1 / 21

PSAP NO. 06 AKUNTANSI INVESTASI

PSAP NO. 06 AKUNTANSI INVESTASI. TRAINING OF TRAINERS STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN 20 10. DIREKTORAT AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN KEMENTERIAN KEUANGAN RI September 2010. RUANG LINGKUP. Standar ini diterapkan untuk seluruh

ross-burris
Download Presentation

PSAP NO. 06 AKUNTANSI INVESTASI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PSAP NO. 06 AKUNTANSI INVESTASI TRAINING OF TRAINERS STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN 2010 DIREKTORAT AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN KEMENTERIAN KEUANGAN RI September 2010

  2. RUANG LINGKUP Standar ini diterapkan untuk seluruh unit pemerintah pusat dan daerah. KECUALI Perusahaan Negara/Daerah

  3. STANDAR TIDAK MENGATUR Investasi dalam Perusahaan Asosiasi Investasi dalam kerjasama operasi (KSO) Investasi dalam properti

  4. DEFINISI INVESTASI Aset yang dimaksudkan untuk memperoleh manfaat ekonomik seperti bunga, dividen dan royalti, atau manfaat sosial sehingga dapat meningkatkan kemampuan pemerintah dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.

  5. BENTUK INVESTASI Deposito, Sertifikat Bank Indonesia, Surat utang dan obligasi BUMN/BUMD, Penyertaan pada BUMN/BUMD, Penyertaan pada badan usaha lainnya.

  6. KLASIFIKASI INVESTASI Investasi Jangka Pendek Investasi Jangka Panjang

  7. INVESTASI JANGKA PENDEK Diharapkan dapat segera dicairkan dan dimaksudkan untuk dimiliki selama setahun atau kurang ditujukan dalam rangka manajemen kas Berisiko rendah atau bebas dari perubahan atau pengurangan harga yang signifikan Deposito berjangka waktu tiga sampai dua belas bulan, Pembelian obligasi pemerintah jangka pendek oleh pemerintah daerah, pembelian sertifikat Bank Indonesia (SBI)

  8. INVESTASI JANGKA PANJANG Dimaksudkan untuk dimiliki lebih dari dua belas bulan Sifat penanaman: permanen non permanen

  9. INVESTASI NON PERMANEN Investasi jangka panjang yang dimaksudkan untuk dimiliki secara tidak berkelanjutan. Contoh: Pinjaman yang diberikan kepada perusahaan negara/ daerah atau pihak lainnya, Pinjaman luar negeri yang diterus pinjamkan. Penanaman modal dalam proyek pembangunan yang dapat dialihkan kepada pihak ketiga , Investasi non permanen lainnya.

  10. INVESTASI PERMANEN Investasi jangka panjang yang dimaksudkan untuk dimiliki secara berkelanjutan Contoh: Penyertaan Modal Pemerintah pada perusahaan negara/daerah, Penyertaan Pemerintah pada badan internasional dan badan hukum lainnya; Investasi permanen lainnya.

  11. PENGAKUAN INVESTASI Investasi diakui apabila memenuhi salah satu kriteria: Kemungkinan manfaat ekonomik dan manfaat lainnya atau jasa pontensial di masa yang akan datang atas suatu investasi tersebut dapat diperoleh pemerintah; Nilai perolehan atau nilai wajar investasi dapat diukur secara memadai.

  12. PENGUKURAN INVESTASI JANGKA PENDEK Investasi jangka pendek dalam bentuk surat berharga dicatat sebesar biaya perolehan. Investasi jangka pendek yang tidak diketahui biaya perolehannya dinilai berdasar nilai wajar investasi pada tanggal perolehannya.

  13. PENGUKURAN INVESTASI PERMANEN Investasi jangka panjang bersifat permanen dicatat sebesar biaya perolehannya Investasi jangka panjang dari pertukaran aset pemerintah dicatat sebesar biaya perolehan, atau nilai wajar investasi tersebut jika harga perolehannya tidak ada.

  14. PENGUKURAN INVESTASI NON PERMANEN Investasi non permanen (misal RPD dan RDI) dinilai sebesar nilai nominal pinjaman yang diberikan. Investasi non permanen dalam bentuk penanaman modal di proyek-proyek pembangunan pemerintah dinilai sebesar biaya pembangunan termasuk biaya yang dikeluarkan untuk perencanaan dan biaya lain yang dikeluarkan dalam rangka penyelesaian proyek sampai proyek tersebut diserahkan ke pihak ketiga.

  15. METODE PENILAIAN INVESTASI Metode Biaya Metode Ekuitas Metode Nilai Bersih yang dapat Direalisasikan  Nonpermanen Permanen

  16. METODE PENILAIAN INVESTASI PERMANEN Kepemilikan <20% Memiliki Pengaruh Signifikan Metode Biaya Y N N Y Metode Ekuitas

  17. PENGAKUAN HASIL INVESTASI (1) Hasil investasi yang diperoleh dari investasi jangka pendek, antara lain berupa bunga deposito, bunga obligasi dan dividen tunai (cash dividend) dicatat sebagai pendapatan. Hasil investasi berupa dividen tunai (cash dividend) yang diperoleh dari PMP yang pencatatannya menggunakan: metode biaya  dicatat sebagai pendapatan hasil investasi. metode ekuitas  dicatat sebagai pendapatan dan sekaligus pengurang nilai investasi pemerintah.

  18. PENGAKUAN HASIL INVESTASI (2) Hasil investasi berupa dividen saham (cash dividend) yang diperoleh dari PMP yang pencatatannya menggunakan: metode biaya  dicatat sebagai penambahan jumlah investasi metode ekuitas  tidak ada pencatatan, karena penambahan jumlah investasi sudah dicatat pada saat diumumkan laba.

  19. PELEPASAN DAN PEMINDAHAN INVESTASI Selisih dari pelepasan investasi, tidak diakui sebagai keuntungan /kerugian oleh pemerintah. Pelepasan sebagian investasi tertentu dinilai dengan menggunakan nilai rata-rata.

  20. PENGUNGKAPAN Kebijakan akuntansi penentuan nilai investasi Jenis-jenis investasi Perubahan harga pasar investasi Penurunan nilai investasi yang signifikan dan penyebabnya Investasi yang dinilai dengan nilai wajar dan alasan penerapannya Perubahan pos investasi

  21. TERIMA KASIH

More Related