1 / 49

KONSEP DASAR

KONSEP DASAR. PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA. Oleh : Nasrul Sjarief, SE. ME. KECELAKAAN (Industrial Accident). Tidak direncanakan (unplanned) Terjadinya tiba-tiba (suddenly) Menghentikan proses yg direncanakan Tidak diinginkan (undesired) Mengakibatkan : Meninggal Penyakit akibat kerja

peers
Download Presentation

KONSEP DASAR

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. KONSEP DASAR PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA Oleh : Nasrul Sjarief, SE. ME.

  2. KECELAKAAN (Industrial Accident) • Tidak direncanakan (unplanned) • Terjadinya tiba-tiba (suddenly) • Menghentikan proses yg direncanakan • Tidak diinginkan (undesired) • Mengakibatkan : • Meninggal • Penyakit akibat kerja • Cidera • Kerusakan asset • Kerusakan lingkungan • Peningkatan liabilitas

  3. ACCIDENT CONSEQUENCES Happen After the I D L E njury CAUSES amage oss motion P E E P S lant, Processes, Premises quipment All of which could not happen without nvironment EOPLE ystems of work REMOVE THE CAUSES PREVENT THE ACCIDENT

  4. TEORI KECELAKAAN • TEORI DOMINO • SINGLE FACTOR TEORY • MULTIPLE FACTOR THEORY • TEORI 4MS` • ENERGY THEORY • TEORI De Reamer

  5. TEORI DOMINO (William W. Heinrich 1930) A B C D E LINGKUNGAN SOSIAL SIFAT INDIVIDU PERBUATAN/ KONDISI BERBAHAYA KECELAKAAN CIDERA/RUSAK PERSYARATAN PENGENDALIAN : ~ MENGENDALIKAN DAN MENIADAKAN PERBUATAN/KONDISI BERBAHAYA

  6. Menjalankan Mesin/ Peralatan tanpa wewenang Menjalankan Mesin/ Peralatan dgn kecepatan yg tidak semestinya Membuat Alat Pengaman/K3 tidak berfungsi Lalai menggunakan APD Mengangkat barang dengan cara yg salah Mengambil posisi pada tempat yang berbahaya Membetulkan mesin dalam keadaan jalan Lalai memberikan peringatan atau lupa mengamankan tempat kerja Bersenda gurau tidak pada tempatnya Memaksakan diri untuk bekerja walaupun sakit Merancang /memasang peralatan tanpa pengaman PERBUATAN BERBAHAYA(UNSAFE ACTION)

  7. KENAPA PERBUATAN TIDAK AMAN DILAKUKAN • KURANG PENGETAHUAN • KURANG TERAMPIL/ PENGALAMAN • TIDAK ADA KEMAUAN • FAKTOR KELELAHAN • JENIS PEKERJAAN YG TIDAK SESUAI • GANGGUAN MENTAL • KESALAHAN DALAM SIFAT DAN TINGKAH LAKU MANUSIA

  8. Pelindung atau pengaman yang tidak memadai Peralatan/ perkakas dan bahan yang rusak tetap digunakan Penempatan barang yang salah Sistem peringatan yang tidak memadai Pengabaian terhadap perkiraan bahaya kebakaran/peledakan Kebersihan lingkungan kerja yang jelek Polusi udara di ruangan kerja (gas, uap, asap, debu dsb.) Kebisingan yang berlebihan Pemaparan Radiasi Ventilasi yang tidak memadai Penerangan yang tidak memadai KONDISI BERBAHAYA(UNSAFE CONDITION)

  9. PENYEBAB TERJADINYA KONDISI BERBAHAYA ENERGY MATERIAL KONDISI BERBAHAYA SITE & STRUCTURE MACHINERY DISEBABKAN OLEH : -Environmental Stress -Failures -Design Characteristics

  10. THE ACCIDENT TRIANGLE Serious or fatal injury Minor injury Damage only RESULT No injury or damage CAUSES Unsafe Acts and Condition Substandard Practices And Conditions

  11. HEINRICH`S ACCIDENT TRIANGLE 1 Serious or fatal injury (0,33%) 29 Minor injury (8,78%) No injury accidents (90,90%) 300 RESULT CAUSES Unsafe Acts and Condition 3000

  12. RATIO OF INCIDENTS (by Dupont) 3000 Fatalities 1 Minor Incidents 30 RESULT Recordable Incidents 300 Near miss Incidents Unsafe Behavior/Situation CAUSES 30 000

  13. SAFETY TRIANGLE

  14. PERKEMBANGAN PELAKSANAAN K3 Attention to FACILITIES ACCIDENT RATE Attention to MANAGEMENT SYSTEM & PROCEDURES Attention to PEOPLE = Effectiveness of existing OSH MS TIME

  15. HUMAN FACTORS HUMAN FACTORS is the Integration and application of available scientific knowledge about : - PEOPLE - FACILITIES and - MANAGEMENT SYSTEM to improve interaction in the workplaces

  16. INTEGRASI DAN APPLIKASI MANAGEMENT SYSTEM (Procedures, Risk Assessment, Incident Investigation, Training) PEOPLE (human Characteristic and Behavior) FACILITIES (Pumps Control System, Panels, Valves, Cranes)

  17. HUMAN FACTOR • The JOB – what people are ask to do(task/workload/procedures/environment/equipment) • The INDIVUAL – who is doing it(competence/attitude/capability/risk perception) • ORGANIZATION – how is the work organized(leadership/resources/culture/communication) INDIVIDUAL ORGANIZATION HUMAN FACTOR (Health & Safety Executive -1999) JOB

  18. HUMAN ELEMENT OF SAFETY MEASURES INDIVIDUAL (Competence, Skill, Personality, Attributes, risk perception) JOB (task, workload, Environment, Display & control procedures) ORGANISATION (Culture, Leadership, Resources, Work patterns, Communications) (HSE, 1997)

  19. Reason’s “Swiss-cheese” Model of Human Error Latent Failures Input Organizational Factor Latent Failures Unsafe Supervision Latent Failures Precondition For Unsafe Acts Unsafe Acts Active Failures Failed or Absent Defenses Accident & Injury

  20. HUMAN FACTOR SLIPS UNINTENDED ACTIONS (ERROR) LAPSE MISTAKE UNSAFE ACTS MISTAKE INTENDED ACTIONS VIOLATION

  21. HUMAN FAILURE TYPES SLIP OF ACTIONS SKILL BASED ERRORS LAPSE OF MEMORY ERRORS RULE BASED MISTAKE MISTAKE HUMAN FAILURE KNOWLEDGE BASED MISTAKE ROUTINE SITUATIONAL VIOLATIONS EXCEPTIONAL

  22. Human Factor Spectrum

  23. KASUS KECELAKAAN

  24. SINGLE FACTOR THEORIES • PENDAPAT INDIVIDU YANG TIDAK PERNAH MEMAHAMI DAN MENGETAHUI : • PENCEGAHAN KECELAKAAN(accident prevention) • PENYELIDIKAN KECELAKAAN(accident investigation)

  25. MULTIPLE FACTOR THEORIES • V.L. GROSE (1972) • 4 FAKTOR SISTEM K3 (4 M`s) • MAN • MACHINE • MEDIA • MANAGEMENT

  26. USIA JENIS KELAMIN FISIK SKILL SIKAP/PERILAKU PENDIDIKAN/ LATIHAN MOTIVASI EMOSIONAL DSB KHARAKTERISTIK 4M`SMAN

  27. UKURAN (size) BERAT BENTUK SUMBER ENERJI KONSTRUKSI MATERIAL TYPE OF ACTION/ MOTION DSB. KHARAKTERISTIK 4M`SMACHINE

  28. SUHU LINGKUNGAN PADAT/KUMUH KELEMBABAN SIRKULASI UDARA KEBISINGAN DEBU EMISI GAS DSB. KHARAKTERISTIK 4M`SMEDIA

  29. MANAGEMENT STYLE STRUKTUR ORGANISASI ALIRAN KOMUNIKASI KEBIJAKAN DAN PROSEDUR URAIAN TUGAS DSB. KHARAKTERISTIK 4M`SMANAGEMENT

  30. STATISTICAL TECHNIQUES FAULT TREE ANALYSIS (FTA) EVENT TREE ANALYSIS (ETA) RISK ASSESSMENT CAUSES AND EFFECT ANALYSIS FISH BONE ANALYSIS HAZOPS FIRE AND TOXICITY INDEX DSB. KHARAKTERISTIK 4M`SCONTROL MEASURES

  31. ENERGY THEORY • WILLIAM HADDON (1970) • PENYEBAB KECELAKAAN : TRANSFER OF ENERGY • TEORI INI DISEBUT JUGA : energy release theory • CONTROL STRATEGY : (10)

  32. ENERGY THEORYCONTROL STRATEGY • MENGHINDARKAN PENGGUNAAN ENERJI BERPOTENSI BAHAYA TINGGI • MENEKAN JUMLAH ENERJI YANG DIGUNAKAN • MENCEGAH TERLEPASNYA ENERJI • MERUBAH TINGKAT ENERJI YANG TERLEPAS DARI SUMBERNYA • MEMISAHKAN ENERJI YANG DILEPASKAN SESUAI DENGAN WAKTU/ TEMPAT

  33. ENERGY THEORYCONTROL STRATEGY 6. MEMISAHKAN ENERJI YANG AKAN DILEPASKAN DENGAN BANGUNAN/ ORANG 7. MERUBAH PERMUKAAN BANGUNAN 8. MENGUATKAN KONDISI BANGUNAN /MANUSIA 9. DITEKSI DINI TERHADAP KERUSAKAN 10. MEMPERTAHANKAN KONDISI YANG STABIL

  34. TEORI De Reamer (1980) • PENYEBAB KEC. DIKELOMPOKKAN DALAM 2 KELOMPOK 1. IMMEDIATE CAUSES 2. CONTRIBUTING CAUSES

  35. IMMEDIATE CAUSE TERMASUK DALAM KELOMPOK INI : 1. UNSAFE ACTS (perbuatan berbahaya) 2. UNSAFE CONDITIONS (kondisi berbahaya)

  36. CONTRIBUTING CAUSES • TERMASUK DALAM KELOMPOK INI : 1. KONDISI FISIK PEKERJA (physical condition of worker) 2. KEBIJAKAN MANAJEMEN (management policies)

  37. PENYEBAB KECELAKAAN(De Reamer Theory) IMMEDIATE CAUSES 1.PERBUATAN BERBAHAYA (Unsafe Acts) 2.KONDISI BERBAHAYA (Unsafe Conditions) CONTRIBUTING CAUSES 1.Manajemen dan Supervisi 2.Kondisi Mental Pekerja 3. Kondisi Fisik Pekerja KASUS KECELAKAAN AKIBAT KECELAKAAN • Cidera • Kerusakan Asset • Kerusakan Lingkungan • -Berpengaruh thd : • Produktivitas, Kualitas, • Effisiensi Biaya, Loss

  38. POOR MANAGEMENT BASIC CAUSES UNSAFE CONDITIONS UNSAFE ACTS INDIRECT CAUSES UNPLANNED RELEASE OF ENERGY DIRECT CAUSES ACCIDENT

  39. STRUCTURE OF ACCIDENT ST

  40. ACCIDENT MODEL HUMAN FAILURE Unsafe acts INCIDENT Latent Errors Unsafe Plant/ Condition PERFORMANCE INFLUENCING FACTORS Fail to recover situation ORGANISATION PERSON JOB ACCIDENT Failure of mitigation

  41. KONSEP LAIN DALAM MEMILIH TINDAKAN PENCEGAHAN KECELAKAAN • MELALUI 4E`S : • ENGINEERING • EDUCATION • ENFORCEMENT • ENTHUSIASM

  42. MELALUI 4E`SENGINEERING • SUBSITUSI • MODIFIKASI PROSES • MENEKAN/MENGURANGI JUMLAH INVENTORI • DISAIN • ALAT PENGAMAN/PELINDUNG • WARNING SYSTEM • DLL

  43. MELALUI 4E`SEDUCATION • LATIHAN K3 UNTUK MANAJER, SUPERVISOR, OPERATOR, PEKERJA BARU • PENGGUNAAN PROSEDUR KERJA AMAN/SOP • MENGOPERASIKAN MESIN DENGAN BENAR DAN AMAN • PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI • PROSEDUR KEADAAN DARURAT • REGU PENANGGULANGAN KEBAKARAN • PENILAIAN RISIKO • DLL

  44. MELALUI 4E`SENFORCEMENT • MEMATUHI PERATURAN/ KETENTUAN/ SYARAT-SYARAT/STANDARD K3

  45. MELALUI 4E`SENTHUSIASM • MELIBATKAN DAN MEMOTIVASI TENAGA KERJA

  46. STRATEGI PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA • DIDASARKAN KEPADA : • FREQUENCY (KEKERAPAN) • SEVERITY (KEPARAHAN) • COST (BIAYA) • KOMBINASI

  47. PENDEKATAN DALAM PENCEGAHAN KECELAKAAN 1. PENDEKATAN REAKTIF ACCIDENT INVESTIGA TION ANALYSIS PREVENTIVE ACTION

  48. PENDEKATAN DALAM PENCEGAHAN KECELAKAAN 2. PENDEKATAN PROAKTIF ANALYSIS OF POTENTIAL ACCIDENTS PREVENTIVE PROGRAM ACCIDENT

  49. terima kasih SEKIAN

More Related