STRATEGI TATA LETAK (LAYOUT) OLEH IR. INDRAWANI SINOEM, MS - PowerPoint PPT Presentation

strategi tata letak layout oleh ir indrawani sinoem ms n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
STRATEGI TATA LETAK (LAYOUT) OLEH IR. INDRAWANI SINOEM, MS PowerPoint Presentation
Download Presentation
STRATEGI TATA LETAK (LAYOUT) OLEH IR. INDRAWANI SINOEM, MS

play fullscreen
1 / 31
STRATEGI TATA LETAK (LAYOUT) OLEH IR. INDRAWANI SINOEM, MS
691 Views
Download Presentation
oberon
Download Presentation

STRATEGI TATA LETAK (LAYOUT) OLEH IR. INDRAWANI SINOEM, MS

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. STRATEGI TATA LETAK(LAYOUT)OLEHIR. INDRAWANI SINOEM, MS

  2. Tipe Strategi Layout A. PENGERTIAN LAYOUT • Layout atautataletakmerupakansatukeputusan yang menentukanefisiensisebuahoperasidalamjangkapanjang. Banyakdampakstrategis yang terjadidarihasilkeputusantentang layout, diantaranyakapasitas, proses, fleksibilitas, biaya, kualitaslingkungankerja, kontakkonsumendancitraperusahaan. Layout yang efektifmembantuperusahaanmencapaisebuahstrategi yang menunjangstrategibisnis yang telahditetapkandiantaradiferensiasi, biayarendahmaupunresponcepat. • Dalamsemuakasus yang terjadi, layout seharusnyamempertimbangkanbagaimanacaramencapai : 1. Pemanfaatanlebihtinggiatasruang, fasilitasdantenagakerja. 2. Perbaikanaliraninformasi, barangatautenagakerja. 3. Meningkatkan moral kerjadankondisikeamanan yang lebihbaik 4. Meningkatkaninteraksiperusahaandengankonsumen. 5. Peningkatanfleksibilitas. • Dari waktukewaktu, desain layout perludipertimbangkansebagisesuatu yang dinamisdanpunyafleksibilitas.

  3. B. TIPE LAYOUT • Ada 7 (tujuh) pendekatan layout , yaitu: 1. Layout denganposisitetap, biasanyauntukproyekbesar yang memerlukantempatluassepertipembuatanjalanlayangmaupungedung. 2. Layout berorientasipadaproses, untukproduksidengan volume rendahdanvariasitinggidisebutjuga “job shop” 3. Layout perkantoran, bagaimanamenempatkantenagakerja, peralatankantor, danruangankantor yang melancarkanaliraninformasi. 4. Ritel layout,penempatanrakdanpemberiantanggapanatasperilakukonsumen. 5. Layout gudang, mengefisienkanruangpenyimpanandan system penangananbahandenganmemperhatrikankelebihandankekurangannya. 6. Layout berorientasiproduk, pemanfaatantenagakerja, mesin yang terbaikdalamproduksi yang kontinyuatauberulang. 7. Tata letakselkerja : menatamesin-mesindanperlatan lain untukfokuspadaproduksisebuahprodukatausekelompokprodukygberkaitan. • Agar dapatmenetapkan layout yang efektifmakaperlumenetapkanbeberapahaldiantaranyaadalah: 1. Peralatanpenangananbahan 2. Kapasitasdanpersyaratanluasruangan 3. Lingkunganhidupdanestetika 4. Aliraninformasi 5. Biayaperpindahanantarwilayahkerja yang berbeda

  4. C. LAYOUT POSISI TETAP (FIXED POSITION LAYOUT) • Masalah yang dihadapidalam layout posisitetapadalahbagaimanamengatasikebutuhan layout proyek yang tidakberpindahatauproyek yang menyitatempat yang luas (sepertipembuatanjalanlayang, gedung, pembuatankapal). • Teknikuntukmengatasi layout posisitetaptidakdikembangkandenganbaikdankerumitannyabertambah yang disebabkanoleh 3 faktoryaitu: 1. Tempatnya yang terbataspadasemualokasiproduksi. 2. Setiaptahapanberbedapadaprosesproduksidankebutuhanbahansehinggabanyakhal yang menjadipentingsejalandenganperkembanganproyek. 3. Volume bahan yang dibutuhkansangatdinamis. • Karenapermasalahanpada layout posisitetapsulitdiselesaikanpadalokasimakastrategi alternative yang adaadalahuntukmelengkapiproyekadahal-hal yang dikerjakandiluarlokasi, misalnyapadaproyekpembuatanjalanlayangmakapembuatankonstruksibesidilakukandiluarlokasisetelahjaditinggalmelakukanpenanamannyadilokasiproyek.

  5. D. LAYOUT BERORIENTASI PROSES (PROCESS ORIENTED LAYOUT) • Adalahsebuah layout yang berkaitandenganprosesproduksibervolumerendahdanvariasitinggi. • Layout jenisinimarupakancaratradisionaluntukmendukungstrategidiferensiasiproduk, layout jenisiniadalah yang paling tepatuntukpembuatanproduk yang melayanikonsumendengankebutuhanberbeda-beda. Padaproses yang disebut “job shop” setiapprodukdalamkelompokkecilmelaluiurutanoperasi yang berbeda, tiapprodukataupesanan yang sedikitdiproduksidenganmemindahkannyadarisatudepattemenkedeparetemen lain dalamurutan yang tertentudaritiapproduk. Contoh yang tepatadalahpadarumahsakitatauklinik. • Kelebihanutamadari layout iniadalahadanyafleksibilitasperalatandanpenugasantenagakerja.Sehinggadengandemikianapabilaterjadipermasalahanpadasuatumesin, pekerjaantidakperluberhentidandapatdialihkanpadamesin lain ataudepartemen yang sama. Layout inijugasangatbaikditerapkanpadaproduksikomponendalam batch kecilataudisebut “job lot” danuntukproduksikomponendalamukurandanbentuk yang berbeda. • Kelemahan layout ini ada pada peralatan yang biasanya memiliki kegunaan umum. Waktu produksi jadi lama karena butuh waktu lama untuk berpindah dalam system karena sulitnya penjadwalan, perubahan penyetelan mesin, keunikan penanganan bahan. membutuhkan operator yang trampil dan persediaan barang setengah jadi menjadi lebih tinggi karena ketidakseimbangan proses produksi. Pada akhirnya kebutuhan modal akan semakin banyak

  6. E. LAYOUT PERKANTORAN (OFFICE LAYOUT) • Hal yang membedakan antara layout kantor dan pabrik adalah pada kepentingan informasi, namun demikian pada beberapa lingkungan kantor , produksi sangat tergantung pada aliran bahan. • Cara penyelesaian layout kantor adalah menggunakan analisa diagram hubungan (relationship chart) seperti yang dicontohkan di bawah ini. Contoh: Suatu kantor memiliki 9 ruangan yaitu untuk: 1. Direktur 6. Pusat arsip 2. Direktur teknologi 7. Lemari peralatan 3. Ruang para insinyur 8. Peralatan fotokopi 4. Sekretaris 9 Gudang 5. Pintu masuk kantor

  7. Penempatan satu ruang dengan ruang lainnya dilakukan dengan cara memberikan nilai yaitu: • Nilai Kedekatan : A Absolutely necessary (Sangat perlu) O Ordinary Ok (Boleh) E Especially important (Sangat penting) U Unimportant (Tidak penting) I Important (Penting) X Not desirable (Tidak perlu) • Pada layout ini ada dua kecenderungan yang perlu diperhatikan yaitu: 1. Teknologi seperti telepon seluler, pager, fax, internet, laptop PDA menyebabkan layout perkantoran menjadi makin fleksibel dengan memindahkan informasi secara elektronik. 2. Virtual company menciptakan kebutuhan dinamis akan ruang dan jasa. Kedua macam kecenderungan ini mengakibatkan kebutuhan karyawan lebih sedikit berada di kantor.

  8. F. LAYOUT USAHA ECERAN (RITEL LAYOUT) • Merupakan sebuah pendekatan yang berkaitan dengan aliran pengalokasian ruang dan merespon pada perilaku konsumen. • Layout ini didasarkan pada ide bahwa penjualan dan keuntungan bervariasi kepada produk yang menarik perhatian konsumen. Sehingga banyak manajer ritel mencoba untuk mempertontonkan produk kepada konsumen sebanyak mungkin. • Tujuan utama dari layout ini adalah “memaksimalkan keuntungan luas lantai per kaki persegi”. Disamping itu ada juga konsep yang masih diperdebatkan yaitu Biaya Slotting (Slotting Fees) yaitu biaya yang dibayar produsen untuk menempatkan produk mereka pada rak di rantai ritel atau supermarket. • Disamping itu ada juga pertimbangan–pertimbangan lain yang disebut dengan “service scapes” yang terdiri dari tiga elemen yaitu: 1. Kondisi yang berkenaan dengan lingkungan 2. Tata letak yang luas dan mempunyai fungsi 3. Tanda-tanda, simbul dan patung

  9. Lima ide yang dapat dimanfaatkan dalam pengaturan toko yaitu: • Tempatkanbarang-barang yang seringdibelidisekitarbatasluartoko • Gunakanlokasi yang strategisuntukproduk yang menarikdanmempunyainilaikeuntunganbesarsepertikosmetika, asesories. • Distribusikan “produkkuat” yaitu yang menjadialasanutamaparapengunjungberbelanja, padakeduasisilorongdanletakkansecaratersebaruntukbisadilihatlebihbanyakkonsumen. • Gunakanlokasiujunglorongkarenamemilikitingkatpertontonan yang tinggi • Sampaikan misi toko dengan memilih posisi yang menjadi penghentian pertama bagi konsumen.

  10. G. LAYOUT GUDANG (WAREHOUSE LAYOUT) • Merupakansebuahdisain yang mencobameminimalkanbiaya total denganmencapaipaduan yang terbaikantaraluasruangdanpenangananbahan. • Manajemnbertugasmamaksimalkantiap unit luasgudangyaitumamanfaatkan volume penuhnyasambilmempertahankanbiayapenangananbahan yang rendah. • Yang manabiayapenangananbahanadalahbiaya-biaya yang berkaitandengantransportasibarang yang masuk, penyimpanandanbahankeluar, meliputi : peralatan, tenagakerja, bahan, biayapengawasan, asuransi, penyusutan. • Layout gudang yang efektifmeminimalkankerusakanbahandigudang. Manajemengudang yang modern merupakansuatuprosedur yang otomatis yang menggunakan ASRS (Automated Stirage Retrieval System). • Ada 3 konsep yang dikenaldalam layout gudangyaitu: 1. Cross Docking 2. Random Stocking 3. Customizing

  11. 1. Cross Docking Adalahcaramenghindaripenempatanbahanataupasokandalamgudangdengancaramemprosessecaralangsungdisaatditerima. Hal inidilakukanuntukmenghindariaktivitaspenerimaansecara formal, penghitungan stock/ penyimpanandanpemilihanpesanansehinggaterjadipenghematanbiaya. • Cross Docking yang baikmembutuhkan : - penjadwalan yang ketat. - pengiriman yang diterimamemilikiidentifikasiproduk yang akuratdengankodegaris. 2. Random Stocking • Digunakandigudanguntukmenempatkanpersediaandimanaterdapatlokasi yang terbuka. Teknikiniberartibahwaruangantidakperludikhususkanuntukbarang-barangtertentudanfasilitasdapatdimanfaatkandenganlebihbaik. • Sistiminijikaterkomputerisasimakaakanmeliputitugas-tugas: - Membuatdaftarlokasi yang “terbuka” - Membuatcatatanpersediaansekarangsecaraakuratdanjugalokasinya. - Mengurutkanbarang-barangdalamurutantertentuuntukmeminimalkanwaktuperjalanan yang dibutuhkanuntukmenjemputpesanan. - Memadukanpesananuntukmengurangiwaktupenjemputan - Menugaskanbarangatausekumpulanbarangtertentupadawilayahgudang yang tertentusehinggajaraktempuh total dalamgudangdapatdimimalkan.

  12. 3. Customizing • Merupakan penggunaan gudang untuk menambahkan nilai produk melalui modifikasi, perbaikan, pelabelan dan pengepakan. • Cara ini biasanya berguna untuk menghasilkan keunggulan bersaing dalam pasar dimana terdapat perubahan produk yang sangat cepat. • Cara ini sudah banyak dilakukan oleh perusahaan dengan misalkan penyediaan label pada usaha eceran sehingga barang dapat langsung dipajang.

  13. H. LAYOUT BERORIENTASI PRODUK (PRODUCT ORIENTASI LAYOUT) • Layout inidisusundisekelilingprodukataukeluargaproduk yang sama yang memiliki volume tinggidanvariasirendah. Produksi yang berulangdankontinyu. • Asumsi yang digunakanadalah: • 1. Volume yang adamencukupiuntukpemanfaatanperalatan yang tinggi. • 2. Permintaanprodukstabil. • 3. Produkdistandarisasiataumendekatifasesiklushidupnya. • 4. Pasokanbahanbakudankomponenmencukupidengankualitasstandar. • Dalam layout iniada 2 jenisyaitu: • Linipabrikasi(fabrication line) membuatkomponenseperti ban mobil. Liniinidipacuolehmesindanmembutuhkanperubahanmekanisdanrekayasauntukmembuatkeseimbangan. • Liniperakitan(assembly line) meletakkankomponen yang dipabrikasisecarabersamaanpadasekumpulanstasiunkerja. Liniinidipacuolehtugas yang diberikankepadatanagakerjaataupadastasiunkerja

  14. I. Sel Kerja • Sel kerja (work cell) mengorganisasikan ulang tenaga kerja dan mesin yg biasa tersebar pada departemen yg beragam shg mereka dapat memusatkan perhatian dalam membuat satu produk yg saling berkaitan. • Pengaturan sel kerja digunakan untuk saat volume mengharuskan adanya pengaturan khusus pada mesin dan peralatan. Dalam lingkungan manufaktur, teknologi kelompok

  15. mengidentifikasi produk yg memilki karakter-istik sama dan memungkinkan untuk proses dalam sel kerja tertentu. Keunggulan sel kerja : 1. Mengurangi persediaan bahan setengah jadi karena sel kerja diatur untuk menghasilkan keseimbangan aliran dari mesin ke mesin. 2. Ruang yg dibutuhkan lebih sedikit, karena berkurangnya persediaan bahan setengah jadi yg diperlukan diantara mesin.

  16. 3. Mengurangi persediaan bahan baku dan barang jadi, karena adanya bahan setengah jadi yg lebih sedikit menyebab- kan adanya pergerakan bahan yg lebih cepat melalui sel kerja. 4. Mengurangi biaya tenaga kerja langsung, karena meningkatnya komunikasi antar pekerja, aliran bahan yg lebih baik, dan penjadwalan yg lebih baik.

  17. 5. Meningkatkan partisipasi pekerja dalam organisasi dan produk karena pekerja dpt menerima tanggung jawab yg lebih baik dari kualitas produk yg dikaitkan langsung kepada mereka dari sel kerja kerja mereka. 6. Meningkatkan utilitas peralatan dan mesin, karena jadwalan yg lebih baik dan aliran bahan yg lebih cepat. 7. Mengurangi modal pada mesin dan peralatan, karena tingkat pemanfaatan fasilitas yg baik mengurangi jumlah mesin serta jlh peralatan dan perangkat.

  18. Syarat sel kerja : 1. Indentifikasi keluarga produk kerap menggunakan kode teknologi kelompok atau ejenis. 2. Tingkat pelatihan dan fleksibilitas pekerja yg tinggi. 3. Sel kerja dibangun pertama kali oleh dukungan staf dan karyawan yg fleksibel dan imajinatif. 4. Pengujian terdapat pada setiap stasiun dalam sel.

  19. Keuntungan layout iniadalah: 1. Biayavariabel per unit rendah yang biasanyadikaitkandenganproduk yang terstandardisasidanbervolumetinggi. 2. Biayapenangananbahanrendah. 3. Mengurangipersediaanbarangsetengahjadi. 4. Prosespelatihandanpengawasan yang lebihmudah 5. Hasil output yang lebihcepat. • Kelemahan layout iniadalah 1. Butuh volume tinggikarenamodalnyaabesar. 2. Jika ada penghentian pada satu bagian akan berakibat pada seluruh operasi. 3. Fleksibilitas yang ada kurang saat menangani beragam produk atau tingkat produksi berbeda.

  20. Konsep Perhitungan untuk Beberapa Strategi Layout • Adalahtaktikuntukmenyususnstasiunkerjadenganmeminimalkanbiayapenengananbahan, dimanapenempatanantarbagianproses yang mempunyaialirankomponenatauorang yang banyakharusberdekatansatudengan yang lain untukalasanefisiensi. • Biaya yang dikeluarkansangattergantungpada: • 1. Jumlahmuatanatauorang yang harusdipindahantardepartemnenselamabeberapawaktu. • 2. Biayapemindahanmuatan. • Biayadiasumsikansebagaisebuahfungsijarakantarbagian, tujuanfungsiinidapatdinyatakansebagaiberikut: n n Biaya Minimum = Σ ΣXijCij i=1 i=1 dimana n = jumlah total stasiunkerjaataudepartemen i,j = masing-masingdepartemen Xij= jumlahbeban yang dipindahkanantarbagiandariike j Cij= biayauntukmemindakanbebanantarbagiandariike j

  21. Fasilitas yang penempatannyaberorientasipadaprosesmencobauntukmeminimalkanbebanatauperjalanan. • Untukmengerjakannyamengikutilangkah-langkahsebagaiberikut: 1.: Membuatmatriks “dari-ke” menunjukkanaliranbarangataubahandaridepartemenkedepartemen lain. 2.: Menentukankebutuhanluasruangtiapbagian. 3.: Membangunsebuah diagram skematisawal yang menunjukkanurutandepartemen yang harusdilaluiolehkomponen. 4.: Tentukanbiaya layout inidenganmenggunakanrumusbiaya minimum . 5. Dengancara “coba-coba” ataudenganpendekatan “program computer yang canggih” cobalahuntukmemperbaiki layout untukpengaturanbagian yang cukupbaikdalamartiefisien. 6.: Menyiapkanrencana detail untukmengaturbagian agar sesuaidenganbentukbangunanatauwilayah yang tidakdapatdipindahkan (seperti toilet, tangga). Seringlangkahinimeliputiproses yang memastikanbahwarencanaakhirdapatmemenuhipersyaratanlistrik, estetikaataufaktorlainnya.

  22. Contoh: Sebuahperusahaanmempunyai 6 departemen yang masing-masingditempatkanpadaukuranruang yang samadenganluasgedungsebesar (24 x 12) meter persegisehinggaukuranruangmasing-masing (8 x 6) meter persegi. Gunakankonsep minimize cost untuk layout berorientasiprosesapabilamartriksaliranprosesnyaadalahsebagaiberikut: Biayapemindahanuntukruang yang berdekatansebesarRp 1.000,- sedangkan yang tidakberdekatansebesarRp 2.000,-

  23. Layout : • Apabila layout adalah sebagai berikut : Ruang 1 Ruang 2 Ruang 3 Dept A Dept B Dept C Dept D Dept E Dept F Ruang 4 Ruang 5 Ruang 6

  24. Biaya: 1-2 = 50 x Rp 1.000,- = Rp 50.000,- • 1-3 = 100 x Rp 2.000,- = Rp 200.000,- • 1-6 = 20 x Rp 2.000,- = Rp 40.000,- • 2-3 = 20 x Rp 1.000,- = Rp 20.000,- • 2-4 = 50 x Rp 1.000,- = Rp 50.000,- • 2-5 = 10 x Rp 1.000,- = Rp 10.000,- • 3-4 = 30 x Rp 2.000,- = Rp 60.000,- • 3-6 = 100 x Rp 1.000,- = Rp 100.000,- • 4-5 = 50 x Rp 1.000,- = Rp 50.000,- • Rp 570.000,- • Layout sepertitersebutdiatasbelumtentuefisien, sehinggasilahkancobasendiriuntuk layout yang lain.

  25. Hal –hal yang berkaitan dengan layout berorientasi proses: 1. Software Komputeruntuk Layout BerorientasiProses Pendekatangrafisdengancontohdiatashanyadapatditerapkanuntukpermasalahansederhana, tetapiuntukmasalah yang lebihbesarperlu Software computer untukmembantumenyelesaikanpersoalantersebut, diantaranya: a. CRAFT (Computerized Relative Allocation of Facilities Technique) Merupakanteknikpencaian yang secarasistematismenguji alternative departemenuntukmengurangibiayapenanganan total. b. ALDEP (the Automated Layout Design Program) c. CORELAP (Computerized Relationship Layout Planning) d. Factory Flow Digunakanuntukmengoptimalkan layout berdasarkanaliranbahan, frekuensidanbiaya 2. SelKerja TujuanSelKerjaadalahuntukmengaturulangorangdanmesin yang biasanyatersebarpadadepartemenproses yang beranekaragamdansuatusaatmengaturnyadalamkelompokkecil, sehinggadapatberkonsentrasidalammembuatsatuprodukatauataubeberapaproduk yang salingberkaitandalamkelompokkecil.

  26. KeunggulanSelKerjaadalah: a. Mengurangipersediaanbahanbaku, bahansetengahjadidanbarangjadi b. Kebutuhanruanglebihsedikit. c. Menghematbiayatenagakerjalangsung d. Meningkatkan partisipasi karyawan e. Meningkatkan penggunaan peralatan dan mesin f. Mengurangi jumlah mesin dan peralatan yang dibutuhkan • Akan tetapi ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya: a. Menggunakan kode untuk identifikasi product family b. Membutuhkan Pelatihan dan fleksibilitas karyawan yang cukup tinggi c. Perlu dukunbga staff atau karyawan yang imajinatif. d. Pengujian di tiap stasiun dalam sel.

  27. Cara sederhana yang biasa dilakukan untuk memperbaiki layout berorientasi proses dengan menggunakan sel kerja. Contoh Memperbaiki layout dengan beralih pada Konsep Sel Kerja: 1. Sebelum diperbaiki bentuk layout dua buah lingkaran: Para pekerja berada dalam wilayah yang tertutup, tidak dapat meningkatkan output tanpa adanya pekerja ketiga. Setelah diperbaiki dengan layout berbentuk U: Pekerja dapat saling membantu, mungkin dapat ditambahkan pekerja ketiga. 2. Sebelum diperbaiki bentuk layout lurus yang membuat proses penyeimbangan tugas menjadi sulit karena para pekerja tidak dapat membagi tugas secara merata. Setelah diperbaiki dengan bentuk setengah lingkaran para pekerja mempunyai akses lebih baik. 3. Pusat Kerja yang terfokus • adalah pengaturan mesin dan karyawan yang berorientasi pada produk, baik secara permanent ataupun semi permanent. Jika pusat kerja yang terfokus berada pada fasilitas yang terpisah, maka sering disebut pabrik yang terfokus (focused factory). Dengan cara ini perusahaan menyeimbangkan lini perakitan untuk memenuhi permintaan produksi yang berubah, sebagai akibatnya layout berubah berkali-kali setiap hari. • Fasilitas terfokus pada usaha manufaktur dan jasa terlihat lebih dapat menyesuaikan diri dengan konsumen mereka untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan untuk beroperasi pada keuntungan yang lebih tinggi.

  28. B. LAYOUT BERORIENTASI PRODUK • Konsep perhitungan pada layout ini adalah pada “Penyeimbangan Lini Perakitan” yaitu meminimalkan ketidakseimbangan antara mesin dan tenaga kerja dan memenuhi output yang dibutuhkan dari lini perakitan. • Cara kerjanya adalah sebagai berikut: 1. Hitung unit yang dibutuhkan per hari (tingkat permintaan atau tingkat produksi) dan dibagi menjadi waktu produksi yang tersedia per hari (dalam menit atau detik) Operasi ini memberikan siklus waktu yaitu waktu maksimal dimana produk dapat tersedia pada setiap stasiun kerja. Waktuproduksi yang tersedia per hari Waktusiklus = ----------------------------------------------- Unit yang diproduksi per hari 2. Hitungjumlahstasiunkerja minimal secarateoritis. Σ Waktu pengerjaan tugas i Jumlah stasiun kerja minimum = ------------------------------------- Waktu siklus

  29. Seimbangkan lini perakitan dengan memberikan tugas perakitan tertentu pada setiap stasiun kerja. Keseimbangan yang efisien adalah yang dapat melengkapi perakitan yang dibutuhkan, mengikuti urutan yang telah ditentukan dan menjaga waktu kosong pada setiap stasiun kerja menjadi minimal. Prosedur formalnya adalah : - Identifikasi tugas utama - Hilangkan tugas yang telah diberikan pada stasiun kerja tertentu - Hilangkan tugas yang memiliki hubungan prioritas yang tidak dapat dipenuhi. - Hilangkan tugas-tugas yang tidak cukup waktunya untuk dilaksanakan pada stasiun kerja. - Gunakan konsep “heuristic” penyeimbang untuk mencari solusi optimal. 4.Hitung efisiensi dengan rumus : Σ waktu pengerjaan tugas Efisiensi = ---------------------------------------------------- x 100 % (jumlah stasiun kerja aktual) x (waktu siklus)

  30. Contoh: Data dari sebuah lini perakitan adalah sebagai berikut: Tugas Waktu (menit) Tugas yang harus mengikut tugas berikut A 10 - B 11 A C 5 B D 4 B E 12 A F 3 C,D G 7 F H 11 E I 3 G,H Total waktu = 66 menit waktuproduktifsehari 8 jam = 480 menituntukmenghasilkan 40 unit produk. 480 menit Waktu Siklus = ----------------- = 12 menit / unit 40 unit 66 Jumlah stasiun kerja minimal = --------- = 5,5 atau 6 stasiun kerja 12

  31. Dengan 6 stasiun kerja maka : • Stasiun kerja I = A • Stasiun kerja II = B • Stasiun kerja III = E • Stasiun kerja IV = C,D,F • Stasiun kerja V = H • Stasiun kerja VI = G,I • 66 menit • Efisiensi = -------------------------- x 100 % = 91,7 % • (6 stasiun)x(12 menit)