slide1 n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
SPEKTRUM PROFESI KONSELING PowerPoint Presentation
Download Presentation
SPEKTRUM PROFESI KONSELING

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 84

SPEKTRUM PROFESI KONSELING - PowerPoint PPT Presentation


  • 696 Views
  • Uploaded on

SPEKTRUM PROFESI KONSELING. Wawasan Konseling. Paradigma Visi Misi Bidang Kegiatan Kode Etik. 7 8 9 10 11 12. Pengertian Tujuan Fungsi Prinsip Asas Landasan. 1 2 3 4 5 6. Pelayanan Konseling. Layanan Konseling. Kegiatan Pendukung. Orin Info PP PKO KP BKp

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'SPEKTRUM PROFESI KONSELING' - philip-donovan


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
slide1

SPEKTRUM PROFESI KONSELING

Wawasan

Konseling

Paradigma

Visi

Misi

Bidang

Kegiatan

Kode Etik

7

8

9

10

11

12

  • Pengertian
  • Tujuan
  • Fungsi
  • Prinsip
  • Asas
  • Landasan
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6

Pelayanan

Konseling

Layanan

Konseling

Kegiatan

Pendukung

Orin

Info

PP

PKO

KP

BKp

KKp

KSI

MED

  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
  • AI
  • HD
  • KK
  • KR
  • TKp
  • ATK

22

23

24

25

26

27

Wawasan

Konseling

28

29

30

31

32

  • Individu
  • Kelompok
  • Klasikal
  • Lapangan
  • Pendkt Khusus---E-Kons

Kredensialisasi

Konseling Sebagai :

39

40

41

  • Sertifikasi
  • Akredatasi
  • Lisensi

33

34

35

36

37

38

  • Filsafat
  • Pandangan/Jalan Hidup
  • Sikap
  • Komitmen
  • Aksi (kegiatan nyata)
  • Pandangan mendunia
  • Keprofesian Profesi Konseling
  • Pendidikan Prajabatan
  • Pendidikan dalam Jabatan
  • Organisasi Profesi

42

43

44

45

pengertian konsep paradigma dalam pelayanan konseling
Pengertian Konsep Paradigma Dalam Pelayanan Konseling
  • Paradigma konseling adalah pelayanan bantuan psiko-pendidikan dalam bingkai budaya.
  • Artinya, pelayanan konseling berdasarkan kaidah-kaidah ilmu dan teknologi pendidikan serta psikologi yang dikemas dalam kaji terapan pelayanan konseling yang diwarnai oleh budaya lingkungan peserta didik
aspek aspek praktek penerapan paradigma bk dalam layanan
Aspek-aspek praktek /penerapan Paradigma BK dalam layanan
  • Pelayananprofessional psikopedagogisdalamwujudprosespembelajaran yang dilandasiaspek-aspekpsikologisindividu yang dilayanidanberbagaikontekssosiokulturalmelaluiteknologioperasional yang terarahpadapengembangan KES danpenangananKES-T
visi pelayanan konseling

VISI PELAYANAN KONSELING

DR. AWALYA, M.Pd. Kons.

pengertian visi dalam pelayanan konseling
PENGERTIAN VISI DALAM PELAYANAN KONSELING
  • Visi pelayanan konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan individu dan sekelompok individu melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar peserta didik berkembang secara optimal, mandiri dan bahagia
aspek aspek praktek penerapan visi konseling dalam layanan
Aspek-aspek Praktek/Penerapan Visi Konseling Dalam Layanan
  • Kegiatan layanan bimbingan dan konseling mengupayakan agar perkembangan individu menjadi optimal mecapai optimalisasi tugas perkembangannya, serta meminimalisir yang dapat menghambat, mengganggu perkembangan kemudian diharap pencapaian kebahagiaan dapat dirasakan individu.
misi pelayanan konseling

MISI PELAYANAN KONSELING

DR. AWALYA, M.Pd. Kons.

misi dalam pelayanan konseling
Misi dalam Pelayanan Konseling
  • Misi pendidikan
  • Misi pengembangan
  • Misi pengentasanmasalah
misi pendidikan
Misi Pendidikan
  • yaitu memfasilitasi pengembangan peserta didik melalui pembentukan perilaku efektif-normatif dalam kehidupan keseharian dan masa depan.
misi pengentasan masalah
Misi PengentasanMasalah

Yaitu memfasilitasi pengentasan masalah peserta didik mengacu pada kehidupan efektif sehari-hari.embangan potensi dan kompetensi

misi pengembangan
Misi Pengembangan

Yaitu memfasilitasi pengembangan peserta didik di dalam lingkungan sekolah/ madrasah, keluarga dan masyarakat.

aspek aspek dalam praktek penerapan misi layanan konseling
Aspek-aspek DalamPraktek/penerapan Misi Layanan Konseling

adalah membantu peserta didik dalam hal memahami:

  • Proses perkembangan diri sendiri dan mengoptimalkan perkembangannya
  • Potensi diri peserta didik yang selayaknya dikembangkan secara optimal
  • Kekuatan dan kelemahan diri peserta didik dan upaya penanggulangannya
lanjutan
Lanjutan…
  • Kekuatan dan kelemahan diri peserta didik, memelihara dan memanfaatkannya untuk pengembangan diri dan kehidupan bersama di sekolah
  • Mengambil keputusan untuk pengembangan diri dan kehidupan sosial
  • Tuntutan kehidupan dan pengembangan diri sendiri, serta tuntutan kehidupan sosial budaya kemasyarakatan yang maju dan modern, serta melakukan upaya memenuhi tuntutan tersebut.
lanjutan1
Lanjutan…
  • Mengantisipasi dan memahami terjadinya masalah pada diri sendiri serta melakukan upaya menghindari dan mengentaskannya
  • Mengarahkan diri untuk berkehidupan manusia dewasa yang cerdas dan bahagia dengan mengemban tugas berkehidupan keluarga, bekerja, bermasyarakat, beragama dan bernegara
bidang pelayanan konseling

BIDANG PELAYANAN KONSELING

DR. AWALYA, M.Pd. Kons.

bk pola 17 plus

WAWASAN BK

(Pengertian, Tujuan, Funggsi, Prinsip, dll tentang BK)

BK POLA 17 PLUS

BP. PRIBADI

BP. SOSIAL

BP. BELAJAR

BP. KARIR

BP. KEHIDUPAN BERKELUARGA

BP. KEHIDUPAN KEBERAGAMAAN

9 JENIS LAYANAN

PPK 2009 KUS

konsep pengertian bidang pelayanan konseling
Konsep Pengertian BidangPelayananKonseling
  • Pengembangan kehidupan pribadi
  • Pengembangan kehidupan sosial
  • Pengembangan kemampuan belajar
  • Pengembangan karir
  • Kehidupan Berkeluarga,
  • Kehidupan beragama.
pengembangan kehidupan pribadi
Pengembangan kehidupan pribadi

Yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik.

pengembangan kehidupan sosial
Pengembangan kehidupan sosial

Yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas

pengembangan kemampuan belajar
Pengembangankemampuanbelajar

Yaitubidangpelayanan yang membantupesertadidikmengembangkankemampuanbelajardalamrangkamengikutipendidikansekolah/madrasah dan belajar secara mandiri

pengembangan karir
Pengembangan karir

Yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir

kehidupan keluarga
Kehidupan Keluarga
  • Yaitu bidang pelayanan yang membantu konseli dalam memahami dan menilai informasi, serta perencanaan perkawinan kehidupan keluarga yang akan dijalani dan/atau sudahdijalaninya
kehidupan beragama
Kehidupan Beragama
  • Yaitu bidang pelayanan yang membantu konseli dalam memahami dan memantapkan dan memaksimalkan berkenaan dengan kehidupan keberagamaan sesuai agama yang dianutnya
aspek aspek praktek atau penerapan bidang kehidupan pribadi dalam layanan konseling
Aspek-aspek Praktek atau Penerapan Bidang Kehidupan Pribadi dalam Layanan Konseling
  • Contoh: Pengetrapan tentang pemahaman kekuatan diri konseli dan pengembangannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif, dalam kehidupan sehari-hari untuk di masa depan konseli
aspek aspek praktek atau penerapan bidang kehidupan sosial dalam layanan konseling
Aspek-aspek Praktek atau Penerapan Bidang Kehidupan Sosial dalam Layanan Konseling
  • Contoh: Pengetrapan tentang kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial, dengan menjunjung tinggi tata krama, adat istiadat, hukum, ilmu dan norma kebiasaan yang berlaku.
aspek aspek praktek atau penerapan bidang kehidupan belajar dalam layanan konseling
Aspek-aspek Praktek atau Penerapan Bidang Kehidupan Belajar dalam Layanan Konseling
  • Contoh: Pengetrapan tentang sikap, kebiasaan belajar yang efektif, efesien. Semangat serta produktif mencari informasi sumber belajar, sikap pada guru, mengembangkan keterampilan belajar, tertib mengerjakan tugas-tugas pelajaran.
slide28
Aspek-aspek Praktek atau Penerapan Bidang Perencanaan, pelaksanaan dan pemantapan dalam Layanan Konseling
  • Contoh: Orientasi dan informasi terhadap dunia kerja dan usaha memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup, sebagai wawasan mengembangkan karir dimasa yang akan datang
aspek aspek praktek atau penerapan bidang kehidupan berkeluarga dalam layanan konseling
Aspek-aspek Praktek atau Penerapan Bidang Kehidupan Berkeluarga dalam Layanan Konseling
  • Contoh: Membantu individu dapat mengambil keputusan berkenaan dengan perencanaan perkawinan dan/atau kehidupan keluarga yang sudah dijalaninya
aspek aspek praktek atau penerapan bidang kehidupan keberagamaan dalam layanan konseling
Aspek-aspek Praktek atau Penerapan Bidang Kehidupan Keberagamaan dalam Layanan Konseling
  • Contoh: Membantu individu memantapkan dan memaksimalkan berkenaan dengan pkehidupan keberagamaan sesuai agama yang dianutnya
kegiatan dalam pelayanan konseling

Kegiatan dalam Pelayanan Konseling

DR. AWALYA, M.Pd. Kons.

kegiatan pelayanan konseling meliputi
Kegiatan pelayanan konseling meliputi;
  • Individual
  • Kelompok
  • Klasikal
  • Lapangan
  • Pendekatan Khusus,
konsep kegiatan dalam pelayanan konseling
Konsep Kegiatan dalam Pelayanan Konseling

Kegiatan pelayanan konseling meliputi

  • Individual,yaituformatkegiatankonseling yang melayanipesertadidik secara perorangan
  • Kelompok, yaituformatkegiatankonseling yang melayanisejumlahpesertadidikmelaluisuasanadinamikakelompok
  • Klasikal, yaituformatkegiatankonseling yang melayanisejumlahpesertadidikdalamsatukelas
  • Lapangan, yaituformatkegiatankonseling yang melayaniseorangatausejumlahpesertadidikmelaluikegiatan di luarkelasataukegiatanlapangan
  • PendekatanKhusus, yaituformatkegiatankonseling yang melayanikepentinganpesertadidikmelaluipendekatankepadapihak-pihak yang dapatmemberikankemudahanuntukpesertadidik
aspek aspek praktek atau penerapan kegiatan pelayanan
Aspek-aspekPraktekatauPenerapanKegiatanPelayanan
  • KegiatanPengelolaan: Merancang program, melaksanakan program, mengevaluasihasildanproseslayanan, melakukankegiatantindaklanjutsertamelaporkannya.
  • KegiatanKolaborasiProfesional: Melakukankegiatan-kegiatandiskusiataumembahasprofessionalitasmelalui (MGP) danalihtangankasus
  • KegiatanKeorganisasian: Menjadianggotadanberperanaktifdalamorganisasiprofesi ABKIN (AsosiasiBimbingandanKonselingIndonesia).
kode etik pelayanan konseling

KodeEtikPelayananKonseling

DR. AWALYA, M.Pd. Kons.

pengertian konsep kode etik dalam pelayanan konseling
Pengertian Konsep Kode Etik dalam Pelayanan Konseling
  • Kodeetik; yang dimaksudadalahMemiliki Kesadaran Dan Komitmen Etika Profesional yang meliputi;
    • Menampilkan Keutuhan Pribadi Konselor terdiri dari:
      • Iman Takwa
      • Tulus
      • Hangat
      • Respek
      • Yakinkan Klien
      • Empati
      • Integritas
      • Toleran
      • Berpikir positif
slide37

Berperilaku Etik Profesional, terdiri dari

    • SadarNilai Pribadi
    • Prasangka dan Stereotipe
    • Hargai Nilai Pribadi
    • Paham Kekuatan Keterbatasan
    • Mengelola Diri
    • Bekerja Sama
    • Konsisten Penampilan
slide38

Komitmen Meningkatkan Kemampuan Profesional meliputi:

    • Tanggung jawab dalam menyelenggarakan layanan BK
    • Perilaku obyektif
    • Inisiatif terlibat profesi, pendidikan dan Aktif Organisasi profesi
pengertian konseling

Pengertian Konseling

DR. AWALYA, M.Pd. Kons.

pengertian konsep dasar konseling
Pengertian Konsep dasar konseling
  • Bimbingan adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan perencanaan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku
tujuan konseling

Tujuan konseling

DR. AWALYA, M.Pd. Kons.

tujuan konseling1
Tujuan Konseling
  • TujuanUmum
  • TujuanKhusus
pengertian tujuan konseling
Pengertian Tujuan Konseling
  • Tujuan Umum
  • Tujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bakat, minat, kondisi dan perkembangan peserta didik, dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah.
slide44

2. TujuanKhusus

Diribertujuandalampendidikanpesertadidikdalammengembangkan:

  • Bakat
  • Minat
  • Kreativitas
  • Kompetensidankebiasaandalamkehidupan
  • Kemandirian
  • Kemampuan kehidupan keagamaan
  • Kemampuan sosial
  • Kemampuan belajar
  • Wawasan dan perencanaan karir
  • Kemampuan pemecahan masalah
fungsi konseling

Fungsi Konseling

DR. AWALYA, M.Pd. Kons.

fungsi konseling1
Fungsi Konseling
  • Pemahaman
  • Pencegahan
  • Pengentasan
  • Pemeliharaan dan pengembangan
  • Advokasi
1 fungsi pemahaman
1. Fungsi Pemahaman

yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya

2 fungsi pencegahan
2. Fungsi Pencegahan

Yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya

3 fungsi pengentasan
3. Fungsi Pengentasan

Yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya

4 fungsi pemeliharaan dan pengembangan
4. Fungsi Pemeliharaan dan pengembangan

Yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuhkembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya

4 fungsi advokasi
4. Fungsi Advokasi

Yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya kurang mendapat perhatian

prinsip dalam konseling

Prinsip dalam Konseling

DR. AWALYA, M.Pd. Kons.

prinsip dalam konseling1
Prinsip dalam Konseling
  • Prinsip-prinsip konseling berkenaan dengan sasaran layanan, permasalahan yang dialami peserta didik, program pelayanan, serta tujuan dan pelaksanaan pelayanan.
  • Prinsip-prinsip Khusus
      • Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan sasaran layanan
      • Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan permalasahan individu
      • Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan program layanan
      • Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan pelaksanaan pelayanan
prinsip prinsip itu adalah
Prinsip-prinsip itu adalah
  • Bimbingandankonselingdiperuntukkanbagisemuakonseli. Prinsipiniberartibahwabimbingandiberikankepadasemuakonseliataukonseli, baik yang tidakbermasalahmaupun yang bermasalah; baikpriamaupunwanita; baikanak-anak, remaja, maupundewasa. Dalamhalinipendekatan yang digunakandalambimbinganlebihbersifatpreventifdanpengembangandaripadapenyembuhan (kuratif); danlebihdiutamakanteknikkelompokdaripadaperseorangan (individual).
lanjutan2
Lanjutan….
  • Bimbingandankonselingsebagaiprosesindividuasi. Setiapkonselibersifatunik (berbedasatusamalainnya), danmelaluibimbingankonselidibantuuntukmemaksimalkanperkembangankeunikannyatersebut. Prinsipinijugaberartibahwa yang menjadifokussasaranbantuanadalahkonseli, meskipunpelayananbimbingannyamenggunakanteknikkelompok.
lanjutan3
Lanjutan….
  • Bimbinganmenekankanhal yang positif. Dalamkenyataanmasihadakonseli yang memilikipersepsi yang negatifterhadapbimbingan, karenabimbingandipandangsebagaisatucara yang menekanaspirasi. Sangatberbedadenganpandangantersebut, bimbingansebenarnyamerupakanprosesbantuan yang menekankankekuatandankesuksesan, karenabimbinganmerupakancarauntukmembangunpandangan yang positifterhadapdirisendiri, memberikandorongan, danpeluanguntukberkembang
lanjutan4
Lanjutan….
  • Bimbingan dan konseling Merupakan Usaha Bersama. Bimbingan bukan hanya tugas atau tanggung jawab konselor, tetapi juga tugas guru-guru dan kepala Sekolah/Madrasah sesuai dengan tugas dan peran masing-masing. Mereka bekerja sebagai teamwork.
lanjutan5
Lanjutan….
  • PengambilanKeputusanMerupakan Hal yang EsensialdalamBimbingandankonseling. Bimbingandiarahkanuntukmembantukonseli agar dapatmelakukanpilihandanmengambilkeputusan. Bimbinganmempunyaiperananuntukmemberikaninformasidannasihatkepadakonseli, yang itusemuasangatpentingbaginyadalammengambilkeputusan. Kehidupankonselidiarahkanolehtujuannya, danbimbinganmemfasilitasikonseliuntukmemper-timbangkan, menyesuaikandiri, danmenyempurnakantujuanmelaluipengambilankeputusan yang tepat. Kemampuanuntukmembuatpilihansecaratepatbukankemampuanbawaan, tetapikemampuan yang harusdikembangkan. Tujuanutamabimbinganadalahmengembangkankemampuankonseliuntukmemecahkanmasalahnyadanmengambilkeputusan.
lanjutan6
Lanjutan….
  • Bimbingan dan konseling Berlangsung dalam Berbagai Setting (Adegan) Kehidupan. Pemberian pelayanan bimbingan tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah, tetapi juga di lingkungan keluarga, perusahaan/industri, lembaga-lembaga pemerintah/swasta, dan masyarakat pada umumnya. Bidang pelayanan bimbingan pun bersifat multi aspek, yaitu meliputi aspek pribadi, sosial, pendidikan, dan pekerjaan
asas dalam bimbingan dan konseling

ASAS DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING

DR. AWALYA, M.Pd. Kons.

asas bimbingan dan konseling
AsasBimbingandanKonseling
  • AsasKerahasiaan
  • AsasKesukarelaan
  • AsasKeterbukaan
  • AsasKegiatan
  • AsasKemandirian
  • AsasKekinian
  • AsasKeterpaduan
  • Asastut wuri handayani
  • AsasKenormatifan
  • AsasKedinamisan
  • AsasKeahlian
  • AsasalihtanganKasus
1 asas kerahasiaan
1. Asas Kerahasiaan

Yaituasasbimbingandankonseling yang menuntutdirahasiakanyasegenap data danketerangantentangkonseli (konseli) yang menjadisasaranpelayanan, yaitu data atauketerangan yang tidakbolehdantidaklayakdiketahuiolehorang lain. Dalamhalini guru pembimbingberkewajibanpenuhmemeliharadanmenjagasemua data danketeranganitusehinggakerahasiaanyabenar-benarterjamin.

2 asas kesukarelaan
2. Asas kesukarelaan

yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan konseli (konseli) mengikuti/menjalani pelayanan/kegiatan yang diperlu-kan baginya. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut.

3 asas keterbukaan
3. Asas keterbukaan

Yaituasasbimbingandankonseling yang menghendaki agar konseli (konseli) yang menjadisasaranpelayanan/kegiatanbersifatterbukadantidakberpura-pura, baikdidalammemberikanketerangantentangdirinyasendirimaupundalammenerimaberbagaiinformasidanmateridariluar yang bergunabagipengembangandirinya. Dalamhalini guru pembimbingberkewajibanmengembangkanketerbukaankonseli (konseli). Keterbukaaniniamatterkaitpadaterselenggaranyaasaskerahasiaandanadanyakesukarelaanpadadirikonseli yang menjadisasaranpelayanan/kegiatan. Agar konselidapatterbuka, guru pembimbingterlebihdahuluharusbersikapterbukadantidakberpura-pura.

4 asas kegiatan
4. Asas Kegiatan
  • yaituasasbimbingandankonseling yang menghendaki agar konseli (konseli) yang menjadisasaranpelayananberpartisipasisecaraaktifdidalampenyelenggaraanpelayanan/kegiatanbimbingan. Dalamhalini guru pembimbingperlumendorongkonseliuntukaktifdalamsetiappelayanan/kegiatanbimbingandankonseling yang diperuntukanbaginya.
5 asas kemandirian
5. Asas Kemandirian
  • yaituasasbimbingandankonseling yang menunjukpadatujuanumumbimbingandankonseling, yakni: konseli (konseli) sebagaisasaranpelayananbimbingandankonselingdiharapkanmenjadikonseli-konseli yang mandiridenganciri-cirimengenaldanmenerimadirisendiridanlingkungannya, mampumengambilkeputusan, mengarahkansertamewujudkandirisendiri. Guru pembimbinghendaknyamampumengarahkansegenappelayananbimbingandankonseling yang diselenggarakannyabagiberkembangnyakemandiriankonseli.
6 asas kekinian
6. Asas Kekinian

Yaituasasbimbingandankonseling yang menghendaki agar objeksasaranpelayananbimbingandankonselingialahpermasalahankonseli (konseli) dalamkondisinyasekarang. Pelayanan yang berkenaandengan “masadepanataukondisimasalampau pun” dilihatdampakdan/ataukaitannyadengankondisi yang adadanapa yang diperbuatsekarang

7 asas kedinamisan
7. Asas Kedinamisan
  • yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi pelayanan terhadap sasaran pelayanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju, tidak monoton, dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu.
8 asas keterpaduan
8. Asas Keterpaduan
  • yaituasasbimbingandankonseling yang menghendaki agar berbagaipelayanandankegiatanbimbingandankonseling, baik yang dilakukanoleh guru pembimbingmaupunpihak lain, salingmenunjang, harmonis, danterpadu. Untukinikerjasamaantara guru pembimbingdanpihak-pihak yang berperandalampenyelenggaraanpelayananbimbingandankonselingperluterusdikembangkan. Koordinasisegenappelayanan/kegiatanbimbingandankonselingituharusdilaksanakandengansebaik-baiknya.
9 asas ke normatifan
9. AsasKenormatifan

Yaituasasbimbingandankonseling yang menghendaki agar segenappelayanandankegiatanbimbingandankonselingdidasarkanpadadantidakbolehbertentangandengannilaidannorma yang ada, yaitunilaidannorma agama, hukumdanperaturan, adatistiadat, ilmupengetahuan, dankebiasaan yang berlaku. Bukanlahpelayananataukegiatanbimbingandankonseling yang dapatdipertanggungjawabkanapabilaisidanpelaksanaannyatidakberdasarkannilaidannorma yang dimaksudkanitu. Lebihjauh, pelayanandankegiatanbimbingandankonselingjustruharusdapatmeningkatkankemampuankonseli (konseli) memahami, menghayati, danmengamalkannilaidannormatersebut.

10 asas keahlian
10. Asas Keahlian

Yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional. Dalam hal ini, para pelaksana pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis pelayanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling.

11 asas alih tangan kasus
11. Asas Alih Tangan Kasus

Yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan konseli (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. Guru pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua, guru-guru lain, atau ahli lain ; dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain.

12 asas tut wuri handayani yaitu
12. Asas Tut Wuri Handayani yaitu
  • Asas yang menghendaki agar pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan dapat menciptakan suasana mengayomi (memberikan rasa aman), mengembangkan keteladanan, dan memberikan rangsangan dan dorongan, serta kesempatan yang seluas-luasnya kepada peserta didik (klien) untuk maju.
landasan bimbingan dan konseling

LandasanBimbingan dan Konseling

DR. AWALYA, M.Pd. Kons.

konsep landasan konseling
Konsep Landasan Konseling
  • Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1 butir 6 yang mengemukakan bahwa konselor adalah pendidik, Pasal 3 bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik, dan Pasal 4 ayat (4) bahwa pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran, dan Pasal 12 Ayat (1) b bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya.
lanjutan7
Lanjutan…..
  • Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 5 s.d Pasal 18 tentangstandar isi pendidikan dasar dan menengah.
  • Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, yang memuat pengembangan diri peserta didik dalam struktur kurikulum setiap satuan pendidikan, dan menyatakan bahwa pelaksana pelayanan konseling di sekolah/madrasah adalah konselor.
lanjutan8
Lanjutan…
  • Dasar Standarisasi Profesi Konselingyang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Tahun 2004 yang memberi arah pengembangan profesi konseling di sekolah dan di luar sekolah.
faktor faktor yang menjadi landasan konseling
Faktor-Faktor Yang MenjadiLandasanKonseling
  • Filosofimerupakankonseptualdan ideal :
    • Sasaranpendidikan (tujuannya?)
    • Prosespendidikan (bagaimanacaranya?)
    • Pendidik-siswa (siapapesertadidik, siapapendidik?)

PsikologisrencanabelajaruntukpengalamanPerkembangansiswa

    • Karakteristiksiswa
    • Metodebelajar-mengajar
lanjutan9
Lanjutan…
  • Sosial Budaya: dalam hal ini masyarakat (siswa, keluarga, masyarakat umum) merupakan sesuatu yang nyata
    • Perubahan tata nilai
    • Perubahan tuntutan kehidupan
    • Perubahan tuntutan kerja
lanjutan10
Lanjutan…
  • Ilmu dan Teknologi arahnya bahwa pendidikan tidak hanya untuk sekarang tetapi untuk masa depan
    • Teori baru
    • Teknologi baru
bk pola 17 plus1

BK POLA 17 PLUS

DR. AWALYA, M.Pd. Kons.

bk pola 17 plus2

WAWASAN BK

(Pengertian, Tujuan, Funggsi, Prinsip, dll tentang BK)

BK POLA 17 PLUS

BP. PRIBADI

BP. SOSIAL

BP. BELAJAR

BP. KARIR

BP. KEHIDUPAN BERKELUARGA

BP. KEHIDUPAN KEBERAGAMAAN

9 JENIS LAYANAN

9 jenis layanan

KONS.

PER.

ORIEN-TASI

INFOR-MASI

PENEMP./

PENYAL.

PEMBE-LAJARAN

PENG.

KONTEN

9 JENIS LAYANAN

BIMB.

KELP.

KONS.

KLP

KON-

SULTASI

MEDIA-

SI

6 KEGIATAN PENDUKUNG

6 kegiatan pendukung
6 KEGIATAN PENDUKUNG

INSTRUMEN-TASI

KONFRENSI KASUS

ALIH TANGAN KASUS

HIMPUNAN DATA

KUNJUNGAN RUMAH

TAMPILAN KEPUST.