUNGAN KAUSALITAS ANTARA POLITIK DAN HUKUM DI INDONESIA

  • Konfigurasi Politik diartikan sebagai susunan atau konstelasi kekuatan politik yang secara dikotomis dibagi atas dua konsep yang bertentangan secara diametral, yaitu konfigurasi politik demokratis dan konfigurasi politik otoriter.

  • Konfigurasi politik demokratis adalah susunan sistem politik yang membuka kesempatan (peluang) bagi partisipasi rakyat secara penuh untuk ikut aktif menetukan kebijakan umum.

  • Konfigurasi politik otoriter adalah susunan sistem politik yang lebih memungkinkan negara berperan sangat aktif serta mengambil hampir seluruh inisiatif dalam pembuatan kebijakan negara.

Slide 16

KONFIGURASI POLITK

KARAKTER PRODUK HUKUM

DEMOKRATIS

RESPONSIF

OTORITER

KONSERVATIF

Slide 19

Hubungan Negara Hukum dengan Demokrasi

  • seperti dua sisi mata uang. Konsep negara hukum material mensyaratkan adanya demokrasi, begitupula demokrasi mensyaratkan adanya wadah negara hukum dalam pelaksaksanaannya.

  • Negara Indonesia yang dalam konstitusinya (pasal 1 ayat (3)) secara nyata menyatakan diri sebagai negara hukum, dalam pasal lainnya (pasal 1 ayat (2)) dinyatakan kedaulatan ada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD

Slide 20

HAK

ASASI

MANUSIA

Slide 21

SEJARAH PERJUANGAN UMAT MANUSIA

Perjuangan:

Pertentangan

Permusuhan

Peperangan

Hak Asasi:

Individu

Kelompok (Bangsa)

Belum ada

penghargaan/pengakuan

Kesederajatan umat manusia

(penjajahan, perbudakan, penguasaan)

DEKLARASI UNIVERSAL

HAK ASASI MANUSIA

Piagam PBB

10 DESEMBER 1948

Slide 22

HAKIKAT HAK ASASI MANUSIA

Pengertian

HAM: HAK DASAR YG MELEKAT & DIMILIKI SETIAP MANUSIA SBG ANUGERAH TUHAN YME

HAM: HAK-HAK DASAR YG DIBAWA MANUSIA SEJAK LAHIR YG MELEKAT PD ESENSINYA SBG ANUGERAH ALLAH SWT (MUSTHAFA KEMAL PASHA)

HAM: HAK-HAK DASAR YG DIBAWA MANUSIA SEJAK LAHIR & MELEKAT DNG POTENSINYA SBG MAKHLUK & WAKIL TUHAN (GAZALLI)

HAM: HAK-HAK DASAR YG DIBAWA MANUSIA SEJAK IA HIDUP YG MELEKAT PD ESENSINYA SBG ANUGERAH ALLAH SWT

2 LANDASAN PENGAKUAN THD HAM:

a. LANDASAN PERTAMA & LANGSUNG : KODRAT MANUSIA

b. LANDASAN KEDUA & LBH DALAM : TUHAN MENCIPTAKAN MANUSIA  SAMA, KECUALI AMALNYA.

Slide 23

HAKIKAT HAK ASASI MANUSIA

Pengertian

  • HAM:

  • Natural right (John Locke, 1632-1704)  Hak-hak alamiah manusia

  • (hak untuk hidup, hak kemerdekaan, hak milik)

  • - Human right (Eleanor Roosevelt)

Piagam PBB ttg Deklarasi Universal of Human Rights 1948

a. Hak berpikir & mengeluarkan

pendapat

b. Hak memiliki sesuatu

c. Hak mendapatkan pendidikan

& pengajaran

d. Hak menganut aliran kepercayaan

atau agama

e. Hak utk hidup

UU 39/1999 ttg HAM

a. Hak utk hidup

b. Hak berkeluarga

c. Hak mengembangkan diri

d. Hak keadilan

e. Hak kemerdekaan

f. Hak utk kemerdekaan hidup

g. Hak utk memperoleh nama baik

h. Hak utk memperoleh pekerjaan

i. Hak utk mendapatkan

perlindungan hukum

f. Hak berkomunikasi

g. Hak keamanan

h. Hak kesejahteraan, dan

i. Hak perlindungan

Slide 24

HAKIKAT HAK ASASI MANUSIA

Pengertian

HAM meliputi bidang:

a. Hak asasi pribadi (personal rights)

 Hak kemerdekaan, Hak menyatakan pendapat, Hak memeluk agama.

b. Hak asasi politik (political rights)

 Hak utk diakui sbg warga negara  Hak memilih & dipilih, Hak

berserikat, Hak berkumpul.

c. Hak asasi ekonomi (property rights)

 Hak memiliki sesuatu, Hak mengadakan perjanjian, hak bekerja,

hak mendapat hidup layak.

d. Hak asasi sosial & kebudayaan (Social & cultural rights)

 Hak mendapatkan pendidikan, Hak mendapat santunan, Hak pensiun,

Hak mengembangkan kebudayaan, Hak berekspresi.

e. Hak utk mendapat perlakuan yg sama dlm hukum & pemerintahan

(Rights of Legal Equality)

f. Hak utk mendapat perlakuan yg sama dlm tata cara peradilan &

perlindungan (Procedural rights)

Slide 25

SEJARAH PERKEMBANGAN HAM

a. Perkembangan HAM masa sejarah

- Nabi Musa (6000 SM) bebaskan umat yahudi dr perbudakan

- Hukum Hammurabi di Babylonia (2000 SM)  jaminan keadilan bg WN

- Socrates (469-399 SM), Plato (429-347 SM), Aristoteles (384-322 SM)  Ajaran utk mengkritik pemerintah yg tdk berdasarkan keadilan, cita-cita, kebijaksanaan.

- Nabi Muhammad SAW (600 M)  Membebaskan bayi wanita & wanita dr penindasan bangsa Quraisy.

b. Perkembangan HAM di Inggris

- Magna Charta – Piagam Agung (1215)  batasi kekuasaan Raja John: bertindak sewenang2 thdp rakyat & pok bangsawan

- Petition of Rights (1628)  pertanyaan ttg hak2 rakyat & jaminannya: pajak & pungutan hrs dng persetujuan, WN tdk boleh dipaksa terima tentara di rumah, tentara tdk boleh gunakan hkm perang pd masa damai.

- Habeas Corpus Act (1679)  UU mengatur ttg penahanan seseorang: tahanan sgr diperiksa dlm waktu 2 hari stlh ditahan, alasan penahanan hrs disertai bukti sah mnrt hukum

- Bill of Right (1689)  UU yg diterima parlemen Inggris utk perlawanan thd Raja James II: kebebasan dlm pemilihan anggt parlemen, kebebasan dlm berbicara & mengeluarkan pendapat, pajak-uu- pembentukan tentara seijin parlemen, hak WN memeluk agama & kepercayaan masing2, parlemen berhak mengubah keputusan raja.

Slide 26

SEJARAH PERKEMBANGAN HAM

c. Perkembangan HAM di Amerika Serikat

- Didasari pemikiran John Locke :hak hidup (life), hak kebebasan (liberty), hak milik (property)  Declaration of Independence of The United States

(4 Juli 1776)  Konstitusi negara.

- Perjuangan sebagai emigran Inggris.

d. Perkembangan HAM di Perancis

- Naskah awal revolusi Perancis (1789)  Declaration des Droits de L’ homme et Du Citoyen (pernyataan ttg HAM & WN) : ketidakpuasan kaum borjuis & rakyat thdp Raja Louis XVI  HAM adlh hak alamiah sesuai kodrat manusia & tdk dpt dipisahkan, bersifat suci.

- Revolusi Perancis  perjuangan penegakan HAM di Eropa : Liberty, Egality, Fraternity  Konstitusi Perancis (1791)

e. Atlantic Charter (1941)

- PD II  F.D. Roosevelt  The Four Freedom ( f of religion, f of speech & thought, f of fear, f of want)

f. Pengakuan HAM PBB

- Deklarasi 10 Des 1948 10 Des : Hari HAM

- Pasal 1 : Sekalian orang dilahirkan merdeka & mempunyai martabat & hak2 yg sama. Mereka dikaruniai akal & budi & dan hendaknya bergaul satu sama lain dlm persaudaraan.

- Sidang Majelis umum PBB 1966  covenants on Human rights dlm hukum internasional  diratifikasi negara-negara anggota PBB.

Slide 27

HAM DI INDONESIA

Pengakuan Bangsa Indonesia  HAM

a. Pembukaan UUD 1945 Alinea Pertama

“…Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa…”

b. Pembukaan UUD 1945 Alinea keempat

“Kemudian daripada itu, …, Kemanusiaan yang adil dan beradab, …”  landasan idiil pengakuan & jaminan HAM di Indonesia.

c. Batang Tubuh UUD 1945

- Pasal 28 A  Hak hidup, hak mempertahankan hidup & kehidupan

- Pasal 28 B  Hak membentuk keluarga & melanjutkan keturunan, Hak kelangsungan hidup-tumbuh-berkembang utk anak, Hak perlindungan dr kekerasan & diskriminasi

- Pasal 28 C  Hak mengembangkan diri, Hak mendapatkan pendidikan & memperoleh manfaat iptek & seni budaya, Hak memajukan diri dlm perjuangkan hak scr kolektif

- Pasal 28 D  Hak pengakuan-jaminan-perlindungan-kepastian hukum, Hak perlakuan sama di hadapan hukum, Hak bekerja, Hak WN memperoleh kesempatan sama dalam pemerintahan, Hak status WN

- Pasal 28 E  Hak beragama & beribadah, Hak memilih dikjar-pekerjaan-WN-tempat tinggal, Hak kebebasan meyakini kepercayaan, Hak kebebasan berserikat-berkumpul-mengeluarkan pendapat.

- Pasal 28 F  Hak berkomunikasi & memperoleh informasi, Hak mencari-memperoleh-memiliki-menyimpan-mengolah-menyampaikan informasi

Slide 28

HAM DI INDONESIA

Pengakuan Bangsa Indonesia  HAM

- Pasal 28 G  Hak perlindungan, Hak rasa aman & perlindungan dr ancmn ketakutan, Hak bebas dr penyiksaan/perlakuan merendahkan derajat martabat manusia, Hak memperoleh suaka politik

- Pasal 28 H  Hak hidup sejahtera, Hak mendapat kemudahan & perlakuan khusus utk peroleh kesempatan & manfaat sama capai persamaan & keadilan, Hak jaminan sosial, Hak milik pribadi

- Pasal 28 I  Hak utk hidup, Hak tdk disiksa, Hak kemerdekaan pikiran-hati nurani, Hak tdk dituntut atas dsr hukum yg berlaku surut, Hak bebas dr perlakuan diskriminatif, Hak masyarakat tradisional dihormati

d. Ketetapan MPR

- Tap MPR Nomor XVII/MPR/1998 ttg HAM  Tlh dicabut dng Tap Nomor Tap MPR Nomor I/MPR/2003. Macam-macam HAM dlm Tap Nomor XVII/MPR/1998: Hak utk hidup, Hak berkeluarga & melanjutkan keturunan, Hak keadilan, Hak kemerdekaan, Hak atas kebebasan informasi, Hak keamanan, Hak kesejahteraan, Kewajiban, perlindungan & pemajuan.

e. UU 39/1999 ttg HAM + UU 26/2000 ttg Pengadilan HAM

- Ps 4  Hak utk hidup, Ps 10  Hak utk berkeluarga, Ps 11 s.d. 16  Hak utk mengembangkan diri, Ps 17 s.d. 19  Hak utk memperoleh keadilan, Ps 20 s.d. 27  Hak atas kebebasan pribadi, Ps 28 s.d. 35  Hak atas rasa aman, Ps 36 s.d. 42  Hak atas kesejahteraan, Ps 43-44  Hak turut serta dlm pemerintahan, Ps 45 s.d. 51  Hak wanita, Ps 52 s.d. 66  Hak anak

Slide 29

HAM DI INDONESIA

  • Bangsa Indonesia  PenegakanHAM

  • a. Pembentukan Lembaga

  • 1. Komisi Nasional HAM [Dasar: Keppres No 5/93 tgl 7 Juni 1993  UU No 39/1999 ttg HAM]

     Lembaga mandiri, kedudukan setingkat lembaga negara yg lain.

     Fungsi: pengkajian, penelitian, penyuluhan, pemantauan, mediasi HAM.

     Tujuan: Mengembangkan kond yg kondusif plaks HAM suai PS,

    UUD 45, Piagam PBB, Deklarasi Universal HAM. Meningkatkan

    perlindungan & penegakan HAM guna perkemb pribadi manusia Indonesia

    seutuhnya & kemampuannya berpartisipasi dlm brbagai bid kehdupan.

    2. Pengadilan HAM [Dasar: UU No 26/2000 ttg Pengadilan HAM]

     Pengadilan khusus di lingk pengadilan umum, berkedudukan di kab/kota.

     Khususbertugas & berwenangmemeriksa & memutus pelanggaran HAM berat (termasuk di luar batas teritorial wil RI oleh WNI).

    3. Pengadilan HAM Ad Hoc dibentuk atas usul DPR, dengan Keppres.

    Peristiwa  Pelanggaran HAM berat sebelum terbit UU No. 26/2006

    4. Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi, dibentuk berdasarkan undang-undang  Alternatif penyelesaian di luar Pengadilan HAM.

Slide 30

HAM DI INDONESIA

5. Contoh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM):

  • KONTRAS (Komisi untuk orang hilang dan tindak kekerasan)

  • YLBHI (Yayasan lembaga bantuan hukum Indonesia)

  • ELSAM (Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat)

  • HRW (Human Right Watch)

  • Konvensi Internasional tentang HAM wujud nyata keperdulian

    masy internasional:

    • The International on Civil & Political Rights (1966)

    • The International Covenant on Economic, Social & Cultural Rights (1966)

    • Optional Protocol

    • Declaration on the Rights of Peoples to Peace (1984)

    • Declaration on the Rights to Development (1986)

    • African Charter on Human & Peoples’ Rights (1981)

    • Cairo Declaration on Human Rights in Islam (1990)

    • Bangkok Declaration (1993)

    • Deklarasi Wina (1993)

  • Slide 31

    HAM DI INDONESIA

    c. Keikutsertaan Indonesia dalam Konvensi Internasional

    • Ratifikasi perjanjian: pengikatan diri suatu negara utk melaksanakan ketentuan2 dlm perjanjian, & ketentuan2 itu mnjdi hukum nasionalnya.

    • Konvensi internasional ttg HAM yg diratifikasi oleh Indonesia:

      a. Konvensi Jenewa 12 Agust 1949 (UU No.59 th 1958)

      b. Convention on the Political Rights of Woman (UU No.68 th 1958)

      c. Convention of the Elimination of Discrimination Against Women (UU No.7 th 1984)

      d. Convention of the Rights of the Child (Keppres No.36 th 1990)

      e. Convention on the Prohibition of the Development, Production and Stockpiling of Bacteriological (Biological) and Toxic Weapons and on their Destruction (Keppres No.58 th 1991)

      f. International Convention Against Apartheid in Sports (UU No.48 th 1993)

      g. Torture Convention (UU No.5 th 1998)

      h. ILO Convention No.87 Concerning Freedom of Association and Protection on the Rights to Organise (UU No.83 th 1998)

      i. Convention on the Elimination of Racial Discrimination (UU No.29 th 1999)

    Slide 32

    • HAK ASASI MANUSIA dan DEMOKRASI

      • Demokrasi: sistem politik yang dapat memberi penghargaan, menjamin perlindungan dan penegakan atas hak-hak dasar manusia

      • Unsur utama demokrasi:

        • Kontrolrakyat atas proses pembuatan keputusan politis

        • Kesamaan hak/kesetaraan politis dalam menjalankan kendali

      • Konsep pokok demokrasi:

        • Kebebasan/persamaan (freedom/equality)

        • Kedaulatan rakyat (people’s sovereignty)

      • Unsur pokok pemerintahan demokrasi:

        • Pengakuan atas HAM

        • Partisipasi rakyat dalam pemerintahan

    Sehingga:

    1. Keinginan negara demokrasi ratifikasi aturan HAM

    2. HAM – demokrasi  persyaratan  hubungan internasional

    3. Pelanggaran demokrasi – HAM  bukan urusan internal negara

    Slide 33

    Piagam PBB ttg Deklarasi Universal of Human Rights 1948

    a. Hak berpikir & mengeluarkan pendapat

    b. Hak memiliki sesuatu

    c. Hak mendapatkan pendidikan & pengajaran

    d. Hak menganut aliran kepercayaan atau agama

    e. Hak utk hidup

    f. Hak utk kemerdekaan hidup

    g. Hak utk memperoleh nama baik

    h. Hak utk memperoleh pekerjaan

    i. Hak utk mendapatkan perlindungan hukum

    UU 39/1999 ttg HAM

    a. Hak utk hidup

    b. Hak berkeluarga

    c. Hak mengembangkan diri

    d. Hak keadilan

    e. Hak kemerdekaan

    f. Hak berkomunikasi

    g. Hak keamanan

    h. Hak kesejahteraan

    i. Hak perlindungan

    Slide 34

    Undang-Undang 39 Tahun 1999 Pasal 1 ayat 6 menyebutkan bahwa :

    “pelanggaran hak asasi manusia adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara melawan hukum mengurangi, menghalangi, membatasi, dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undang-undang ini, dan tidak mendapatkan, atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar, berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku”.

    Slide 35

    Dalam rangka menegakkan hak asasi manusia dan menjamin perlindungan bagi semua orang maka diperlukan upaya-upaya investigasi atau pencarian fakta manakala terjadi pelanggaran hak asasi manusia.

    Tujuan dari Investigasi atau pencarian fakta adalah:

    1. Membantu menyembuhkan dan merehabilitasi korban

    2. Pendampingan hukum (advokasi dan litigasi)

    3. Mendorong perubahan kebijakan yang menghormati dan melindungi hak asasi manusia

    4. memantau kepatuhan pemerintah terhadap persetujuan internasional di bidang HAM.

    5. Sarana pendidikan publik

    6. Bahan pelurusan sejarah

    Slide 36

    HAK AZASI MANUSIA

    Menurut Undang-Undang No 39 tahun 1999tentang HAM dalam pasal 1

    Hak Asasi Manusia adaläh :

    seperangkat hak yang melekat pada hakikát dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demikehormatan dan perlindunganharkat dan martabat manusia.

    Slide 37

    Hak-hak asasi manusia itu dapat dibeda-bedakan Menjadi sebagai berikut:

    Hak-hak asasi pribadi (personal rights),

    yang meliputi kebebasan menyatakan pendapat, kebebasan memeluk agama, dankebebasan bergerak

    Hak-hak asasi ekonomi (property rights),yaitu hak untuk memiliki sesuatu, membeli dan menjual serta memanfaatkannya.

    Hák-hak asasi politik (political rights),yaltu hak untuk ikut serta dalam pemerintahan, hak pilih (dipilih dan memilih dalam suatu pemilihan umum), dan hak untuk mendirikan partal politik.

    Hak-hak asasi untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan (rights of legal equality).

    Hak-hak asasi sosial dan kebudayaan (social and culture rights).Misalnya hak untuk memilih pendidikan dan hak untuk mengembangkan kebudayaan.

    Hak asasi untuk mendapatkan perlakuan tata-cara peradilan dan perlindungan (procedural rights).Misalnya, peraturan dalam hal penahanan, penangkapan, penggeledahan, dan peradilan.

    Slide 38

    Prinsip-prinsip Pelaksanaan HAM di Indonesia

    1.Keseimbangan Antara Hak dan Kewajiban

    2. Bersifat Relatif

    3. Keterpaduan

    4.Keseimbangan

    5. Kerja Sama Internasional yang Saling Menghormati

    6.Taat pada Peraturan

    7. Keterkaitan Sistem Politik

    8.Kesamaan Harkat dan Martabat

    9. Prinsip Memperoleh & Menuntut Perlakuan yang Sama

    10.Perlindüngan Masyarakat Adat

    11.Mendahulukan Hukum Nasional

    12.Tanggung Jawab Pemerintah

    Slide 39

    INSTRUMEN HUKUM HAM

    1.Ketetapan MPR No. XVII/MPR/1998tentang Hak Asasi Manusia.

    2.UU No. 5 Tahun 1998tentang pengesahan Convention Against Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment or Punishment (Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman Lain yang Kejam, Tidak Manusiawi, atau Merendahkan Martabat Manusia).

    3.Keppres No. 181 Tahun 1998tentang Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan.

    4.Keppres No. 129 Tahun 1998tentang Rencana Aksi Nasional Hak-Hak Asasi Manusia Indonesia.

    5.Inpres No, 26 Tahun 1998tentang Menghentikan Penggunaan Istilah Pribumi dan Nonpribumi dalam Semua Perumusan dan Penyelenggaraan Kebijakan, Perencanaan Pro­gram, ataupun Pelaksanaan Kegiatan Penyelenggaraan Pemenintahan.

    6.UU No. 39 Tahun 1999tentang Hak Asasi Manusia.

    7.UU No. 26 Tahun 2000tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. -

    8.Amandemen kedua UUD 1945 (2000) Bab XA Pasal 28A — 28Jmengatur secara eksplisit Pengakuan dan Jaminan Perlindungan Terhadap Hak Asasi Manusia.

    Slide 40

    2. Hambatan penegakkan HAM

    a.Faktor Kondisi Sosial-Budaya.

    b.Faktor Komunikasi dan Informasi,

    1)Letak geografis Indonesia yang luas

    2)Sarana dan prasarana komunikasi dan informasi yang belum terbangun secara baik

    3)Sistem informasi untuk kepentingan sosialisasi yang masih sangat terbatas.

    C.Faktor Kebijakan Pemerintah.

    1) Tidak semua penguasa memiliki kebijakan yang sama tentang pentingnya jaminan hak asasi manusia.

    2) Ada kalanya demi kepentingan stabilitas nasional, persoalan hak asasi manusia sering diabaikan.

    d.Faktor Perangkat Perundangan.

    1)Pemerintahan tidak segera meratifikasi hasil-hasil konvensi internasional tentang hak asasi manusia.

    2)Kalaupun ada, peraturan perundang-undangannya masih sulit untuk diimplementasikan.

    Slide 41

    e.Faktor Aparat dan Penindakannya (Law Enforcement).

    1)Masih adanya oknum aparat yang secara institusi atau pribadi mengabaikan prosedur kerja yang sesuai dengan hak asasi manusia.

    2)Tingkat pendidikan dan kesejahteraan sebagian aparat yang dinilai masih belum layak sering membuka peluang ‘jalan pintas’ untuk memperkaya din.

    3)Pelaksanaan tindakan pelanggaran oleh oknum aparat masih diskriminatif, tidak konsekuen, dan tindakan penyimpangan berupa KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).

    Slide 42

    3.Pelanggaran HAM berat

    Perihal pelanggaran berat yang dimaksudkan, sesuai dengan UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia, mencakup Kejahatan Qenosidadan Kejahatan Kemanusiaan.

    Slide 43

    • Kejahatan Genosida

    • Adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, kelompok etnik, kelompok agama, dengan cara:

    • a.membunuh anggota kelompok;

    • b.mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggota-anggota kelompok;

    • c.menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan mengakibatkan kemusnahan secara fisik baik seluruh atau sebagiannya;

    • d.memaksakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompok; atau

    • e.memindahkan secara paksa anak-anak dan kelompok tertentu ke kelompok lain.

    Slide 44

    2)Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

    Adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dan serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan langsung terhadap penduduk sipil, berupa:

    a.pembunuhan

    b. pemusnahan

    c. perbudakan;

    d.pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa;

    e.perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara sewenang- wenang f.penyiksaan;

    g.perkosaan, perbudakan seksual, pelacuran secara paksa, pemaksaan kehamilan, pemandulan atau sterilisasi secara paksa atau bentuk-bentuk kekerasan seksual lain yang setara;

    h.penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik, ras, kebangsaan, etnis, budaya, agama, jenis kelamin, tau alasan lain yang telah diakui secara universal sebagai hal yang dilarang menurut hukum internasional;

    i.penghilangan orang secara paksa; atau

    j.kejahatan apartheid.

    Slide 45

    SANKSI INTERNASIONAL ATAS PELANGGARAN HAM

    1.Di berlakukannya travel warning terhadap warga negaranya

    2.pengalihan investasi atau penanaman modal asing

    3.Pemutusan hubungan diplomatik

    4.Pengurangan bantuan ekonomi

    5.Pengurangan tingkat kerjasama

    6.Pemboikotan produk eksport

    7.Embargo Ekonomi


    Copyright © 2014 SlideServe. All rights reserved | Powered By DigitalOfficePro