1 / 38

SETTING PERALATAN UJI KESESUAIAN PESAWAT SINAR-X RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN INTERVENSIONAL

SETTING PERALATAN UJI KESESUAIAN PESAWAT SINAR-X RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN INTERVENSIONAL. Sumedi Direktorat Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir Jakarta, 24 April 2013. Fungsi Kinerja Komponen yang mempengaruhi dosis pasien dan kualitas citra. Pesawat Sinar-X Generator Tegangan Tinggi

saburo
Download Presentation

SETTING PERALATAN UJI KESESUAIAN PESAWAT SINAR-X RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN INTERVENSIONAL

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. SETTING PERALATAN UJI KESESUAIAN PESAWAT SINAR-XRADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN INTERVENSIONAL Sumedi Direktorat Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir Jakarta, 24 April 2013

  2. Fungsi Kinerja Komponen yang mempengaruhi dosis pasien dan kualitas citra Pesawat Sinar-X • Generator Tegangan Tinggi • Panel Kendali • Tabung Sinar-X • Wadah tabung (housing) • Komponen terkait sistem pencitraan (Kolimator) • Peralatan Pendukung lainnya

  3. Parameter Uji • Kolimasi berkas sinar-x • Kualitas berkas sinar-x • Reproduksibilitas penyinaran • Indikator peringatan penyinaran (timer) • Sistem interlock (menghentikan penyinaran secara otomatis, AEC) • Kebocoran wadah tabung pesawat sinar-x • Laju dosis radiasi maksimum pada penyinaran fluoroskopi • Informasi dosis yang diterima pasien

  4. Data Pesawat • Registrasi • Data Izin • Sistem Pencitraan • Film, CR, DR • Generator dan Panel Kendali • Data pabrikan (Model, No. seri, Type, Rating maks) • Wadah tabung (Housing) • Data pabrikan (model, no. seri, filter bawaan) • Tabung Insersi (Insert Tube) • Data pabrikan (model, no.seri, ukuran focal spot, kVp maks) • Kolimator Berkas Cahaya • Data pabrikan (model, no.seri, filter, SID minimum)

  5. Pesawat Sinar-X Tetap / Umum Mobile

  6. Data Pesawat • Identifikasi pesawat Sinar-X • Data • Kondisi • Fungsi

  7. Data Tabung Sinar-X

  8. Pesawat Sinar-X Umum dan Mobile • KOLIMATOR • Kesesuaian dan kelurusan berkas sinar-X dengan berkas cahaya • kolimator test tool • Intensitas cahaya kolimasi • Iluminasi meter (Luxmeter)

  9. Setting Uji Iluminasi Kolimator • Catat cahaya ruangan dan intensitas cahaya kolimator • Selisih intensitas cahaya kolimasi dengan cahaya ruangan >100lux

  10. Uji iluminasi • Selisih kuat cahaya tidak kurang dari 100 lux pada jarak 100 cm

  11. Menggunakan Unfors

  12. Setting Uji Kelurusan Kolimasi

  13. Uji Kelurusan Kolimasi • Tempatkan kolimator test tegak lurus terhadap keluaran berkas. • Setting posisinya

  14. Posisi Tabung Sinar-X

  15. Radiografi Umum

  16. Citra hasil uji kelurusan

  17. GENERATOR DAN TABUNG • Akurasi tegangan kerja • Akurasi waktu penyinaran • Linieritas keluaran radiasi • Reproduksibilitas • keluaran radiasi (output) • Tegangan puncak (kVp) • Waktu penyinaran (ms) • Kualitas berkas sinar-x (HVL) • Kebocoran wadah tabung • Kendali paparan otomatis / Automatic Exposure Control (AEC) • Informasi Dosis pasien

  18. Akurasi tegangan kerja, waktu eksposi dan reproduksibilitas

  19. Akurasi kV: • Variasi tegangan kerja, mA dan s konstan • Akurasi waktu: • variasi waktu eskpose, kV dan mA konstan • Reproduksibilitas : • kV,mA dan s konstant

  20. Linieritas Keluaran radiasi

  21. Tegangan dan waktu konstan, variasi arus • Keluaran (mGy/mAs) harus konstan pada setiap mA

  22. Setting Pengukuran Kualitas Berkas sinar-X (HVL) X-ray tube Al filters Detector

  23. Kualitas Berkas sinar-X (HVL) Kualitas radiasi (HVL) • Pengukurandilakukanuntuksemuategangankerja yang mungkin • Pengukuranmenggunakan filter alumuniumdengankemurnian >99.9% • Pengukurandilakukansampaiintensitas yang terukur <50%

  24. Alat Uji HVL 24

  25. Alat Uji HVL 25

  26. Pengukuran Dosis Pasien • Menggunakan fantom abdomen • Ketebalan disesuaikan (ekuivalen pasien)

  27. Fantom Abdomen AEC 27

  28. Set up Pengukuran X-Ray Tube Collimator X-Ray Beam Detector Fantom Lead Table ~ 100 cm

  29. Informasi dosis pasien Letakkan phantom di depan detektor AEC Lakukan ekspos sesuai dengan jenis pemeriksaan dan phantom yang digunakan Catat kondisi panel yang dihasilkan dan dosis Data yang diperoleh adalah kerma incident di udara Koreksi mungkin diperlukan untuk mengikuti kondisi sesungguhnya

  30. Kebocoran tabung

  31. Langkah Langkah • Pengukuran dilakukan pada tegangan maksimal • Usahakan kolimator ditutup semaksimal mungkin, jika tidak dapat gunakan lembar Pb 3mm • Ukur Kebocoran pada jarak 1 meter • Lakukan pengukuran pada empat posisi

  32. Tutup permukaan Kolimator dengan Pb

  33. Uji Kebocoran

  34. AEC: Penjejakan tegangan dan tebal pasien • Alat yang dibutuhkan: • Phantom dengan ketebalan 10cm –30cm • Film dan densitometer • Atur tegangan kerja sesuai dengan tabel yang diberikan dan 100mA-200mA • Ekspose film dan proses film • Baca film dengan densitometer

  35. AEC: Penjejakan tegangan dan tebal pasien

  36. AEC: waktu respon minimum • Alat yang dibutuhkan • Non invasive beam analyzer • Atur tegangan dan arus pada kondisi maksimal • Letakkan detektor di lapangan radiasi, lakukan ekspose • Catat waktu respon sampai generator memberikan output yang stabil • Standar • Respon AEC 1-3ms atau <20ms untuk pesawat 1 phase

  37. Tehnik lain pengukuran dosis pasien menggunakan TLD

  38. TERIMA KASIH

More Related