1 / 49

KOMITE SEKOLAH

SEMUA UNTUK SEMUA, BUKAN SEMUA UNTUK SIAPA ATAU SIAPA UNTUK SEMUA. KOMITE SEKOLAH. SIAPA MEMBERI/KONTIBUSI APA, BUKAN SIAPA MENDAPAT APA ATAU SIAPA MEMINTA APA. KOMITE SEKOLAH SEBAGAI SEBUAH ORGANISASI. PEMBENTUKAN KOMITE SEKOLAH. KOMITE SEKOLAH DIBENTUK :

ramona
Download Presentation

KOMITE SEKOLAH

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. SEMUA UNTUK SEMUA, BUKAN SEMUA UNTUK SIAPA ATAU SIAPA UNTUK SEMUA KOMITE SEKOLAH SIAPA MEMBERI/KONTIBUSI APA, BUKAN SIAPA MENDAPAT APA ATAU SIAPA MEMINTA APA

  2. KOMITE SEKOLAH SEBAGAISEBUAH ORGANISASI

  3. PEMBENTUKAN KOMITE SEKOLAH KOMITE SEKOLAH DIBENTUK : • Berdasarkan Undang-Undang No. 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (PROPENAS) • Dijabarkan dalam Kepmendiknas No. 044/U/2002 • Sebagai acuandapat digunakan Lampiran II Kepmendiknas No. 033/U/2002 tersebut

  4. Komite Sekolah/Madrasah sebagai lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan(Pasal 56, ayat 3 UU Nomor 20 Tahun 2003)

  5. SECARA ORGANISASI, KOMITE SEKOLAH • Dibentuk di satuan pendidikan atau kelompok satuan pendidikan • Dapat berbeda strukturnya satu dengan yang lain • Namun ada acuan yang diharapkan sama, yaitu tentang PERAN dan FUNGSI

  6. MAKSUD PEMBENTUKAN KOMITE SEKOLAH Maksud dibentuknya KOMITE SEKOLAH adalah agar ada suatu organisasi masyarakat sekolah yang mempunyai komitmen dan loyalitas serta peduli terhadap peningkatan kualitas pendidikan KOMITE SEKOLAH yang dibentuk dikembangkan secara khas dan berakar dari budaya, demografis, ekologis, nilai kesepakatan, serta kepercayaan yang dibangun sesuai dengan POTENSI MASYARAKAT SETEMPAT  merupakan pengembang kekayaan filosofis masyarakat secara kolektif

  7. MAKSUD PEMBENTUKAN KOMITE SEKOLAH (lanjutan) KOMITE SEKOLAH mengembangkan konsep yang berorientasi kepada : • Pengguna (client model) • Berbagi kewenangan (power sharing and advocacy model) • Kemitraan (partnership model)  difokuskan pada peningkatan mutu pendidikan

  8. TUJUAN PEMBENTUKAN KOMITE SEKOLAH • Mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional dan program pendidikan di satuan pendidikan • Meningkatkan tanggung-jawab dan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan • Menciptakan suasana dan kondisi transparan, akuntabel, dan demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu di satuan pendidikan

  9. PERANKOMITE SEKOLAH • Sebagai Lembaga PEMBERI PERTIMBANGAN (advisory agency) • Sebagai Lembaga PENDUKUNG (supporting agency) • Sebagai Lembaga PENGONTROL (controlling agency) • Sebagai MEDIATOR

  10. FUNGSIKOMITE SEKOLAH • Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitment masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu • Melakukan kerjasama dengan masyarakat (perorangan/organisasi/dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dan pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan bermutu • Menampung dan menganalisis aspirasi, ide, tuntutan, dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat

  11. FUNGSIKOMITE SEKOLAH (lanjutan) 4. Memberikan masukan, pertimbangan, dan rekomendasi kepada satuan pendidikan, mengenai : a.Kebijakan dan program pendidikan b. Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) c. Rencana Anggaran Pendidikan dan Belanja Sekolah (RAPBS) d. Kriteria kinerja satuan pendidikan e. Kriteria tenada kependidikan f. Kriteria fasilitas pendidikan g. Hal-hal lain yang terkait dengan pendidikan

  12. FUNGSIKOMITE SEKOLAH (lanjutan) 5. Mendorong orang tua siswa dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pendidikan guna mendukung peningkatan mutu pendidikan dan pemerataan pendidikan 6. Menggalang dana masyarakat dalam rangka pembiayaan penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan 7. Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan, program, dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan

  13. BAGAIMANA MENJALANKAN RODA ORGANISASI KOMITE SEKOLAH ? SEBUAH ORGANISASI DAPAT BERJALAN, APABILA MEMILIKI PERANGKAT ORGANISASI

  14. PERANGKAT ORGANISASIKOMITE SEKOLAH PENGERTIAN ORGANISASI • Ada berbagai definisi • Salah satu definisi berbunyi : ORGANISASI ADALAH KESATUAN (ENTITY) SOSIAL YANG DIKOORDINASIKAN SECARA SADAR, DENGAN SEBUAH BATASAN YANG RELATIF DAPAT DIIDENTIFIKASI, YANG BEKERJA ATAS DASAR KETERIKATAN YANG RELATIF TERUS MENERUS UNTUK MENCAPAI TUJUAN ATAU SEKELOMPOK TUJUAN  Definisi ini cocok jika diterpkan pada Komite Sekolah

  15. PERANGKAT ORGANISASIKOMITE SEKOLAH PERANGKAT MINIMAL : • Kepengurusan • Struktur Organisasi • Job description tiap personel • AD/ART (atau panduan organisasi) • Fasilitas Penunjang

  16. PERANGKAT ORGANISASIKOMITE SEKOLAH Kepengurusan Contoh Struktur Kepengurusan yang sederhana : • Ketua • Sekretaris • Bendahara • Anggota

  17. PERANGKAT ORGANISASIKOMITE SEKOLAH Struktur Organisasi Bila organisasi KOMITE SEKOLAH memiliki program dan kegiatan yang lebih kompleks, struktur organisasi dapat diperluas, dengan menambahkan : Ketua-Ketua BIDANG (mengoordinasi Seksi-Seksi) Lebih dari satu Sekretaris dan bendahara SEKSI

  18. PERANGKAT ORGANISASIKOMITE SEKOLAH Job description tiap personel : Mengatur SIAPA MENGERJAKAN APA dan SIAPA BERTANGGUNG JAWAB KEPADA SIAPA Agar tidak ada tumpang tindih tugas dan kewenangan Tata-hubungan antarpersonel Perlu diperhatihan : INTEREST dan KEAHLIAN

  19. PERANGKAT ORGANISASIKOMITE SEKOLAH AD/ART (atau panduan organisasi) Merupakan salah satu perangkat organisasi yang penting dan HARUS ADA Bentuk dapat bervariasi bergantung pada tingkat besar/kecilnya organisasi AD/ART mengatur : a. Dasar dan Tujuan organisasi b. Kegiatan organisasi c. Keanggotaan dan kepengurusan d, Pengeloaan keuangan e. Mekanisme pengambilan keputusan f. Perubahan AD/ART g. Pembubaran organisasi

  20. PERANGKAT ORGANISASIKOMITE SEKOLAH Fasilitas Penunjang Organisasi mustahil dapat berjalan tanpa fasilitas penunjang (fasilitas penunjang organisasi Komite Sekolah minimal adalah meja kerja Ketua Komite Sekolah), atau lebih baik ada ruang kerja Komite Sekolah Dapat bervariasi dari satuan pendidikan ke satuan pendidikan

  21. BAGAIMANA MEMBANGUN ORGANISASIKOMITE SEKOLAH YANG EFEKTIF? Langkah Pertama : KONSOLIDASI ORGANISASI : • Penyamaan Visi • Membangun Tim yang Efektif • Mengembangkan Kreativitas

  22. BAGAIMANA MEMBANGUN ORGANISASIKOMITE SEKOLAH YANG EFEKTIF? Penyamaan Visi Sebuah organisasi dapat berjalan dengan baik apabila semua angota pengurus dan anggota memiliki visi yang sama, Dalam hal KOMITE SEKOLAH visinya, misalnya, adalah menjadikan sekolah INI, sekolah yang mampu menghasilkan lulusan yang bermutu secara intelektual, emosional, dan spiritual

  23. BAGAIMANA MEMBANGUN ORGANISASIKOMITE SEKOLAH YANG EFEKTIF? Membangun Tim yang Efektif Sebuah organisasi tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak ada kebersamaan di dalam Tim. KOMITE SEKOLAH harus mm\embangun TEAM WORK yang baik Bagaimana membangun TEAM WORK yang efektif?

  24. BAGAIMANA MEMBANGUN ORGANISASIKOMITE SEKOLAH YANG EFEKTIF? Mengembangkan Kreativitas Sebuah organisasi dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan efisien apabila organisasi tersebut dipenuhi oleh orang-orang yang penuh kreativitas Orang yang kreatif adalah orang yang selalu bertanya tentang sesuatu hal yang dianggap masalah Orang yang kreatif adalah orang yang selalu berfikir untuk memecahkan suatu masalah Orang yang kreatif adalah orang yang selalu memiliki gagasan-gagasan baru, yang kadang-kadang tidak pernah difikirkan orang lain

  25. PELAKSANAAN PROGRAM KOMITE SEKOLAH Sebuah organisasi dapat dikatakan berjalan apabila organisasi tersebut melaksanakan program dan kegiatan Kegiatan merupakan penjabaran dari Program

  26. LANGKAH PENYUSUNAN PROGRAM DAN KEGIATAN • IDENTIFIKASI MASALAH • PENENTUAN PRIORITAS • ANALISIS MASALAH • PERENCANAAN PROGRAM • PELAKSANAAN PROGRAM • E VALUASI PROGRAM

  27. LANGKAH PENYUSUNAN PROGRAM DAN KEGIATAN IDENTIFIKASI MASALAH Merupakan langkah pertama dalam menjalankan roda organisasi Masalah utama yang harus diidentifikasi adalah masalah pendidikan di satuan pendidikan, bukan masalah organisasi Komite Sekolah

  28. LANGKAH PENYUSUNAN PROGRAM DAN KEGIATAN IDENTIFIKASI MASALAH Setiap satuan pendidikan (satuan pendidikan yang maju sekalipun) tentu memiliki masalah baik masalah akademik maupun masalah non-akademik (masalah non-akademik yang berdampak pada masalah akademik) Catat semua masalah yang dapat diidentifikasi yang dikelompokkan berdasarkankan pada : jenis, tingkat, kaitan dengan visi

  29. LANGKAH PENYUSUNAN PROGRAM DAN KEGIATAN PENENTUAN PRIORITAS Dari sekian banyak masalah yang berhasil diidentifikasi dan sudah dikelompok-kelompokkan  pilih masalah-masalah yang merupakan prioritas untuk dipecahkan dalam jangka pendek Kaitkan dengan ketersediaan personel, dana, dan fasilitas penunjang

  30. LANGKAH PENYUSUNAN PROGRAM DAN KEGIATAN ANALISIS MASALAH Lakukan analisis masalah pada masalah yang terpilih sebagai prioritas : • Identifikasi akar masalah • Identifikasi faktor-faktor penyebab masalah • Buat daftar alternatif kemungkinan pemecahan masalah dan untung/rugi masing-masing alternatif • Pilih alternatif terbaik berdasarkan kesepakatan bersama • Buat perencanaan untuk pemecahan masalah

  31. LANGKAH PENYUSUNAN PROGRAM DAN KEGIATAN PERENCANAAN PROGRAM Pelaksanaan program dilaksanakan berdasarkan perencanaan program, yang dituturunkan ke dalam rencana aksi Disusun dalam sebuah matriks

  32. LANGKAH PENYUSUNAN PROGRAM DAN KEGIATAN PERENCANAAN PROGRAM Contoh Matriks rencana Aksi : • Topik Masalah  Program • Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan • Waktu yang dibutuhkan • Sumberdaya yang diperlulan • Penanggung Jawab • Indikator keberhasilan

  33. LANGKAH PENYUSUNAN PROGRAM DAN KEGIATAN PERENCANAAN PROGRAM Contoh Matriks rencana Aksi :

  34. LANGKAH PENYUSUNAN PROGRAM DAN KEGIATAN PELAKSANAAN PROGRAM Berdasarkan rencana aksi, penanggung jawab progtram kemudian melaksanakan kegiatn-kegiatran yang telah disusun dalam matriks rencana aksi

  35. LANGKAH PENYUSUNAN PROGRAM DAN KEGIATAN EVALUASI PROGRAM • Evaluasi program dilaksanakan selama berjalannya kegiatan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan indikator keberhasilan program/kegiatan dengan hasil yang berhasil dicapai ( di bawah target atau di atas target) • Lakukan analisis dan tindakan koreksi bila pencapaian hasil berada di bawah target. • Ada baiknya siklus perencanaan : Plan > Do > Chec > Action diterapkan

  36. PENUTUP • KOMITE SEKOLAH sebagai sebuah organisasi perlu dikelola dengan baik dengan menerapkan berbagai prinsip dan praktik-praktik manajemen organisasi • Dapat dimengerti apabila belum semua KOMITE SEKOLAH mampu menjalankan organisasi dengan prinsip-prinsip tersebut • Prinsipnya :  jangan dipaksakan • Tetapi bahwa tekad untuk meningkatkan mutu pendidikan di satuan pendidikan merupakan alsasan seseorang mengabdikan dirinya di organisasi KOMITE SEKOLAH bukan karena alasan lain.

  37. PRINSIP DAN MEKANISME PEMBENTUKAN KOMITE SEKOLAH SBG SARANA GERAKAN BERSAMA PEDULI PENDIDIKAN

  38. Kaidah dan Prinsip Dasar Komite Sekolah • Berbasis Kerelawanan (Volunteerism) dan Kepedulian • Kaidah Pertumbuhan Alamiah (Organic Development) • Dinamika Proses Membangun Kesadaran Kritis Masyarakat dan Pemeduli serta Pelaku Pendidikan • Berbasis Kondisi dan Muatan Lokal • Pro Poor dan Pro Kualitas Pendidikan • Keberpihakan yang jelas dan tegas pada kelompok Marjinal (Vulnerable group) dan Mutu Pendidikan

  39. TANTANGAN UTAMA • MEMUNCULKAN ORANG-ORANG PEDULI PENDIDIKAN YANG IKHLAS, TANPA PAMRIH, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA (REKAM JEJAK PERBUATAN, BUKAN JANJI) • TRANSFORMASI DARI KEBUTUHAN PEMERINTAH MENJADI KEBUTUHAN BERSAMA STAKEHOLDER PENDIDIKAN SETEMPAT (PEMEDULI, PELAKU PENDIDIKAN DAN MASYARAKAT) • PERUBAHAN PARADIGMA BANTUAN DAN PROYEK MENJADI PARADIGMA KEMANDIRIAN MENYELESAIKAN MASALAH DAN MEMENUHI KEBUTUHANNYA SENDIRI

  40. SIAPA YG BERHAK MEMILIH ? SIAPA YANG BERHAK DIPILIH ? SEMUA PEMEDULI PENDIDIKAN SETEMPAT SEMUA PEMEDULI PENDIDIKAN YG MEMENUHI KRITERIA YG DISEPAKATI DGN BASIS NILAI KEMANUSIAAN DAN MENCERMINKAN STAKEHOLDER PENDIDIKAN TATA CARA PEMBENTUKAN

  41. APAKAH KRITERIA ANGGOTA KOMITE SEKOLAH? BAGAIMANA MEKANISME PEMILIHAN KOMITE SEKOLAH ? KRITERIA ANGGOTA DITENTUKAN SENDIRI MELALUI SUATU PROSES REFLEKSI KEPEMIMPINAN DGN BERBASIS NILAI-NILAI LUHUR, YAKNI: JUJUR, IKHLAS, PEDULI, TANPA PAMRIH, RENDAH HATI, DSB • TANPA REKAYASA • TANPA KAMPANYE • TANPA PENCALONAN • TERTULIS

  42. KRITERIA DITENTUKAN BERSAMA BERBASIS NILAI KEMANUSIAAN • PEMILIHAN MASING-MASING UTUSAN DIMULAI DARI TINGKAT SATUAN UNIT TERKECIL. Mis. Utusan Masyarakat dipilih Masyarakat setempat, Utusan sekolah dipilih oleh warga sekolah, Utusan Pemeduli dapat dipilih oleh warga maupun sekolah, dll • TANPA PENCALONAN • TANPA KAMPANYE • TANPA REKAYASA • PEMILIHAN TERTUTUP (SECRET BALLOT), yakni MENULISKAN PILIHAN MASING2. • SEBELUM PROSES PELAKSANAAN PEMILIHAN, DILAKUKAN DAHULU FGD KEPEMIMPINAN MORAL • BAGAIMANA PROSES DAN PRINSIP PEMILIHAN ANGGOTA KOMITE SEKOLAH

  43. JIKA…… KOMITE SEKOLAH AKAN GAGAL

  44. Lanjutan • PROSES PEMBENTUKAN CENDERUNG INSTANT, MEKANISTIS DAN TIDAK MENGAKAR SERTA TIDAK ORGANIK, shgg tdk mampu mendorong tampilnya orang2 yg peduli pendidikan, tapi orang2 yg memiliki kepentingan sendiri/kelompok atau orang yang kurang peduli; • SALAH SASARAN & SERING DISALAH GUNAKAN OLEH ELIT-ELIT,shgg tdk mampu menyuarakan aspirasi dan kebutuhan grass root/kelompok marjinal; • KEGAGALAN FORUM ANTAR STAKEHOLDER SERING BUKAN KARENA KONSEP/KEBIJAKAN/SISTEMNYA, TTP KARENA KURANGNYA MOTIVASI KETULUSAN, KEPEDULIAN SERTA NIAT BAIK MASING-MASING UTK BERBUAT BAIK BAGI SESAMA & MASYARAKAT

  45. PENYALAH-GUNAAN INSENTIF UANG, STATUS, DAN KEKUASAAN TERNYATA MENGHANCURKAN KAPITAL SOSIAL YG ADA;(Kebersamaan, kekeluargaan, gotong royong, kerelawanan/ kepedulian,keswadayaanan dan Kemandirian masyarakat, dll); • PEMILIHAN ANGGOTA MELALUI MUSYAWARAH MUFAKAT, KAMPANYE, DAN PENCALONAN DG KRITERIA KEMAMPUAN DAN PENGALAMAN HANYA MENGHASILKAN ANGGOTA-ANGGOTA YG ELITE, (Kemampuan orasi, lobby, negoisasi, dll hanya dikuasai oleh elite. Sdgkan orang-orang yg rendah hati, peduli dan ikhlas, cenderung tdk mau menonjolkan diri) Lanjutan

  46. MENGANUT “SUPPLY DRIVEN”(Didorong oleh Iming-Iming Project/Program/Insentif tertentu, bukan atas kebutuhan dan kesadarannya) • MENCIPTAKAN “BIROKRASI BARU” & KEWENANGAN/ KEKUASAAN TERPUSAT(Otorisasi tidak tersebar, tp cenderung didominasi oleh satu atau sekelompok orang); • MENUMBUHKAN MENTAL KETERGANTUNGAN DAN MEMBUDAYAKAN SIKAP & PERILAKU YANG SALAH (Mental meminta dan tergantung pd bantuan pihak luar);

  47. MENGAPA PERLU REVITALIASI? • KS masih membawa stigma BP3 • Pada umumnya KS dibentuk secara instan untuk memenuhi syarat subsidi • Pada umumnya peran sebagai supporting agency lebih dominan  karena semua pihak masih menganut paradigma lama • Sistem dan mekanisme pemilihan pengurus baru sering belum sesuai dengan AD/ART • Masih banyak bad practices

  48. APA YANG HARUS DIREVITALISASI? • Pemahaman tentang paradigma baru hubungan keluarga, sekolah, dan masyarakat • Pemahaman tentang peran Komite Sekolah, dan penjabarannya ke dalam program dan kegiatan KS  terlibat dalam penyusunan RPS, RAPBS, dan pelaksanaan MBS. • Proses pembentukan Komite Sekolah sesuai dengan sistem dan mekanisme pemilihan pengurus baru KS (demokratis, transparan, dan akuntabel)  ditetapkan dalam AD/ART • Membangun hubungan dan kerja sama KS dengan institusi lain

  49. FGD-FGD Kepe-mimpinan Moral & Menyepakati Kriteria Anggota Komite Sekolah berbasis Nilai Pemilihan anggota & Revit. Komite Sekolah PROSES REVITALISASI KOMITE SEKOLAH Sosialisasi Intensif Lobby-2 kelompok strategis (Masy, Sekolah & Pemeduli) Penguatan kapasitas Komite Sekolah (Training, dll) Membangun Forum Rembug Antar Stakeholder Pendidikan Serangkaian FGD Peduli Pendidikan Kesepakatan dan Persiapan Pembentukan Komite Sekolah Pemetaan Partisipatif masalah & potensi Pendidikan Penyepakatan Program 3 thn dan tahunan Pronangkis Review Tahunan Pelaksanaan Program Optimalisasi & Pemanfaatan Sumber Daya Masyarakat serta Sekolah (Swadaya) Akses sumber daya luar (Pemda, Diknas dan Pihak Lain)

More Related