1 / 37

KONSEP TUMBUH KEMBANG

KONSEP TUMBUH KEMBANG. Winda Darpianur , S.Kep,.Ns. TUJUAN PERKULIAHAN. Mahasiswa dapat menjelaskan : Pengertian pertumbuhan dan perkembangan Prinsip tumbuh kembang Tahapan tumbuh kembang Faktor yg mempengaruhi tumbuh kembang Perkembangan kognitif Perkembangan psikososial

gloria
Download Presentation

KONSEP TUMBUH KEMBANG

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. KONSEP TUMBUH KEMBANG Winda Darpianur, S.Kep,.Ns

  2. TUJUAN PERKULIAHAN Mahasiswadapatmenjelaskan: • Pengertianpertumbuhandanperkembangan • Prinsiptumbuhkembang • Tahapantumbuhkembang • Faktorygmempengaruhitumbuhkembang • Perkembangankognitif • Perkembanganpsikososial • Perkembanganpsikoseksual • Perkembanganpsikomoral

  3. PENGERTIAN • Pertumbuhan (growth) adalah bertambahnya jumlah dan sel diseluruh bagian tubuh yang secara kuantitatif dapat diukur • Perkembangan (development) adalah bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh yang dapat dicapai melalui kematangan dan belajar

  4. COMPLETELY......... Pertumbuhan : • perubahan fisik • peningkatanjumlahsel • ukuran • kuantitatif • tinggi badan, berat badan, ukuran tulang, gigi • pola bervariasi Perkembangan : • kualitatif • maturation • sistematis, progresif dan berkesinambungan

  5. PRINSIP-PRINSIP TUMBUH KEMBANG • proses yang teratur, berurutan, rapidankontinyu --- maturasi, lingkungandanfaktorgenetik • pola yang sama, konsistendankronologis, dapatdiprediksi • variasiwaktumuncul (onset), lama, danefekdaritiaptahapantumbuhkembang • mempunyaicirikhas

  6. Never ending process --seumurhidupdanmeliputiseluruhaspek • Cephalocaudal • Proximodistal • Differensiasi • hal yang unik -- setiapindividucenderungmencapaipotensimaksimumperkembangannya • Tugasperkembangan

  7. perkembangansuatuaspekdapatdipercepatataudiperlambat • perkembanganaspek-aspektertentuberjalansejajaratauberkorelasidenganaspeklainnya • perkembanganterjadidalam tempo yang berlainan

  8. TAHAP-TAHAP TUMBUH KEMBANG 1. Neonatus(lahir – 28 hari) 2. Bayi (1 bulan – 1 tahun) 3. Toddler (1-3 tahun) 4. Prasekolah (3-6 tahun)

  9. TAHAP-TAHAP TUMBUH KEMBANG • Usiasekolah (6-12 tahun) • Remaja (12-18/20 tahun)

  10. TAHAP-TAHAP TUMBUH KEMBANG • Dewasamuda (20-40 tahun) • Dewasamenengah (40-65 tahun) 8. Dewasatua • Young-old (tua-muda) 65-74 tahun • Middle-old (tua-menengah) 75-84 tahun • Old-old (tua-tua) 85 tahunkeatas

  11. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI • GENETIK • LINGKUNGAN 1. PRENATAL 2. POSTNATAL

  12. LANJUTAN.... • LINGKUNGAN PRENATAL : • GIZI IBU HAMIL • TOKSIN / ZAT KIMIA • RADIASI • INFEKSI • STRES

  13. LINGKUNGAN POSTNATAL • Lingkungan biologiss • Ras/ suku bangsa • Jenis kelamin • Umur • Gizi • Perawatan kesehatan • Kepekaan terhadap penyakit • Penyakit kronis

  14. LINGKUNGAN FISIK • Cuaca/ musim • Sanitasi • Keadaan rumah • Radiasi LINGKUNGAN PSIKOSOSIAL • Stimulasi • Motivasi belajar • Ganjaran/hukuman yang wajar • Kelompok sebaya • Stres • Sekolah • Cinta dan kasih sayang • Kualitas interaksi anak-ortu

  15. LINGKUNGAN KELUARGA DAN ADAT ISTIADAT • Pekerjaan dan pendapatan • Pendidikan orang tua • Jumlah saudara • Jenis kelamin dalam saudara • Stabilitas rumah tangga • Kepribadian ayah/ibu • Agama

  16. KEBUTUHAN DASAR TUMBUH KEMBANG • Kebutuhan fisik : biomedis (asuh) • Kebutuhan emosi/kasih sayang (asih) • Kebutuhan stimulasi mental (asah)

  17. TeoriperkembanganKognitif Piaget (1952) • fasesensorimotor (lahir – 2 tahun) • tahap 1 : Penggunaanaktivitasrefleks (lahir – 1bulan) • tahap 2 : reaksisirkular primer (1-4 bulan) • tahap 3 : reaksisirkularsekunder(4-8 bulan) • tahap 4 : koordinasidariskemasekunder (8-12 bulan) • tahap 5 : reaksisirkulartersier(12-18 bulan) • tahap 6 : intervensidariartibaru(18-24 bulan)

  18. b. fasepreoperasional (2-7 tahun) • simbolsepertikatauntukmewakilimanusia, bendadantempat. • kemampuanberfokushanyapadasatuaspekpadasatuwaktu, danpemikiranseringterlihattidaklogis • mobilmenabrakanjingkarenaanaklaki-lakimarahpadaanjingtersebut - tahap pre konseptual (2-4 tahun) sangategosentris, “saya”, Perkembanganbahasa, kata-katadenganobjek - tahapintuituf (4-7 tahun) Egosentrisanakmulaiberkurang, Klasifikasisesuatudengansatuatributbiasanyawarnaataubentuk

  19. c. fase konkret operasional (7-11 tahun) • memecahkan masalah konkret • mulai mengerti tentang suatu hubungan misalnya ukuran, mengerti kanan dan kiri • Anak dapat membuat alasan mengenai apa itu, tapi tidak dapat membuat hipotesa mengenai apa kemungkinannya dan dengan demikian tidak dapat berpikir mengenai masalah ke depan d. Fase formal operasional (11-15 tahun) • pemikiran rasional, bersifat keakanan • kemampuan untuk berperilaku yang abstrak, dan muncul pemikiran ilmiah • menyadari masalah moral dan politik dari berbagai pandangan yang ada

  20. Teori perkembangan Psikososial (Erik H Erickson ) • Trust vs mistrust -- bayi (lahir – 12 bulan) • Indikatorpositif : belajarpercayapadaorang lain • Indikatornegatif : tidakpercaya, menarikdiridarilingkunganmasyarakat, pengasingan. • Pemenuhankepuasanuntukmakandanmengisap, rasa hangatdannyaman, cintadan rasa aman ---- menghasilkankepercayaan. • Padasaatkebutuhandasartidakterpenuhisecaraadekuat --- bayimenjadicuriga, penuh rasa takut, dantidakpercaya. Hal iniditandaidenganperilakumakan, tidurdaneliminasi yang buruk.

  21. b. Otonomivsragu-ragudanmalu (autonomy vs shame & doubt) -- todler (1-3 tahun) • Indikatorpositif : kontroldiritanpakehilanganhargadiri • Indikatornegatif : terpaksamembatasidiriatauterpaksamengalah • Anakmulaimengembangkankemandirianmembukadanmemakaibaju, berjalan, mengambil, makansendiri, danke toilet. Mulaiterbentukkontroldiri. • Jikakemandiriantodlertidakdidukungolehorangtua, mungkinanakmemilikikepribadian yang ragu-ragu • jikaanakdibuatmerasaburukpadasaatmelakukankegagalan, anakakanmenjadipemalu.

  22. c. Inisiatifvsmerasabersalah (initiative vs guilt) -- prasekolah ( 3-6 tahun) • Indikatorpositif : mempelajaritingkatketegasandantujuanmempengaruhilingkungan. Mulaimengevaluasikebiasaan (perilaku) dirisendiri. • Indikatornegatif : kurangpercayadiri, pesimis, takutsalah. Pembatasandankontrol yang berlebihanterhadapaktivitaspribadi • Inisiatif, mencobahal-halbaru, perilakukuat, imajinatif,perkembanganperasaanbersalahdanidentifikasidenganorangtua yang berjeniskelaminsama. • Pembatasan --- mencegahanakdariperkembanganinisiatif. • Rasa bersalahmungkinmunculpadasaatmelakukanaktivitas yang berlawanandenganorangtua. • Anakperlubelajaruntukmemulaiaktivitastanpamerusakhak-hakorang lain.

  23. d. Industrivs inferior (industry vs inferiority) -- usiasekolah (6-12 tahun) • Indikatorpositif : mulaikreatif, berkembang, manipulasi. Membangun rasa bersaingdanketekunan. • Indikatornegatif : hilangharapan, merasacukup, menarikdiridarisekolahdantemansebaya. • Anakmendapatkanpengenalanmelaluidemonstrasiketrampilandanproduksibenda-bendasertamengembangkanhargadirimelaluipencapaian • Anakdipengaruhioleh guru dansekolah. • Perasaan inferior --- terjadipadasaatorangdewasamemandangusahaanakuntukbelajarbagaimanasesuatubekerjamelaluimenipulasiadalahsesuatu yang bodohataumerupakanmasalah. • Perasaaan inferior --- ketidaksuksesandisekolah, ketidaksuksesandalamperkembanganketrampilanfisikdanmencariteman.

  24. e. Identitas vs bingung peran (identity vs role confusion) -- remaja (12 - 18 tahun) • Indikator positif : menghubungkan sesuatu dengan perasaan diri, merencanakan aktualisasi diri • Indikator negatif : kebingungan, ragu-ragu, dan tidak mampu menemukan identitas diri • Individu mengembangkan penyatuan rasa “ diri sendiri”. • Teman sebaya mempunyai pengaruh yang kuat terhadap perilaku. • Kegagalan untuk mengembangkan rasa identitas --- kebingungan peran, yang sering muncul dari perasaan tidak adekuat, isolasi dan keragu-raguan.

  25. Intimasi vs isolasi (intimacy vs isolation) – dewasa muda (18-25 sampai 45 tahun) • indikator positif : berhubungan intim dengan orang lain. Mempunyai komitmen dalam bekerja dan berhubungan dengan orang lain. • Indikator negatif : menghindari suatu hubungan, komitmen gaya hidup atau karir • Individu mengembangkan kedekatan dan berbagi hubungan dengan orang lain, yang mungkin termasuk pasangan seksual. • Ketidakpastian individu mengenai diri sendiri akan mempunyai kesulitan mengembangkan keintiman. • Seseorang tidak bersedia atau tidak mampu berbagi mengenai diri sendiri, akan merasa sendiri.

  26. g. Generativitasvsstagnasiatauabsorpsidiri – dewasatengah (45 – 65 tahun) • indikatorpositif : kreatifitas, produktivitasdanperhatiandenganorang lain • indikatornegatif : perhatianterhadapdirisendiri, kurangmerasanyaman • Orangdewasa --- bimbinganuntukgenerasiselanjutnya, mengekspresikankepedulianpadaduniadimasa yang akandatang • Absorpsidiriorangdewasaakandirenungkandengankesejahteraanpribadidanpeningkatanmateri • Perenungandirisendirimengarahpadastagnasikehidupan.

  27. h. Integritas ego vsputusasa -- dewasaakhir (65 tahunkeatas) • indikatorpositif : penerimaankehidupanpribadisebagaisesuatu yang berhargadanunik. Siapmenerimakematian • indikatornegatif : perasaankehilangan, jijikterhadaporang lain. • Masalansiadapatmelihatkebelakangdengan rasa puasdanpenerimaanhidupdankematian • Resolusi (pencapaian) yang tidakberhasildalamkrisisinibisamenghasilkanperasaanputusasakarenaindividumelihatkehidupansebagaibagiandariketidakberuntungan, kekecewaandankegagalan.

  28. Teori Perkembangan Psikoseksual (Sigmund Freud) • Tahap oral-sensori (lahirsampaiusia 12 bulan) karakteristik : • aktivitasmelibatkanmulut(sumberutamakenyamanan) • Perasaandependen (bergantungpadaorang lain) • Individu yang terfiksasi --- kesulitanmempercayaiorang lain, menunjukkanperilakusepertimenggigit kuku, mengunyahpermenkaret, merokok, menyalahgunakanobat, minumalkohol, makanterlalubanyak, overdependen. ………………………………………………………………………………………………….

  29. b. Tahap anal-muskular (usia 1-3 tahun / toddler) Karakteristik : • Organ anus dan rectum merupakansumberkenyamanan • Masa “toilet training” --- dapatterjadikonflik • Mengotoriadalahaktivitas yang umum • Gangguanpadatahapinidapatmenimbulkankepribadianobsesif-kompulsifsepertikeraskepala, kikir, kejamdantempertantrum Implikasi : “toilet training” sebaiknyaadalahsebagaipengalaman yang menyenangkan, pujian yang tepatdapatmenimbulkankepribadian yang kreatifdanproduktif &tdkmalumengambilkeputusan

  30. c. Tahap falik (3-6 tahun / pra sekolah) Karakteristik : • Organ genital sebagai sumber kenyamanan • Masturbasi dimulai dan keingintahuan seksual menjadi terbukti • Dapat mengalami kompleks Oedipus atau kompleks Elektra • Hambatan pada tahap ini dapat menyebabkan kesulitan dalam indentitas seksual dan bermasalah dengan otoritas, ekspresi malu, dan takut. Implikasi : mengembangkan identitas seksual. Anak sebaiknya mengenali hubungan dengan orang lain di luar anggota keluarga.

  31. d. Tahaplatensi (6-12 tahun / masasekolah) Karakteristik: • energidigunakanuntukaktivitasfisikdanintelektual • Iniadalahperiodetenang, dimanakegiatan sexual tidakmuncul (tidur). • Anakmungkinterikatdalamaktivitaserogenus (perasaanerotik) dengantemansebaya yang samajeniskelaminnya. • Penggunaankopingdanmekanismepertahanandirimunculpadawaktuini • Konflik yang tidakdiatasipadamasainidapatmenyebabkanobsesifdankurangmotivasidiri. Implikasi : anjurkananakmencariaktivitasfisikdanintelektual

  32. e. Genital (13 tahunkeatas / pubertasatauremajasampaidewasa) Karakteristik : • genital menjadipusatdaritekanandankesenanganseksual • Produksihormonseksualmenstimulasiperkembanganheteroseksual • Energiditujukanuntukmencapaihubunganseksual yang matur • Padaawalfaseseringterjadiemosi yang belummatang, kemudianmulaiberkembangkemampuanuntukmenerimadanmembericinta Implikasi: anjurkanuntukmandiri, dapatmembuatkeputusansendiridanberpisahdengankeduaorangtua

  33. Teori perkembangan moral Kohlberg (1968) a. Tingkat premoral (prekonvensional) : lahirsampai 9 tahun • kewaspadaanterhadap moral yang bisaditerimasecarasosial • Kontroldidapatkandariluar. • Anakmenggabungkan label baikdanburuk, benardansalahdalamperilaku • tawarmenawar, pembagian yang seimbangdankejujuranmenjadimuncul • Hidupdinilaidenganbagaimanaanakdapatmemuaskankebutuhandariorang lain. - Tahaporientasihukumandankepatuhan (lahir - 6 tahun) : Peraturandiikutiuntukmenghindarihukuman - Tahaporientasiegoistiksecarasederhana (6-9 tahun) : Anakmenyesuaikanminatdirisendiridenganaturan, berasumsibahwapenghargaanataubantuanakanditerima.

  34. b. Tingkat moralitaskonvensional : 9-13 tahun • Usaha dilakukanuntukmenyenangkanorang lain. • Kontroldidapatdaridalam • Anaksetiadanpedulipemeliharaandanpengharapankeluargatanpamemperhatikankonsekuensinya - tahap “ anaklaki-laki yang baik, anakperempuan yang manis” (9-10 tahun) • Keinginanuntukmenyenangkandanmembantuorang lain merupakanhal yang paling sering. • Anakmenyesuaikandiriuntukmenghindaripenolakan • Hidupdinilaidariseberapabagushubungan interpersonal denganmengidentifikasikepentinganindividusecaraemosional. - tahapautoritasmempertahankanmoralitas (10-13 tahun) • Anakmelakukankewajibanuntukmenghindarikritikoleh yang berwenang • Identifikasipergeseranpada agama atauinstitusisosialsepertisekolah

  35. c. Tingkat moralitas pasca konvensional : 13 tahun sampai meninggal • individu memperoleh nilai moral yang benar • kontrol adalah dari dalam • Pencapaian nilai moral yang benar terjadi setelah dicapai formal operasional • Tidak semua orang mencapai tingkat ini - orientasi kontraktual dan legalistik • Individu memilih prinsip moral untuk mematuhi atau meninggalkan aturan • Individu berhati-hati untuk tidak melanggar hak-hak dan kehendak orang lain • Terjadi konflik pandangan moral dan legal • Orang akan bekerja untuk mengubah aturan. - orientasi prinsip etis yang universal Individu bersikap dalam cara yang menghargai martabat. Tahapan ini jarang dicapai. Jika rancangan pemikiran dari dalam diganggu, akan muncul rasa bersalah.

  36. Aplikasi konsep tumbuh kembang dalam keperawatan • Teoriperkembanganhanyamenjelaskansatuaspek --- perawatperlumengaplikasikanbeberapateoriperkembanganuntukmemahamitumbuhkembangkliensaatmelakukanpengkajianmaupunimplementasitindakankeperawatan • Tiap-tiapindividuberbedadantidakmudahuntukdisamakanantaraindividu yang satudengan yang lain terhadaptugas-tugasperkembangannya. • Teori-teoritumbuhkembangbermanfaatuntukpengkajian, mengetahuitingkatanperilakuklien, danmemberikanintervensikeperawatan • Konseppertumbuhandanperkembanganmanusiainidapatdijadikansebagaidasardalammempelajarikonseptumbuhkembangpadaberbagaiusia

  37. THANK YOU ^^

More Related