1 / 7

Teori Belajar Sosial

Teori Belajar Sosial.

Download Presentation

Teori Belajar Sosial

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Teori Belajar Sosial

  2. Kuliah pada sessi ini akan mempelajari tentang bagaimana suatu perilaku penyimpang atau kejahatan dilalui melalui proses belajar. Proses belajar dalam perilaku menyimpang atau kejahatan pada dasarnya sama dengan proses belajar pada perilaku normal. Salah satu teori yang diketengahkan adalah Teori Differential Association dari Sutherland, pada pokoknya, mengetengahkan suatu penjelasan sistematik mengenai penerimaan pola-pola kejahatan. Kejahatan dimengerti sebagai suatu perbuatan yang dapat dipelajari melalui interaksi pelaku dengan orang-orang lain dalam kelompok-kelompok pribadi yang intim. Proses belajar itu menyangkut teknik-teknik untuk melakukan kejahatan, motif-motif, dorongan-dorongan, sikap-sikap dan pembenaran-pembenaran argumentasi yang mendukung dilakukannya kejahatan. Abstraksi

  3. Belajarmerupakantindakandanperilakuseseorang yang kompleks, sebagaitindakanbelajar yang dialamiolehorangtersebut. Padaprosesbelajar, individumerupakansubyeksekalgusobyekdariprosespembelajaran. Terdapatbeberapapendekatan yang dapatmenjelaskanprosesbelajar, antara lain: TeoriBehaviorisme, yang menekankanpada "hasil" dariprosesbelajar. (Tokoh yang berperanyaitu : E.L. Thorndike, Ivan Petrovich Pavlov, John B.Watson, Edwin R. Guthrie, Clark Hull, B.F. Skinner, Robert Gagne, Albert Bandura). TeoriKognitivisme, menekankanpada "proses" belajar.(Tokoh yang berperanyaitu: Piaget, Ausubel, Brunner dan Gagne). TeoriHumanistik, menekankanpada "isi' atau "apa yang dipelajari".(Tokoh yang berperan, Kolb, Honey dan Mumford, Habermasdan Lev Vigotsky). TeoriSibernitik, menekankanpada "sisteminformasi" dari yang dipelajari.(Tokoh yang berperan : Landa, Paskdan Scott). MenurutteoriBehaviorisme, manusiamerupakanproduklingkungan. Segalaperilakumanusiasebagianbesarakibatpengaruhlingkungansekitarnya. Lingkunganlah yang membentukkepribadianmanusia. Behaviorismetidakbermaksudmempermasalahkannorma-normapadamanusia. Apakahseorangmanusiatergolongbaik, tidakbaik, emosional, rasional, ataupunirasional. Disinihanyadibicarakanbahwaperilakumanusiaitusebagaiakibatberinteraksidenganlingungan, danpolainteraksitersebutharusbisadiamatidariluar.

  4. Belajar dalam teori behaviorisme ini selanjutnya dikatakan sebagai hubungan langsung antara stimulus yang datang dari luar dengan respons yang ditampilkan oleh individu. Response tertentu akan muncul dari individu, jika diberi stimulus dari luar. S singkatan dari Stimulus, dan R singkatan dari Respons.Pada umumnya teori belajar yang termasuk kedalam keluarga besar behaviorisme memandang manusia sebagai organisme yang netra-pasif-reaktif terhadap stimuli disekitar lingkungannya. Orang akan bereaksi jika diberi rangsangan oleh lingkungan luarnya. Demikian juga jika stimulus dilakukan secara terus menerus dan dalam waktu yang cukup lama, akan berakibat berubahnya perilaku individu. Misalnya dalam hal kepercayaan sebagian masyarakat tentang obat-obatan yang diiklankan oleh televisi. Mereka sudah tahu dan terbiasa menggunakan obat-obat tertentu yang secara gencar ditayangkan media televisi. Jika orang sakit maag, maka obatnya dalah promag, waisan, mylanta, ataupun obat-obat lain yang sering diiklankan televisi. Jenis obat lain tidak pernah digunakan untuk penyakit maag tadi, padahal mungkin saja secara higienis obat yang tidak tertampilkan, lebih manjur, misalnya. Syarat terjadinya prose belajar dalam pola hubungan S-R ini adalah adanya unsur: dorongan (drive), rangsangan (stimulus), respons, dan penguatan (reinforcement). Unsur yang pertama, dorongan, adalah suatu keinginan dalam diri seseorang untuk memenuhi kebutuhan yang sedang dirasakannya. Unsur dorongan ini ada pada setiap orang, meskipun kadarnya tidak sama, ada yang kuat menggebu, ada yang lemah tidak terlalu perduli akan terpenuhi atau tidaknya. Unsur kedua, adalah rangsangan atau stimulus. Unsur ini datang dari luar diri individu, dan tentu saja berbeda dengan dorongan tadi yang datangnya dari dalam.

  5. Albert Bandura, seorang psikolog pada UniversitasStanford Amerika Serikat. Teori Bandura berdasarkan tiga asumsi , yaitu: bahwa individu melakukan pembelajaran  dengan meniru apa yang ada dilingkungannya, terutama perilaku-perilaku orang lain. Perilaku orang lain yangditiru disebut sebagai perilaku model  atau perilaku contoh. Apabila peniruan itumemperoleh penguatan, maka perilaku yang ditiru  itu akan menjadi perilakudirinya. Proses pembelajaran menurut proses kognitif individu dan kcakapandalam membuat keputusan. ialah  terdapat  hubungkait  yang  erat  antara  pelajar  dengan  lingkungannya.Pembelajaran  terjadi  dalam  keterkaitan  antara  tiga  pihak  yaitu  lingkungan,perilaku dan factor-faktor pribadi. ialah bahwa hasil pembelajaran adalah berupa kode perilaku visual dan verbalyang diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Proses pembelajaran menurut Teori Bandura, terjadi dalam tiga komponen (unsure)yaitu : 1. Perilaku Model (contoh) Individu  melakukan  pembelajaran  dengan  proses  mengenal  perilakumodel  (perilaku  yang  akan  ditiru),  kemudian  mempertimbangkan  danmemutuskan untuk meniru sehingga menjadi perilakunya sendiri. Perilaku model ialah  berbagai  perilaku  yang  dikenal  di  lingkungannya.  Apabilabersesuaian dengan keadaan dirinya (minat, pengalaman, cita-cita, tujuan,dsb), maka perilaku itu akan ditiru. 2. Pengaruh Perilaku Model Untuk memahami pegaruh perilaku model, maka perlu diketahui fungsimodel itu sendiri, yaitu: •Untuk memindahkan informasi ke dalam diri individu Memperkuat atau memperlemah perilaku yang telah ada •Memindahkan pola-pola perilaku yang baru. 3. Proses Internal Pelajar Model-model yang ada di lingkungan senantiasa meberikan ransangankepada individu yang membuat individu memberikan tindak balas apabilaterjadi hubungkait antara ransangan dengan dirinya. Macam-macam modelboleh berasal dari ibu-bapak, orang tua, orang dewasa, guru, pemimpin, temansebaya, anggota keluarga, anggota masyarakat, tokoh-tokoh yang berpretiseseperti penyanyi, pahlawan, bintang film dan sebagainya.

  6. Differential Association Theory Sutherland (1883-1950) Beberapapremisdalamteoriini : Perilakumenyimpangadalahhasildariprosesbelajaratau yang dipelajari.Perilakumenyimpangdipelajariolehseserangdalaminteraksinyadenganorang lain danmelibatkanproseskomunikasi yang intens. Bagianutamadaribelajarperilakumenyimpangterjadididalamkelompok-kelompok personal yang intimdanakrap. Hal-hal yang dipelajaridalamprosesterbentuknyaperilakumenyimpangadalah a) teknis-teknispenyimpangan; b) petunjuk-petunjukkhusustentang motif, dorongan, rasionalisasidansikap-sikapberperilakumenyimpang. Petunjuk-petunjukkhusustentang motif dandoronganuntukberperilakumenyimpangitudipelajaridaridefinisi-definisitentangnorma-norma yang baikdantidakbaik. Seseorangmenjadimenyimpangkarenaiamenganggaplebihmenguntungkanuntukmelanggarnormadaripadatidak. Apabilaseseorangberanggapanbahwalebihbaikdaripadatidakkarenatidakadasanksiatauhukuman yang tegasatauorang lain membiarkansuatutindakan yang dapatdikategorikanmenyimpang, danbahkanbilapelanggaranitumembawakeuntunganekonomi, makamudahlahorangmelakukanpenyimpangan.Sebaliknyaseseorangtidakmenyimpangkarenaorangituberanggapanbahwaakanlebihmenguntungkanjikatidakmelakukanpelanggarandankemudianiamendapatpujian, sanjungandandijanjikanmendapatpahala. Terbentuknyaasosiasidiferensialitubervariasitergantungdarifrefekuensi, durasi, prioritasdanintensitas. Prosesmempelajaripenyimpanganperilakumelaluikelompok yang memilikipola-polamenyimpangatausebaliknya, melibatkansemuamekanisme yang berlakudidalamprosesbelajar. Meskipunperilakumenyimpangmerupakansalahsatuekspresidarikebutuhandannilai-nilaimasyarakatyngumum, tetapipenyimpanganperilakutersebuttidakdapatdijelaskanmelaluikebutuhandannilaiumumtersebut.Karenaperilaku yang tidakmenyimpangjugasebagaiekspresidarinilai-nilaidankebutuhan yang sama.

  7. TeoriBelajarSosialditurunkandarihasilkarya Gabriel Tarde (1912: 322) yang mengajukanbeberapaasumsidalamteoribelajarsosial yang umumnyaterjadimelalui 5 (lima) tahap), yakni: Adanyahubungan yang sangatdekatantaraparapihak (close contact); Adanyapeniruanpadaorang yang memilikikelebihan; Adanyapemahamanatassuatukonsep yang ingindipelajari (understanding of concepts); Adanya model perilaku yang ditiru Adanyapenegasanterhadaphal-hal yang dipelajari Padaintinya, prosesseseorangbelajartentangperilakujahatsamadenganprosesbelajartasperilaku normal. Menurut Akers (1985) Untuksampaiketitikdimanaperilakukriminaldiskriminatifdiaktifkanolehisyarat-isyarat (norma), seluruhprosestujuhtahapanberikut: Perilakukriminalbelajarmelaluipengkondisianatauimitasi. Perilakukriminaldipelajaribaikdalamsituasiatau nonsocial memperkuatdiskriminatif nonsocial situasidanmelaluiinteraksisosial. Komponenutamapembelajaranterjadidalamkelompok. Belajartergantungpadapenguatantersediakemungkinan. Jenisdanfrekuensibelajartergantungpadanormadenganmanareinforcersiniditerapkan. Perilakukriminaladalahfungsidarinorma-norma yang diskriminatifbagiperilakukriminal. Kekuatanperilakukriminaltergantungpadapenguatan.

More Related