1 / 15

Mengapa Pupuk Organik ?

Mengapa Pupuk Organik ?. Meningkatkan Kesuburan Tanah & Menunjang Keberlanjutan Sistem Produksi Tanaman Pangan.

menora
Download Presentation

Mengapa Pupuk Organik ?

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Mengapa Pupuk Organik ? Meningkatkan Kesuburan Tanah & Menunjang Keberlanjutan Sistem Produksi Tanaman Pangan Formula Pupuk Organik harus diolah secara khusus untuk penyuburan lahan pertanian. Mikroba penyubur yang digunakan dan ditambahkan akan mampu meningkatkan kemampuan nodulasi tanaman pangan, ketersediaan hara di dalam tanah, dan menaikkan efisiensi pemakaian pupuk. Pupuk Organik merupakan campuran bakteri pembentuk nodul pada tanaman pangan, penambat nitrogen bebas, dan cendawan pelarut hara dengan formulasi bahan pembawa yang mengandung senyawa organik alami pemacu tumbuh dan unsur mikro yang diperlukan oleh mikroba dan tanaman Manfaat dan Keunggulan •Merangsang pembentukan nodul • Meningkatkan daya tambat nitrogen • Meningkatkan kesuburan tanah • Meningkatkan efisiensi pemupukan • Meningkatkan keberlanjutan sistem produksi • Mengefisienkan sistem pengiriman • Merangsang aktivitas mikroba • Memperlebat dan memperkuat perakaran • Memperkokoh dan memperkuat tanaman • Efektif untuk tanaman pangan juga tanaman keras Keuntungan • Menghemat pemakaian pupuk • Menghemat pestisida • Tidak merusak tanah dan aman lingkungan • Meningkatkan kualitas dan kuantitas tanaman • Mengembalikan Unsur tanah

  2. PUPUK ORGANIK, HAYATI DAN KIMIA 1. PUPUK KIMIA Seperti namanya Pupuk Kimia adalah pupuk yang dibuat secara kimia atau juga sering disebut dengan pupuk buatan. Pupuk kimiabisa dibedakan menjadi pupuk kimia tunggal dan pupuk kimia majemuk. Pupuk kimia tunggal hanya memiliki satu macam hara, sedangkan pupuk kimia majemuk memiliki kandungan hara lengkap. Pupuk kimia yang sering digunakan antara lain Urea dan ZA untuk hara N; pupuk TSP, DSP, dan SP-26 untuk hara P, Kcl atau MOP untuk hara K. Sedangkan pupuk majemuk biasanya dibuat dengan mencampurkan pupuk-pupuk tunggal. Komposisi haranya bermacam-macam, tergantung maunya produsen dan komoditasnya

  3. PUPUK ORGANIK, HAYATI DAN KIMIA 2. PUPUK ORGANIK Seperti namanya Pupuk Organik adalah pupuk yang dibuat dari bahan-bahan organik atau alami. Bahan-bahan yang termasuk pupuk organik antara lain adalah pupuk kandang, kompos, kascing (lumbricus rubellus), gambut, rumput laut dan guano (kelelawar). Berdasarkan bentuknya pupuk organik dapat dikelompokkan menjadi pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Pupuk organik memiliki kandungan hara yang lengkap. Bahkan di dalam pupuk organik juga terdapat senyawa-senyawa organik lain yang bermanfaat bagi tanaman, seperti asam humik, asam fulvat, dan senyawa-senyawa organik lain

  4. PUPUK ORGANIK, HAYATI DAN KIMIA 3. PUPUK HAYATI Nama keren Pupuk Hayati adalah Biofertilizer. Ada yang juga menyebutnya pupuk bio. Apapun namanya pupuk hayati bisa diartikan sebagai pupuk yang hidup. Sebenarnya nama pupuk kurang cocok, karena pupuk hayati tidak mengandung hara. Pupuk hayati tidak mengandung N, P, dan K. Kandungan pupuk hayati adalah mikrooganisme yang memiliki peranan positif bagi tanaman. Kelompok mikroba yang sering digunakan adalah mikroba-mikroba yang menambat N dari udara, mikroba yang melarutkan hara (terutama P dan K), mikroba-mikroba yang merangsang pertumbuhan tanaman. ContohKelompok mikroba penambatN yang bersimbiosis dengan tanaman adalah Rhizobium sp . Mikroba pelarut Padl Bacillus megatherium var .

  5. A. Pupuk Padat : Kompos • Bahan yang digunakan : • Kotoran Sapi -- (pupuk Kandang) • Sekam atau Jerami • Rerumputan (Marenggo) • Air • Mikroba cair Alat : Cangkul, Sprayer (Semprotan) Ember, Plastik

  6. Lanjutan : Pupuk Padat : Kompos • Cara Pembuatan : - Campur Mikroba cair dgn air - Ratakan Kotoran Sapi setinggi 20 – 25 Cm - Semprot/kocorkan larutan mikroba pd kotoran Sapi - Susun rerumputan / Marenggo di atas kotoran Sapi - Taburkan Sekam (kulit padi) / batang padi Ulangi proses di atas hingga mencapai tinggi 1 m lalu tutup dengan plastik Dalam waktu kurang lebih 3 bulan, pupuk siap digunakan dgn terlebih dahulu disaring kotorannya

  7. B. Pupuk Organik Cair (NPK) • Nitrogen (N) Bahan : - 5 Kg akar Kacang Tanah - Mikroba Cair - 5 Kg rumput Marenggo, Bandotan, Daun Bambu Kering dll - Daun Salam dan Daun SSirsak - 30 Ltr air kelapa - 1 Kg air gula - Urine Sapi Alat : Parang, Ember, Plastik, Tali

  8. Cara proses pembuatan Nitrogen Masukan semua materi kedalam Tong kemudian tutup rapat dgn plastik Dlm 2 – 3 minggu pupuk siap dipakai dgn terlebih dahulu disaring sampai bersih. Penggunaan bibit Nitrogen adalah 1 ltr Nitrogen + 15 – 20 Ltr air. Pupuk ini digunakan pada masa vegetatif/masa pertumbuhan tanaman guna membangun pertumbuhan akar, batang dan daun.

  9. Phospat (P) Bahan : Batang Pisang dipotong vertikal Tetes Tebu / 1 Kg gula pasir Mikroba cair Alat : Tong, Ember, Plastik dan Tali

  10. Cara proses pembuatan Phospat Masukan semua potongan batang pisang kedalam Tong dgn ditata rapi dgn pori-pori menghadap keatas kemudian diisi air yg telah dicampur mikroba cair selanjutnya tutup rapat dgn plastik Dlm 2 – 3 minggu pupuk siap dipakai dgn terlebih dahulu disaring sampai bersih. Penggunaan bibit Phospat adalah 1 ltr Phospat + 15 – 20 Ltr Kalium. Pupuk ini digunakan pada masa setelah bunga selesai / mendekati masa pembentukan buah

  11. Phospat (K) Bahan : Serabut Kelapa dan air gula ditambahkan pula mikroba cair Alat : Tong, Ember, Plastik dan Tali

  12. Cara proses pembuatan Kalium Masukan semua serabut kelapa kedalam Tong lalu diisi air yg telah dicampur mikroba cair selanjutnya tutup rapat dgn plastik Dlm 2 – 3 minggu pupuk siap dipakai dgn terlebih dahulu disaring sampai bersih. Penggunaan bibit Phospat adalah 1 Ltr Phospat + 15 - 20 Ltr Kalium. Pupuk Kalium diaplikasikan bersama Pupuk Phospat digunakan pada masa tumbuhan mulai tumbuh dan timbul buah, ia berfungsi mengisi buah. + (1Ltr bibit Kalium + 14 Ltr air) 1 Ltr bibit Phospat 15 Ltr Kalium

  13. MARENGGO/ RONDO SEMOYO/RONDO NOLEHRONDO LENGUK/SESEK/REGETAN

  14. Jenis Tumbuhan Kacang Tanah Bandotan / Wedusan

  15. Jenis Tumbuhan Daun Bambu Daun Sirsak Daun Salam

More Related