1 / 18

PUBLIC RELATIONS

PUBLIC RELATIONS. ETIKA DAN PROFESIONALISME. OUTLINE. DEFINISI-DEFINISI NILAI ETIKA MORALITAS PROFESI PROFESIONAL PROFESIONALISME KODE ETIK NILAI DAN KODE ETIK PUBLIC RELATIONS INTERNASIONAL KODE ETIK BAIE KODE ETIK IPR. DEFINISI. NILAI ( VALUE )

norris
Download Presentation

PUBLIC RELATIONS

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PUBLIC RELATIONS ETIKA DAN PROFESIONALISME

  2. OUTLINE • DEFINISI-DEFINISI • NILAI • ETIKA • MORALITAS • PROFESI • PROFESIONAL • PROFESIONALISME • KODE ETIK • NILAI DAN KODE ETIK PUBLIC RELATIONS INTERNASIONAL • KODE ETIK BAIE • KODE ETIK IPR

  3. DEFINISI • NILAI (VALUE) KUMPULAN DARI NORMA (ATURAN) YANG ADA DALAM MASYARAKAT. • ETIKA PERWUJUDAN DAN PENGEJAWANTAHAN SECARA KRITIS DAN RASIONAL MORALITAS

  4. DEFINISI… • MORALITAS PETUNJUK KONKRET YANG SIAP PAKAI TENTANG BAGAIMANA KITA HARUS HIDUP • PROFESI PEKERJAAN YANG DILAKUKAN SEBAGAI KEGIATAN POKOK UNTUK MENGHASILKAN NAFKAH HIDUP DAN YANG MENGANDALKAN SUATU KEAHLIAN

  5. DEFINISI… • PROFESIONAL SESEORANG YANG HIDUP DENGAN MEMPRAKTEKAN SUATU KEAHLIAN TERTENTU • Profesionalisme Sikap seseorang yang melaksanakan jasa atau layanan, yang sesuai dengan Job Description, protokol dan peraturandalam bidang yang dijalaninya/diberikan, serta dijalankan dengan penuhtanggung jawab

  6. DEFINISI… • KODE ETIK KEBIASAAN (ETHOSE; YUNANI) ATAU WATAK (ETIQUETTE; PRANCIS) YANG DISIMBOLKAN (CODE; INGGRIS) DALAM BERPRILAKU YANG BAIK DALAM SUATU MASYARAKAT.

  7. KODE ETIK DIBUAT UNTUK MENGATUR SEPAK TERJANG PARA PRAKTISI PR (PRO) YANG MENEKUNI PROFESINYA

  8. KODE ETIK INTERNASIONAL • KODE ETIK BAIE (BRITISH ASSOCIATION OF INDUSTRIAL EDITORS) • KODE ETIK IPR/CODE OF PROFESSIONAL CONDUCT IPR (BRITISH INSTITUTE OF PUBLIC RELATIONS)

  9. KODE ETIK BAIE • Setiap anggota wajib menjaga integritas komunikasi • Setiap anggota wajib menjaga kerahasiaan informasi • Setiap anggota dilarang melakukan hal yang merugikan atau mencemarkan reputasi orang lain • Setiap anggota wajib menjaga reputasi profesi BAIE • Setiap anggota wajib menjaga syarat-syarat legal (hukum) yang berlaku

  10. KODE ETIK BAIE… • Setiap tindakan pelanggaran akan dilaporkan pada dewan asosiasi dan bila keputusan dewan dirasa merugikan maka anggota boleh melakukan banding ke senat asosiasi • Setiap anggota wajib menegakkan kode etik BAIE • Setiap anggota harus memperhatikan hukum yang mengatur berbagai aspek penerbitan atau materi cetakan

  11. KODE ETIK IPR • (1) KETENTUAN PRAKTIK PR • (2) KETENTUAN MENGENAI KHALAYAK, MEDIA, DAN PROFESI LAIN • (3) KETENTUAN MENGENAI PERUSAHAAN INDUK DAN PERUSAHAAN KLIEN • (4) KETENTUAN MENGENAI REKAN SEPROFESI • (5) PENAFSIRAN KODE ETIK

  12. KODE ETIK IPR • (1) KETENTUAN TENTANG PRAKTEK HUMAS • SETIAP ANGGOTA WAJIB MENJALANKAN TUGAS POSITIF YANG BERPEGANG TEGUH PADA STANDAR-STANDAR TERTINGGI DALAM MELANGSUNGKAN SETIAP PRAKTEK PR, SERTA SENANTIASA MENJALIN HUBUNGAN YANG ADIL DAN JUJUR DENGAN PIHAK ATASAN DAN KLIEN, DENGAN SESAMA PRAKTISI PR, PARA PROFESIONAL LAINNYA, PIHAK PEMASOK, PIHAK PERANTARA, SEGENAP MEDIA KOMUNIKASI, PARA PEGAWAI DAN YANG PALING UTAMA DENGAN KHALAYAK • MENYADARI MEMAHAMI DAN MENTAATI KETENTUAN INI TERMASUK SEGENAP AMANDEMENNYA DAN BEBRBAGAI KETENTUAN LAINNYA YANG AKAN DIPADUKAN KEDALAMNYA, SELALU BERUSAHA MEYESUAIKAN DIRI DENGAN SETIAP PETUNJUK DAN REKOMENDASI YANG BERUPA PEDOMAN ATAU BIMBINGAN PRAKTEK PR YANG DIBERIKAN IPR, SERTA MEMPERHATIKAN DAN MELAKSANAKAN PEDOMAN ATAU BIMBINGAN TERSEBUT YANG TERTUANG DI DALAM SETIAP LEMBARAN DOKUMEN PETUNJUK PRAKTIK

  13. KODE ETIK IPR… • MENJUNJUNG TINGGI KODE ETIK INI DAN BEKERJA SAMA DENGAN PARA ANGGOTA IPR LAINNYA UNTUK MENEGAKKAN WIBAWANYA. SETIAP ANGGOTA YANG MEMBIARKAN SAJA TERJADINYA SUATU PELANGGARAN JUGA AKAN DIGOLONGKAN SEBAGAI PELANGGAR. STAF ATAU PEGAWAI DARI SUATU LEMBAGA ANGGOTA YANG MELAKUKAN PELANGGARAN HARUS LANGSUNG DITINDAK OLEH LEMBAGA ANGGOTA YANG BERSANGKUTAN • MENGHINDARI DIRI DARI SETIAP TINDAKAN ATAU HAL-HAL YANG AKAN DAPAT MENCEMARKAN NAMA BAIK IPR, SERTA REPUTASI DAN KEPENTINGAN PROFESI PR

  14. KODE ETIK IPR… • (2) KETENTUAN TENTANG KHALAYAK, MEDIA DAN PROFESI LAIN • SETIAP ANGGOTA WAJIB MELAKSANAKAN KEGIATAN PROFESIONALNYA DENGAN SELALU MEMPERHATIKAN KEPENTINGAN KHALAYAK • MENJALANKAN TUGAS POSITIF UNTUK SENANTIASA MENJUNJUNG TINGGI KEBENARAN, TIDAK MENGUNGKAPKAN INFORMASIYANG SALAH ATAU BERSIFAT MENYESATKAN BAIK SECARA SADAR MAUPUN HANYA KARENA GEGABAH, SERTA AKAN SELALU BERUSAHA MEMASTIKAN KEBENARAN SUATU INFORMASI SEBELUM MENGEMUKAKANNYA.

  15. KODE ETIK IPR… 3. MENJALANKAN TUGAS POSITIF DALAM MEMASTIKAN BAHWA SEGENAP KEPENTINGAN AKTUAL DARI SETIAP ORGANISASI YANG DILAYANINYA SECARA PROFESIONAL (PERUSAHAAN INDUK ATAU PERUSAHAAM KLIEN), SELALU DINYATAKAN SECARA JELAS. 4. MENGETAHUI DAN MENGHORMATI KODE ETIK PROFESI PIHAK-PIHAK LAIN YANG BEKERJA SAMA DENGANNYA.

  16. 5. MENGHORMATI SETIAP PERATURAN DAN KETENTUAN DASAR YANG DITETAPKAN OLEH LEMBAGA BERWENANG LAIN YANG RELEVAN DENGAN (MENYANGKUT KEPENTINGAN) ATASAN ATAU KLIEN. 6. MEMASTIKAN BAHWA NAMA-NAMA SEMUA DIREKTUR, EKSEKUTIF DAN PEJABAT TERAS DARI PERUSAHAAN INDUK ATAU PERUSAHAAN KLIENNYA PARA ANGGOTA PARLEMEN, PEJABAT PEMERINTAH DAERAH SERTA TOKOH-TOKOH DARI BERBAGAI MACAM LEMBAGA ATAU ORGANISASI YANG RELEVAN, TELAH TERCATAT DALAM DAFTAR IPR

  17. 7. MENGHORMATI DAN MENJAGA KEPERCAYAAN YANG TELAH DIBERIKAN OLEH IHAK-PIHAK LAIN KEPADANYA UNTUK MENJALANKAN SUATU AKTIVITAS PROFESIONAL. 8. TIDAK MENGUSULKAN ATAU MELAKUKAN ATAU MENYEBABKAN ATASAN ATAU KLIEN MENGUSULKAN ATAU MELAKUKAN SUATU TINDAKAN YANG DAPAT MENIMBULKAN PENGARUH-PENGARUH YANG TIDAK PANTAS TERHADAP PEMERINTAH PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU MAUPUN MEDIA-MEDIA KOMUNIKASI.

  18. REFERENSI • JEFKINS, FRANK. 2003. PUBLIC RELATIONS. ERLANGGA. JAKARTA • SALAM, BURHANUDDIN. 1997. ETIKA SOSIAL: ASAS MORAL DALAM KEHIDUPAN MANUSIA. PT RINEKA CIPTA. JAKARTA • WIKIPEDIA

More Related