1 / 20

PENDEKATAN KOGNITIF UNTUK MEMPERSUASI

PENDEKATAN KOGNITIF UNTUK MEMPERSUASI. WIWIK MARYATI FIA-UNIPDU JOMBANG.

zelda
Download Presentation

PENDEKATAN KOGNITIF UNTUK MEMPERSUASI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENDEKATAN KOGNITIF UNTUK MEMPERSUASI WIWIK MARYATI FIA-UNIPDU JOMBANG

  2. Ketika konsumen mengatakan bahwa produk tertentu itu baik atau buruk, besar atau kecil, panas atau dingin, mahal atau murah, mereka melakukannya dengan beberapa produk perbandingan dalam pikiran Jadi marketer harus mencari cara untuk membuat konsumen membandingkan produk mereka. Penilaian adalah relatif: Seberapa baik atau seberapa buruk produk tampaknya tergantung pada satu titik pandang atau titik perbandingan. Prinsip penilaian relatif memiliki implikasi penting bagi persuasi.

  3. Prinsippenilaianrelatifmemilikiimplikasipentinguntukpersuasi: JikaAndainginkonsumenpercayaprodukAndaadalahkualitastinggi, AndaharusmendapatkanmerekauntukmembandingkanprodukAndadengansatu yang lebihrendahdalamkualitas. Prinsipkognitif lain ygterkait dg penilaianatribusionalatauinferensikausal Atribusikausalataupertimbangan “mengapa” mempunyaipengaruhpenting pd keefektifanpengiklanan  Olehkrnitupentingutkmemahami faktor2 utamaygmempengaruhiatribusikausal.

  4. Teori-Teori Penilaian Perbandingan Teori2 utamadrpenilaianrelatif (perbandingan) adalahteori level adaptasi, steoripenilaiansosialdanteoriperspektif melibatkanpemikirandanalasankomparatif. Teori2 utamapenilaianatribusiadalahteoripersepsidiri, PrinsipkovarianKelley’sdanskemakausal Kelley’s  melibatkanalasankausaldanmendeteksipekerjaanutkmenjawabpertanyaan “mengapa” Keduajenispenilaianadalahkognitifmelibatkanprosesberpikirdanberalasan.

  5. 1. Teori Level Adaptasi Produk yang sama bisa baik atau buruk tergantung pada apa yang dibandingkan dengan. Titik perbandingan juga dikenal sebagai titik acuan, jangkar, atau peningkatan standar perbandingan Ketika sebuah objek target dinilai dalam konteks rangsangan yang sangat menarik beberapa objek target tampaknya kurang menarik. Ketika sebuah objek target dinilai dalam konteks rangsangan sangat tidak menarik beberapa objek target tampaknya lebih menarik. Obyek target kontrasatauberalihdrtitikreferensi Efekkontras

  6. Teori Level Adaptasi (Lanjt…) Efekkontras * Fenomena ini penting karena orang cenderung meremehkan dampak (atau tidak menghabiskan banyak waktu untuk berpikir) kontekstual atau faktor latar belakang pada penilaian meskipun orang cenderung agak tidak menyadari pengaruh variabel kontekstual, variabel-variabel ini mengerahkan influen mengejutkan kuat *Variabel kontekstual mempengaruhi apa yang kita beli, mengapakita membeli, dan seberapa puas kita dengan apa yang kita beli

  7. Teori Level Adaptasi (Lanjt…) Efekkontras(Lanjt…) Seorang tenaga penjual yang pintar bisa menipu kita untuk membelanjakan lebih dari yang semulakitamaksudkanuntukbelanja orang tidak mau membeli accesory mahal, seorang tenaga penjualan dapat membuat accesory mahal tampaknya lebih murah dengan mempengaruhi sudut pandang konsumen.

  8. Teori Level Adaptasi (Lanjt…) * "Mengapa kita mengalami efek kontras?" * Semua obyek dapat diatur dalam urutan yang berarti objek berbeda pada banyak dimensi; semua objek dapat peringkat dipesan dari sangat buruk sampai sangat baik, dan sebagainya;  semua dimensi atau penilaian memiliki titik netral psikologis, dan hal ini disebut tingkat adaptasi (= adalah rata-rata geometrik tertimbang dari semua rangsangan seseorang memperhitungkan sementara membuat keputusan = titik rata-rata, atau titik netral).

  9. 2. Teori Penilaian Sosial Efekkontrashanyasalahsatutipedarikonteksefek teori level adaptasihanyadptmenjelaskanefekkontras  sebuah teori yang berbeda diperlukan untuk menjelaskan jenis-jenis efek konteks.

  10. Teori Penilaian Sosial (Lanjt…) Teori penilaian sosial menjelaskan efek kontras dan asimilasi dengan menyarankan bahwa tingkat adaptasi bukan satu-satunya jenis titik referensi orang menggunakandalam beberapa kasus, sikap sendiri digunakan sebagai titik acuan atau filter melalui mana sasaran obyek dan masalah yang dirasakan dan dinilai. Sikap sendiri akan digunakan sebagai titik referensi saja saat (1) sikap terbentuk sebelumnya ada dan (2) disimpan dalam memori dan (3) ketika sikap diakses (mudah mengambil-dapat dari memori) dan (4) penting dengan individu.

  11. Teori Penilaian Sosial dan Persuasi Untuk menjadi berguna sebagai teori persuasi: teori penilaian sosial harus menentukan: *Bagaimanaperbedaan target penilaian harus dari titik referensi untuk menghasilkan kontras,dan * Bagaimana target penilaian harus ke titik referensi untuk menghasilkan asimilasi. Teori penilaian sosial mencapai ini melalui metode alternatif memerintahkan (melibatkan membangun serangkaian pernyataan mulai dari sangat positif sampai sangat negatif)

  12. 3. Teori Perspektif Hal lain referensi adalah salah satu interpretasi dari titik akhir dari skala penilaian: konsumen sering diminta untuk mengevaluasi produk pada skala penilaian mulai dari 0 (sangat buruk) sampai 10 (sangat baik) menafsirkan titik akhir dari skala penilaian memiliki pengaruh penting pada peringkat konsumen. Efek interpretasi Skala juga disebut sebagai efek bahasa respon, atau efek pengukuran  mengacu pada pergeseran dalam penilaian karena cara orang menafsirkan rating (pengukuran) skala.

  13. Teori Perspektif (Lanjt) Perspektif teori menunjukkan bahwa pergeseran penilaian mungkin karena perubahan dalam cara orang menafsirkan skala penilaian atau perubahan dalam penilaian itu sendiri.

  14. Mempengaruhi Poin Referensi Konsumen Penilaian dipengaruhi oleh titik referensi, tetapi banyak titik referensi yang berbeda yang tersedia untuk konsumen Kadang-kadang, tingkat adaptasi berfungsi sebagai titik referensi, dan produk dinilai dalam hubungannya dengan titik tertentu acuan (adaptasi teori tingkat). Di lain waktu, sikap sendiri berfungsi sebagai titik referensi, dan sikap digunakan sebagai pembanding (teori penilaian sosial) Sebuah titik skala juga dapat berfungsi sebagai titik referensi atau jangkar (teori perspektif).

  15. Mempengaruhi Poin Referensi Konsumen (Lanjt) Titikreferensimanaygdigunakan? Norm teori: rangsangan menonjol atau dapat diakses atau kategori direkrut untuk melayani sebagai norma atau titik referensi Dalam keadaan tertentu, stimulus tunggal dapat digunakan sebagai titik referensi untuk menilai target. Dalam keadaan lain, berbagai merek dapat dirata-ratakan dari sudut netral atau level adaptasi

  16. Mempengaruhi Poin Referensi Konsumen (Lanjt) Titikreferensimanaygdigunakan? Merek yang dapat diakses dari memori karena aktivasi baru (= merek ditemui atau memikirkan tentang ini), aktivasi sering (= merek ditemui atau memikirkan berulang-ulang), atau pengolahan elaborative (= berpikir effortful dan bermakna tentang merek) memiliki pengaruh yang kuat pada tingkat adaptasi. Sikap diakses cenderung untuk melayani sebagai titik acuan untuk penghakiman, sedangkan sikap tidak dapat diakses tidak.

  17. Mempengaruhi Poin Referensi Konsumen (Lanjt) Titikreferensimanaygdigunakan ? Negara asal juga dapat berfungsi sebagai titik referensi penting dalam hal ini, titik referensi adalah kategori, atau kelompok produk (bukan satu produk). Penelitian menunjukkan bahwa negara asal digunakan sebagai titik acuan ketika informasi ini dipelajari beberapa waktu sebelum belajar rincian tambahan tentang produk. Ketika negara asal dipresentasikan pada waktu yang sama dengan informasi atribut, negara asal tidak berfungsi sebagai titik referensi. Dalam periklanan komparatif, produk tampaknya lebih baik bila dibandingkan dengan merek rendah, tampaknya lebih buruk bila dibandingkan dengan merek yang unggul.

  18. Teori Atribusi Selain perbandingan, konsumen juga dapat dipengaruhi oleh jenis lain dari kognisi, atribusi tersebut, atau asumsi tentang penyebab perilaku tertentu. TeoriAtribusi : melihatpertanyaandrmengapasesuatuterjadi?

  19. Teori Atribusi (Lanjt..) TeoriPersepsiDiri Keyakinan dan sikap tidak selalu kuat dan dapat diakses dari memori. Ketika keyakinan dan sikap relatif tdkdptdiakses, orang-orang membentuk kesimpulan tentang keyakinan mereka dan sikap atas dasar perilaku dan konteks di mana perilaku tersebut terjadi à wawasan sama yang tersedia untuk orang lain mengamati perilaku kita. Pemasar ingin konsumen untuk percaya bahwa mereka membeli produk karena itu adalah produk berkualitas tinggi.

  20. Teori Atribusi (Lanjt..) TeoriPersepsiDiri Ketika ada terlalu banyak alasan (atau pembenaran) untuk membeli sebuah produk, salah satu alasan (misalnya kualitas) tampaknya lemah, jika konsumen membeli produk karena berbagai alasan, peran kualitas menjadi kurang jelas. Banyak alasan atau pembenaran yang merusak atau melemahkan signifikansi yang dirasakan dari penyebab tertentu. Teori yang paling berpengaruh dan banyak digunakan dari bagaimana orang atribut kausalitas dengan perilaku yang diamati adalah teori atribusi Kelley.

More Related