1 / 13

PENCEGAHAN& PEMBATALAN PERKAWINAN

PENCEGAHAN& PEMBATALAN PERKAWINAN. Kuliah Hukum Perorangan dan Keluarga Islam 18 Juli 2012. PENCEGAHAN PERKAWINAN. DIATUR DALAM PASAL 60-69 KHI JO PSL 13-21 UU PERKAWINAN TUJUAN : MENGHINDARI PERKAWINAN YANG DILARANG HUKUM ISLAM & PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN.

alamea
Download Presentation

PENCEGAHAN& PEMBATALAN PERKAWINAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENCEGAHAN& PEMBATALANPERKAWINAN KuliahHukumPerorangandanKeluarga Islam 18 Juli 2012

  2. PENCEGAHAN PERKAWINAN • DIATUR DALAM PASAL 60-69 KHI JO PSL 13-21 UU PERKAWINAN • TUJUAN : MENGHINDARI PERKAWINAN YANG DILARANG HUKUM ISLAM & PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN. • DILAKUKAN BILA CALON SUAMI ATAU CALON ISTERI YANG AKAN MELANGSUNGKAN PERKAWINAN TIDAK MEMENUHI SYARAT UNTUK MELANGSUNGKAN PERKAWINAN MENURUT HUKUM ISLAM & PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN.

  3. YANG DAPAT MENCEGAH PERKAWINAN (PSL 62-64 KHI JO 14-15 UUP) • Para keluarga dalam garis keturunan ke atas & ke bawah • Saudara • Wali Nikah, yaitu ayah kandung, bahkan yang tidak pernah melaksanakan fungsinya sebagai kepala keluarga. • Wali pengampu dari salah satu calon mempelai. • Pihak- pihak yang berkepentingan • Suami/Isteri yang masih terikat dalam perkawinan dengan salah seorang calon isteri/suami yang akan melangsungkan perkawinan. • Pejabat yang ditunjuk untuk mengawasi perkawinan bila melihat rukun & syarat perkawinan tidak terpenuhi.

  4. Pelaksanaan Pencegahan Perkawinan (Psl 65 – 69 KHI jo Psl 17- 21 UUP) • Diajukanke PA daerahhukumtempatperkawinanakandilangsungkandenganmemberitahuPegawaiPencatatNikah (PPN) dancalon-calonmempelai. • Perkawinantidakdapatdilangsungkanapabilapencegahanbelumdicabut. • Pencegahanperkawinandapatdicabutdenganmenarikkembalipermohonanpencegahanpada PA oleh yang mencegahataudenganputusan PA. • PPN tidakbolehmelangsungkan/ membantumelangsungkanperkawinanbilamengetahuiadapelanggaranPasal 7 ayat (1), Pasal 8-10 atauPasal 12 UU Perkawinanmeskipuntidakadapencegahanperkawinan (Lihat PMA 3/1975).

  5. Pelaksanaan Pencegahan Perkawinan (Psl 65 – 69 KHI jo Psl 17- 21 UUP) • Apabila PPN berpendapatbahwaterhadapperkawinantersebutadalarangan UUP makaiaakanmenolakmelangsungkanperkawinantersebutdenganmemberikanketerangantertulisdisertaialasanpenolakankepadasalahsatupihak yang inginmelangsungkanperkawinan. • Para pihak yang perkawinannyaditolakberhakmengajukanpermohonankepada PA dalamwilayah PPN yang menolak. • PA akanmemeriksaperkaranyadenganacarasingkatdanmemberikanketetapan: menguatkanpenolakantersebutataumemerintahkansupayaperkawinandilangsungkan. • Ketetapaninihilangkekuatannyajikarintangan yang mengakibatkanpenolakantersebuthilangdanparapihaktersebutdapatmengulangimaksudmereka.

  6. PEMBATALAN PERKAWINAN • DIATUR DALAM PSL 70-76 KHI JO PSL 22-28 UUP. • KHI MEMBEDAKAN PERKAWINAN YANG BATAL DAN DAPAT DIBATALKAN . • UUP HANYA MELIHAT PERKAWINAN DAPAT DIBATALKAN BILA PARA PIHAK TIDAK MEMENUHI SYARAT UNTUK MELANGSUNGKAN PERKAWINAN (PSL 22 UUP)

  7. PERKAWINAN BATAL , BILA :(PSL 70 KHI) • Suami melakukan perkawinan, padahal sudah mempunyai empat isteri walaupun salah satu dari keempat isterinya dalam iddah talak raj’i. • Sesorang menikahi bekas isterinya yang telah dili’annya. • Seseorang menikahi bekas isterinya yang pernah dijatuhi talak 3 kecuali telah memenuhi syarat Islam. • Perkawinan yang memenuhi larangan perkawinan menurut Pasal 8 UUP • Isteri adalah saudara kandung atau sebagai bibi atau kemenakan dari isteri/isteri2nya.

  8. Perkawinan dapat dibatalkan, bila:(Pasal 71 KHI) • Suami melakukan poligami tanpa izin PA • Perempuan yang dikawini ternyata masih menjadi isteri pria lain yang mafqud. • Perempuan yang dikawini masih dalam iddah suami lain. • Melanggar batas umur perkawinan menurut Psl 7 UUP. • Tanpa wali atau dilaksanakan oleh wali yang tidak berhak. • Dilaksanakan dengan paksaan.

  9. Suami/Isteri dapat mengajukan permohonan pembatalan perkawinan (Pasal 72 KHI & 27 UUP) • Di bawah ancaman yang melanggar hukum. • Terjadi penipuan atau salah sangka mengenai diri suami atau isteri. • Hak gugur bila: • Ancaman telah berhenti • Yang bersalah sangka menyadari keadaannya • Dalam waktu 6 bulan tidak mengajukan permohonan dan masih hidup sebagai suami isteri.

  10. Pihak yang dapat mengajukan permohonan pembatalan perkawinan (Pasal 73 KHI & 23-24 UUP) • Para keluarga dalam garis keturunan lurus ke atas & ke bawah dari suami/isteri. • Suami/Isteri • Pejabat yang berwenang mengawasi pelaksanaan perkawinan menurut UU. • Yang terikat perkawinan dengan salah satu dari keduabelah pihak. • Para Pihak yang berkepentingan yang mengetahui adanya cacat dalam rukun & syarat menurut hukum Islam & UUP

  11. Pembatalan Perkawinan • Permohonan pembatalan perkawinan dapat diajukan PA yang mewilayahi tempat tinggal Suami/isteri atau tempat perkawinan dilangsungkan. • Batalnya perkawinan dimulai setelah putusan PA mempunyai kekuatan hukum tetap dan berlaku sejak saat berlangsungnya perkawinan. • Batalnya perkawinan tidak memutuskan hubungan hukum antara anak dengan orang tuanya.

  12. Keputusan Pembatalan Perkawinan Tidak berlaku surut terhadap: • Perkawinan yang batal karena salah satu dari Suami/Isteri murtad (KHI) • Anak-anak yang dilahirkan dari perkawinan tersebut. • Suami/Isteri yang bertindak dengan itikad baik, kecuali terhadap harta bersama, bila pembatalan perkawinan didasarkan atas adanya perkawinan lain yang lebih dahulu (UUP) • Pihak ketiga sepanjang memperoleh hak-hak dengan beritikad baik, sebelum keputusan pembatalan perkawinan mempunyai kekuatan hukum tetap.

  13. wassalam Sekian Dan Terima kasih

More Related