Daftar isi kodifikasi produk perbankan syariah
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 32

Daftar Isi Kodifikasi Produk Perbankan Syariah PowerPoint PPT Presentation


  • 300 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

Daftar Isi Kodifikasi Produk Perbankan Syariah. PENGHIMPUNAN DANA Giro Syariah Tabungan Syariah Deposito Syariah PENYALURAN DANA Pembiayaan Mudharabah Pembiayaan Musyarakah Pembiayaan Murabahah Pembiayaan Salam Pembiayaan Istishna’ Pembiayaan Ijarah Pembiayaan Qardh

Download Presentation

Daftar Isi Kodifikasi Produk Perbankan Syariah

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Daftar isi kodifikasi produk perbankan syariah

Daftar Isi Kodifikasi ProdukPerbankan Syariah

  • PENGHIMPUNAN DANA

  • Giro Syariah

  • Tabungan Syariah

  • Deposito Syariah

  • PENYALURAN DANA

  • Pembiayaan Mudharabah

  • Pembiayaan Musyarakah

  • Pembiayaan Murabahah

  • Pembiayaan Salam

  • Pembiayaan Istishna’

  • Pembiayaan Ijarah

  • Pembiayaan Qardh

  • Pembiayaan Multijasa

  • C. PENYEDIAAN JASA

  • Letter of Credit (L/C) Impor Syariah

  • Bank Garansi Syariah

  • Transfer dan Inkaso

  • Gadai Syariah (Rahn)

  • Syariah Charge Vard

  • Penukaran Valuta Asing (Sharf)

  • Jasa Pembayaran

  • D. LAIN-LAIN

  • Surat Berharga Syariah (Sukuk)

  • Bancassurance


Matrik produk

MATRIK PRODUK


Uraian teknis produk penghimpunan dana

URAIAN TEKNIS PRODUKPENGHIMPUNAN DANA

FUNDING


Giro syariah

GIRO SYARIAH


Definisi

DEFINISI


Giro syariah1

GIRO SYARIAH


Giro syariah2

GIRO SYARIAH

Analisis dan Identifikasi Risiko:Giro merupakan kewajiban jangka pendek yang harus dipenuhi oleh bank setiap saat. Bank akan terekspos pada risiko likuiditas disebabkan fluktuasi rekening giro yang relatif tinggi. Selain itu, bank juga menghadapi risiko pasar yang disebabkan pergerakan nilai tukar untuk giro dalam valuta asing


Giro syariah3

GIRO SYARIAH

REFERENSI:

  • PBI No. 6/21/PBI/2004 tentang Giro Wajib Minimum dalam Rupiah dan Valuta Asing Bagi Bank Umum Yang Melaksanakan Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah;

  • PBI No. 7/6/PBI/2005 tentang Transparansi Informasi Produk Bank dan Penggunaan Data Pribadi Nasabah.

  • PBI No. 7/46/PBI/2005 tentang Akad Penghimpunan dan Penyaluran Dana bagi Bank yang MelaksanakanKegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah.

  • PBI No. 3/10/PBI/2001 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know your Customer Principles);

  • PBI No. 3/23/PBI/2001 tentang Perubahan atas PBI No. 3/10/PBI/2001 tntang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer Principles);

  • PBI No. 5/21/PBI/2003 tentang Perubaan Kedua atas PBI No. 3/10/PBI/2001 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer Principles);


Giro syariah4

GIRO SYARIAH

FATWA SYARIAH:

Fatwa DSN No.01/DSN-MUI/IV/2000 tentang Giro, yang dibenarkan secara syariah, yaitu giro yang berdasarkan prinsip Mudharabah dan Wadiah.

  • Ketentuan umum berdasarkan Mudharanah:

  • Dalam transaksi ini nasabah bertindak sebagai shahibul maal atau pemilik dana, dan bank bertindak sebagai mudharib atau pengelola dana.

  • Dalam kapasitasnya sebagai mudharib, bank dapat melakukan berbagi macam usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan mengembangkannya, termasuk di dalamnya mudharabah dengan pihak lain.

  • Modal harus dinyatakan dengan jumlahnya, dalam bentuk tunai dan bukan piutang.

  • Pembagian keuntungan harus dinyatakan dalam bentuk nisbah dan dituangkan dalam akad pembukaan rek.

  • Bank sebagai mudharib menutup biaya operasional giro dengan menggunakan nisbah keuntungan yang menjadi haknya.

  • Bank tidak diperkenankan mengurangi nisbah keuntungan nasabah tanpa persetujuan yang bersangkutan.

  • Ketentuan umum berdasarkanWadlah:

  • Bersifat titipan

  • Titipan bisa diambil kapan saja (on call)

  • tidak ada imbalan yang disyaratkan, kecuali dalam bentuk pemberian (‘athaya) yang bersifat sukarela dari pihak bank


Tabungan syariah

TABUNGAN SYARIAH


Tabungan syariah1

TABUNGAN SYARIAH


Tabungan syariah2

TABUNGAN SYARIAH

FATWA SYARIAH:

Fatwa DSN No.02/DSN-MUI/IV/2000 tentang yaitu Tabungan yang berdasarkan prinsip Mudharabah dan Wadiah.

  • Ketentuan umum berdasarkan Mudharanah:

  • Nasabah bertindak sebagai shahibul maal atau pemilik dana, dan bank bertindak sebagai mudharib atau pengelola dana.

  • Bank dapat melakukan berbagai macam usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

  • Modal harus dinyatakan dengan jumlahnya, dalam bentuk tunai dan bukan piutang.

  • Pembagian keuntungan harus dinyatakan dalam nisbah dan dituangkan dalam akad pembukaan rek.

  • Bank sebagai mudharib menutup biaya operasional giro dengan menggunakan nisbah keuntungan yang menjadi hak bank

  • Bank tidak diperkenankan mengurangi nisbah keuntungan nasabah tanpa persetujuan yang bersangkutan.

  • Ketentuan umum berdasarkan Wadiah:

  • Bersifat titipan

  • Titipan bisa diambil kapan saja (on call)/ berdasarkan kesepakatan.

  • Tidak ada imbalan yang disyaratkan, kecuali dalam bentuk pemberian (‘athaya) yang bersifat sukarela dari pihak bank.


Tabungan syariah3

TABUNGAN SYARIAH

Analisis dan Identifikasi Risiko:Bank akan terekspos pada risiko likuiditas terutama disebabkan fluktuasi rekening tabungan wadiah yang relatif tinggi dibandingkan dengan deposito. Selain itu, bank juga berekspos pada displacement risk.


Tabungan syariah4

TABUNGAN SYARIAH

REFERENSI:

  • BI No. 27/160/UPG tahun 1995 tentang PPh atas bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI.

  • PBI No. 3/10/PBI/2001 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer Principles);

  • PBI No. 3/23/PBI/2001 tentang Perubahan Atas PBI No. 3/10/PBI/2001 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer Principles);

  • PBI No. 5/21/PBI/2003 tentang Perubahan Kedua atas PBI No. 3/10/PBI/2001 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer Principles);

  • PBI No. 6/15/PBI/2004 tentang Giro Wajib Minimum pada bank Indonesia dalam Rupiah dan Valuta Asing;

  • PBI No. 7/46/PBI/2005 tentang Akad Penghimpunan dan Penyaluran Dana bagi Bank yang Melaksanakan Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah.


Deposito syariah

DEPOSITO SYARIAH


Deposito syariah1

DEPOSITO SYARIAH

Analisis dan Identifikasi Risiko:Bank akan terekspos pada risiko likuiditas terutama pada saat deposito jatuh tempo jika maturity gap antara penghimpunan dana dan penanaman dana cukup besar; resiko pasar (market risk) berupa resiko nilai tukar (bila deposito dalam bentuk valas); Selain itu, bank juga terekspos pada commercial displacement risk berupa potensi nasabah memindahkan dananya yang didorong oleh tingkat bagi hasil riil lebih rendah dari tingkat suku bunga.


Deposito syariah2

DEPOSITO SYARIAH


Deposito syariah3

DEPOSITO SYARIAH

FATWA SYARIAH:

Fatwa DSN No.03/DSN-MUI/IV/2000 tentang Deposito. Deposito yang dibenarkan secara syariah, yaitu Deposito berdasarkan prinsip Mudharabah dengan ketentuan umum sebagai berikut :

  • Dalam transaksi ini nasabah bertindak sebagai shahibl maal atau peilik dana, dan bank bertindak sebagai mudharib atau pengelola dana;

  • Dalam kapasitasnya sebagai mudharib, bank dapat melakukan berbagai macam usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan mengembangkannya, termasuk di dalamnya mudharabah dengan pihak lain;

  • Modal harus dinyatakan dengan jumlahnya, dalam bentuk tunai dan bukan piutang.

  • Pembagian keuntungan harus dinyatakan dalam nisbah dan dituangkan dalam akad pembukaan rek.

  • Bank sebagai mudharib menutup biaya operasional giro dengan menggunakan nisbah keuntungan yang menjadi haknya

  • Bank tidak diperkenankan mengurangi nisbah keuntungan nasabah tanpa persetujuan yang bersangkutan.


Deposito syariah4

DEPOSITO SYARIAH

REFERENSI:

  • PBI No. 5/21/PBI/2003 tentang Perubahan Kedua atas PBI No. 3/10/PBI/2001 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer Principles);

  • PBI No. 6/15/PBI/2004 tentang Giro Wajib Minimum pada bank Indonesia dalam Rupiah dan Valuta Asing;

  • PBI No. 7/46/PBI/2005 tentang Akad Penghimpunan dan Penyaluran Dana bagi Bank yang Melaksanakan Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah.

  • BI No. 27/160/UPG tahun 1995 tentang PPh atas bungan deposito dan tabungan serta diskonto SBI.

  • PBI No. 3/10/PBI/2001 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer Principles);;

  • PBI No. 3/23/PBI/2001 tentang Perubahan Atas PBI No. 3/10/ PBI/2001 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer Principles);


Financing products

Financing Products

Roduk Pembiayaan


Pembiayaan sesuai syariah islamic financing

Pembiayaan sesuai syariah(Islamic Financing)

Berbasis

kerjasama bagi hasil

(profit & loss sharing)

Berbasis Jual-beli tangguh (differed contract of exchange)

Debt

Financing

(dayn)

Equity

Financing

(syirkah)


Equity financing syirkah

Equity Financing (syirkah)

Joint Venture Profit

& Loss Sharing

(Joint Financing)

Trustee Profit &

Loss Sharing

(Trust financing)

Management Share dengan Voting right

Participation share

tanpa voting right

Musyarakah

Mudharabah

Program Ta’lim Selepas Kerja (TSK)


Feature musyarakah

Program Ta’lim Selepas Kerja (TSK)

Feature Musyarakah

70%

30%

ISLAMIC

BANK

Lab

a

70%

30%

syirkah

PARTNER

Shahibul maal

Kemitraan

usaha

1

Shahibul maal

Rugi

2

70%

30%

Gradual sales of its share

Gradual purchase of bank share

Consider:Force Majeur, Natural

Disaster, Islamic Insurance


Feature mudharabah

Program Ta’lim Selepas Kerja (TSK)

Feature Mudharabah

30%, 40%,

50%

Nisbah Laba sesuai Akad

70%, 60%,

50%

Lab

a

Mudharib

Shahibul

maal

Kemitraan

usaha

Rugi

100%

0%


Skema murabahah teknis perbankan berdasarkan pesanan

Program Ta’lim Selepas Kerja (TSK)

SKEMA MURABAHAHTEKNIS PERBANKAN(Berdasarkan pesanan)

1. Negosiasi

NASABAH

2. Akad jual beli (Akad 1)

6. Bayar kewajiban

BANK

5. Terima

barang & dokumen

Angsuran sesuai Akad dokumen

3. Beli

barang tunai

4. Kirim

barang

Akad 2:

Tunai

Supplier


Skema salam fiqh

SKEMA SALAMFIQH

Tunai di

Awal

Petani/penjual

(muslam ilaihi)

  • Akad Salam

Petani/penjual

(muslam ilaihi)

2. Bayar

4. Terima

3. Kirim

Barang pesanan

(muslam fiqh)

T = 0

T = 1


Teknis perbankan

TEKNIS PERBANKAN

Ijarah wa iqtina(Islamc Lease Purchase)

SELLER

LEASEE

2

Delivery

of object

Delivery

of object

1

3

4

Ownership of object

ISLAMIC BANK

Leasor

Buyer


Teknis perbankan1

TEKNIS PERBANKAN

Ijarah (Islamic Lease)

Seller

First

Lease

Islamic

bank

Furchase of equipment

Following

Leases


Service penyediaan jasa

ServicePenyediaan Jasa


Produk service

Produk Service


References

References:

  • Ascarya, “Akad dan Produk Bank Syariah” PT. Raja Grafindo Jakarta 2007.

  • Antonio, M. Syafe’i, “Bank Syariah bagi Bankir dan Praktisi Keuangan, Gema Insani Press, 1999

  • Karim, A, “Bank Islam – Analisis Fiqh dan Keuangan ’Edisi Dua, PT. Raja Greafindo Jakarta 2004. Perwataatmaja, K, dkk “Bank dan Asuransi Islami di Indonesia”, Fakultas Hukum UI, 2005

  • PBI Akad Bank Syariah


Produk lain lain

Produk Lain-Lain


  • Login