1 / 52

PENYAKIT TROPIS

PENYAKIT TROPIS. ILMU ALAMIAH DASAR UNAIR. DEFINISI. Penyakit tropis merupakan penyakit yang menjangkit pada area tropis Penyakit ini meliputi penyakit menular maupun tidak menular Penyakit infeksi dan non infeksi Indonesia: tropis, multi ethnik, genetik, sosial budaya.

jeri
Download Presentation

PENYAKIT TROPIS

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENYAKIT TROPIS ILMU ALAMIAH DASAR UNAIR

  2. DEFINISI • Penyakit tropis merupakan penyakit yang menjangkit pada area tropis • Penyakit ini meliputi penyakit menular maupun tidak menular • Penyakit infeksi dan non infeksi • Indonesia: tropis, multi ethnik, genetik, sosial budaya

  3. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI Interaksi host, agen dan lingkungan Lingkungan Host Agen

  4. LINGKUNGAN Lingkungan merupakan faktor penting yang mempengaruhi keseimbangan antara host dan agen Lingkungan terdiri dari faktor fisik dan non fisik. Lingkungan fisik meliputi: • Keadaan geografis • Kelembaban udara • Temperatur • Lingkungan tempat tinggal

  5. Lingkungan non fisik, meliputi: • Sosial (pendidikan, pekerjaan) • Budaya (adat kebiasaan turun menurun) • Ekonomi(kebijakan mikro dan kebijakan lokal) • Politik (suksesi kepemimpinan yang mempengaruhi kebijakan pencegahan dan penanggulangan suatu penyakit)

  6. AGEN Faktor agen penyebab penyakit: • bahan kimia, mekanik, stress (Psikologis), dan biologis (infeksi bakteri, virus, parasit, atau jamur) Salah satu sifat agen penyakit adalah virulensi Virulensi merupakan kemampuan atau keganasan suatu agen penyebab penyakit untuk menimbulkan kerusakan pada sasaran

  7. HOST Hal yang perlu diperhatikan tentang host meliputi: • Karakteristik (umur, jenis kelamin, pekerjaan, keturunan, ras, gaya hidup) • gizi atau daya tahan • pertahanan tubuh • kesehatan pribadi • gejala dan tanda penyakit • pengobatan

  8. MEKANISME PENULARAN • Kontak Langsung (hubungan seks, kulit, varisela) • Udara (percikan ludah, dahak atau bersin) • Makanan dan Minuman • Vektor (nyamuk, pinjal, anjing, kucing, kera)

  9. PENCEGAHAN & PENANGGULANGAN Tindakan terpenting: memutus rantai penularan (menghentikan kontak agen penyebab penyakit dengan host) Menitikberatkan penanggulangan faktor resiko penyakit (lingkungan dan perilaku)

  10. JENIS PENYAKIT TROPIS • Penyakit Infeksi oleh Bakteri (TBC, difteria, pertusis, tetanus neonatorum, demam tifoid, kusta, pes, antraks, leptospirosis) • Penyakit Infeksi oleh Virus (DBD, chikungunya, campak, hepatitis, rabies, HIV-AIDS, varisela, flu burung, SARS, polio) • Penyakit Infeksi oleh Parasit (malaria, cacing, filariasis)

  11. INFEKSI BAKTERI A. TBC (Tuberculosis) Penyebab: Mycobacterium tuberculosis & M. bovis Ditularkan lewat udara saat pasien batuk atau percikan ludah.

  12. B.Difteri adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh corynebacterium diphteriae yang berasal dari membrane mukosa hidung dan nasofaring, kulit dan lesi lain dari orang yang terinfeksi Pencegahan: • Bayi = imunisasi DPT (difteria, pertusis dan tetanus) • Anak usia SD = vaksin DT (difteria, tetanus)

  13. Corynebacterium diphteriae • Kontak dengan orang atau barang yang terkontaminasi. • Masuk lewat saluran pencernaan atau saluran pernafasan. • Aliran sistemik • Masa inkubasi 2 – 5 hari. • Mengeluarkan toksin (eksotoksin) Nasal Tonsil/faringeal Laring Peradangan mukosa Tenggorokan sakit demam Demam suara serak, hidung (flu, secret anorexia, lemah. Membrane batuk obstruksi sal. Hidung serosa). Berwarna putih atau abu-abu napas, sesak nafas, Linfadenitis (bull’s neck) sianosis. Toxemia, syok septic. Doc. Arifin Dwi Atmaja, S. Kep.

  14. C.Pertusis merupakan penyakit infeksi saluran nafas akut = batuk rejan (anak) Penyebab: Bordetella pertussis (haemophilus pertussis) Penularan melalui droplet Pencegahan : imunisasi

  15. D. Tetanus Neonatorum merupakan penyakit kekakuan otot (spasme) yang disebabkan oleh eksotoksin dari Clostridium tetani Penularan melalui luka dalam akibat kecelakaan, tertusuk, operasi, karies gigi, radang telinga tengah, dan pemotongan tali pusat Pencegahan: • Imunisasi aktif dengan toksoid • Perawatan luka (dengan hidrogen peroksida) • Persalinan yang bersih

  16. Tetanus—United States, 1980-2007 Year

  17. E. Demam Tifoid adalah infeksi akut pada saluran pencernaan yg disebabkan oleh Salmonella typhi Penularan melalui air dan makanan Pencegahan: kebersihan makanan dan minuman, sanitasi lingkungan

  18. F. Kusta Angka kejadian di Indonesia: papua (6,5), maluku (5,43) dan NAD (2,77) per 10.000 penduduk Penyebab: Mycobacterium leprae

  19. G.PES merupakan penyakit pada rodensia akibat terinfeksi Yersinia pestis Penularan: tikus liar yg mengigit pinjal atau langsung manusia, manusia yg terinfeksi digigit pinjal, droplet Pencegahan: • Menempatkan kandang ternak di luar rumah • Merekonstruksi rumah • Membuat ventilasi • Melapisi lantai dengan semen • Melapor ke puskesmas bila banyak tikus mati • Mengatur ketinggian tempat tidur (> 20 cm)

  20. H. ANTRAKS merupakan penyakit yang disebabkan oleh Bacillus anthracis pada binatang ternak/buas Penularan: • Kontak dengan kulit manusia yg lesi, lecet/abrasi • Mengkonsumsi daging yang terkontaminasi • Menghisap spora di kandang hewan • Digigit serangga yang baru menggigit hewan infektif

  21. I. LEPTOSPIROSIS merupakan infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans Penularan: • Kontak dengan air, tanah dan lumpur yang tercemar bakteri • Kontak dengan organ, darah dan urin hewan terinfeksi • Mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi

  22. INFEKSI VIRUS A. Demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue dari kelompok Arbovirus B yang disebarluaskan oleh artropoda Vektor utama nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus

  23. Pencegahan: a. Pembersihanjentik - program pemberantasansarangnyamuk (PSN) - larvasidasi - menggunakanikan (ikankepalatimah, capung, sepat) b. Pencegahangigitannyamuk - menggunakankelambu - menggunakanobatnyamuk - penyemprotan

  24. B. CHIKUNGUNYA merupakan penyakit yang mirip dengan demam dengue yang disebabkan oleh virus chikungunya dab ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes africanus

  25. C. Campak Indonesia, angka kesakitan tercatat 30.000 kasus per tahun Penyebabnya virus campak (Morbillivirus) Penularan melalui droplet di udara oleh penderita sejak 1 hari sebelum timbulnya gejala klinis sampai 4 hari sesudah ruam D. Hepatitis adalah penyakit radang hati yang disebabkan oleh virus hepatitis (Picornavirus) Ditularkan melalui makanan-minuman yang terinfeksi, hubungan seksual

  26. Geographic Distribution of HAV Infection Anti-HAV Prevalence High Intermediate Low Very Low

  27. Healthy Liver Cirrhosis Liver

  28. E. RABIES adalah penyakit yang menyerang susunan saraf pusat Penyebab: virus yang berfamili Rhabdovirus Ditularkan melalui anjing, kucing dan monyet

  29. F. HIV-AIDS AIDS adalah suatu kumpulan gejala penyakit kerusakan sistem kekebalan tubuh Penyakit ini bukan bawaan tapi hasil penularan, yang disebabkan oleh virus HIV Penularan: Cairan tubuh (darah, cairan genital, ASI), Ibu hamil, jarum suntik, transfusi darah dan hubungan seksual

  30. Beda Cara Penularan, Beda Tren?

  31. Tidakbolehdilupakan…

  32. JumlahKasus AIDS di Indonesia 10 TahunTerakhirBerdasarkanTahunPelaporansd 31 Desember 2005 Sumber : Lap P2PL sd 31 Desember 2005

  33. Persentase Kumulatif Kasus AIDS di Indonesia Berdasarkan Cara Penularan

  34. Dinamikapenularan HIV?

  35. PopulasiRawanTertular HIV(HasilEstimasitahun 2004)

  36. Pengobatan: • Pengobatan suportif • Penanggulangan penyakit oportunistik • Pemberian antivirus • Penangulangan dampak psikososial Pencegahan: • Hindari hubungan seksual dg penderita AIDS, pasangan berganti-ganti & pecandu narkotik suntik • Memberikan tranfusi darah hanya yg perlu • Memastikan alat suntik steril

  37. G. VARISELA adalah infeksi virus akut yang ditandai dengan adanya vesikel pada kulit yang sangat menular = chicken pox, cacar air, varisela zoster Disebabkan oleh Herpesvirus varicellae atau Human (alpha) herpes virus-3 Penularan melalui kontak langsung (cairan vesikel) dan droplet

  38. Varicella Fatality Rate in Healthy Persons *Deaths per 100,000 cases

  39. H. FLU BURUNG Penyebabnya virus Al (Orthomyxoviridae) Penularan: udara dan skskret (kotoran, urin, ingus) unggas yang terinfeksi Pencegahan: a. Peternak: gunakan masker, baju khusus, kacamata di peternakan, batasi jumlah orang yang masuk, desinfeksi orang, kendaraan, alat dan isolasi kandang & kotoran b. Masyarakat umum: pilih daging yang segar, masak daging min 80°C, telur 65°C, jaga kesehatan dan ketahanan tubuh

  40. I. SARS Severe acute respiratory syndrome/sindrom pernafasan akut berat adalah sindrom akibat infeksi virus paru yang mendadak dengan gangguan pernafasan Penyebabnya Paramyxovirus Penularan: melalui droplet pasien yg terinfeksi Pencegahan: • Mencegah penularan melalui udara, droplet • Menggunakan masker buat penderita • Perawatan penderita di ruang isolasi

  41. J. POLIO adalah penyakit akut yang menyerang sistem syaraf perifer karena virus polio (enterovirus) Ditularkan antar manusia melalui rute oro-fekal, sekret faring

  42. INFEKSI PARASIT A. MALARIA disebabkan oleh parasit sporozoa (Plasmodium) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles betina infektif B. CACING Penyebab; • Cacing tambang: Necator americanus, Ancylostoma duodenale dan Ancylostoma ceylonicum • Cacing gelang: Ascaris lumbricoides

  43. C. FILARIASIS adalah penyakit akut yang menyerang sistem syaraf perifer karena virus polio (enterovirus) Ditularkan antar manusia melalui rute oro-fekal, sekret faring

More Related