1 / 26

PENGELOLAAN PESISIR DAN LAUTAN ( BDI 315 ) P engelolaan W ilayah P esisir dan L aut an Terpadu

PENGELOLAAN PESISIR DAN LAUTAN ( BDI 315 ) P engelolaan W ilayah P esisir dan L aut an Terpadu. Abdullah Aman Damai Dep. Budidaya Perairan FP. UNILA 2012. URGENSI PENERAPAN PWPLT.

bonita
Download Presentation

PENGELOLAAN PESISIR DAN LAUTAN ( BDI 315 ) P engelolaan W ilayah P esisir dan L aut an Terpadu

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENGELOLAAN PESISIR DAN LAUTAN (BDI 315) Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Lautan Terpadu Abdullah Aman Damai Dep. BudidayaPerairan FP. UNILA 2012

  2. URGENSI PENERAPAN PWPLT • Di kawasanpesisirterdapatlebihdariduajenisekosistem, sumberdayaalam, dankegiatanpembangunan. • Terdapatketerkaitanekologis (fungsional) antar-ekosistem; danantardaerahlahanatas-kawasanpesisir-lautlepas • Banyaknyalembagadanperaturanperundangan yang terkaitdenganwilayahpesisir

  3. Perencanaanpesisir (coastal planning) DEFINISI DAN PENGERTIAN • Perencanaanadalahsuatuprosesdidalammenetapkankegiatan-kegiatan yang akandatang • Karenaituperencanaanmemiliki 2 komponen: (1) penentuantujuan yang ingindicapai, dan (2) caraataulangkahuntukmencapaitujuan. • Perencanaan : (1) Perencanaanstrategis, dan(2) Perencanaanoperasional

  4. Perencanaanstrategismenyediakankerangkasebagai basis untukpenyusunanperencanaan yang lebih detail (perencanaanoperasional) yang dirancanguntukmencapaitujuan yang lebihspesifik. • Perencanaanstrategismenetapkantujuan-tujuanumumdanpendekatan-pendekatanyang diperlukan. • Perencanaanstrategistidakmenetapkantujuan-tujuan yang detail/spesifik, dantidakmenjelaskanlangkahdemilangkahuntukmencapaitujuan.

  5. Perencanaanstrategis yang relevandipesisir: • Perencanaankawasanterpadu (geographic focused) • Perencanaanstrategisberbasissektor (sector based strategy, focusing on one subject area or the activities of one government agency) (Sumber: Kay and Alder, 1999)

  6. InisiatifProvLampung dalamPWPLT : Renstraadalahupayaawal yang baik! • Identifikasiisu: Atlas SWP Lampung • Perencanaan program: RenstraPesisir • Adopsi formal danpendanaan • Implementasi • Monitoring & evaluasi

  7. PerencanaanOperasional • Dalamperencanaanoperasional, arahandanlangkah-langkahuntukmencapaitujuandirincisecara detail • Isimencakup: rancanganlokasi (site design), pekerjaankonstruksi (construction work), pembiayaan (costing), danjadwalkerja

  8. PengelolaanPesisir (Coastal Management) • Manajemenberartikemampuanuntukmengatasisituasi • Manajemenmencerminkancontrol of power • Managers in business circlesare people who are in control of the organization • Manajemenadalahproses (kegiatan) untukmencapaitujuan yang diinginkanmelaluihasilkerjapihak (orang) lain.

  9. Pengelolaanpesisirdapatdiartikansebagai: • Prosesuntukmengarahkankegiatanpembangunan (manusia) sehari-hari yang berlangsungdikawasanpesisir • The overall control of the government agencies (organizations) that oversee this day-to-day human activities taking place in the coastal area

  10. DEFINISI DAN PENGERTIAN PWPLT • 1. “Prosespengelolaan yang mempertimbangkanhubungantimbal-balikantarakegiatanpembangunan (manusia) yang terdapatdiwilayahpesisirdanlingkunganalam (ekosistem) yang secarapotensialterkenadampakkegiatan-kegiatantersebut”. • Olehkarenaitu, secarageografisPWPLT mencakupDAS bagianhulu; lahanpesisir (pantai, dunes, lahanbasah, dll); perairanpesisirdanestuaria; danperairanlautlepas yang masihdipengaruhiataumempengaruhiwilayahpesisirsertasegenapkegiatan yang terdapatdidalamnya.

  11. 2. “Prosespenyusunandanpengambilankeputusanrasionaltentangpemanfaatanwilayahpesisirdan SDA-nyasecaraberkenjutan”. • Prosesinidirancanguntukmengatasipermasalahanfragmentasi yang secarainherentterjadipadapendekatanpengelolaansecarasektoral (sepertiperikanan, migas, perhubungan, pariwisata , dll); padaterpilahnyajurisdiksiantartingkatanpemerintahan, danpadainterface (peralihan) antaralahan (daratan) danperairandarat. • Tidakmenegasikan (menggantikan) peranpengelolaansektoral(perikanan, pengeloaankomoditas air, pertambangan, dll), tetapimenjaminbahwakegiatan-kegiatantersebutberfungsi/berlangsungsecaraharmonis.

  12. 3. “Suatuproseskontinudandinamisdalampenyusunandanpengambilankeputusantentangpemanfaatanberkelanjutandariwilayahpesisirbersertasegenapsumberdayaalam yang terdapatdidalamnya”. • PWPLT dirancanguntukmengatasipermasalahanfragmentasiantarsektordanjurisdiksiwilayahpengelolaanantarberbagaitingkatpemerintaan. • Fragmentasitersebutdapatdiatasimelaluipenjaminanbahwasemuakeputusandarisemuasektorpembangunandantingkatpemerintahharusdiserasikandansesuaidengankebijakanpesisir (kelautan) nasional. • KomponenterpentingdalamPWPLT adalahrancanganproseskelembagaan (institutional processes) untukmencapaiharmonisasi yang secarapolitisdapatditerima.

  13. 4. “Suatuproseskontinudandinamis yang mempersatukan/mengharmoniskankepentinganantaraberbagai stakeholders (pemerintah, swasta, masyarakatlokal, dan LSM); dankepentinganilmiahdenganpengelolaanpembangunan, dalammenyusundanmengimplementasikansuaturencanaterpadu (integrated plan) untukmembangun (memanfaatkan) danmelindungiekosistempesisirbesertasegenapsumberdayaalam yang terdapatdidalamnya, bagikemakmuran/kesejahteraanumatmanusiasecaraadildanberkelanjutan.

  14. 5. “Suatukerangka (sistem) kerjapengelolaan yang meliputipenilaiansecarakomprehensif (comprehensive assessment), penentuantujuan, perencanaandanpengelolaanpembangunan (pemanfaatan) wilayahpesisirbesertasegenapsumberdayaalamnya, denganmemperhatikanperspektif (aspirasi) tradisional, budayadanhistorissertakonflikkepentingandanpenggunaan”.

  15. Merupakan suatu proses perencanaan, pemanfaatan, pengawasan, dan pengendalian Sumber Daya Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil antarsektor, antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah, antara ekosistem darat dan laut, serta antara ilmu pengetahuan dan manajemen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. UU 27 tahun 2007 tentang PWP2K

  16. Aspek-aspek yang DikeloladalamPWPLT • Seberapaluasdaerah yang harusdicakup? • Sumberdayaalamdanjasa-jasalingkunganapasaja yang harusdicakup ? • Kegiatanpembangunanapasaja

  17. Aspek-aspek yang Dikelola • PWPLT padaintinyaberfokuspadapengelolaankawasandanpengelolaaninteraksiantarberbagaiekosistemdankegiatanpembangunan yang terdapatdisuatukawasanpesisir.

  18. PROSES PWPLT(Disadurdari: DahuridanWiryawan. BahanKuliah ICM, SPs IPB, 2003) Tahap1 IdentifikasidankajianIsu Tahap 2 PersiapandanPerencanaan Program Tahap6 Evaluasi Tahap 3 Adopsi Formal danPendanaan Tahap 5 Operasi Tahap 4 Pelaksanaan

  19. Stage I. Identification and Assessment of Issues • The need for management action is recognized as a result of such factors as an environmental crisis, deteriorating resource conditions, or perceived economic opportunities in the coast or in the ocean. • Consultative meetings with key agencies and stakeholders confirm the presence of problems and/or opportunities and the need for action. • A concept paper outlining the need for ICM may be prepared. • A team is created to formulate an ICM plan.

  20. Stage 2. Planning and Preparation • Necessary information and data on the physical, economic, and social characteristics of the coastal zone, as well as on existing political jurisdictions and on governance issues, are assembled. • A plan for public participation in the ICM process is developed. • Management problems (causes, effects, solutions) and development opportunities are analyzed. • Priorities are set for addressing problems and opportunities, taking into consideration technical and financial feasibility and availability of personnel. • Feasibility of new economic development opportunities is assessed.

  21. Stage 2. Planning and Preparation • Appropriate coastal area management boundaries are considered. New management measures, such as zonation schemes, strengthened regulatory programs, and market-based incentives are considered. • Institutional capacities are assessed. Options for development of suitable governance arrangements, including intersectoral and intergovernmental coordination mechanisms, are developed. • Recommendations are made for policies, goals, and projects to include in the ICM management program. • Appropriate monitoring and evaluation systems are designed. • A timetable, a strategy, and a division of labor are established.

  22. Stage 3. Formal Adoption and Funding • Policies, goals, new management measures, and initial projects are adopted. • Governance arrangements are established or improved, including establishment or strengthening of intersectoral and intergovernmental coordination mechanisms. • Coastal management policies, principles, boundaries, zoning schemes, and so forth are adopted, often by legislative action. • Staffing and required organizational changes are put into effect • Funding arrangements are put into effect.

  23. Stage 4-6. Implementation, Operation, and Evaluation • Governance body begins oversight of the ICM process and programs. • New or revised regulatory programs come into effect- • Individual sectoral line agencies continue to perform their regulatory and management responsibilities but now as part of the overall ICM program. • Specific projects are designed and undertaken in connection with new economic opportunities in the coastal area. • A performance monitoring and evaluation program is initiated.

  24. HubunganantaraPerencanaanEkonomi, FisikdanLingkungandalamKonteks Pembangunan Wilayah secaraBerkelanjutan Perekonomian PerencanaanEkonomi PerencanaanFisik PerencanaanLingkungan Pertumbuhan Konsentrasiaktivitasekonomi Kesenjangan OptimasiPenggunaanRuang KelangkaanRuang KualitasLingkunganUmummaupunTertentu Kelangkaanfungsi-fungsilingkungan

  25. Terima Kasih A.A. Damai 2012 damaisasa@yahoo.com

  26. TUGAS • Tugasdibuatsecarakelompok, mengikutipengelompokan yang telahadasebelumnya. • Dari informasitentangDerawandanPengalamandariProyekPesisir 1997-2002; SusunPerencanaanPengelolaan Wilayah PesisirTerpaduUntukKepulauanDerawan. • Tata caradan format penulisanmengikutibukupanduanUnila. • Dokumendiketikdenganukurankertas A4; font Time New Roman 12; spasi 1,5; • Jumlahkeseluruhandokumenmaksimal10halaman, di luarhalamanpemula (cover, daftarisi, dll). • File final dibuatdalam format PDF dandikirim via email kedamaisasa@yahoo.com • Tenggatpengumpulantugaspadaharisenin 17 Desember 2012 sampaidenganpkl. 24.00; pengumpulan yang lebihcepatdaritenggattersebutakansangatdihargai. • Selamatbekerja: A.A. Damai

More Related