1 / 23

DASAR-DASAR PENDIDIKAN Baharuddin,r

DASAR-DASAR PENDIDIKAN Baharuddin,r. MATERI DASAR-DASAR PENDDIKAN. HAKEKAT MANUSIA PENDEKATAN, PENGERTIAN, BATASAN, TUJUAN, KOMPETENSI, UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN LANDASAN-LANDASAN PENDIDIKAN HISTORIS PENDIDIKAN PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM DAN SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL LINGKUNGAN PENDIDIKAN

denali
Download Presentation

DASAR-DASAR PENDIDIKAN Baharuddin,r

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. DASAR-DASAR PENDIDIKAN Baharuddin,r BAHAN DDP- 2010/2011

  2. MATERI DASAR-DASAR PENDDIKAN HAKEKAT MANUSIA PENDEKATAN, PENGERTIAN, BATASAN, TUJUAN, KOMPETENSI, UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN LANDASAN-LANDASAN PENDIDIKAN HISTORIS PENDIDIKAN PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM DAN SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL LINGKUNGAN PENDIDIKAN PERMASALAHAN PENDIDIKAN PENDIDIKAN DAN PEMBANGUNAN PROFESI KEPENDIDIKAN BAHAN DDP- 2010/2011

  3. HAKEKAT MANUSIA DAN PENGEMBANGANNYA BAHAN DDP- 2010/2011

  4. Pengertian Hakekat Manusia • MANUSIA “manu” (Sansekerta) , “mens” (Latin) yang artinya berfikir, berakal budi atau homo, yang Berarti manusia. BAHAN DDP- 2010/2011

  5. B. Apa Yang Membedakan Manusia dengan Mahluk lain? hewan manusia Mahlukgaib BAHAN DDP- 2010/2011

  6. Wujud Sifat Hakekat Manusia Yang Membedakannya dengan Hewan BAHAN DDP- 2010/2011

  7. 1. KEMAMPUAN MENYADARI DIRI Kunci perbedaan manusia dengan hewan adalah adanya kemampuan menyadari diri pada manusia. Manusia menyadari bahwa karakteristik diriSehingga manusia dapat membedakan dirinya dengan aku-aku yanglain, dan non aku. (Umar T dan La Sulo, 2005) BAHAN DDP- 2010/2011

  8. 2. KEMAMPUAN BEREKSISTENSI Kemampuan menerobos ruang dan waktu.Tidak terbelenggu oleh ruang/ tempat dan waktuSehingga manusia memiliki unsur kebebasan. Adanya manusia bukan berada seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan, melainkan meng-ada di muka bumi (dwijarkara) BAHAN DDP- 2010/2011

  9. 3. PEMILIKAN KATA HATI Kata hati/conscience of man seringdisebut dengan hati nurani, lubuk hati, suara hati, pelita hati dsb. Manusia memiliki pengertian yang menyertai tentang apa yang akan, yang sedang, dan yang telah diperbuatnya. Kemampuan membuat keputusan tentang yang baik/benar, yang buruk/salah bagi manusia sebagai manusia. (Umar T, La Sulo, 2005) BAHAN DDP- 2010/2011

  10. 4. MORAL Moral yang sinkron dengan kata hati yang tajam yaitu yang benar benar baik bagi manusiasebagai manusia merupakan moral yang baik atau moral yang tinggi (luhur) Perbuatan yang tidak sinkron dengan kata hati yang tajam atau realisasi dari kata hati yang tumpul disebut moral yang buruk atau moral yang rendah (asor) atau lazim dikatakan tidak bermoral. Seseorang dikatakan bermoral tinggi karena ia menyatukan diri dengan nilai-nilai yang tinggi, serta segenap perbuatannya merupakan peragaan dari nilai-nilai yang tinggi tersebut. (Umar T, La Sulo, 2005) BAHAN DDP- 2010/2011

  11. 5. KEMAMPUAN BERTANGGUNG JAWAB Kesediaan untuk menanggung segenap akibat perbuatan yang menuntut yang bertanggung jawab Wujud bertanggung jawab ini ada tiga: 1) Tanggumng jawab kepada diri-sendiri 2) Tanggung jawab kepada masyarakat 3) Tanggung jawab kepada Tuhan Ada hubungan erat antara kata hati, moral, dan tanggung jawab BAHAN DDP- 2010/2011

  12. 6. RASA KEBEBASAN Merdeka adalah rasa bebas (tidak terikat oleh sesuatu), tetapi sesuai dengan tuntutan kodrat manusia. Bebas tetapi terikat oleh kodrat manusia. Kemerdekaan dalam arti sebenarnya memang dalam keterikatan. Artinya bebas berbuat sepanjang tidak bertentangan dengan tuntutan kodrat manusia. Orang hanya mungkin merasakan kebebasan batin apabila ikatan telah menyatu dengan dirinya. Dan menjiwai segenap perbuatannya. Kata lain” ikatan luar yang membelenggu telah berubah menjadi ikatan dalam yang menggerakkan. (Umar T, La Sulo, 2005) BAHAN DDP- 2010/2011

  13. KEWAJIBAN DAN HAK • Kewajibandanhakduamacamgejalasebagaimanifestasimanusiasebagaimakhluksosial. Takadahaktanpa kewajiban.dan Kewajibanadakarenaadahak yang harusdipenuhi • 8. KEMAMPUAN MENGHAYATI KEBAHAGIAAN • Kebahagiaansebagaihasilperpaduandaripengalaman yang menyenangkandengan • yang pahitdanantaraprosesdenganhasil BAHAN DDP- 2010/2011

  14. DIMENSI-DIMENSIHAKEKAT MANUSIA BAHAN DDP- 2010/2011

  15. DimensiManusiaSebagaimakhlukIndividu • Individusebagai “orang-seorang, sesuatu yang merupakansuatukeutuhan yang tidakdapatdibagi-bagi, Individusebagaipribadi (lysen) • Setiapanakdilahirkantelahdikaruniaiuntukmenjadiberbedadari yang lain, ataumenjadidirinyasendiri.(MJ.Langeveld).Setiaporangmemilikiindividualitas. BAHAN DDP- 2010/2011

  16. Manusia sebagai makhluk individu diartikan sebagai person atau perseorangan atau sebagai diri pribadi. Manusia sebagai diri pribadi merupakan makhluk yang diciptakan secara sempurna oleh Tuhan Yang Maha Esa. Disebutkan dalam Kitab Suci Al Quran bahwa Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang seindah-indahnya BAHAN DDP- 2010/2011

  17. 2. DIMENSI KESOSIALAN (MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL) Setiap anak lahir dikaruniai Setiap manusia adalah makhluk sosial, yang sulit dipisah dengan manusia lainnya Manusia sebagai makhluk sosial artinya manusia sebagai warga masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat hidup sendiri atau mencukupi kebutuhan sendiri. BAHAN DDP- 2010/2011

  18. Meskipun dia mempunyai kedudukan dan kekayaan, dia selalu membutuhkan manusia lain. Setiap manusia cenderung untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan bersosialisasi dengan manusia lainnya. Dapat dikatakan bahwa sejak lahir, dia sudah disebut sebagai makhluk sosial. BAHAN DDP- 2010/2011

  19. 3. DIMENSI KESUSILAAN (MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SUSILA) Kesusilaan meliputi etika dan etiket Kesusilaan berhubungan erat dengan nilai-nilai. Manusia susila adalah sebagai manusia yang memiliki nilai-nilai, menghayati, dan melaksanakan nilai-nilai tersebut dalam perbuatan Nilai diproduk secara: otonom, heteronom, dan Keagamaan BAHAN DDP- 2010/2011

  20. DIMENSI KEBERAGAMAAN • Manusia adalah makhluk religious artinya makhluk yang mengakui ketuhanan • Nilai-nilai agama adalah pedoman dari Tuhan yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia • Dicerminkan dalam sikap. Prilaku, pandangan sehari-hari BAHAN DDP- 2010/2011

  21. . PengembanganDimensiHakekatManusia ArahPengembangannyadiarahkankepadapengembangan dimensikeindividualan, kesosialan, kesusilaan, dankebergamaansecaraterpadu BAHAN DDP- 2010/2011

  22. Pengembangan secara utuh dapat dilihat dari: a. Wujud dimensinya - antara jasmani dan rohani, antara keindividualan, kesosialan kesusilaan, dan keberagamaan , Antara aspek koginitif, affektif, dan psikomotor b. Arah Pengembangannya diarahkan kepada pengembangan dimensi keindividualan, kesosialan, kesusilaan, dan keberagamaan secara terpadu BAHAN DDP- 2010/2011

  23. Pengembangan Tidak utuh Terjadi dalam proses pengembanan ada unsur dimensi yang yang terabaikan untuk ditangani. BAHAN DDP- 2010/2011

More Related