1 / 33

Perkembangan Lembaga Pusat Informasi dan sumber-sumber informasi

Perkembangan Lembaga Pusat Informasi dan sumber-sumber informasi. Pertemuan X.

coyne
Download Presentation

Perkembangan Lembaga Pusat Informasi dan sumber-sumber informasi

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Perkembangan Lembaga Pusat Informasi dan sumber-sumber informasi Pertemuan X

  2. Kiprah Internet berawal dari salah satu proyek milik sebuah kantor yang merupakan bagian dari Departemen Pertahanan AS “ARPA” (Advanced Research Projects Agency) yabg bertujuan membuat sebuah jaringan elektronik dengan melindungi institusi dokumentasi, komunikasi dan sistem informasi jika terjadi perang nuklir.

  3. Pada akhirnya jaringan militer tersebut terbuka untuk umum, seperti e-mail (marak dipakai oleh para peneliti atau ilmuwan sebagai sarana tukar menukar informasi), disamping aplikasi lain seperti penyimpanan dan penemuan kembali (storage and retrieval)

  4. Popularitas e-mail dikalangan peneliti/ilmuwan bukanlah sesuatu yang mengherankan, sebab landasan dari semua kegiatan ilmiah adalah pertukaran dan pemakaian informasi antar ilmuwan. Jauh sebelum ada internet, ketika ilmu pengetahuan baru saja memperoleh status resmi dan terhormat, kaum ilmuwan dan cendekiawan sudah menyadari pentingnya kegiatan salin bertukar informasi. Istilah “invisible college” yang populer di awal kebangkitan ilmu pengetahuan merujuk pada kenyataan betapa pentingnya hubungan antar ilmuwan (yang seringkali tidak terlihat, karena dilakukan secara informal) dalam perkembangan ilmu pengetahuan

  5. Sehingga dari aplikasi e-mail tersebut berkembang aplikasi lain seperti E-Jurnal, E-Book, E-Learning, E-research,dan bentuk sumber elektronik lainnya

  6. E-Jurnal • Pertukaran informasi antar ilmuwan menjadi cikal bakal jenis penerbitan yang sekarang dikenal sebagai jurnal ilmiah. • Sekitar abad 17 di Eropa barat para ilmuwan muli rajin menulis dan membaca jurnal-jurnal khusus yang diterbitkan untuk kalangan akademisi (misalnya: L’Academie des sciences di Perancis terbit tahun 1658, Journal des scavan dan philosophical transaction tahun 1665), maupun untuk kalangan yang lebih umum (misalnya, Acta Eruditorium yang dinahkodai filsuf Leibniz, terbit tahun 1664)

  7. Ada adagium ‘Publish or Perish”, sehingga kehidupan ilmiah, penelitian dan komunikasi ilmiah serta penerbitan jurnal ilmiah sangat erat berkaitan. • Kehadiran internet semakin memungkinkan hubungan antar ilmuwan menjadi lebih intensif, lebih luas dan lebih beragam.

  8. Sampai dengan awal tahun 1990an e-jurnal masih dalam tahap eksperimental dan masyarakat masih menganggapnya sebagai hayalan masa depan • Saat ini keadaannya sudah sangat berubah, sebagian besar jurnal ilmiah utama (contoh: jurnal-jurnal internasional, sulit didapatkan dalam bentuk kertas lagi), di berbagai bidang ilmu sudah terbit dalam bentuk elektronik/digital

  9. Namun meskipun bentuk fisik sudah berubah fungsi-fungsi Model Oldenburg (mendaftar, menyebarkan, memeriksakan ke sesama rekan ilmuwan (peer review) dan melestarikan ilmu pengetahuan), tetap berjalan.

  10. Pada tahun 1992, Andrew W Mellon Foundation pernah membiayai sebuah kajian menyeluruh tentang kaitan antara perpustakaan perguruan tinggi dan komunikasi ilmiah. • Kajian ini mempelajari pengaruh dari ledakan dalam jumlah bahan terbitan ilmiah dan peningkatan pesat dalam harga jurnal terhadap pengelolaan perpustakaan di Perguruan-perguruan tinggi tingkat internasional, dengan pertanyaan”apakah elektronisasi jurnal dapat menekan biaya pengadaan dan pengelolaan jurnal?

  11. Kesimpulan dari kajian tersebut dinyatakan: • “….to a considerable extent these new technologies may eventually obviate the need to rely so much on the commercial publishers for their expertise and that it might be possible for universities to reassert their direct role in scholarly communication…” (dapat dikatakan bahwa setidaknya teknologi teknologi baru akhirnya akan mengurangi ketergantungan yang berlebihan kepada penerbit komersial dan mungkin saja universitas akan kembali mengukuhkan peran langsung mereka dalam komunikasi ilmiah)

  12. E-book • Secara sederhana e-book bisa dilihat dalam bentuk segala teks yang tersaji dalam bentuk dokumen yang dibuat dengan wordprocessor, HTML maupun XML. • E-book adalah buku cetak yang diubah bentuk menjadi elektronik untuk dibaca di layar monitor

  13. Secara ekonomis, buku elektronik belum semapan buku konvensional, sehingga jaringan penerbit dan penyedia jasa (vendor) buku elektronik kurang responsif terhadap pembeli. • Dibandingkan dengan industri foto, film dan musik, industri buku tercetak seperti tidak terpengaruh oleh kemunculan buku elektronik.

  14. Meskipun ada revolusi besar dalam proses pencetakan dan penerbitan buku yang memanfaatkan kemajuan teknologi informasi (dari mulai pengiriman naskah lewat surat elektronik, sampai penataan letak dengan desktop publishing, dan distribusi lewat internet).

  15. Pada awal tahun 1990an para penerbit sempat menanamkan modal dan harapan kepada teknologi CD-ROM untuk memasarkan berbagai macam karya dalam bentuk multimedia, tetapi setelah satu dekade nampaknya membaca CD tidak pernah benar-benar populer, karena kalah pamor dengan hadirnya internet, sehingga perhatian pun dialihkan ke medium ini dan banyak produsen menawarkan buku elektronik lewat internet.

  16. Pada tahun 2000 sebuah studi oleh University of California memberikan kesimpulan bahwa walaupun buku elektronik memiliki potensi sangat besar dalam membantu dunia akademik, namun dunia akademik menghadapi beberapa rintangan yang cukup rumit, seperti:

  17. Kandungan isi buku • Protokol/standar perangkat lunak dan keras • Hak cipta dan pemakaian-digital right management • Akses • Penyimpanan dan pengarsipan • Hak pribadi (privacy) • Fasilitas tambahan • Pasar dan harga

  18. Kandungan isi buku Jumlah buku untuk mahasiswa yang tersedia di pasaran masih sangat kecil, dan belum mewakili semua disiplin ilmu. Pengembangan koleksi e-book justru terhambat oleh sikap penerbit buku kertas karena enggan mengalihkan hak cipta dan hak distribusi ke industri elektronik. Sementara itu pihak sivitas akademika juga masih cenderung mengandalkan buku kertas untuk menjamin keaslian dan integritas kandungan informasi ilmiah. Seakan masih curiga bahwa teknologi digital akan mempermudah manipulasi dan plagiarisme

  19. Standar protokol • Dalam hal perangkat lunak, seringkali e-book hanya tersedia dalam satu format formal yang terbatas untuk sistem tertentu (propietary). Untuk tampilan sebagian besar menggunakan HTML, XML atau PDF. • Industri e-book masih sedang mengembangkan standar yang mencakup juga protokol transfer data dan metadata. Salah satu upaya ini dilakukan oleh IDPF(international digital publishing forum)

  20. Hak cipta • Persoalan hak cipta merupakan salah satu isu yang cukup memusingkan para pengelola perpustakaan • Para produsen e-book juga masih sangat kuatir tentang kemungkinan para pengguna menyalin, mencetak dan mengambil bagian-bagian dari buku. • Untuk mengatur hak cipta dan hak pakai ini para produsen membuat Digital Rights Managemen systems (DRMS), untuk mengontrol penyebaran dan penggunaan buku elektronik.

  21. Akses • Biasanya e-book hanya dapat diakses secara terbatas dan tidak dapat digunakan bersama-sama

  22. Penyimpanan&pengarsipan • Pada dasarnya sebuah perpustakaani harus berkembang koleksinya dari waktu ke waktu. Khusus untuk koleksi elektronik (e-book maupun e-jurnal dll) sebuah perpustakaan belum tentu dapat menyimpan koleksi elektroniknya dikarenakan biasanya perpustakaan hanya melanggan hak aksesnya saja dengan waktu yang terbatas. Kalau waktu langganannya habis maka kemampuan akses terhadap koleksi tersebut juga menjadi hilang.

  23. Privacy (hak pribadi) • Ada penjaja e-book yang menyimpan data para pembaca atau pengunjung situs dan mencatat secara rinci perilaku mereka dalam membaca. Ini sebenarnya pelanggaran hak pribadi dan melanggar kode etik perpustakaan

  24. Fasilitas Tambahan • Ada banyak harapan tentang kelebihan yang ditawarkan e-book dibandingkan buku tercetak. Misalnya, e-book dapat mengandung pesan multimedia, fasilitas pencarian teks, pembuatan sitasi, pengaitan (linking) antar buku dsb. Sehingga perpustakaan perlu menilai kualitas fasilitas tambahan ini kalau memang ingin memberikan nilai tambah bagi koleksi e-book

  25. Pasar dan harga • Model bisnis penjaja e-book pada umumnya ingin melibatkan perpustakaan sebagai perantara dengan pembaca.Tawaran yang tersediapun beragam mulai dari print of demand (sesuai pesanan), berlangganan bulanan untuk mengakses seluruh koleksi, atau gratis membaca seluruh koleksi dan hanya membayar jika mencetak atau mengambil koleksi untuk dipindahkan ke komputernya sendiri.

  26. Di indonesia, penerbit Mizan mengaku sebagai penerbit e-book pertama pada tahun 2001, dengan judul buku Wasiat Sufi Imam Khomeini kepada Putranya Ahmad Khomeini, dan ini gratis di situs Mizan.

  27. Beberapa situs yang menawarkan e-book antara lain: • Project Gutenberg • Abacci Books • Alex Catalogue • Blackmask Online • Manybooks • The Multy Repository Mathematics • National Academies Press • The Online Books Page • Potto Project • Read Print dll.

  28. E-Learning • Potensi teknologi informasi melahirkan konsep yang disebut Pembelajaran elektronik (e-learning) • Menurut Rosenberg, e-learning selalu dihubungkan dengan internet, sebagai teknologi yang memungkinkan penyampaian pengetahuan secara meluas dan didasarkan pada 3 ciri utama

  29. 3 ciri utama menurut Rosenberg • E-learning memanfaatkan teknologi jaringan, yang memungkinkan pemakaian informasi secara bersama • E-learning memungkinkan penggunaan berbagai aplikasi teknologi komunikasi karena internet memiliki protokol dan standar yang memungkinkan penggunaan berbagai media digital secara bersama-sama • E-learning menjadi paradigma baru di dunia pendidikan, sehingga pendidikan bukan hanya sekedar memindahkan pengetahuan tetapi merupakan pembelajaran yang holistik dan berkelanjutan

  30. E-research • Kegiatan riset/penelitian saat ini sudah semakin bercirikan kerjasama tingkat nasional maupun internasional, serta merupakan kolaborasi multi disiplin. • E-research merujuk pada kegiatan riset yang menggunakan serangkaian fasilitas teknologi informasi dan komunikasi, dan metode riset baru, yaitu dengan memanfaatkan:

  31. Penggunaan jaringan pita lebar (broadband), yang dilengkapi fasilitas riset, termasuk peralatan teknologi sensor dan penghimpunan data digital secara luas dan menyeluruh • Pemanfaatan perangkat lunak dan infrastruktur koneksi yang aman dan memenuhi persyaratan interoperability (dalam arti dapat mempersatukan berbagai sistem komputer agar dapat bekerjasama dan saling berkomunikasi dengan baik • Ketersediaan peralatan dan aplikasi riset berbasis digital yang meliputi peralatan khusus maupun peralatan lintas bidang yang bersifat interaktif

  32. Contoh e-research • Riset astrophysics, riset tentang ruang angkasa yang dilakukan oleh berbagai ilmuwan di dunia, data-data ini diperoleh dari berbagai stasiun pengamat • Program Paradisec, melibatkan 39 negara di asia pasifik dan 4 universitas di Australia, yang menghimpun data tentang budaya-budaya lokal hasil penelitian etnografi dan bahasa. Tak kurang dari 2000 rekaman digital dalam bentuk 254 bahasa lokal berhasil dihimpun program ini dalam bentuk digital, siap untuk dianalisis secara kolaboratif oleh berbagai ilmuwan sosial-budaya dari berbagai negara.

More Related