1 / 16

Analisis Data Kualitatif

Analisis Data Kualitatif. Dr. Oos M. Anwas. Subtansi Jurnal Terakreditas. Hasil Penelitian: 1. Pendahuluan (10%) 2. Kajian Pustaka (15%) 3. Metodologi (10%) 4. Hasil & Pembahasan (50%) 5. Kesimpulan saran (15%). Kajian : 1 . Pendahuluan (10%) 2. Kajian Pustaka dan

brady-baird
Download Presentation

Analisis Data Kualitatif

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Analisis Data Kualitatif Dr. Oos M. Anwas

  2. Subtansi Jurnal Terakreditas Hasil Penelitian: 1. Pendahuluan (10%) 2. Kajian Pustaka (15%) 3. Metodologi (10%) 4. Hasil & Pembahasan (50%) 5. Kesimpulan saran (15%) Kajian: • 1. Pendahuluan (10%) • 2. KajianPustaka dan • Pembahasan (75%) • 3. Kesimpulansaran (15%)

  3. Analisis Data mengelompokkan, membuatsuatuurutan, memanipulasisertamenyingkatkan data sehinggamudahuntukdibaca.

  4. ANALISIS DATA KUALITATIF • Analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, kemudian mereduksi data, menyusun dalam satuan-satuan sesuai dengan tujuan penelitian, serta penafsiran data yang dijelaskan dalam bentuk deskripsi hasil dan pembahasan penelitian.

  5. ANALISIS DATA KUALITATIF • Redukasi data: pemilihan, penggolongan, meringkas. • Penyajian Data: naratif, grafik, diagram... • Penarikan Kesimpulan

  6. Data Kualitatif: Pernyataan kata-kata, gambar, catatanlapangan, rekaman, danbentuk data lainnya. Analisisnya: Identifikasiperhatian (concerns) danpersoalan (issues): • Proses Katagorisasi • Proses Prioritas • Proses PenentuanKelengkapan (Kountur, 2007)

  7. 1. Kategorisasi: • Tidakadastandar yang baku. • Perhatikanseringmuncul (regularity). Hal-hal yang seringmunculbisamenjadisatukategori • Cekkembali, satukatagoriapabilamemilikikesamaan, berbedakategoriapabilamemilikiperbedaan • Kategorijanganterlaluluasatausempit

  8. Contoh: Data HasilWawancara: Katagori orang yang suksesdalammembangun UKM: • Orang-orang yang tekun/uletdalambekerja • Orang-orang yang pandaimemanfaatkanpeluangusaha • Orang-orang yang memilikikeahliantertentu yang dapatdiandalkan • Orang-orang yang mengutamakankepuasankonsumen

  9. 2. Prioritas: Jikabanyakkategori, perluprioritas: • Paling seringmuncul • Jawabanresponden/ data yang paling dipercaya • Unik, memilikicirikhas • Ada peluangmembukapenyelidikanlebihlanjut • Material atauberharga (Kountur, 2007)

  10. 3. PenentuanKelengkapan: • Katagoritelahmenjawabsemuaperhatian (concerns) danpersoalan (issues) • Kategoriharussesuaimasalahpenelitian, menjawabpermasalahan, sehinggadapatmencapaitujuanpenelitian.

  11. Pengamatan penulis, anak-anak ini memiliki motivasi belajar yang baik. Mereka mengakui ingin sekolah sekalipun harus berjalan melewati dua bukit terjal (sekitar 5 km) di mana ada lokasi Sekolah Dasar. Mereka juga terbukti mau belajar Calistung dengan orang tuanya atau tetangganya, sekalipun menggunakan sarana belajar yang sederhana. Mereka terbiasa belajar autodidak, misalnya belajar membaca merek-merek jajanan yang dibelinya di warung, menulis dengan arang pada bekas bungkusan kertas, atau belajar berhitung yang langsung diterapkan dalam keseharian kehidupannya. Cara belajar seperti ini cukup berhasil, terbukti mereka mampu membaca, menulis, dan berhitung sederhana.

  12. Kecerdasan anak-anak Suku Baduy juga diakui oleh beberapa pengelola pendidikan dasar di Kecamatan Leuwidamar, bahwa anak-anak Suku Baduy mudah dalam memahami sesuatu. Mereka banyak yang bisa belajar membaca, menulis, dan berhitung dengan cara autodidak. Pernyataan ini diperkuat oleh Bapak Marsadi (humas Suku Baduy), bahwa anak-anak Suku Baduy sudah terbiasa belajar membaca, menulis, dan berhitung menggunakan arang dan kayu atau kertas bekas sebagai alasnya. Walaupun dengan cara sederhana dan frekuensi yang jarang, mereka terbukti mampu membaca, menulis, dan berhitung. Dengan kemampuan Calistung tersebut, mereka mampu bergaul dengan suku lain, termasuk dalam berbisnis.

  13. Anak-anak Suku Baduy tidak bisa mengikuti pendidikan formal karena aturan/adat yang melarangnya untuk bersekolah. Menurut humas Masyarakat Baduy dan Wakil Jaro Tangtu Cibeo, bahwa masyarakat Baduy sangat menjunjung tinggi nilai-nilai leluhur. Mereka tidak diperbolehkan mengikuti pendidikan formal (sekolah) karena kekhawatiran adat/budayanya terpengaruh oleh budaya luar. Menurut dua tokoh Baduy ini, belajar tidak hanya melalui sekolah (formal) saja. Anak-anak Baduy sudah biasa belajar dalam aktivitas keseharianya. Mereka belajar dari orang tua, pemimpin adat, atau dari alam. Mereka belajar tentang nilai-nilai dan norma-norma adat, termasuk belajar dalam kecakapan hidup. Setiap orang tua wajib mengajarkan berbagai hal kepada anak-anaknya.

  14. Menurut Ayah Mursid (Wakil Jaro Tangtu Cibeo), dalam mendidik anak-anak banyak pepatah leluhur atau kearifan lokal yang dipegang teguh oleh suku Baduy, di antaranya: “Nurut ka tuduh, ngawula ka puguh” (masyarakat Baduy patuh pada adat), Ilmu tuntut dunya siar (keseimbangan menuntut ilmu dan harta), ngatur hirup ka sasama, ka nu diluhur (keseimbangan hidup kepada manusia dan sang pencipta), dan lainnya. Pepatah leluhur ini dapat dipelajari dan didalami melalui pengalaman hidup keseharian, baik hidup dengan sesama manusia, dengan alam, maupun dengan sang pencipta.

  15. 4. Interpretasi Data: “Karakteristikpengusaha UKM yaitu: 1) orang yang tekun/uletbekerja, 2) orang yang pandaimemanfaatkanpeluangusaha, 3) orang yang memilikikeahliantertentu, dan 4) orang yang mengutamakankepuasankonsumen”

  16. HaturNuhun

More Related