1 / 14

RAPAT PERSIAPAN WORKSHOP Penyusunan Pedoman RS dalam Menghadapi Kedaruratan dan Bencana

RAPAT PERSIAPAN WORKSHOP Penyusunan Pedoman RS dalam Menghadapi Kedaruratan dan Bencana. Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan 2014. LATAR BELAKANG. INTERNASIONAL Resolusi WHA-65, IHR 2005, Deklarasi Kathmandu(2009), Implementation Plan for OIC SHPA (2014-2023).

asa
Download Presentation

RAPAT PERSIAPAN WORKSHOP Penyusunan Pedoman RS dalam Menghadapi Kedaruratan dan Bencana

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. RAPAT PERSIAPAN WORKSHOP Penyusunan Pedoman RS dalam Menghadapi Kedaruratan dan Bencana Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan 2014

  2. LATAR BELAKANG INTERNASIONAL Resolusi WHA-65, IHR 2005, Deklarasi Kathmandu(2009), Implementation Plan for OIC SHPA (2014-2023) Mengembangkan program RS yang aman terhadap kedaruratan dan bencana termasuk terhadap bahan-bahan berbahaya (kimia, biologi, radiologi dan nuklir) NASIONAL UU No. 24/2007, UU No. 44/2009, Permenkes No. 64/2013, Standard Akreditasi RS (2011)

  3. ANALISA SITUASI KEBIJAKAN OPERASIONAL • Permen PU No. 30/PRT/M/2006 Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas pada Bangunan Gedung dan Lingkungan • Permenkes No. 2306/Menkes/Per/XI/2011 tentang Persyaratan Teknis Prasarana Instalasi Elektrikal Rumah Sakit • Kepmenkes No. 1087/Menkes/SK/VIII/2010 tentang Standard Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah sakit

  4. ANALISA SITUASI KEBIJAKAN OPERASIONAL • Pedoman Perencanaan Penyiagaan Bencana bagi RS (2009) • Pedoman Teknis Sarana Keselamatan Jiwa pada Bangunan RS • Pedoman Teknis Prasarana RS Proteksi kebakaran Aktif • Pedoman Teknis Bangunan RS yang Aman dalam Situasi Darurat dan Bencana

  5. ANALISA SITUASI KEBIJAKAN SASARAN PRIORITAS • Kepmenkes No. 1132/Menkes/SK/XI/2009 tentang Penetapan Peningkatan Kemampuan 100 Rumah Sakit dalam Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan. • Kepmenkes No. 414/Menkes/SK/IV/2007 tentang Penetapan100 rumah sakit rujukan penanggulangan Flu Burung • SK Kepala PPKK tentang penetapan 300 kabupaten/kota rawan bencana

  6. GAMBARAN SASARAN PRIORITAS 300 kab/kota rawan bencana 173 kab/kota 39 RS 63 RS 26 RS 8 RS 32 RS 3 RS 100 RS rujukan untuk flu burung 100 RS untuk penanggulangan bencana dan krisis kesehatan

  7. IMPLEMENTASI PENINGKATAN KAPASITAS SASARAN PRIORITAS

  8. HASIL RISFASKES KEMENKES TAHUN 2011 • Sebagian RSU Pemerintah belum memiliki rambu khusus untuk evakuasi pasien bila terjadi bencana. • Sebagian besar RSU Pemerintah : • belum dilengkapi dengan sistem alarm kebakaran, peta tempat berisiko, pedoman keselamatan kerja RS dan ketentuan tertulis pengadaan jasa dan barang berbahaya. • belum melakukan pengecekan profesional terhadap struktur bangunan RS. • telah memiliki alat pemadam api di ruangan baik di seluruh ruangan maupun di beberapa ruangan serta memiliki ketentuan RS bebas rokok • Rencana penanggulangan darurat telah dimiliki oleh seluruh RSU Pemerintah kelas A, 72,4% RSU Pemerintah kelas B, 39,9% RSU Pemerintah Kelas C dan 32% RSU Pemerintah Kelas D.

  9. HASIL KAJIAN TAHUN 2011 MENGGUNAKAN SEARO BENCHMARK

  10. STUDI KASUS DI BALI :KESIAPSIAGAAN PANDEMI INFLUENZAoleh : Adisasmito, W., B.M. Hunter, et.al, (2011) • Hasil : Sebagian besar sumber daya kesehatan hanya terfokus di dalam maupun sekitar ibu kota provinsi, Denpasar. Kesenjangan ditemukan di setiap kabupaten meliputi staf keperawatan, masker bedah dan masker N95. Virus yang lebih ganas akan menyebabkan kekurangan di seluruh sumber daya kecuali antimikroba. • Catatan : 8 dari 9 kab/kota di Bali merupakan sasaran prioritas.

  11. KESIMPULAN • Pedoman telah ada, namun masih terdapat beberapa kekurangan yaitu sbb: • Sasaran prioritas yang belum harmonis • Kolaborasi/koordinasi antara pemerintah, akademisi serta swasta dalam membangun safe hospital masih belum jelas • Belum mengakomodir bagaimana persiapan RS dalam menghadapi bahaya KBRN maupun bencana sosial (konflik/terorisme).

  12. KESIMPULAN • Implementasi dari kebijakan yang belum optimal : • Perlu digali akar masalah di lapangan • Perlu diidentifikasi kebijakan apa yang dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan di lapangan

  13. RENCANA TINDAK LANJUT • PPKK akan mengadakan workshop dalam rangka penyusunan Pedoman RS dalamMenghadapiSituasiKedaruratandanBencana 20 – 23 Mei 2014 di Bandung • Tujuan workshop : identifikasi konsep kebijakan yang dibutuhkan berdasarkan masukan dari para ahli dan praktisi

  14. BAHAN DISKUSIMATERI DAN NARSUM • Kebijakan terkait • Kondisi di lapangan (pencapaian, hambatan dan peluang) • Referensi nasional dan internasional mengenai penerapan safe hospital

More Related