1 / 43

Post Enumeration Survey Survei Pasca Pencacahan

Post Enumeration Survey Survei Pasca Pencacahan. PES. Sekolah Tinggi Ilmu Staistik STIS. Latar Belakang. PES. Error pengumpulan data. Tujuan. PES. Cakupan. PES. Pelaksanaan PES di sebagian lokasi Sensus / survei ( representatif ). PES (Pasca Evaluasi Survei/ Sensus ).

Download Presentation

Post Enumeration Survey Survei Pasca Pencacahan

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Post Enumeration SurveySurvei PascaPencacahan PES SekolahTinggiIlmuStaistik STIS

  2. LatarBelakang PES • Error pengumpulan data

  3. Tujuan PES

  4. Cakupan PES Pelaksanaan PES di sebagianlokasiSensus/survei (representatif)

  5. PES (Pasca Evaluasi Survei/ Sensus ) Coverage Error (salahcakupan) - salahcacah (errorneous inclusion) - lewatcacah (omission) - double cacah Content Error (salahisian) - salahisi (errorneous entries) - tak ada isian (non response entries)  Misalnya dalam listing: Coverage : unit sampling Content : karakteristik (dalam kuesioner )

  6.  Untuk MelihatCoverage Error  Formula Chandra Demming  Formula /model UttamChand Metode David Bateman  Dual System Estimation Model  Diadakan PES

  7. Coverage Error Check (pengecekankesalahancakupan) • Coverage checkbertujuan untuk mengetahuiapakah dalam pelaksanaanpendaftaranbangunan dan rumahtanggaterjadilewatcacah atau cacahganda di suatubloksensusterpilihdan apakahbloksensus yang terdapat dalam sketsapetabloksensus sudah dicacahsemuanya.

  8. Content Error Check(pengecekan kesalahan isian) • Antara lain dengan penghitungan: • Index of reliability • Index of concistency

  9. PELAKSANAAN PES ST03 (1) • ASUMSI INDEPENDEN - Penyelenggaraan PES ST03 dan ST03 dilaksanakansecaraindependen, baik dari segi petugas pencacah/ pengawas, kuesioner yang digunakanmaupunsketsapeta yang dipakai dalam pelaksanaanlapangan. - Dalam pelaksanaan PES ST03 untuk memenuhiasumsitsb. salah satu kriteria petugas pencacah & pengawas yang direkrut dalam PES ST03 adalhorangyg tidak pernahbertugassbgpencacahpada BS terpilih PES ST03. Selainitu petugas tidak bolehmenggunakansalinansketsapeta BS ST03-WB,dan Daftar ST03-L1 dan Daftar ST03-L2

  10. PELAKSANAAN PES ST03 (2) • DESAIN KUESIONER • Dalam pengecekancakupan RUTA, kuesionerdirancangberdasarkan Daftar ST03-L1 (kuesioner listing) • Dalam pengecekanisian, kuesionerdirancangberdasarkanpertanyaan Daftar ST03-L2 (kuesionerpencacahan) • Jarakwaktupelaksanaan PES ST03 dengan ST03 dijadwalkan tidak terlalu lama untkmenghindariterjadinyamemory lapseresponden.

  11. PELAKSANAAN PES ST03 (3) • KUALIFIKASI PETUGAS Petugas PES ST03, memilikikualifikasi yang lebihtinggidibanding petugas ST03 • Pencacah – Indapelaksanaan ST03 • Pengawas/pemeriksa – Innas atau Indaterbaik

  12. Faktor-faktorygMemengaruhiUn-Match Nama KaRT (PES ST03) • Nama panggilan sehari-hari berbeda dengan nama asli di KTP • Nama KaRt yang ditulis hanya marganya saja,nama asli disingkat • Kesalahan penulisan/pengejaan nama dalam tulisan • Kesalahan penerapan konsep KaRt

  13. Formula Chandra Demming (1)

  14. Formula Chandra Demming (2) • Formula Chandra Demming untuk mengetahuitingkatkecermatan data dari duasumber data untuk karakteristikygsama M = match (jumlah unit yang match, tercakup dalam PES maupun sensus) U = un match U1 = jumlah unit karakteristikyg ada di Survei/Sensus tidak ada di PES U2 = jumlah unit karakeristikyg ada di PES tidak ada di Survei/Sensus

  15. Formula Chandra Demming(3) N1 = jumlah unit karakteristikygtercakup dalam sensus N2 = jumlah unit karakeristikygtercakup dalam PES = perkiraanjml unit yg tidak tercakupbaik dalam sensusmaupun PES = perkiraanjumlah unit ygsebenarnya

  16. Formula Chandra Demming(4) • Asumsi : kegiatan sensus/survei dan PES dilakukan secara independen • Under enumeration dari survei/ sensus : • Under enumeration dari PES: • Kondisi yang dibandingkan sama  perlu identifikasi dalam dafar isian

  17. Tabel 1. Hasil Matching RUTA pada Blok SensusTerpilih PES STO3 dengan Metode Chandra Demming

  18. HASIL MATCHING DENGAN METODE CHANDRA DEMING

  19. MetodeUttamChand (1)

  20. MetodeUttamChand (2) • MetodeUttamChand, lebihmenitik-beratkanpadapersoalansalahcacah (U1) dan lewatcacah (U2) • Sementarapersoalan unit karakteristik yang tidak tercakupbaik dalam sensus dan PES (m) tidak diperhatikan dalam metodeini

  21. MetodeUttamChand (3) Assumsi : PES lebihbaik  Bias Cakupan:CensusCoverage Bias (CCB): Positif: survei/ sensus over enumeration Negatif: survei/ sensus under enumeration

  22. Tabel 2. Hasil Matching RUTA pada Blok SensusTerpilih PES STO3 dengan MetodeUttamChand

  23. HASIL MATCHING DENGAN METODE UTTAM CHAND

  24. Metode David Bateman (1)

  25. Metode David Bateman (2) • Persoalanutama yang diperhatikan dalam metodeiniadalahjumlah unit karakteristik yang dicakup dalam PES tetapi tidak tercakup dalam sensus (U2)

  26. Metode David Bateman (3) Assumsi : Sama dengan Uttam Cand PES lebihbaik  Tingkat taktercakupsurvei/ sensus(Census Miss Rate/ CMR) :

  27. Catatan: • Uttam Chand masih mempertimbang-kan “ya” di sensus  David Bateman tidak mempertim-bangkan “ya” di sensus. Misal di PES tidak ada berarti di sensus tidak ada

  28. Tabel 3. Hasil Matching RUTA pada Blok SensusTerpilih PES STO3 dengan Metode David Bateman

  29. HASIL MATCHING DENGAN METODE DAVID BATEMAN

  30. Dual System Estimation Model (1)

  31. Dual System Estimation Model (2) • Metodeinimengasumsikanbahwakualitas data sensus/ surveisama dengan PES.Apabilasensusdinyatakan dengan E1 dan PES dinyatakan dengan E2, adalahduakejadian yang independen.

  32. Dual System Estimation Model (3) • E1 dan E2 kejadian yang bebas

  33. Dual System Estimation Model (4)  Tingkat Match dari PES  Tingkat Match dari survei/sensus

  34. Dual System Estimation Model (5)  Under Coverage dari survei/ sensus: Under Coverage dari PES:

  35. Dual System Estimation Model (5) • Perkiraan jumlah karakteristik yang sebenarnya : • Metode Dual System Estimation Model, akan lebih akurat jika kondisi-kondisi berikut dipenuhi: • E1 dan E2 adalah dua kejadian yang independen • N2 merupakan perkiraan yang akurat, dan • Matching dilakukan dengan baik sehingga M merupakan perkiraan yang akurat.

  36. Tabel 4. Hasil Matching RUTA pada Blok SensusTerpilih PES STO3 dengan Metode Dual System Estimation Model

  37. HASIL MATCHING DENGAN METODE DUAL SYSTEM ESTIMATION MODEL

  38. Content Error Check (1) Index of concistency (Varian perbedaan) Assumsi : PES lebihbaik 1 = survei/ sensus 2 = PES

  39. Content Error Check (2) Catatan: I = 1 data survey/sensusdan PES konsisten I < 0,20  tingkat kesesuaian kecil 0,20 < I < 0,50  tingkat kesesuaian sedang I > 0,50  tingkat kesesuaian besar

  40. Content Error Check (3)  Batas toleransi ketidaksesuaian:

  41. Index of Concistencytotal pengusahaanlahanpertanian

  42. PES (PascaEvaluasi Survei/Sensus) PES mencacahsebagian unit dari sensus/ survei  Cara Match: - Untuk Coverage: seluruh unit yang terkena sample Survei n = 100 bs PES n = 10 bs di listing kembali (match coverage) 10 bs dikeluarkan dari 100 bs -Untuk content : mencekisinya dari listing content yang akandicek Daftar ST03-L2. ------------- Rt match-------------------- yj1 yj2

  43. MATERI BERIKUTNYA • UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) • PERSIAPKAN DIRI SEBAIK-BAIKNYA

More Related