1 / 55

drg.Juwita Raditya Ningsih Universitas Muhammadiyah Surakarta 2014

drg.Juwita Raditya Ningsih Universitas Muhammadiyah Surakarta 2014. Komponen GTSL Resin Akrilik. Gigi Tiruan Resin Akrilik. Bagiannya : Plat dasar Penahan / Retainer . Retainer langsung  Berupa cengkeram Retainer tidak langsung  Berupa plat anterior setinggi cingulum

zeal
Download Presentation

drg.Juwita Raditya Ningsih Universitas Muhammadiyah Surakarta 2014

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. drg.Juwita Raditya Ningsih Universitas Muhammadiyah Surakarta 2014

  2. Komponen GTSL Resin Akrilik

  3. Gigi Tiruan Resin Akrilik • Bagiannya : • Plat dasar • Penahan / Retainer. • Retainer langsung Berupa cengkeram • Retainer tidak langsung Berupa plat anterior setinggi cingulum • Anasir gigi : • Akrilik • Porcelin

  4. Penahan / Retainer Penahan (Retainer) bagian geligi tiruan sebagian lepasan yang berfungsi memberi retensi menahan protesa tetap pada tempatnya.

  5. RETENSI ?

  6. RETENSI Pengertian: Kemampuan gigi tiruan untuk menahan daya pelepasannya ke arah oklusal --> kondisi statis : tidak berfungsi --> gaya yang mempengaruhi: - Gaya gravitasi - Tekanan pengunyahan satu sisi

  7. STABILISASI • Pengertian: • kemampuan gigi tiruan menahan gaya pemindah yang cenderung mengubah kedudukannya ketika berfungsi (dinamis). • Contoh gaya-gaya ini: • Otot kunyah • Proses pengunyahan • - Berbicara

  8. Pembagian Retainer 1. Penahan Langsung (direct retainer)  berkontak langsung dengan permukaan gigi penyangga berupa cengkeram atau kaitan presisi 2. Penahan Tak Langsung (indirect retainer)  memberikan retensi untuk melawan gaya yang cenderung melepas protesa ke arah oklusal dan bekerja pada basis.

  9. Kemampuan menahan gaya dapat diperoleh dari : • Direct retainer :Cengkeram, KaitanPresisi • Indirect retainer • Gesekan(friksi = frictional fit) antara tepi geligi tiruan dengan gigi • Adhesi dan Kohesi • Tekanan Atmosfir • Bagian basis yang melewati daerah gerong gigi turut memberi retensi, walaupun terbatas

  10. Bagian basis yang melewati daerah gerong jaringan lunak Pembentukan tepi jaringan pada permukaan poles protesa membantu menyempurnakan penutupan tepi, di samping sebagai kunci mekanis (mechanical lock) jaringan pada saat fungsi Gaya gravitasi

  11. Kaitan Presisi

  12. Indirect retainer mencegah rotasi arah vertikal

  13. Cengkeram Penggolongan Cengkeram 1. Menurut Konstruksinya : Cengkeram Tuang atau Cor ( cast clasp ) Cengkeram Kawat ( wrought wire clasp ) Cengkeram Kombinasi (combination clasp )

  14. 2.Menurut Desainnya : CengkeramSirkumferensial (circumferential clasp or circumferential type clasp) Cengkeram Batang ( bar arm or bar type clasp )

  15. 3. Menurut Arah Datang Lengannya : CengkeramOklusal (occlusally approaching clasp )  sifatnya menarik Cengkeram Gingival (gingivally approaching clasp )  sifatnya mendorong

  16. Prinsip Desain Cengkeram Pemelukan Pengimbangan Retensi Dukungan Stabilisasi Pasifitas

  17. Gambar Pemelukan Cengkeram Pada Permukaan Gigi

  18. Cengkeram

  19. Bagian-bagian Cengkeram 1. 1. Badan Cengkeram (body)  terletak antara lengan dan sandaran oklusal 2.Lengan Cengkeram (arm)  terdiri dari bahu dan termina 3.Bahu Cengkeram (shoulder)  bagian lengan yang berada di atas garis survai, biasanya tegar

  20. 4. Ujung Lengan (terminal)  bagian ujung lengan cengkeram.   5. Sandaran (rest)  bagian yang bersandar pada permukaan oklusal/insisal gigi penahan. 6. Konektor Minor (minor connector)  bagian yang menyatukan cengkeram dengan kerangka logam geligi tiruan.

  21. Gambar Bagian-bagian Cengkeram (a)sandaran; (b) badan; (c) bahu; (d,h) lengan; (e) lengan; (f,g) konektor minor

  22. Cengkeram hanya dapat berfungsi dengan baik bila terdiri dari : 1.Satu Lengan retentif dengan ujung yang berada di bawah garis survai atau pada daerah gerong retentif 2.Satu Lengan pengimbang secara keseluruhanberada di daerah non-retentif 3. Satu sandaran oklusal 4. Satu atau lebih konektor minor

  23. Gambar Lengan-lengan Cengkeram A. Lengan retentif : (r) bagian kaku; (s) bagian setengah kaku; (f) bagian fleksibel. B. Lengan pengimbang = semua bagian kaku

  24. CENGKERAM KAWAT Cengkeram kawat merupakan jenis cengkeram yang lengan‑lengannya terbuat dari kawat jadi (wrought wire). Kawat jadi yang sering dipakai biasanya terbuat dari Kawat Aloi Khrom Nikel dan dapat diperoleh dalam tiga jenis ketegaran, yaitu Soft (500‑650 N/mm2), Hard (1400‑1600 N/mm2) dan Springhard (1800‑2000 N/mm2).

  25. Ukuran dan Jenis yang sering dipakai • Bulat dengan diameter 0,7 mm untuk gigi anterior • 0,8 mm untuk gigi posterior. • Kawat yangdigunakan sebagai cengkeram harus • kuat • permukaannya licin dan mengkilat • tahan terhadap pengaruh dalam mulut : • tak berkarat, • tak memberi rasa • tidak menimbulkan aliran listrik galvanis

  26. Syaratcengkeraman kawat: • Kontak cengkeram dengan permukaan gigi penyangga merupakan kontak kontinu • berupa kontak garis bila penampangnya bulat • berupakontak bidang bila penampangnya setengah bulat 2. Lengan cengkeram harus melewati garis survai, biasanya 1‑2 mm di atas tepi gingiva (cukup 1 mm saja, bila sandaran oklusal mampu menahan gaya pemindah ke arah gingiva).

  27. 3. Badan cengkeram sirkumferensial harus terletak di atas titik kontak gigi penyangga. 4. Sandaran dan badan tidak boleh mengganggu oklusi maupun artikulasi. 5. Ujung lengan cengkeram harus dibulatkan dan tidak boleh menyentuh gigi tetangga dan melukai jaringan lunak. 6. Pada permukaan cengkeram tak boleh ada tanda bekas tang. Tanda ini menunjukkan kurang baiknya manipulasi pembengkokan, sehingga akan mempengaruhi daya tahan cengkeram.

  28. Keuntungan Pemakaian Cengkeram Kawat Lentur Retensinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan Memberi efek estetik lebih baik Penutupan permukaan gigi lebih minim dibanding cengkeram tuang Indikasi pemakaian lengan retentif cengkeram kawat lebih luas Teknik pembuatan lebih mudah

  29. Kerugian Pemakaian Cengkeram Kawat Mudah terjadi distorsi Mudah patah Kelenturan dan tidak dipreparasinya sandaran oklusal kurang memberi dukungan yang memuaskan Lengan kawat yang lentur kurang atau tak mampu menahan gaya horisontal atau lateral

  30. Macam‑macam Cengkeram Kawat Cengkeram Kawat Cengkeram Kawat OklusalCengkeram Kawat Gingival (Circumferential Type Clasp ) (Bar Type Clasp )

  31. Cengkeram Kawat Oklusal Bentuk-bentuk Cengkeram Kawat Oklusal: Cengkeram Tiga Jari Berbentuk seperti Akers Clasp,cengkeram ini dibentuk dengan jalan menyoldir lengan‑lengan kawat pada sandaran atau menanamnya ke dalam basis.

  32. 2. Cengkeram Dua Jari Berbentuk sama seperti Akers Clasp tetapi tanpa sandaran, yang bila perlu dapat ditambahkan berupa sandaran cor.

  33. 3. Cengkeram Jackson  cengkeram ini merupakan Penahan Langsung Ortodontik

  34. 4. Cengkeram Setengah Jackson  Cangkolan ini disebut pula Cengkeram Satu Jari atau Cengkeram C.

  35. 5. Cengkeram S Berbentuk seperti huruf S, cengkeram ini bersandaran pada Singulum gigi Kaninus. Biasa dipakai untuk Kaninus bawah, dapat pula digunakan untuk Kaninus atas, bila ruang interoklusalnya cukup.

  36. 6. Cengkeram Panah (Arrow Crib) Disebut Panah, karena berbentuk anak panah yang ditempatkan pada interdental gigi, dan diperuntukkan bagi anak‑anak dimana retensi kurang. Itulah sebabnya cengkeram ini dipakai untuk protesa sementara selama masa pertumbuhan.

  37. 7. Cengkeram Adam cengkeram ini merupakan Penahan Langsung Ortodontik

  38. 8. Rush Anker Crib

  39. Cengkeram Kawat Gingival Bentuk cengkeram: Cengkeram Meacock  Spoon denture anak 2. Cengkeram Panah Anker  sudah jadi disoldir dengan kerangka logam 3.Cengkeram Penahan Bola 4. Cengkeram C

  40. Cengkeram Meacock Cengkeram panah anker Cengkeram Penahan Bola Cengkeram C

  41. Base plate • Fungsi - supports the artificial teeth - consequently receives the functional forces from occlusion - transfers functional forces to supporting oral structures - add to the cosmetic effect of the replacement stimulation of the underlying tissue of the residual ridge

  42. Tooth-supported Partial Denture Base • between two abutments supportingartificial teeth • Fungsi (1) provide desirable esthetics; (2) supportand retain the artificial teeth in such a way that theyprovide masticatory efficiency and assist in transferringocclusal forces directly to abutment teeth; (3) prevent vertical and horizontalmigration of remaining natural teeth; (4) eliminateundesirable food traps (oral cleanliness); (5)stimulate the underlying tissue

  43. Distal Extension Partial Denture Base • Maximum support from the residual ridge maybe obtained by using broad, accurate denture bases,which spread the occlusal load equitably over theentire area available for such support

  44. A. Maxillary denture bases cover both the maxillary tuberosities, extend into the pterygomaxillarynotches, and provide for adaptation along the posterior border, taking care notto extend beyond the soft palatal flexure.B, Mandibular bilateral distal extension removablepartial denture bases cover the retromolar pads and extend into the retromylohyoid fossae.

  45. The requirements for an ideal denture base are asfollows: 1. Accuracy of adaptation to the tissue, with minimalvolume change 2. Dense, nonirritating surface capable of receivingand maintaining a good finish 3. Thermal conductivity 4. Low specific gravity; lightweight in the mouth 5. Sufficient strength; resistance to fracture ordistortion 6. Easily kept clean 7. Esthetic acceptability 8. Potential for future relining 9. Low initial cost

  46. Anasir Gigi • Pertimbangan dalam pemilihan • Ukuran • Bentuk • Warna • Bahan

  47. Ukuran Panjang: • jk masih ada gigi: menyesuaikan yg ada • jk anterior tdk ada smua: 2-3 mm dr garis bibir saat rest posisi

  48. Lebar: lebar dasar hidung sama dengan jarak antara puncak kaninus rahang atas yang diukur secara garis lurus (Lee, Boucher) Jarak antara kedua sudut mulut sama dengan lebar keenam gigi depan atas

  49. Bentuk • disesuaikan dengan • Profil wajah • Bentuk Wajah

More Related