1 / 34

Udhoro Kasih Anggoro DIREKTUR JENDERAL TANAMAN PANGAN KEMENTERIAN PERTANIAN

KEBUTUHAN INOVASI ALSINTAN BUDIDAYA PADI MENUJU SWASEMBADA PANGAN DAN SWASEMBADA BERKELANJUTAN. Udhoro Kasih Anggoro DIREKTUR JENDERAL TANAMAN PANGAN KEMENTERIAN PERTANIAN. Disampaikan pada : SEMINAR NASIONAL MEKANISASI PERTANIAN 30 OKTOBER 2012,

Download Presentation

Udhoro Kasih Anggoro DIREKTUR JENDERAL TANAMAN PANGAN KEMENTERIAN PERTANIAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. KEBUTUHAN INOVASI ALSINTAN BUDIDAYA PADI MENUJU SWASEMBADA PANGAN DAN SWASEMBADA BERKELANJUTAN Udhoro Kasih Anggoro DIREKTUR JENDERAL TANAMAN PANGAN KEMENTERIAN PERTANIAN Disampaikan pada: SEMINAR NASIONAL MEKANISASI PERTANIAN 30 OKTOBER 2012, BALAI BESAR PENGEMBANGAN MEKANISASI PERTANIAN 1 1

  2. PENDAHULUAN • Permintaanberasterusmeningkat seiring denganlajupertumbuhanpenduduk • Perubahaniklimmenjadilebihekstrimakibatpemanasan global berdampak pada terganggunyaproduksipangan • Pasarberasduniamenjaditerbatassehinggakitaharusswasembadaberasberkelanjutandan memiliki cadanganberas yang memadai • Berasmasihsebagaikontributorutamaterhadapinflasisehinggahargaberasharusterkendali

  3. ARAHAN PRESIDEN • PadaSidangKabinetParipurna 6 Januari 2011 : • “ ProduksiBerasDalamNegeriharusditingkatkansehingga • diperolehcadangan yang cukup “ Pada RAPIMNAS denganGubernur, Bupati/Walikota, DPRD Provinsidan Kab/Kota danPelaku Usaha Di JCC 10 Januari 2011 “Meskipundalamsistemperdagangankitabisamembeliataumenjual, tetapiuntukpangankitaharusmenujukemandirianpangan”. 3. Arahan Presiden 22 Pebruari 2011 Program Prioritas “Surplus Beras” : • Dari swasembada ke surplus beras • Dalam waktu 5-10 tahun • Surplus beras minimal 10 juta ton per tahun 4. HasilSidang Kabinet Tanggal 6 September 2011 dan Ditegaskan lagi pada Pidato Pelatikan KIB II Hasil Reshuffle (Political Speech) Tanggal 19 Oktober 2011: “ Surplus Beras 10 juta ton harus dicapai pada tahun 2014”

  4. PERMASALAHAN Dampak perubahan iklim dan serangan OrganismePenggangguTumbuhan (OPT) Rusaknya infrastruktur usahatanipadi KonversiLahansawah Keterbatasanaksespetaniterhadappembiayaan Kompetisi antar komoditas Tingginyakonsumsiberas Belum sinerginya antar sektor danpusat – daerahdalam menunjang pembangunan pertaniankhususnyaproduksipadi Kesenjanganhasilantarapotensidankondisidilapanganmasihtinggi (rata-rata provitasnasional < 5,017 ton/ha, potensi > 6 ton/ha, terutamapadalahanirigasiteknis)

  5. PELUANG Tersedia teknologi untuk meningkatkan produktivitas (benihbermutu, jajarlegowo, pemupukanberimbang, hemat air, dll) Potensisumberdayalahansawah,rawa/lebak, lahankering (perkebunan, kehutanan dll) yang masihluas Pengetahuan, sikapdanketerampilanSDM (petani, PPL, POPT danpetugas pertanianlainnya) masih dapat dikembangkan. Tersediaanyapotensipengembanganproduksipanganalternatif. Ketersediaansumbergenetik (varietasunggul); Terdapat angka kehilangan hasil panen dan pascapanen yang masih tinggi (10,82%/survey musim kemarau 2007)

  6. PENINGKATAN PRODUKSI PADI TAHUN 2012-2014 6

  7. PELUANG PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADI Masihpeluanguntukmeningkatkanproduksimelaluipeningkatan Produktivitas, khususnyapadidari yang masihmemilikiproduktivitas dibawah 5 ton per ha seluas 5,98 juta ha

  8. PELUANG PENINGKATAN INDEKS PERTANAMAN (IP) Catatan : Rata-rata IP saat ini = 142,89 Sumber BPS, 2010

  9. POTENSI LAHAN UNTUK PADI DI INDONESIA

  10. KEBIJAKAN MENDUKUNG SWASEMBADA BERAS Swasembada BERAS berkelanjutansecaranasional, bukanwilayah (Povinsi, kabupaten/kota) Pemberiansubsidi (pupuk, benih, bunga bank) PerlindunganHarga (HPP untukberas, HET untukpupuk) Pemberianbantuan (subsidi benih, BLP, BP3, Alsintan, perbaikanjaringanirigasi). PerlindunganLahanPertanianBerkelanjutan ( UU 41 Tahun 2009) Fasilitasipermodalan (KKPE, KUR ) Peningkatanpengetahuandanketrampilanpetani 10

  11. STRATEGI

  12. Peningkatan Produktivitas Usahatani Perakitan, Diseminasidan Penerapanpaket teknologi tepatgunaspesifiklokasi Peningkatanpenerapanpaketteknologibudidayaspesifiklokasi(SL-PTT, SRI, GP3K) Pengamananproduksidarigangguan OPT dan DPI (SL-PHT, SLI, pengamatan, Brigade Proteksi) Penurunansusuthasil (lossespanendanpascapanen) Penyuluhan, pendampingandanpengawalanolehpetugaslapangan LANGKAH OPERASIONAL 12

  13. 2. Perluasan Pengelolaan Lahan • Pencetakaan Lahan Sawah Baru • Optimasi Lahan Peningkatan IP • Pengelolaan air • Perbaikan Jaringan Irigasi • Pembangunan Dam/Parit/Embung • Pengembangan Sumber Air • Pengembangan Irigasi Partisipatif (PIP) • Pengembangan Mekanisasi • 1) PengadaanPompaAir • 2) PengadaanAlsinPraPanen Lanjutan 13

  14. PenurunanKonsumsiBeras Lanjutan a. PercepatanPenganekaragamanKonsumsi • Optimalisasipemanfaatanlahanpekarangan • PengolahanPanganLokal • b. Pengembanganpanganuntukorangmiskin (Pangkin) • c. Pengembanganagroindustrianekatepungberbahanbakulokal PenyempurnaanManajemen • DukunganKebijaksanaandanRegulasi • PenyempurnaanManajementeknis • Penyempurnaan data daninformasi 14

  15. SASARAN PRODUKSI PADI 2010-2014 • *) Catatan: • 1) Tahun 2010 merupakanAngkaTetapBPS RI • 2)Tahun 2011 menggunakanAngka Tetap BPS RI • Penurunan konsumsi perkapita 1,5%/tahun mulai 2010 • KonversiGabahKeringGiling (GKG) keberastersediauntukkonsumsi : 56,22%

  16. SASARAN LUAS TANAM DAN PANEN PRODUKTIVITAS DAN PRODUKSI PADI TAHUN 2012-2014

  17. SKENARIO PRODUKSI PADI TAHUN 2012-2014 *) 17

  18. KEBUTUHAN INOVASI ALSINTAN BUDIDAYA DAN PASCAPANEN PADI 18

  19. LATAR BELAKANG PERMASALAHAN : • Makin terbatasnya tenaga kerja di pedesaan • Tuntutan pola tanam, waktu tanam dan panen yang terbatas • Tingkat kehilangan/susuthasilmasihtinggi (BPS 2008 : 10,82 %, FAO 2010 : 14,53 %) 4.Rendemengiling berasmasihrendah DENGAN UPAYA PENANGANAN ALSINTAN, AKAN DIPEROLEH : • Peningkatan mutu pengolahan tanah • Peningkatan Intensitas Pertanaman (IP) • Efisiensi Biaya produksi • Penyelamatan kehilangan hasil panen • Peningkatan rendemen mutu hasil panen • Peningkatan pendapatan petani

  20. II. PENANGANAN PASCAPANEN PADI 1. Menyelamatkan Hasil 2. Menekan Susut Hasil 2.1. TUJUAN 3. MempertahankanMutu 4. MempertahankandanMemperpanjangMasaSimpan Setiap tahapan proses Membutuhkan Alsin Pascapanen Yang Tepat

  21. KONDISI UMUM ALSINTAN SAAT INI • Jumlahnya belum mencukupi • Dijumpai kualitas alsin yang dibawah standar • SDM pengelola alsin masih rendah • Harga alsintan masih relatif mahal 5. Di beberapa daerah, alsintan secara sosial belum diterima masyarakat • Sosialisasi dan pengawasan masih rendah • Masih dijumpai harga BBM diatas HET

  22. PEMENUHAN KEBUTUHAN ALSINTAN BUDIDAYA NASIONAL

  23. TINGKAT KEJENUHAN TRAKTOR

  24. Lanjutan…

  25. KEBIJAKAN PENGEMBANGAN ALSINTAN • Aspek Penyediaan dan Peredaran Alsintan : a. Surat keterangan hasil uji (test report) b. Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT-SNI). c. Terjaminnya suku cadang alsintan d. Memiliki ijin dari Bupati/Walikota 2. Aspek Penggunaan : a. Tidak membahayakan keselamatan dan keamanan operator b. Tidak merusak lingkungan c. Sesuai kondisi spesifik lokasi

  26. Lanjutan.... • Aspek Pengawasan : a. Melindungi kepentingan pengguna, produsen, dan distributor. b. Mencegah beredarnya alsin ilegal dan palsu. • Aspek Pengelolaan alsintan : Pengelolaan dilakukan melalui Usaha Pelayanan Jasa Alsin (UPJA) bagian/diluar unit usaha Gapoktan • Aspek Pembiayaan a. APBN dan APBD b. Kredit Program c. PKBL dan CSR

  27. DUKUNGAN ALSINTAN TERHADAP PENINGKATAN PRODUKVITAS PERTANIAN 1. ALSIN Panen : a. Mengurangi kehilangan hasil b. Jenis Alsintan : Paddy mower, Reaper, Stripper, Combine harvester 2. ALSIN Pascapanen : a. Mengurangi kehilangan hasil b. Meningkatkan kualitas hasil c.Jenis Asintan : Power thresher, Dryer, Rice Milling Unit

  28. LANGKAH OPERASIONAL MENDUKUNG SURPLUS 10 JUTA TON BERAS I. BRIGADE TANAM • Sarana : TraktorRoda 2 dan Rice Transplanter. • Manfaat: • - Percepatantanam - TanamSerentak • Mencegah OPT - Peningkatan IP • PeranPemda : • Mobilisasi alsintan antar atau di dalam kab. • Menyediakanbiayamobillisasi. • MelakukanPendampingan

  29. II. BRIGADE PANEN • Sarana: Padi Mower, Power Thresher, dan • Combine Harvester • Manfaat: • - Panenserentakdanlebihcepat, mendukung tanam serentak. • - Penurunankehilanganhasil. • - Peningkatankualitashasil. • Sarana : Hand Sprayer dan Power Weeder • Manfaat : • - Pengamanan hasil • - Mengurangi eksplosi OPT III.BRIGADE PROTEKSI :

  30. KEBUTUHAN ALSINTAN TERHADAP TARGET PENYELAMATAN HASIL KOMODITAS PADI

  31. SasaranSusut Hasil Padi Tahun2011 - 2014 Ket : *) Harga GKG Rp 4.150 /kg (sesuai Inpres Nomor 3 Tahun 2012) **) Susut Hasil Tahun 2007 (10,82%) x GKG Rp 2.575/kg = Rp 15.9 triliun

  32. DUKUNGAN PASCAPANEN TANAMAN PANGAN • Disamping kebutuhan inovasi dan fasilitasi alsin pascapanen, diperlukan upaya untuk menggerakkan Kelembagaan Tani untuk menangani pascapanen yang baik. • Dibutuhkan suatu konsep Pengembangan Manajemen Pascapanen yang mengawal inovasi dan fasilitasi Pascapanen di tingkat operasional. 32

  33. PENUTUP • Perludukunganseluruhsektorterkait, mengingat tidak semua upaya mencapai sasaransurplus 10 juta ton beras beradadalamkewenangan Kementan. • Diperlukandukungan anggaranmemadai untuk mendukung strategi dan langkah operasional mencapai surplus 10 juta ton berasdi masing-masing sektor terkait. • Perlu Inovasi Teknologi alsintan secara simultan dalam mendukung proses budidaya dan penurunan susut hasil padi secara signifikan. • Diperlukan pengorganisasian Pengelolaan Alsintan yang kuat, untuk dapat mengoptimalkan Gerakan Percepatan Tanam, Percepatan Panen dan Penanganan Serangan OPT

  34. Terimakasih

More Related