1 / 22

HEMOSTASIS DAN TROMBOSIS

HEMOSTASIS DAN TROMBOSIS. Dr. Esa Indah ayudia Staf pengajar Di bagian biokimia dan biologi. DARAH. KOMPOSISI DARAH : 1. SEL DARAH : ERITROSIT, LEUKOSIT, TROMBOSIT 2. PLASMA DARAH : CAIRAN DARAH PLASMA DARAH 90% -AIR

zia-wells
Download Presentation

HEMOSTASIS DAN TROMBOSIS

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. HEMOSTASIS DAN TROMBOSIS Dr. Esa Indah ayudia Staf pengajar Di bagian biokimia dan biologi

  2. DARAH KOMPOSISI DARAH : 1. SEL DARAH : ERITROSIT, LEUKOSIT, TROMBOSIT 2. PLASMA DARAH : CAIRAN DARAH PLASMA DARAH 90% -AIR 10% -ALBUMIN, GLOBULIN, FIBRINOGEN, ENZIM, HORMON, GLUKOSA, ASAM AMINO, LIPID, VITAMIN, O2, CO2, dll

  3. FUNGSI DARAH 1. respirasi: pengangkutan o2 dan co2 2. nutrisi: pengangkutan zat2 gizi 3. ekskresi, mis: pengangkutan urea untuk dibuang 4. berperan dalam mempertahankan keseimbangan asam-basa tubuh (adanya sistem buffer dalam darah} 5. mengatur keseimbangan air antara plasma dan cairan jaringan

  4. 6. pengaturan suhu tubuh: panas yg terbentuk akibat metabolisme di jaringan2 dibawa darah ke permukaan tubuh untuk dipancarkan ke luar 7. perlindungan terhadap infeksi : mengandung antibodi, leukosit 8. transpor hormon, enzim dll 9. Transpor metabolit

  5. HEMOSTASIS DAN TROMBOSIS Hemostasis adalah penghentian perdarahan akibat pembuluh darah yang terpotong atau robek Trombosis terjadi jika endotel yang melapisi pembuluh darah mengalami kerusakan atau terlepas

  6. Fase hemostasis dan trombosis Pembentukan agregat trombosit yang longgar dan sementara di tempat cedera. Pembentukan jaringan fibrin yang mengikat agregat trombosit, membentuk sumbat hemostatik atau trombus yang lebih stabil Disolusi sumbat hemostatik atau trombus secara parsial atau total oleh plasmin

  7. Jenis trombus Trombus putih : trombosit dan fibrin, kurang eritrosit Trombus merah : eritrosit dan fibrin Endapan fibrin : di pembuluh darah halus atau kapiler

  8. Jalur intrinsik dan ekstrinsik menyebabkan pembentukan fibrin Kedua jalur menyebabkan pengaktifan protrombin menjadi trombin, dan penguraian fibrinogen yang dikatalisis oleh trombin, menjadi bekuan fibrin. Kedua jalur ini melibatkan berbagai protein.

  9. Klasifikasi protein Zimogen protease Kofaktor Fibrinogen Transglutiminase dependen-tiol Protein regulatorik dan protein lain

  10. FAKTOR KOAGULASI FAKTOR PEMBEKUAN DIBERI ANGKA ROMAWI MISALNYA FAKTOR X, BENTUK AKTIFNYA DIBERI HURUF a MISALNYA FAKTOR Xa HMWK = HIGH-MOLECULAR-WEIGHT KINOGEN TF = TISSUE FACTOR JALUR PROSES KOAGULASI DARAH : JALUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK JALUR EKSTRINSIK BERJALAN LEBIH AKTIF DP JALUR INTRINSIK

  11. Tata nama faktor pembekuan darah I : fibrinogen II : protrombin III : faktor jaringan IV : Ca V : proakselerin, faktor labil, globulin akselerator VII : prokonvertin VIII : faktor antihemofilik A, AHG

  12. Tata nama faktor pembekuan darah IX : faktor antihemofilik B, faktor christmas, PTC X : faktor Stuart-Prower XI : Plasma thromboplastin antecedent (PTA) XII : Faktor Hageman XIII : Fibrin Stabilizing factor (FSF), fibrinoligase

  13. JALUR INTRINSIK : SEMUA KOMPONENNYA TERDAPAT DALAM PLASMA Berawal dari “fase kontak” saat prakalikrein, HMWK, faktor XII, dan faktor XI terpajan oleh permukaan pemicu bermuatan negatif. Jika komponen-komponen dari fase kontak ini tersusun pada permukaan pemicu tersebut, terjadi pengaktifan faktor XII menjadi XIIa melalui proteolisis oleh kalikrein.

  14. Faktor XIIa akan mengaktifkan faktor XI menjadi XIa dan juga melepaskan bradikinin Faktor XIa dengan adanya kalsium akan mengaktifkan faktor IX menjadi serin protease, faktor IXa Aktivasi faktor IX menjadi IXa juga dapat dilakukan oleh faktor VIIa atau TF

  15. Hal ini akan menguraikan ikatan Arg-ile di faktor X untuk menghasilkan faktor Xa Kompleks tenase, Calsium, VIIIa, IXa, X Faktor VIII diaktifkan oleh trombin dlm jumlah kecil untuk membentuk faktor VIIIa, menjadi inaktif pada penguraian lebih lanjut oleh trombin

  16. Jalur ekstrinsik Jalur ini dimulai di tempat cedera jaringan dengan terpajannya TF di sel endotel aktif dan monosit Jalur ekstrinsik diaktifkan oleh tissue factor(faktor jaringan) yg didapatkan dari jaringan pada tempat kerusakan pembuluh darah. Tf ini merupakan protein transmembran yg tak terdapat dlm plasma. Tf merupakan suatu glikoprotein yang terdapat pada subendothelial cell surface, terdapat pada berbagai jaringan, banyak didapat pada otak, paru, dinding pembuluh darah, plasenta

  17. FAKTOR VII MERUPAKAN KOMPONEN JALUR EKSTRINSIK Faktor jaringan berinteraksi dan mengaktifkan faktor VII. Faktor jaringan bekerja sebagai kofaktor untuk faktor VIIa yang meningkatkan aktivitas enzimatiknya untuk mengaktifkan faktor X

  18. Kompleks faktor jaringan : Faktor VIIa akan memutuskan ikatan Arg-Ile di faktor X

  19. Faktor Xa akan mengaktifkan faktor II menjadi IIa yang kemudian mengubah fibrinogen menjadi fibrin Pengaktifan protrombin, memerlukan pembentukan kompleks protrombinase (Calsium, faktor Va, faktor Xa, dan protrombin) Faktor V berfungsi sama seperti faktor VIII pada kompleks tenase

  20. Trombin kemudian mengkatalisis perubahan fibrinogen menjadi monomer fibrin dan kemudian menjadi polimer fibrin Trombin mengaktivasi faktor XIII menjadi XIIIa dengan bantuan faktor XIIIa fibrin akan menjadi ikatan silang polimer fibrin Trombin juga mengaktivasi faktor V dan VIII

  21. Jika telah terbentuk trombin aktif dalam proses hemostasis dan trombosis, konsentrasi trombin harus dikontrol dengan ketat. Hal ini dicapai mll 2 cara :

  22. Penyakit perdarahan herediter Hemofilia A : defisiensi faktor VIII, X-linked Hemofilia B : defisiensi faktor IX Dahulu, terapi untuk pasien hemofilia A dan B adalah pemberian kriopresipitat yang diperoleh dari donor individual. Teknologi DNA rekombinan

More Related