1 / 1

Jusuf di Kala Muda ( bagian 2)

Jusuf di Kala Muda ( bagian 2) Pada 1952, pecah pemberontakan Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia (DI/TII). Banyak toko dirampok dan dibakar . “ Keadaan di sana kacau . Banyak gerombolan yang membakar rumah ,” kata Jusuf . Kehidupan bisnis pun lumpuh .

les
Download Presentation

Jusuf di Kala Muda ( bagian 2)

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Jusufdi Kala Muda (bagian 2) Pada 1952, pecahpemberontakanDarul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). Banyaktokodirampokdandibakar. “Keadaandisanakacau. Banyakgerombolan yang membakarrumah,”kataJusuf. Kehidupanbisnis pun lumpuh. Setahunkemudian, HajiKallamemutuskanpindahke Makassar. Jusuf yang baru 10 tahun, dititipkanpadaneneknya, Hj. Kerra, dantantedariibu, Hj. Manisan. Setahunkemudian, diaikutorangtuanyapindahke Makassar. Di Makassar, Jusufsekeluargatinggaldirumahtokoberlantaitiga yang dibeli sang ayah. HajiKallapada 1954, memasukkanJusufke SMP Islam diJalanDatukMuseng. Diamenginginkananak-anaknya, terutamaJusuf yang menjadianaklelakitertua, menjadipemuka agama Islam. “Beliaumenginginkansayamenjadiustad,” kataJusuf. Harapannya, Jusufbelajarilmu agama danbisamelanjutkanpendidikannyakeUniversitas Al-AzhardiKairo, Mesir. Menurut Muhammad Abduh, rekansatubangkuKalla, kurikulum SMP Islam 30 persenpendidikanumumdan 70 persen agama. SementaramenurutJusuf, matapelajaranfavoritnyasaatituadalahsejarahdanilmubumi, bukanilmu agama. “Nilaisayadelapan, yang lain enam-tujuh,”kataJusuf. BahasaInggrisJusuf, kataAbduhjugalebihbaikdibandingkanbahasa Arab. Di SMP Islam, Jusufselamaempattahunmembedah Al-Quran, hadis, danfikih. “Pokoknyasemuasoal agama,”kataAbduh. Padatahunkeempat, merekaikutujianpersamaansekolahmenengahumum. BelakanganAbduhmelanjutkanpendidikannyake SMA umum. Jusufsendirisempatmeneruskanke SMA Islam. KisahmasaremajaJusufKallatidakmeluluperihal agama. Diaadalahpemuda yang jugamenikmatimasakanak-kanaksebagaimanaumumnyaanaklaki-laki. Diakerapdiajakayahnyamenontonpertandingansepak bola. Sang ayah hampirtidakpernahabsenmenontonaksiRamang, pemainPersatuanSepak Bola Makassar (PSM) yang padamasaitumenjadikebanggaan Sulawesi Selatan. Jika sore hariadapertandingansepak bola, sehabiszuhur, ayah-anakitutelahsiapdistadionMattoanginsambilmembawasajadahuntukpersiapanshalatAsar. “Bapakmemangpenggemar bola,”kataJusuf. Kegemaran sang ayah menontonsepak bola menularkepadaJusuf. Bermainsepak bola menjadihobi, selainberenangdiirigasi. Ketikabermain bola berhubungbadannya paling kecil, diaselalukebagianposisikiper. Sepulangsekolah, diadanteman-temannyabermain bola dipekaranganRumahSakit Stella Maris. “Kamipernahkenamarahkarena bola yang ditendangmemecahkankacarumahsakit,”kata Muhammad Abduh. Sejakdi Makassar pula bakatkepemimpinanJusufKallaterasah. DiabergabungdenganorganisasiPelajar Islam Indonesia (PII). Setiapjumatdiaberlatihberpidato. “SayasempatberpidatopadaIsraMi’raj,”katanya. SaatHajiKallamenikahlagidenganHj. Adewiyah, tanggungjawabJusufsebagaianaklelakitertuasemakinbesar. Inikarena sang ibu, Hj. Athirah, melarangsuaminyabermalamdirumah. Jusufseketikaberperansebagaikepalarumahtangga. “Saya yang mengiringiibukerumahsakitsaatmelahirkanadik-adik,”kataJusuf. “Bapakbarudatangsetelahibumelahirkan.” Menurut Ahmad Kalla, Jusufsaatituibarat ayah bagiadik-adiknya. “Diamendaftarkanadik-adiksekolah, termasukmembayarkanuangsekolahnya,”kata Ahmad. Ketikamenginjak SMA pada 1958, JusufKallamengendaraiVespa. “Dibelikan ayah karena SMA sayacukupjauh,”kata alumnus SMA 3 Makassar ini. Kawan-kawannya yang bersepeda, saatpulangsekolah, seringmenggandengVespaJusuf. “Bukannyaenak, naikVespajadimalahcapaek,”katanya. Karenaanakorangberada, Jusufjugakerapmentraktirkawan-kawandikantin. “Uangjajannyamemanglebihbanyakdaripada yang lain,”kata Muhammad Abduh. SetahunmengendaraiVespa, Jusufdibelikanmobil jip Willys. Takdipakaibergaya-gaya, Willysitudisewakan. SesekalimobilitudipakaisendiriolehJusufdanayahnyauntukmengunjungirekanbisnis. Pada 1961, JusufKallakuliahdiFakultasEkonomiUniversitasHasanuddin. Di sanadiamenjadiKetuaDewanMahasiswa, KetuaHimpunanMahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar (1965-1966), danKetuaUmumKesatuanAksiMahasiswa Indonesia (KAMI) Makassar. SaatmenjadiaktivisinilahJusufberkenalandenganPanglimaKodam XIV/Hasanuddindi Makassar (1960-1964) Jendral M. Jusuf. Hubungankeduanyasemakinintenssetelah M. JusufmenjadiKetuaBadanPemeriksaKeuangan. Jusufsempatemapt kali naikhajibersama M. Jusuf. Di Mekkah, keduanyasalingberdiskusi. “Misalnyatentangsikap M. JusufterhadapJendralSoeharto,” tutur Ahmad Kalla. M. JusufjugamenanamkankepadaJusufKallaperihalsikapberanimenanggungrisiko. Tokohlainnya yang dikagumiolehJusufKallaadalahPanglimaKodam XIV/Hasanuddin (1965-1968) Solihin Gautama Poerwanegara. “Sifatkerakyatanbeliausangatmenonjol,”kataJusuf. Sebagaipemimpinmahasiswadi Makassar saatitu, diakerapdatangberkonsultasimengenaipolitiknasionalpasca-peristiwa G-30S tahun 1965. “Sayabisadatangmenemuibaliautengahmalam,”katanya. NamaSolihinbahkankemudiandipakaiolehJusufuntukanaklelakisatu-satunya: SolichinJusufKalla. Saatmasihkuliah, JusufKallasempatmenjadianggotaDewanPerwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (1965-1968) darijalurSekretariatBersamaGolonganKarya (SekberGolkar). Diameninggalkanlembagalegislatifsetelah sang ayah memintanyamengembangkanbisniskeluarga. Saatitu, bisnisKallasedangambruk. Keluargaituhanyamengelolaenam bus antarkotadi Sulawesi Selatan. Transisikepemimpinanbisnisituterjadibegitusaja. Menurut Ahmad Kalla, peristiwainidisaksikantigaorang: ayah, ibu, danJusufKalla. Sang ayah mengeluarkan 15 kilogram emasbatanganhasillikuidasiusahasetelahguncanganekonomipada 1955. “Emasituditanamdibawahtempattidurorangtua,”kata Ahmad. Emasitulaludijualbertahapdanuangnyadigunakansebagai modal usaha. Di dalam NV HadjiKalla, Jusufbertindakselakueksekutif, sedangkanayahnyamenjadipengawasjalannyaperusahaan. HajiKallahanyaberadasatu jam seharidikantornya. UsaishalatZuhur, sang ayah mengurusimasjid. Diaseringjalan kaki berkainsarungberangkatdanpulangdarikantornyadiPasarSentral, Makassar. Jarakantararumahlamanyadankantor, kuranglebihsatu kilometer. Sementararumahbarunyaberjarakdua kilometer. Di sampingrumahlamanyaberdiriMasjid Raya yang terbesardi Sulawesi Selatan saatitu. BelasantahunHajiKallamenjadibendaharamasjidtersebut. Setelahayahnyameninggal, JusufKallameneruskanjabatantersebut. Diamengenang, setiapselesaishalatJumat, teman-temanayahnyasinggahkerumahnya. IbunyaselalumenyediakankuekhasBugis, barongko, dan jus esmarkisa. Barongkoadalahpisanggepok yang dihaluskan, dicampurtelur, santan, dangula. Lantasdibungkusdengandaunpisangdandikukus. Kemudian, Masjid Raya lama dibongkardandibangunMasjid Raya baru yang megahatasinisiatifJusufKalla. Kemudian, dibangunlagiMasjid Raya Al-Markaz Al-Islami yang megahdanberkarakteratasinisiatifduaJusuf, yaitujendral  (Purn) M. Jusuf yang kemudianbertindakselakupelindungdanJusufKallasebagaiketuapanitiapelaksanapembangunan. Masjidrayainiantara lain menyiapkankader-kaderulamadanpenghafal al-quran. SementaraYayasan Al-Markaz yang didirikannyamelakukankegiatan yang lebihumum, sepertisekolah, pusatpengkajian, diskusicendekiawanmuslim, dankegiatanbudaya. Pengurusansehari-harinyadiserahkankepadakalangancedekiawankampus. JusufKallamelirikbisnisimpormobil Toyota danmembukaagentunggal. Diaberangkatkekedutaanbesardi Jakarta, mencaritahucaramengimpormobil. Setelahmendapatalamatpabriknya, diamenghubungidandipercayamengimpormobilsemi-knocked doenuntukdirakitkembalidandicat. “Sayaikutmengecat,”kata Ahmad, yang saatitumasihpelajarsekolahmenengah. Di tanganJusuf, bisnisHajiKallaberkibarkembali. Usaha bercabangkesektorpembangunanjalan, irigasi, hinggapembangunanbandarudara. Duapekansebelummeninggal, sang ayah memintanotarisdanmenyerahkansahamkepadaJusufdanadik-adiknya. Jusufmendapatsaham 50 persen, selebihnyadibagikankepadaanak yang lain. PosisiJusufdikeluargabesarnyasemakinkukuh. “Jusufituseperti godfather bagikami,”kata Ahmad. IstrikeduaHajiKallatidakmendapatwarisan. Sang ayah menganggapbisniskeluargaituadalahjerihpayahdirinyadanHj. Athirah. MenurutHerlinaKalla, adiktiriJusufKalla, kebanyakananakHajiKalladariistrimudanyamemangtidakbekerjadiperusahaankeluargaitu. Merekapegawainegerisipil. “Hanyasatuabangsaya yang bekerjadi PT. HajiKalla,”kataHerlina. JusufKallasendiriadalahsosok yang kerapmenekankanperlunyakejujurandanloyalitasdariparapembantunya. Diatidakakanmenoleransisegalabentukpenyimpangandanpenyelewengan. Karenaitu, diamembericontohhidupbersihdanbersahaja. Hal ituakanmenumbuhkan rasa kesetiakawanan, terutamadarigolonganekonomilemah. Selainitu, sedapatmungkinmengurangikebiasaankonsumtifataukebutuhan-kebutuhan yang tidakperlu. AmatlahnaifapabilaJusufKallatidakmemberiteladan, sementaramengingatkanparapembantunyauntuktidakhidupmewah. Karenanya, ketikaditunjukmenjabatMenteriPerindustriandanPerdagangandiamenolakberkantordiruangmewahseluas 200 m2denganberbagaifasilitas. Lalu, diamemilihberkantordiJalanGatotSubroto yang lebihsederhanadenganperabot yang sudah lama.

More Related