1 / 15

BAB V TUJUAN DAN BUKTI AUDIT

BAB V TUJUAN DAN BUKTI AUDIT. Tujuan audit. Tujuan umum (general objective): Memberikan pernyataan pendapat apakah laporan keuangan, dalam semua aspek yang material, sesuai dengan PABU. Tujuan khusus:

regina
Download Presentation

BAB V TUJUAN DAN BUKTI AUDIT

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. BAB VTUJUAN DAN BUKTI AUDIT

  2. Tujuan audit • Tujuan umum (general objective): • Memberikan pernyataan pendapat apakah laporan keuangan, dalam semua aspek yang material, sesuai dengan PABU. • Tujuan khusus: • Membuktikan kebenaran informasi yang disampaikan dalam laporan keuangan berdasar setiap kategori asersi manajemen

  3. Asersi manajemen • Laporan keuangan merupakan asersi manajemen atau suatu pernyataan tertulis dari manajemen yang memberikan informasi tertentu baik secara eksplisit maupun implisit. • Kategori asersi manajemen: • Keberadaan atau keterjadian (existence or occurrence) • Kelengkapan (completeness) • Hak dan kewajiban (right and obligation) • Penilaian atau alokasi (valuation of allocation) • Penyajian dan pengungkapan (presentation and disclosure)

  4. Keberadaan atau keterjadian • Berhubungan dengan apakah aktiva atau utang perusahaan benar-benar ada pada tanggal neraca dan transaksi-transaksi yang tercatat benar-benar terjadi selama periode tertentu. • Aktiva berujud dan aktiva tak berujud. • Utang • Transaksi pendapatan dan transaksi biaya.

  5. Kelengkapan • Berhubungan dengan apakah telah memasukkan semua transaksi dan akun (rekening) yang seharusnya disajikan dalam laporan keuangan. • Mendeteksi understatement laporan keuangan.

  6. Hak dan kewajiban • Berhubungan dengan apakah aktiva tersebut benar-benar milik perusahaan dan semua utang adalah benar-benar kewajiban perusahaan pada tanggal neraca. • Dinyatakan secara implisit. • Hanya berkaitan dengan komponen neraca (aktiva dan utang)

  7. Penilaian atau alokasi • Berhubungan deng ketepatan metode penilaian maupun pengalokasian yang digunakan perusahaan serta kebenaran perhitungannya. • Komponen LK telah ditentukan sesuai PABU. • Tidak terdapat kesalahan perhitungan atau kekeliruan klerikal. • Berhubungan dengan: • Penilaian bruto • Penilaian neto • Ketelitian sistematis

  8. Penyajian dan pengungkapan • Berhubungan dengan apakah masing-masing komponen LK telah diklasifikasikan, dijelaskan dan diungkapkan dengan benar.

  9. Bukti audit • Segala informasi yang mendukung data yang disajikan dalam laporan keuangan, terdiri atas data akuntansi dan informasi pendukung lainnya, yang digunakan auditor sebagai dasar untuk menyatakan pendapatnya mengenai kewajaran LK tersebut. • Bukti dari data akuntansi: • Jurnal, buku besar, buku pembantu • Pedoman akuntansi terkait • Informasi dan catatan memorandum (kertas kerja perhitungan-perhitungan, rekonsiliasi) • Bukti pendukung lainnya • Dokumen-dokumen (cek, faktur, perjanjian, kontrak, dll) • Konfirmasi dan pernyataan tertulis • Informasi dari wawancara, observasi, inspeksi dn pemeriksaan fisik

  10. Bukti yang Cukup • Berhubungan dengan jumlah (kuantitas) apakah jumlah tersebut representatif atau tidak. • Faktor yang menentukan: • Faktor materialitas dan resiko • Semakin material suatu akun semakin banyak bukti diperlukan • Semakin berisiko akun/SPI semakin banyak bukti diperlukan • Faktor ekonomis dan efisiensi • Memperhitungkan biaya dan manfaat • Banyaknya dan karakteristik populasi • Semakin besar populasi semakin banyak bukti

  11. Bukti yang kompeten • Berkaitan dengan kualitas atau mutu dari bukti (dapat dipercaya/reliability, sah, obyektif dan relevan). • Faktor penentu: • Sumber bukti (dari mana diperoleh dan siapa pembuat bukti) • Relevansi bukti (sesuai dengan tujuan audit) • Obyektifitas bukti (apabila dipakai dalam pengambilan keputusan oleh pihak yang berbeda, hasilnya relatif sama) • Saat atau waktu (kapan bukti diperoleh)

  12. Faktor Penentu Kompetensi Bukti

  13. Penilaian bukti • Faktor-faktor penentu lainnya dalam menilai kompetensi dan kecukupan bukti: • Kemampuan pemberi bukti • Mampu vs tak mampu i.e. Bank vs KUD • Go public vs non-go public • Tenaga ahli vs auditor langsung • Integritas manajemen • Kondisi keuangan klien

  14. Macam-macam bukti • SPI, catatan akuntansi, perhitungan-perhitungan, bukti lesan, bukti analitis,bukti dari spesialis, pernyataan tertulis • Bukti fisik • Dapat menunjukkan keberadaan dan jumlah fisik barang Sangat membantu dalam menentukan kondisi barang • Diperoleh langsung dari auditor • Bukti dokumenter (perhatikan: sumber, kemudahan untuk dipalsukan, kejujuran pihak penyimpan) • Konfirmasi • Konfirmasi positif (pihak III wajib menjawab baik cocok/tak cocok) • SPI lemah, saldo piutang relatif besar, peluang menjawab besar, banyak piutang dalam sengketa • Konfirmasi negatif (pihak III wajib menjawab jika tidak cocok)

  15. Prosedur Audit • Tindakan yang dilakukan atau metode dan teknik yang digunakan auditor untuk memperoleh bukti audit yang dilakukan selama pelaksanaan tugas. • Inspeksi • Observasi • Konfirmasi • pengkajian ulang • Wawancara • Perbandingan • Penilaian • Verifikasi • penelusuran (tracing) • pembuktian (vouching), • Analisis • Rekonsisliasi • Penghitungan (footing & crossing) • Pengujian

More Related