desain internal sistem n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Desain Internal Sistem PowerPoint Presentation
Download Presentation
Desain Internal Sistem

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 93

Desain Internal Sistem - PowerPoint PPT Presentation


  • 243 Views
  • Uploaded on

Desain Internal Sistem. KBS-SI Perancangan Sistem Informasi. Desain Internal Sistem. Tujuan: Mengembangkan lebih lanjut subsistem yang diotomatisasi. Merancang detail proses komputer dan database dari kebutuhan sistem untuk pembangunan software aplikasi. Hasil:

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

Desain Internal Sistem


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
desain internal sistem

Desain Internal Sistem

KBS-SI

Perancangan Sistem Informasi

Perancangan Internal Sistem

desain internal sistem1
Desain Internal Sistem

Tujuan:

Mengembangkan lebih lanjut subsistem yang diotomatisasi.

Merancang detail proses komputer dan database dari kebutuhan sistem untuk pembangunan software aplikasi.

Hasil:

Dokumen desain spesifikasi database

Konfigurasi HW/SW

Spesifikasi Fungsional Program

Dokumen desain proses komputer

‘Update’ Rencana Proyek.

Sesi 10

2

Perancangan Internal Sistem

perancangan data
Perancangan Data

Model RelasiantarEntitas (Entity Relationship Model)

Model Data Konseptual/logikal(Conceptual/logical Data Model)

Model Data Fisikal (Physical Data Model)

NormalisasidanSintesis

Sesi 10

Menggunakan Metodologi Pengembangan Data yang meliputi:

4

Perancangan Internal Sistem

normalisasi
Normalisasi

TidakMengandungGrupBerulang.

UntuktabeldenganPrimery-Key yang Komposit, tidakadaatributbiasa yang tergantunghanyapadasebagianatributdari Primary-Key Komposittsb.

Tidakadaatribut-biasa yang bergantungpadaatribut-biasa (bukan Primary-Key) yang lain.

Tidakadaatribut-biasa yang memilikiketergantunganbernilaibanyakkepada Primary-Key.

Sesi 10

Kriteria Bentuk Normal

5

Perancangan Internal Sistem

tahapan normalisasi
Tahapan Normalisasi

Normalisasi Bentuk 1 (1NF):

Memisahkan Grup Berulang dari Tabel.

Sesi 10

  • Normalisasi Bentuk 2 (2NF):
  • Sudah dalam bentuk normal 1
  • Memisahkan atribut-biasa yang tergantung pada sebagian atribut Primary-Key (Komposit)
  • Normalisasi Bentuk 3 (3NF):
  • Sudah dalam bentuk normal 2
  • Memisahkan atribut-biasa yang tergantung pada atribut-biasa lainnya bukan Primary-Key dari tabel ybs.
  • Normalisasi Bentuk 4 (4NF):
  • Sudah dalam bentuk normal 3
  • Memisahkan atribut-biasa yang memiliki tergantungan bernilai-banyak pada Primary-Key.

6

Perancangan Internal Sistem

sintesis
Sintesis

Normalisasi telah selesai.

Menggabungkan relasi-relasi dari semua tabel dan mengevaluasi tabel yang memiliki hubungan satu ke satu (1:1) dengan kemungkinan mempunyai primary-key yang sama.

Sesi 10

7

Perancangan Internal Sistem

kasus perancangan sistem menagih pembayaran pt papirus makmur
Kasus Perancangan Sistem: Menagih Pembayaran – PT. PAPIRUS MAKMUR

PT. PAPIRUS MAKMUR adalah sebuah perusahaan yang mendistribusikan berbagai jenis kertas di wilayah Jawa-barat. Untuk setiap pesanan (Order Penjualan) yang diterima ditindak-lanjuti dengan pengiriman kertas yang sesuai dan untuk setiap pengiriman tersebut akan diperoleh tanda terima dalam bentuk dokumen BAPB (Berita Acara Penerimaan Barang).

Pengiriman ini untuk satu Order Penjualan umumnya dilakukan berkali-kali di waktu yang berbeda. Jadi satu Order Penjualan berhubungan dengan banyak BAPB. Proses berikutnya adalah Menagih Pembayaran untuk penjualan yang telah lengkap pengirimannya. Berikut uraian mengenai transaksi “Menagih Pembayaran” ini.

Sesi10/5

8

Perancangan Internal Sistem

slide9
Setiap pagi, Bagian Penagihan akan memeriksa arsip ORDER-JUAL dan BAPB yang belum ditagih pembayarannya. Jika jumlah total pengiriman kertas seperti yang tercantum di BAPB telah sesuai dengan jumlah di ORDER-JUAL-nya, maka piutangnya dianggap sudah jatuh tempo dan dapat ditagih.

Untuk itu akan disusun SURAT-TAGIHAN yang sesuai dan kemudian dikirimkan ke Pelanggan yang bersangkutan. Secara lebih sistematis hal ini dilakukan sbb:

Sesi10/5

  • Pilih ORDER-JUAL yang belum ditagih, yalni yang statusnya “OPEN”.
  • Hitung total pengiriman per jenis kertas untuk ORDER-JUAL “OPEN” tersebut dengan melihat data BAPB-nya.
  • Bandingkan jumlah total pengiriman dengan jumlah pesanan di ORDER-JUAL. Jika jumlahnya sama, maka ORDER-JUAL ini “dapat ditagih”.
  • Untuk ORDER-JUAL yang dapat ditagih ini disusun SURAT-TAGIHAN dan dikirimkan ke Pelanggan.
  • Set Status = ‘CLOSE” untk ORDER-JUAL yang telah ditagih ini.

9

Perancangan Internal Sistem

kamus data data store
Kamus Data: DATA STORE:

Sesi10/5

  • ORDER-JUAL = NoOrdJual+ TgOrdJual+ NoCust+
  • NmCust+ AlCust+ StaOrd+ {KdATK+NmATK+KtSat+
  • JmPsn+ HgSat}
  • BAPB = NoBAPB+ TgBAPB+ NoOrdJual+ NoCust+
  • NmCust+ {KdATK+ NmATK+KtSat+ JmTerima}

Tugas Anda:

  • Rancangkomputerisasiuntuktransaksi “MenagihPembayaran” inidenganmenggambarkan DFD Fisikal yang dilengkapibatasotomatisasi.
  • Uraikansecaranaratif/tekstualmengenaicarakerjasistemsesuaihasilbutir 1.
  • LakukanNormalisasiterhadap ORDER-JUAL dan BAPB hinggadiperolehbentuk Normal ke3(4). Gambarkanhasilakhirnya.
  • Sintesis-kanhasilbutir 3.

10

Perancangan Internal Sistem

jawaban kasus perancangan sistem menagih pembayaran pt papirus makmur
DFD Fisikal Level 1 – Menagih PembayaranJawaban Kasus Perancangan Sistem: Menagih Pembayaran – PT. PAPIRUS MAKMUR

Bapb

Tagihan

Order-jual

4.2

Hitung

Total kirim

4.4

Cetak

Tagihan

4.1

Pilih

Order-jual

Total kirim

Order ‘open’

4.3

Bandingkan

Order & kirim

‘Close’

Order dpt ditagih

Order-jual

Sesi10/5

Surat-tagihan

11

Perancangan Internal Sistem

penjelasan naratif
Order-Jual yang berstatus ‘open’ dipilih.

Berdasarkan order ‘open’ tersebut, dicari BAPB yang berhubungan dan jumlah pengirimannya di-total per jenis kertas.

Total pengiriman per jenis kertas dibandingkan jumlah pesanannya. Jika untuk setiap jenis kertas jumlah pengirimannya sudah sesuai dengan jumlah yang diorder, maka order tersebut sudah dapat ditagih.

Untuk order yang dapat ditagih ini dicetak Surat-Tagihan yang sesuai dan dikirim ke Pelanggan.

Set Status = ‘CLOSE” untk ORDER-JUAL yang telah ditagih ini.

Penjelasan Naratif:

Sesi10/5

Setiap pagi, bagian Penagihan berkewajiban memeriksa Order-Jual untuk menentukan Order yang sudah selesai pengirimannya kemudian menagihnya ke Pelanggan. Seluruh proses ini diotomatisasi sbb:

12

Perancangan Internal Sistem

normalisasi1
Normalisasi:

ORDER-JUAL:

ORDER-JUAL = NoOrdJual+ TgOrdJual+ NoCust+ NmCust+

AlCust+ StaOrd+ {KdATK+ NmATK+ KtSat+ JmPsn+ HgSat}

Order = NoOrdJual+ TgOrdJual+ NoCust+ StaOrd

Customer = NoCust+ NmCust+ AlCust

Order-ATK= NoOrdJual+KdATK+ JmPsn

ATK = KdATK+ NmATK+ KtSat + HgSat

Sesi10/5

  • ORDER-JUAL = NoOrdJual+ TgOrdJual+ NoCust+
  • NmCust+ AlCust+ StaOrd+ {KdATK+NmATK+KtSat+
  • JmPsn+ HgSat}
  • BAPB = NoBAPB+ TgBAPB+ NoOrdJual+ NoCust+
  • NmCust+ {KdATK+ NmATK+KtSat+ JmTerima}

13

Perancangan Internal Sistem

normalisasi2
BAPB:

BAPB = NoBAPB+ TgBAPB+ NoOrdJual+ NoCust+ NmCust+

{KdATK+ NmATK+ KtSat+ JmTerima}

BAPB = NoBAPB+ TgBAPB+ NoOrdJual

Oeder = NoOrdJual+ NoCust

Customer = NoCust+ NmCust

BAPB-ATK = NoBAPB+KdATK+ JmTerima

ATK = KdATK+ NmATK+ KtSat

Normalisasi:

Sesi10/5

14

Perancangan Internal Sistem

sintesis1
Sintesis

Digabung:

Order dan Order  HEAD-ORDJUAL

Customer dan Customer  CUSTOMER

ATK dan ATK  ATK

Tidak digabung:

Order_ATK  TAIL-ORDJUAL

BAPB  HEAD-BAPB

BAPB-ATK  TAIL-BAPB

Hasil Akhir:

HEAD-ORJUAL= NoOrdJual+ TgOrdJual+ NoCust+ StaOrd

TAIL-ORDJUAL= NoOrdJual+ KdATK+ JmPsn+ HgSat

HEAD-BAPB= NoBAPB+ TgBAPB+ NoOrdJual

TAIL-BAPB= NoBAPB+KdATK+ JmTerima

CUTOMER= NoCust+ NmCust+ AlCust

ATK= KdATK+ NmATK+ KtSat

Sesi10/5

15

Perancangan Internal Sistem

perancangan database
Perancangan Database

Merancang Database logikal dan fisikal secara rinci.

Hanya memperhatikan Data-Store yang ada pada sub-sistem yang diotomatisasi (batch, on-line, real-time)

Data masukan utama untuk tahap ini adalah Data Dictionary-Data Store dan elemen Data Elemen seperti yang telah dihasilkan dalam tahap Analisis Sistem.

Sesi10/5

16

Perancangan Internal Sistem

slide17

Data Dictionary: DATA-STORE

Nama : FAKTUR

Deskripsi : Permintaan pembayaran dari Supplier atas pembelian baranag ketika barang telah selesai dikirimkan dan diterima

Volume : 25 buah/hari. Rata-rata ada 4 item barang per Faktur.

Akses : Di-batch-kan untuk diproses secara berurutan setiap pagi hari.

Retensi : Umur aktif rata-rata 6 bulan.

Pengarsipan data pasif dilakukan 1 tahun sekali.

Dapat dimusnahkan setelah 15 tahun sesuai aturan pemerintah

Struktur Tabel:

Faktur = No_Faktur+ Tg_Faktur+ No_Order+ Tg_Order+ Total+

{Kd_Barang+ Nm_Barang+ Hg_Satuan+ Jm_Barang}

Sesi10/5

17

Perancangan Internal Sistem

slide18
Dalam perancangan database fisikal, perlu diketahui kapasitas penyimpanan data, maka harus diketahui volume dari data yang harus disimpan (demikian juga untuk yang manual)

Sebelum menghitung kapasitas memory yang dibutuhkan (byte), ditentukan dulu volume dalam satuan record-nya; berapa record yang harus dapat ditampung dalam arsip tsb. Misal: Untuk siswa berjumlah 4500 orang, perlu tabel database yang dapat menampung 4500 record.

Sesi 10

18

Perancangan Internal Sistem

slide19
Untuk data kejadian/transaksi (Order, Faktur, Suratdll) tidakdapatditentukansecaralangsung, karena data sepertiinidariwaktukewaktubertambahsecaradinamisdan data yang pasifpadasuatuwaktuakandibuang. Untuk data sepertiinikapasitasnyadapatdihitungmenggunakanpersamaanberikut:

Sesi 10

Volume-Record =

(Umur Aktif + Periode Pengarsipan) * Frekuensi

Keterangan:

Volume-Record : besarnya tempat penyimpanan dalam satuan record. Secara manual dapat berarti baris atau lembar

Periode-Pengarsipan : Interval waktu untuk memisahkan data yang tidak digunakan lagi (pasif) dari tempat penyimpanannya.

Frekuansi : Jumlah data yang terjadi per satuan waktu.

19

Perancangan Internal Sistem

slide20
Contoh untuk data Faktur:

Frekuensi = 25 Faktur/hari atau

sekitar 550 Faktur/bln (25X22)

Umur aktif = 6 bulan

Periode Pengaesipan = 1 thn atau 12 bln

VolumeRecord = (6 + 12) * 550 = 9.900 Faktur

Ini berarti, jika faktur tersebut akan disimpan di laci, maka volume laci harus dapat menampung 9.900 Faktur.

Sesi 10

20

Perancangan Internal Sistem

tahap perancangan database
Tahap Perancangan Database

Buat daftar data-store yang diperlukan.

Lakukan Normalisasi dan Sintesa.

Berdasarkan hasil butir 2 serta informasi statistik, buat daftar file berikut:

Nama File

Frekuansi

Umur Aktif

Volume

11880

35640

  • Ord_Jl
  • Det_Ord_Jl

660/bln

1980/bln

….

6 bln

6 bln

Sesi 10

  • Tentukan …

21

Perancangan Internal Sistem

tahap perancangan database lanjutan
Tahap Perancangan Database (lanjutan…)

Tentukan Metoda Akses:

Secara umum dapat ditentukan berdasarkan karakteristik pengaksesannya: Sequential, Random dll.

Untuk sistem online, umumnya diperlukan pengaksesan random berdasarkan primary-key pada saat pemeliharaan data (isi, edit dan hapus) dan akses sequential hanya pada saat pencetakan laporan.

Oleh karena itu gunakan Index-Sequential berdasarkan Primary-Key.

Penggunaan Index kedua dapat dipertimbangkan.

Sesi 10

22

Perancangan Internal Sistem

tahap perancangan database lanjutan1
Tahap Perancangan Database (lanjutan…)

Hitung volume file-data dan file-Index:

Volume file-data =

1024 + (PanjangRecord + 1) x VolumeRecord

Volume file Index =

(PanjangPrimaryKey+4) x VolumeRecord x (1+%Free)

Catatan untuk %Free:

- dBASE = 0.3; Foxbase = 0.5; dll

Primary Key

PanjangRecord

(byte)

Volume

(record)

Volume

(Kbyte)

Nama File

Nama

Panjang

Sesi 10

Perancangan Internal Sistem

perancangan konfigurasi hw sw
Perancangan Konfigurasi HW-SW

Berdasarkan data statistik sistem serta batas-otomatisasi dapat dimulai penetapan yang lebih spesifik dari HW-SW. Bentuk dasar pemilihan HW adalah struktur sistem, daya komputasi CPU, kapasitas disk serta kapasitas saluran komunikasi data.

SW sistem yang harus dipilih antara lain:

Bahasa Pemrograman

DBMS (Database Management Syatem)

Query /report Generator

Operating System (Dos, Netware, dll)

Communication Monitor (Netview, dll)

Sesi 11

24

Perancangan Internal Sistem

perancangan konfigurasi hw sw lanjutan
Perancangan Konfigurasi HW-SW (lanjutan)

Kapasitas Disk:

Database

SW Sistem

Program Aplikasi

Daya komputasi CPU serta kapasitas saluran komunikasi (termasuk kecepatan akses CPU-Disk) pada umumnya amat sulit ditentukan secara analitik kuantitatif. Perkiraan secara praktikal biasa dilakukan berdasarkan pengelaman atau rekomendasi dari vendor.

Sesi 11

25

Perancangan Internal Sistem

perancangan proses
Perancangan Proses

Dijelaskan dengan menggunakan teknik perancangan terstruktur.

Perancangan Terstruktur, meliputi aspek:

Menggunakan Definisi Persoalan/kebutuhan untuk mendapatkan solusi (hasil rancangan).

Memecah kompleksitas sistem yang besar dengan membagi-bagi sistem ke sejumlah ‘kotak-hitam’ dan mengorganisasikannya ke bentuk hirarki yang cocok diimplementasikan di sistem komputer.

Menggunakan alat grafis untuk memodelkan sistem sehingga mudah dibentuk dan dipahami.

Memiliki sejumlah strategi untuk mengembangkan suatu solusi rancangan.

Menyediakan sejumlah kriteria untuk mengevaluasi kualitas dari solusi yang dihasilkan.

Sesi 11/12

26

Perancangan Internal Sistem

structure chart
Structure Chart

Suatu teknik pendokumentasian untuk menggambarkan modul-modul dalam suatu sistem, dan hubungan antar modul-modulnya. (Yourdon, 1979)

Menggambarkan alur dan keputusan utama dalam suatu sistem. (Weinberg, 1980)

Sesi 11/12

27

Perancangan Internal Sistem

structure chart lanjutan
Structure Chart (lanjutan)

Merupakan alat utama perancangan terstruktur untuk memperlihatkan struktur dari sistem.

Pada dasarnya top-down: suatu fungsi didekomposisi sampai ke tingkat yang cukup sederhana untuk diprogramkan dengan menggunakan aturan tertentu

Sesi 11/12

28

Perancangan Internal Sistem

notasi structure chart
Notasi Structure Chart

Adalah suatu modul sehubungan dengan suatu proses atau seperangkat proses pada suatu DFD.

Nama : Nama Modul

JUDUL: Uraian rinci dari Nama Modul

Sesi 11/12

Nama

JUDUL

… Informasi yang dialirkan dari satu modul ke modul yang lain (Data Couple)

… Kontrol yang dialirkan dari satu modul ke modul yan lain (Flag)

29

Perancangan Internal Sistem

contoh structure chart
Contoh Structure Chart

Sebuah Modul dengan nama UDAPEG

UDAPEG

Ubah Data

Pegawai

A

B

Sesi 11/12

Modul:

Modul

Nama Modul

Koneksi antar Modul:

Pemanggil

  • Modul A memanggil modul B

Yang dipanggil

30

Perancangan Internal Sistem

slide31

Sesi 11/12

Contoh Structure Chart (lanjutan)

A

  • Modul A memanggil modul B dengan mengirim elemen data P.
  • Modul B mengembalikan ke A elemen data Q dan elemen kontrol FLAG

Q

P

FLAG

B

  • Modul X memanggil modul Y berdasar keputusan dalam modul X.
  • Modul X memanggil modul Z berdasar pada modul loop dalam modul X

X

Y

Z

31

Perancangan Internal Sistem

slide32

Notasi:

Modul yang di dalamnya telah ditetapkan datanya atau pustaka aplikasi

Contoh:

VALIDASI

NO. TELEPON

READ

(BACA)

WRITE

Modul sistem

slide33

Buat Slip

Gaji

NIP

Karyawan

Nama

Ky Honorer

EOF

Gaji

Gj Honorer

Ky Tetap

Gj. Tetap

Baca Data

Karyawan

Hitung

Gj. Bersih

Ky Honorer

Cetak

Slip Gaji

Hitung

Gj. Bersih

Ky Tetap

Jam-Kerja

Gj. Pokok

PotonganPajak

Gj Kotor Honorer

Gj Kotor Ky Tetap

Bonus

Tarif

Hitung

Potongan

Pajak

Hitung

Gj. Kotor

Ky Honorer

Hitung

Gj. Kotor

Ky Tetap

Sesi 11/12

Contoh Structure chart

33

Perancangan Internal Sistem

modul
Modul

Sekumpulan perintah untuk mengerjakan suatu aktivitas/proses. Implementasinya:

Bhs Pascal : Procedure, Function.

Bhs C : Function.

Didefinisikan sebagai:

Input : apa yang diberikan oleh pemanggil

Output : apa yang diberikan kepada pemanggil

Fungsi : Proses yang dilakukan

Mekanik : Prosedur atau logik dari fungsi

Internal data : variabel/memori private

Sesi 11/12

34

Perancangan Internal Sistem

slide35

FUNGSI

  • prosedur/logik
  • data internal

INPUT

OUTPUT

Internal view

Sesi 11/12

Dalam STRUCTURE CHART, modul hanya dilihat dari segi external-view-nya saja.

External view

35

Perancangan Internal Sistem

analisis transformasi dan transaksi
Analisis Transformasi dan Transaksi

Merupakan peralihan dari Analisis ke Perancangan

Kebanyakan sistem-sistem utama masuk pke dalam dua model sistem dasar, yaitu:

Model Transaksi terpusat

Model Transformasi terpusat.

Sesi 11/12

36

Perancangan Internal Sistem

peralihan desain terstruktur
Peralihan Desain Terstruktur

C

4

3

B

D

2

5

A

E

3

4

C

B

D

5

2

A

E

1

6

Sesi 11/12

37

Perancangan Internal Sistem

transformasi model terpusat
Transformasi Model Terpusat

CONTROL

5

3

3

4

CONTROL

C

CONTROL

4

2

3

5

2

5

CONTROL

B

D

CONTROL

5

1

2

6

1

6

GET

A

E

PUT

Sesi 11/12

38

Perancangan Internal Sistem

peralihan desain terstruktur1
Peralihan Desain Terstruktur

4

D

9

5

E

3

C

10

K

6

C/I

B

F

J

15

7

11

2

I

14

8

G

12

E

F

G

B

D

H

J

A

13

1

H

A

K

Sesi 11/12

14

3

4

11

6

12

5

13

7

10

8

9

15

2

39

Perancangan Internal Sistem

slide40

CONTROL

C/I

3

14

CONTROL

CONTROL

15

17

3

2

2

16

CONTROL

B

CONTROL

J

17

1

18

2

18

1

A

GET 1

K

4

5

13

6

12

11

8

10

7

9

E

F

G

D

H

Sesi 11/12

Transaksi Model Terpusat

PUT 18

40

Perancangan Internal Sistem

langkah langkah
Langkah-langkah

Diagram Relasi Data

Matriks Relasi Data

Transisi desain

Dekomposisi Fungsional

Analisis Transformasi dan Transaksi

“Structure Charts”

“Strctured English/Pseudocode/PDL”

Evaluasi desain

“Packaging”

Sesi 11/12

41

Perancangan Internal Sistem

merancang structure chart sc
Merancang Structure Chart (SC)

Menggunakan dua strategi:

Analisis Transaksi

Analisis Transformasi

Langkah umum:

Memecah sistem ke unit-unit transaksi dengan menggunkan Analisis Transaksi.

Mengkonversikan setiap unit transaksi ke suatu SC dengan menggunkan Analisis Transformasi.

Merekonstruksi SC-SC yang terpisah ke dalam SC keseluruhan

Sesi 11/12

42

Perancangan Internal Sistem

analisis transaksi
Analisis Transaksi

Terdiri dari lima komponen:

Event (Kejadian), di lingkungan sistem.

Stimulus (Pemicu), masuk ke sistem.

Activity (aktivitas), di dalam sistem.

Response (Tanggapan), dari sistem ke lingkungan.

Effect (Dampak), terhadap lingkungan sistem

Sesi 12

  • Definisi Transaksi

43

Perancangan Internal Sistem

contoh transaksi
Contoh Transaksi

Event : Siswa ingin mengikuti

sejumlah mata kuliah.

Stimulus : Formulir Rencana Strudi (FRS) diserahkan.

Activity : Memeriksa FRS.

Response : FRS diarsipkan.

Effect : Siswa terdaftar di perkuliahan.

Sesi 12

44

Perancangan Internal Sistem

slide45
Unit-unit transaksi dapat diidentifikasi pada DFD dengan mempelajari bentuk-bentuk kejadian diskrit di sistem.

A

B

Transaksi 1

2.0

1.0

Y

C

3.0

Transaksi 2

X

Sesi 12

45

Perancangan Internal Sistem

analisis transformasi
Analisis Transformasi

Suatu strategi untuk mengkonversikan setiap bagian DFD (unit transaksi), yang telah diisolasikan dalam Analisis Transformasi, ke suatu Structure Chart.

6

1

A

3

E

5

C

C

4

6

B

D

2

8

3

5

4

6

B

D

E

A

Sesi 12

46

Perancangan Internal Sistem

analisis transformasi terdiri dari 5 langkah
Analisis Transformasi terdiri dari 5 langkah:

6

1

A

3

E

5

C

4

6

B

D

2

8

Sesi 12

  • Gambar DFD dari unit transaksi
  • Identifikasi fungsi sentral DFD (central transform)
  • Ubah DFD ke bentuk kasar SC
  • Perhalus SC menggunkan kriteria rancangan
  • Periksa SC tetap sesuai dengan DFD asal
  • Central Transform
  • Merupakan bagian DFD yang berisi fungsi pokok/esensial dari unit transaksi dan tak tergantung implementasi fisik input-output
  • Cara pertama untuk mengidentifikasikannya adalah dengan cara melihatnya

47

Perancangan Internal Sistem

slide48
Cara kedua dilakukan dengan “memangkas” cabang-cabang “masuk” (input-data) dan “keluar” (output-data) dari DFD:

Telusuri setiap aliran dari luar ke tengah DFD. Tandai data flow yang menyajikan input dalam bentuk paling esensial. Dengan kata lain, tandai tahap dimana input segera akan diproses secara aktual.

Telusuri setiap aliran “keluar” dari tengah DFD. Tandai data flow output dalam bentuk paling esensial. Dengan kata lain, tandai tahap dimana output sudah dihasilkan tapi belum diformat.

Gabungkan semua tanda dalam lingkaran tertutup.

Sesi 12

48

Perancangan Internal Sistem

slide49

6.0

Release

Order Jual

Slip

Order Jual

Shipping Release

1.3

Susun

Order Beli

1.1

Isi

Order-Jual

Order Beli

Order Jual Valid

Stock Kurang

1.2

Periksa

Stock

Order ditolak

Back-Order

1.4

Rekam

Back-Order

CENTRAL TRANSFORM

Customer

PART

Detil Order

Jual

Back Order

Order Jual

Sesi 12

49

Perancangan Internal Sistem

slide50
Membuat SC kasar (versi pertama)

Tentukan “Boss” dari SC:

Diambil dari Central Transform.

Diambil dari luar

Biarkan bubble lainnya menggantung pada “Boss”.

Hilangkan panah pada DFD.

Buat SC versi pertama.

PERIKSA

ORDER JUAL

1.2

1.1

2.0

1.3

1.4

ISI

ORDER JUAL

RELEASE

ORDER JUAL

SUSUN

ORDER BELI

REKAM

BACK ORDER

Sesi 12

50

Perancangan Internal Sistem

slide51
Perhalus dan Perbaiki SC

Dekomposisikan (pecah lebih lanjut) dan reorganisasi modul-modul SC versi pertama.

Tambahkan modul baca/tulis untuk mengakses peralatan I/O, termasuk file.

Berikan nama modul yang sesuai dengan aturan hirarki.

Gambarkan FLAG yang dibutuhkan.

Periksa seluruh kriteria perancangan (evaluasi)

Sesi 12

51

Perancangan Internal Sistem

slide52

PERIKSA

ORDER JUAL

Order Jual

valid

Back Order

Stock Kurang

Quit

Shipping Release

ISI

ORDER JUAL

RELEASE

ORDER JUAL

SUSUN

ORDER BELI

REKAM

BACK ORDER

Order Jual

edit

Back Order

Order Jual

Valid

Quit

Back Order

Yg diformat

DISPLAY

SCREEN

EDIT

ORDER JUAL

VALIDASI

ORDER JUAL

FORMAT

BACK ORDER

CETAK

BACK ORDER

Sesi 12

52

Perancangan Internal Sistem

slide53

Shipping Release

RELEASE

ORDER JUAL

Slip

Shipping Release

Total Harga

NoCust

Customer

NoOrdJual

OrdJual

Detail Slip

CETAK

SLIP

BENTUK

DETAIL SLIP

BACA

ORDER JUAL

BACA

CUSTOMER

UPDATE

CUSTOMER

Part

NoOrdJaul+NoPart

DetOrdJual

NoPart

BACA

DETAIL

ORDER JUAL

BACA

PART

Sesi 12

53

Perancangan Internal Sistem

slide54

Detail OrderJual

2.3

Tangani

Backorder

Nota Terima

6.0

Release

Order Jual

2.1

Validasi

Barang

Datang

Stock ada

Barang Valid

2.2

Update

Stock

Shipping Release

2.4

Buat

Shipping

Release

Back Order

PART

Buffer

Sesi 12

54

Perancangan Internal Sistem

slide55

CATAT

BARANG

DATANG

Nota Terima

Jml Part

Quit

Part

No Part

VALIDASI

BARANG

DATANG

UPDATE

STOCK

TANGANI

BACKORDER

BUAT

SHIPPING

RELEASE

NoPart

Shipping Release

NoOrdJaul+NoPart

Part

NoOrdJual

Nota Terima

Nota Trima edit

NoPart

NoPart

EOF

RELEASE

ORDER JUAL

DISPLAY

SCREEN

EDIT

NOTA KREDIT

BACA

PART

Back Order

SIMPAN

ITEM

BACA

ITEM

DetOrdJual

BUFFER

HAPUS

BACK ORDER

BACA

BACK ORDER

BACA DETAIL

ORDER JUAL

Sesi 12

55

Perancangan Internal Sistem

spesifikasi modul
Spesifikasi Modul

Structure-Chart umumnya hanya memperlihatkan struktur keseluruhan dan “menyembunyikan” hampir seluruh rincian prosedural.

Sebagai penghubung dengan programmer, perancang sistem sebaiknya membuat suatu spesifikasi dari setiap modul yang ada.

Bentuk spesifikasi modul:

MODUL : <nama modul>

GUNA : <keterangan kegunaan modul>

INPUT : <daftar input ke modul>

OUTPUT : <daftar output dari modul>

LAYOUT : <screen lay-out atau print lay-out>

LOGIK : <action diagram dan atau

“structure-English”>

Sesi 13

56

Perancangan Internal Sistem

slide57

DECISION TREE

10%

TMR

VOLUME

> =10

TGH

10%

8%

BRT

POTONGAN

6%

TMR

TGH

5%

< 10

4%

BRT

Sesi 13

Alat Menspesifikasikan Proses (lanjutan)…

DECISION TABLE

Perancangan Eksternal Sistem

simbol action diagram
Simbol Action Diagram

Urutan (sequence):

Prosedur Cetak

Inisialisasi

Cetak_Header

Cetak_Body

Cetak_Final

Sesi 13

simbol action diagram lanjutan
Simbol Action Diagram (lanjutan…)

Looping

Selama masih ada data

Baca data

Hitung

Cetak hasil

Sesi 13

Perancangan Eksternal Sistem

simbol action diagram lanjutan1
Seleksi (selection)Simbol Action Diagram (lanjutan…)

JIKA PIL=1

JIKA

JIKA

Kerjakan A

JIKA PIL=2

LAINNYA

Kerjakan B

JIKA PIL=3

Kerjakan C

JIKA PIL=4

Kerjakan D

Sesi 13

Perancangan Eksternal Sistem

slide61

Sesi 13

Contoh-contoh Action-Diagram:

Membuat Kopi Manis

Siapkan Gelas, Sendok dan bahan

Masukan Kopi satu sendok ke gelas

Masukan gula dua sendok ke gelas

Tambahkan air panas secukupnya

Siapkan Gelas, Sendok dan bahan

Kocek air kopi dengan sendok

Jika kurang manis

Tambahkan gula setengah sendok

Perancangan Eksternal Sistem

slide62

Sesi 13

Modul : CATAT_BARANG_DATANG

Guna : Untuk menambahkan part yang datang, ke stock serta melayani backorder.

Input : -

Output : -

Procedure CATAT_BARANG_DATANG

Buka file PART, BACKORDER, DETORDJUAL, BUFFER

Selama masih ada Nota-Terima

Input Nota-Terima

Untuk setiap part yang datang

Update_stock

Tangani_Backorder

Buat_Shipping_Release

Perancangan Eksternal Sistem

slide63

Sesi 13

Hitungan Gaji

Hitungan Gaji Pokok

Jika Status = Kawin

Tunj. Istri = 0,2 x gaji Pokok

Jika tidak

Tunj. Istri = 0

Jika Jumlah anak > 3

Tunj. Anak = 0,3 x Gaji Pokok

Jika Tidak

Tunj.Anak = Jumlah Anak x 0,1 Gaji Pokok

Gaji = Gaji Pokok + Tunj. Istri + Tunj. Anak

Perancangan Eksternal Sistem

slide64

Sesi 13

PROSES PERIKSA ORDER - JUAL

Terima Order-Penjualan

Untuk tiap item-part di order

periksa daftar PART

Jika tidak ada dalam daftar

Tolak Order Penjualan

Jika persediaan kurang

Catat dalam BACKORDER

Jika tidak

Catat dalam SLIP

Jika ada slip

Kirim SLIP ke Dept. KIRIM

Perancangan Eksternal Sistem

evaluasi desain
EVALUASI DESAIN

Complexity (Kompleksitas)

Copling (Kopeling/perangkai)

Cohesion (Kohesi/kepaduan)

Heuristics (heuristik)

Sesi 14

kohesi cohesion
KOHESI (COHESION)

Perekat yang memegang elemen-elemen pengolahan suatu modul bersama

Sesi 14

kohesi cohesion1
KOHESI (COHESION)

Kohesi adalah perpanjangan alami dari konsep penyembunyian informasi.

Modul yang kohesif ‘idealnya’ melakukan tugas tunggal dalam prosedur perangkat lunak.

Modul yang kohesif Memerlukan sedikit interaksi dengan prosedur yang dilakukan di bagian lain dari sebuah program.

Kohesi dapat direpresentasikan sebagai "spektrum“ dan harus selalu berusaha untuk mencapai kohesi yang tinggi, walaupun , spektrum pertengahan bisa diterima.

Skala untuk kohesi adalah nonlinier. Artinya, kohesi ‘low-end’ jauh "lebih buruk" dari pertengahan, dan yang mendekati "bagus" adalah kohesi yang ‘high-end’.

Dalam prakteknya, seorang desainer tidak perlu bersangkutan dengan pengkategorian kohesi dalam modul tertentu. Sebaliknya, konsep keseluruhan harus dipahami dan rendahnya tingkat kohesi harus dihindari ketika modul dirancang.

Sesi 14

tingkatan kohesi
Tingkatan Kohesi

Functional (Fungsional)

Sequential (Sekuensial)

Communicational (Komunikasional)

Procedural (Prosedural)

Temporal(Temporal)

Logical (Logikal)

Coincidental (Koinsidental)

(Strongest)

(Weakest)

Sesi 14

kohesi functional
Kohesi ‘Functional’

Modul melakukan satu dan hanya satu tugas

Didefinisikan dengan kalimat penting sederhana

Sesi 14

Angka

Hasil

Hitung

SQRT (Akar)

kohesi sequential
Kohesi ‘Sequential’

Transformasi data yang berurut

Kontrol aliran yang berhubungan dengan aliran data

Sesi 14

val. group

GET

VALID

GROUP

record

val. group

record

val. rec

val. rec

GET

RECORD

VALIDATE

COLLECT

kohesi communicational
Kohesi ‘Communicational’

Semua bawahan beroperasi pada data input yang sama atau menghasilkan output data yang sama

Urutan eksekusi tidak

penting

Sesi 14

Emp. Salary

History

Avrg.

salary

Max.

salary

GET

SALARY

STATUS

Emp. Salary

History

Max. salary

Emp. Salary

History

Avrg. salary

CALCULATE

MAXIMUM SALARY

CALCULATE

AVERAGE SALARY

kohesi procedural
Kohesi ‘Procedural’

Urutan eksekusi adalah penting namun kegiatan individu berhubungan

Bagan struktur mungkin menunjukkan iterasi keputusan AND/OR (DAN/ATAU)

Bawahan lebih terkait dengan

urutan eksekusi daripada

dengan fungsi spesifik

yang tunggal

Sesi 14

GET

MATCHED MASTER

Match

User Trans.

Masterrecord

User Trans.

Master rec.

GET

USER TRANSACTION

READ

MASTER RECORD

MATCH TRANSACTION AND RECORD

kohesi temporal
Kohesi ‘Temporal’

Semua bawahan harus dijalankan di (sekitar) waktu yang sama

Urutan eksekusi tidak penting

Sesi 14

DO PROGRAM STARTUP

OPEN

ALL

FILES

INITIALIZE

ALL

VARIABLES

DISPLAY GREETING

kohesi logical
Kohesi ‘Logical’

Modul dengan fungsi yang sama dikelompokkan bersama

Sering, bendera yang digunakan untuk menunjukkan fungsi tertentu yang

harus dilakukan

Card

Input

Medium

Tape

Input

Disk

Input

READ FROM VARIOUS DATA

Disk Input

Card Input

Tape Input

READ

CARDS

READ

FROM

TAPE

READ

FROM DISK

Sesi 14

kohesi coincidental
Kohesi ‘Coincidental’

Bawahan tidak ada hubungannya dengan satu sama lain

Aneka modul

Sesi 14

DO

STUFF

GET

CLOCK

TIME

CHECK

SINTAX

OUTPUT LINE

CALCULATE

pengukuran kohesi
Pengukuran Kohesi

Berusaha untuk di level kohesi yang terkuat

Modul diklasifikasikan menurut tingkat terendah kohesi berlaku untuk semua elemen

Sesi 14

kopling coupling
KOPLING (COUPLING)

Suatu cara untuk mengukur kualitas desain

Merupakan derajat kekuatan dari kesaling-tergantungan antara dua modul

Coupling harus minimal sehingga modul bebas dan sebebas mungkin (tidak bergantung)

Sesi 14

faktor faktor yang mempengaruhi coupling
Faktor-faktor yang mempengaruhi ‘coupling’

Tipe koneksi

Kompleksitas antarmuka

Aliran informasi

Sesi 14

tipe koneksi
Tipe koneksi

Minimal

Normal

Patologi

(Lowest)

Sesi 14

coupling

kompleksitas antarmuka
Kompleksitas antarmuka

Jumlah parameter yang berbeda

Aksesibilitas informasi

Struktur informasi

Pertimbangan yang paling penting adalah no 1.

Sesi 14

aliran informasi
Aliran informasi

Data

Kontrol

Hidrid (data yang dipakai juga untuk kontrol)

Sesi 14

tipe tipe coupling
Tipe-tipe ‘coupling’

Content

Common

Control

Stamped

Data

Derajat Tertinggi

Derajat Terendah

Yang terbaik yang terendah

Sesi 15

Normal

coupling content
Coupling: Content

Referensi isi modul lain

Pengambilan data tanpa panggil (‘call’) modul yang mempunyai data tsb.

A

B

C

Sesi 15

coupling common
Coupling: Common

Digabungkan oleh lingkungan data umum

Sesi 15

(Untuk File Tradisional)

GET

PROCESS

R

R

.

coupling common1
Coupling: Common

Contoh: pada saat print ada kontrol untuk pindah baris baru.

Sesi 15

Item

New Line

REPORT

DO IT

New Line

IT

IT

IT

Item

Process IT

HEADER

LINE

VALIDATE

PROCESS

REJECT

Melintaskan data yang mengontrol modul lain

Transfer kontrol aktual

coupling stamp
Coupling: Stamp

Melintaskan struktur data bukannya elemen data

Sesi 15

A

Total Mileage

Auto-

Record

Berapa jarak tempuh yang sudah dilakukan

SUM

MILEAGE

coupling data
Coupling: Data

Hanaya melintaskan elemen-elemen data

A

B

Sin

C

Cos

Tan

CALC

TRIG. VALUE

A

C

TAN

C

A

B

SIN

COS

B

CALC

SIN

CALC

COS

CALC

TAN

Sesi 15

pengukuran kopling
Pengukuran Kopling

Mengusahakan kopling tingkat terendah

Modul diklasifikasikan menurut tingkat tertinggi kopling

Sesi 15

mengikat waktu binding time
Mengikat Waktu (Binding Time)

CODE (Kode)

COMPILATION (Kompilasi)

LINKAGE EDITOR (Hub. Editor)

LOAD (Beban)

EXECUTION (Eksekusi)

(Most)

(Least)

Sesi 15

  • Menunda pengikatan waktu sedikit menurunkan kopling
decoupling membuat kopling menjadi rendah
DECOUPLING(Membuat Kopling menjadi Rendah)

Desain sistem uncoupled

Menunda pengikatan sampai terakhir

Menggunakan parameter eksplisit

Menggunakan koneksi standar

Melokalisasi data dari lingkungan umum

Sesi 15

heuristics
HEURISTICS

Trik yang umumnya meningkatkan modularitas sistem

Sesi 15

aspek heuristics
Aspek Heuristics

Ukuran modul (module size)

Rentang kendali (Span of control)

Kipas (Fan-In)

Ruang linkup kendali (sope of effect/scope of control)

Sistem diperhitungkan sepenuhnya (fully factored systems)

Kemudahan akses data (data accessibility)

Modul-modul dapat diprediksi (predictable modules)

Morfologi/bentuk kata (morphology)

Sesi 15

slide93

Sesi 15

Strctured English:

  • PROSES PERIKSA ORDER –JUAL.
  • Untuk setiap item – part di order
    • Periksa daftar PART
    • Jika tidak ada dalam daftar
      • Tolak order penjualan
    • Jika persediaan kurang
      • Catat dalam BACKORDER
    • Jika tidak
      • Catat dalam Slip
    • Jika ada slip
      • Kirim SLIP ke Dept_Kirim.

93

Perancangan Internal Sistem