1 / 10

LANDASAN POKOK MELAKUKAN DIALOG DENGAN UMAT LAIN

LANDASAN POKOK MELAKUKAN DIALOG DENGAN UMAT LAIN. Oleh P. Matheus Yatnoyuwono, MSC. 1. PENDAHULUAN / REALITA. Peralihan : ORBA – REFORMASI – ANARKI Kerusuhan : - menyebar ke mana-mana – seperti orang menunggu giliran – seperti ada yang mengatur.

obelia
Download Presentation

LANDASAN POKOK MELAKUKAN DIALOG DENGAN UMAT LAIN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. LANDASAN POKOK MELAKUKAN DIALOG DENGAN UMAT LAIN Oleh P. Matheus Yatnoyuwono, MSC

  2. 1. PENDAHULUAN / REALITA • Peralihan : ORBA – REFORMASI – ANARKI • Kerusuhan : - menyebar ke mana-mana – seperti orang menunggu giliran – seperti ada yang mengatur. • Bangsa yg RAMAH, - menjadi rajin menjamah : barang dan orangnya, misalnya dengan perkosaan. • Apa artinya KETUHANAN YANG MAHAESA? Katanya Ber-Tuhan, tetapi nyata ber-Hantu. • Yang mewarnai Bangsa kita ialah Budaya : kekerasan, kematian, kleptomania, budaya tidak mau mengalah, budaya tidak tahu malu, budaya demo, agama seperti diadu, dan sebagainya. • Ancamam bom terjadi di mana-mana, siapa yang menjadi dalang di belakangnya? Suatu misteri yang tak terjawabkan????

  3. Manusia tidak punya arti : bayi dijual dan ditukar dengan becak. Pacar gelap dibunuh dan dikubur di depan teras rumah. • Oh........Sangat menyedihkan, sangat memprihatinkan Indonesiaku...........? • Garuda Pancasila, aku lelah mendukungmu................ • Pribadi bangsaku, tidak maju-maju, tidak maju-maju. • Kekerasan dan kematian mewarnai hidup bangsa kita. • Bdk. Film/sinetron juga yang banyak digemari yang berbau kekerasan : Wiro Sableng, Kabut Cinta, Cewek Jutek, Meteor GArden, Santie dan sebagainya.

  4. 2. PANDANGAN POKOK MENURUKKONSILI VATIKAN II • PRINSIP EKUMENIS Dasarnya : Allah menciptakan semua manusia. Allah menyatukan dan menebus-Nya, Ia rela mempersembahkan diri. Harapan bersatu : “Semoga mereka semua bersatu, seperti Engkau ya Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, supaya mereka bersatu dalam Kita : supaya dunia percaya bahwa Engkau telah mengutus Aku”, (Yoh. 17.21) Kita dipanggl dalam “Satu Tubuh dan satu Roh, satu Tuhan, satu iman dan satu Baptis,” Ef. 4 : 4; Gal 3 : 27 – 28. Hakekat Gereja ialah satu dan dan tunggal. Sikap Gereja ialah bersaudara, penuh hormat dan cinta kasih. Ada Upaya Bersama : * Doa bersama : kantor, Natal * Membangun kepedulian bersama * Membangun suatu dialog * Forum bersama yang diselenggarakan pemerintahan, eg. FKKUB Kodya JKT Barat

  5. 2. DIALOG DENGAN AGAMA BUKA KRISTEN • Harus dengan sikap bijaksana dan penuh cinta kasih • Sambil memberi kesaksian tentang perihidup Kristiani : Cinta kasih, solider dan ramah • Dengan Islam : menyembah satu Allah, menjunjung tinggi kesusilaan – menjadi sarana dialog yang terbuka dari hari ke hati. • Hilangkan apriori negatif, lepaskan atribut-atribut agama/iman • Biar secara praktek : adanya diskriminasi perlahan, misalnya, ijin buat greja, kepangkatan, WNA-WNI, ABRI dsb. Ini merupakan perjuangan yang panjang.

  6. 3. MAKNA DIALOG • ARTI DIALOG : • Dialog manusia sehari-hari : tukar informasi, untuk meraih kesepakataan. Menjalin persekutuan • Dialog penuh persaudaraan, persahabatan, terbuka untuk saling mendengarkan. • Komunikasi antaragama secara positif dan konstruktif 2. PERKEMBANGAN DIALOG • SEMULA POSITIF • Dengan pengejaran dan penganiayaan – terlambat/ ada gangguan. • Semula ada pandangan yang sempit : extra nulla Eklesiam, yang kemudian dikoreksi “ : extra salis eccelsiam

  7. 4. BEBERAPA SYARAT / PRINSIP DIALOG • Butuh pembekalan, jangan ASBUN = asal bunyi • Harus jujur, terbuka, mau mendengarkan orang lain, tidak egois, tidak berprasangka buruk, harus dipupuk persahabatan dan persaudaraan • Menolak indiferentisme, tidak melemahkan iman, tetapi justru saling menguatkan. • Kesatuan umat tidak poleh dikorbankan demi alasan kepentingan agama

  8. 4. BEBERAPA KESULITAN DIALOG • Tidak cukup memiliki pengetahuan dan pemahaman agama lain secara benar dan seimbang • Kurangnya penghargaan atas agama lain dan mudah meunculkan sikap curiga yang berlebihan • Pemahaman yang salah mengenai beberapa istilah, misalnya, pertobatan, permandian, puasa dan sembah patung. • Anggap diri agamanya yang paling benar • Kurang dihindari polemik keagamaan • Akibat modernisasi • Agama di Mall. Mall, yang menimbulkan orang yang sudah beragama. • Sikap tidak toleran, diskriminasi, adanya aneka kesenjangan dan ketidakadilan • Ragu-ragu, tidak berani mengambil inisiatif untuk berdialog dan saling menunggu. • Kurang solider • Yang mayoritas “mau menangnya sendiri”.

  9. 6. PENUTUP • DIALOG SANGAT DIBUTUHKAN • Bukan hanya demi aman, tetapi visi ke depan : yaitu kehidupan yang penuh damai dan persaudaraan, yang didambakan bagi semua manusia. • Kita yang harus memulai pro-aktif • Budaya cinta harus menjadi gerak bersama • Mulai dari akar rumput dan melepaskan atribut.

More Related