Budaya dan kontrol sosial
Download
1 / 4

Budaya Dan Kontrol Sosial - PowerPoint PPT Presentation


  • 75 Views
  • Uploaded on

Budaya Dan Kontrol Sosial. John Braitwaite. Adanya perbedaan catatan tingkat kejahatan antara suatu wilayah dengan wilayah lain, bahkan antara suatu negara dengan negara lain. Industrialisasi  urbanisasi , dan individualisme

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'Budaya Dan Kontrol Sosial' - payton


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
Budaya dan kontrol sosial

Budaya Dan KontrolSosial

John Braitwaite


Budaya dan kontrol sosial

  • Adanyaperbedaancatatantingkatkejahatanantarasuatuwilayahdenganwilayah lain, bahkanantarasuatunegaradengannegara lain.

  • Industrialisasi urbanisasi, danindividualisme

  •  efekmaludarikoreksi (penggentarjeraan) olehnegarakurangefektif

  • Community shamming


Budaya dan kontrol sosial

  • UntukmasyarakatKomunitarian, pemberian rasa malutidakhanyamenjerakan, tetapijugalebihcepatmemulihkankeretakansosial.

  • Denganreintegrasi, pelakutidakhanyamemperolehmaaf, terhindardari stigma, tetapitetapditerimaolehorang-orangdisekitarnya, maupunlingkunganpekerjaanpendukungkehidupannya.


Budaya dan kontrol sosial

  • Masyarakatindividualistik: sangatmudahmemberi label kepadapihak lain

  • Masyarakatkomunitarian: lebihbanyakgosip, lebihbanyakskandal, lebihbanyakmalu, tetapilebihbanyakempati, lebihsedikit stigma, lebihsedikitjeniskejahatan yang terjadi. Pelakubukandianggapsebagai “penjahat,” tetapisamasepertioranglainnya.

  • pemberian rasa maludarigosiplebihterpusatpadapenyimpangannya, terkaitisu-isu yang dianggapsensitif, dibandingterkaitsipelaku