1 / 35

OFTALMOLOGI PENCEGAHAN

OFTALMOLOGI PENCEGAHAN. Pencegahan dilakukan terhadap: Akibat Glaukoma yg berat yg tdk ter Dx Ambliopia Infeksi Cedera iradiasi Keratitis eksposur Xeroftalmia Hilangnya penglihatan krn obat2an Peny metabolik&genetik Herpes Simpleks & Herpes Zoster.

neila
Download Presentation

OFTALMOLOGI PENCEGAHAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. OFTALMOLOGI PENCEGAHAN Pencegahan dilakukan terhadap: Akibat Glaukoma yg berat yg tdk ter Dx Ambliopia Infeksi Cedera iradiasi Keratitis eksposur Xeroftalmia Hilangnya penglihatan krn obat2an Peny metabolik&genetik Herpes Simpleks & Herpes Zoster

  2. 1.Akibat Glukoma berat yg tdk terdeteksi Pemeriksaan tonometri secara berkala (umur >30 tahun) Pemeriksaan oftalmoskopi,pemeriksaan lapang pandang 2.Ambliopia -Diagnosis dini dengan memeriksa tajam penglihatan semua anak usia prasekolah(umur < 4thn)

  3. 3.Infeksi Mata Perlindungan thd epitel kornea antara lain: -Menghindari cedera langsung -Penyimpanan/Pemakaian lensa kontak . Persiapan operasi intra okuler yg baik . Menghindari cedera tembus . Pemakaian obat & alat mata yg steril . Higiene perorangan dokter dan asisten

  4. 4.Cedera iradiasi Iradiasi ultraviolet --- pakai km pelindung Retinitis solar (retinopati gerhana matahari) Pterygium 5.Keratitis Eksposur Terjadi pada px coma atau px dgn retraksi kelopak mata,paralisis saraf fasial ---dicegah dgn bebat mata,tarsorafi,air mata buatan

  5. 6.Xeroftalmia Terjadi krn: -defisiensinutrisi kemiskinan -alkoholisme menahun -defisiensi vit A,campak pd anak

  6. 7.Hilangnya penglihatan krn obat2an • Atropin---Gkaukoma akut pd px sdt sempit • Anti Glaukoma—stenosis pungtum • Kortikosteroid • Sistemik 8.Penyakit Metabolik & Genetik • Konsultasi genetik • Peny virus( Rubella,Toxoplasmosis)

  7. 9.Herpes Simpleks dan Herpes Zoster • Menurunkan faktor pemicu,antara lain stress,demam,sinar matahari berlebihan,cedera dsb • Wanita hamil dengan Herpes Vaginalis—dilakukan operasi caesar

  8. OBAT- OBATAN PADA MATA I.Anestesi topikal II.Anestesi lokal dlm bentuk suntikan III.Midriatik dan Sikloplegik IV.Obat obat utk Glaukoma V.Kortikosteroid topikal VI.Obat pd Konyungtivitis alergika VII.Obat anti infeksi pada mata VIII.Larutan zat pewarna utk keperluan diagnostik IX.Agen pengganti airmata dan pelumas

  9. I.Anestesi Topikal 1.Manfaat : - Diagnostik - Terapeutik 2.Yang digunakan : - Tetrakain Hidroklorid(Pantocaine) - Propakain Hidroklorid(Alcaine) - Benoksinat Hidroklorid

  10. II.Anestesi Lokal dalam bentuk suntikan 1. Lidokain Hidroklorid(Xilocaine) - paling sering - mulai bekerja cepat,aktivitas 1-2 jam 2. Procain Hidroklorid - lama kerja 45-60menit 3. Bupivacain Hidroklorid(Marcaine) - mulai kerja lbh lambat dr Lidokain ttp efek lbh lama sampai 4-6 jam

  11. III.Midriatik dan Sikloplegik Kegunaan: 1.Melebarkan pupil 2.Membuat paralisis otot akomodasi • Midriatik - Fenilefrin Hidroklorid Dosis 1 tetes diulang setiap 5-10 menit Efek nampak dlm wkt 30menit berlsg 2-3jam

  12. Sikloplegik - Sulfas Atropin - Dosis utk refraksi pd anak 1 tts lar 0,25- 0,5% pd tiap mata 2x/hari selama 1-2 hari kmd 1 tts1jam seblm pemeriksaan - Mulai kerja obat 30-40menit efek maks tercapai dlm 2 jam berlsg 2 minggu.Pd radang akut hrs diteteskan 2-3x/hari agar efek tetap terpelihara -Toksisitas:pd anak terjadi kulit&wajah kemerahan,gelisah,mulut kering,demam,takikar dia,keringat berkurang

  13. Homatropin hidrobromid - Dosis:utk refraksi 1 tts kmd diulangi 2-3x dgn interval 10-15 menit,efek maks berlsg selama 3 jam kmd pulih dlm wkt 36-48jam Toksisitas jarang Siklopentolat Hidroklorid - Dosis utk refraksi 1 tts diulang setelah 10 menit,mulainya pupil melebar dan efek sikloplegik terjadi dlm wkt 30-60menit,lama bekerja <24jam

  14. Tropikamid(Mydriatyl) • Dosis 1 tts larutan 1% 2-3x dlm interval 5 menit,efek sikloplegik maks 20-25menit,lama kerja 15-20menit,pulih kembali dlm wkt 5-6 jam • Sangat bermanfaat utk pemeriksaan oftalmoskopik

  15. IV.Obat-obat utk pengobatan Glaukoma 1.Obat-obat kolinergik yg bekerja langsung(parasimpatomimetilk) - Pilokarpin hidroklorid - Carbachol 2.Obat-obat antikolinesterase reversibel yg bekerja tdk langsung - Fisostigmin salisilat - Neostigmin bromid

  16. 3.Obat-obat antikolinesterase ireversibel yg bekerja tdk lsg Isofluorat(Floropryl) Ekotiofat iodid(phosfoline iodid) Demekarium bromid(Humorsol) 4.Obat-obat adrenergik(simpatomimetik) - Epinefrin dosis 1 tetes 1-2x/hari,masa kerja 12-72 jam,efek miosis neg

  17. 5.Obat penghambat Beta adrenergik Timolol maleat dosis 1 tetes larutan 0,25%-0,5% 2x/hari hati hati pd pend asma,gagal jantung Betaksolol hidroklorid dosis 1 tetes 2x/hari mengurangi efek samping pulmonal

  18. 6.Penghambat anhidrase karbonik Asetazolamide (Diamox) Dosis 125-250mg 2-4x/hari(dosis jangan melebihi 1g dlm wkt 24 jam) 7.Agen osmotik Manitol --- intravena Gliserin --- oral

  19. V.Kortikosteroid topikal Indikasi :radang pd segmen depan mata Efek samping :timbul jamur,katarak,glaukoma sudut terbuka VI.Obat pd Konyungtivitis alergika Kromolin sodium Dosis 1 tetes 4-6x/hari Efek profilaksis thd konyungtivitis alergika

  20. VII.Obat Anti infeksi mata 1.Tetes mata dan salep mata antibiotik topikal Basitrasin,Neomisin,Polimiksin,Eritromisin,te trasiklin,Gentamisin,Tobramisin 2.Preparat topikal Antibiotik Sistemik Tetrasiklin,Gentamisin,Tobramisin,Sulfonamid 3.Anti Jamur topikal Natamycin,Mikonazol---bisa berbentuk tetes atau salep 4.Anti Virus Idoksuridin---bisa berbentuk tetes atau salep

  21. VIII.Larutan zat pewarna utk keperluan diagnostik Sodium Fluoresin - Preparat berupa larutan atau kertas strip steril - Dosis 1 tetes - Untuk mendeteksi cedera kornea,pemasangan lensa kontak Rose Bengal - Preparat berupa larutan - Dosis 1 tetes - Perubahan pd epitel kornea yg terwarnai lebih cemerlang dr fluoresin

  22. IX.Agen pengganti airmata dan pelumas • Metilselulosa • Alkohol Polivinil • Efek samping --- lihat tabel

  23. Obat Efek yang merugikan Alopurinol Katarak Amfetamin Tekanan intraokular meninggi Amiodaron Kekeruhan kornea Antibiotik Konjungtivitis, Keratitis Antidepresan trisiklik Tekanan intraokular meninggi Antikoagulan Perdarahan retina Antikolinergik Tekanan intraokular meninggi Asam nalidiksik Papiledema BarbituratKonjungtivis, sindrom Stevens Johnson, ptosis, atrofi optik Busulfan Katarak Diazepam Nistagmus Disulfiram Neuritis optik Etambutol Neuritis optik Fenilbutazon Konjugtivitis,keratitis,perdarahan retina Fenitoin Nistagmus, paralisis otot ekstraokular

  24. Fenotiazin Endapan konjugtiva, kekeruhan kornea, krisis okulogirik, pigmentasi lensa, degenerasi retina Garam emas Deposit kunjungtiva, kekeruhan kornea, nistagmus, pigmentasi lensa Glikosid kardiak Degenerasi retina Guanetidin Ptosis Haloperidol Katarak Heksametonium Vasodilatasi retina Indometasin Kekeruhan kornea Isoniazid Neuritis optik Isotretinoin Konjugtivitis,kekeruhan kornea,papiledema Ketamin Nistagmus Klofazimin Deposit Konjungtival, kekeruhan kornea

  25. Obat Efek yang merugikan Kloral hidrat Konjungtivitis Klorambusil Papiledema Kloramfenikol Atrofi optik, Neuritis optik, Kekeruhan kornea, degenerasi retina Klorpropamid Sindrom Stevens-Jhonson, kekeruhan kornea, paralisis otot ekstraokular Kontraseptif oral Sumbatan retina, perdarahan retina, sembab retina, vasospasme retina, Sembab kornea, nistagmus, papiledema Kortikosteroid Tekanan intraokular meninggi, Katarak Kinine Senbab retina, vasodilatasi retina diikuti vasokonstriksi Kuinakrin Deposit konjungtiva Metildopa Konjungtivitis Morfin Neuritis optik Naproksen Kekeruhan kornea Penghambat oksidasemonoamin ( Monoamine oxidase Atrofi optikinhibitors )

  26. Penisilamin Paralisis ekstraokular, ptosis, neuritis optik Rifampin Neuritis optik Salisilat Nistagmus, perdarahan retina Streptomisin Neuritis optik Sulfanamid Konjungvitis, sindrom Stevens Jhonson, perdarahan retina Tertasiklin Papiledema Vitamin A Deposit konjungtiva, papiledema Vitamin D Deposit konjugtiva, kekeruhan kornea Yodokuinol Atrofi optik

  27. Tabel 28-3. Efek sistemik yang mungkin merugikan pada pengobatan mata Pengobatan Efek yang merugikan Agen penghambat beta - adrenoseptor Timolo Asma, bradikardi, aritmia kardiak, bingung, depresi,pusing, dispneu, halusinasi, impotensi, miastenia, psikosis Anestetik, topikal lokal Benoksinat Reaksi alergi, reaksi anafilaktif, konvulsi, pingsan, hipotensi, sinkop Proparakain Sama dengan benoksinat Tetrakain Sama dengan benoksinat

  28. Antikolinergik Atropin Bingung, dermatis, mulut kering, ceria, demam, kulit menjadi merah, halusinasi, psikosis, takikardia, dahaga Homatropin Sama dengan Atropin Siklopentolat Amnesia, ataskia, konvulsi, disorientasi, disartria, demam, halusinasi, psikosis Skopolamin Sama dengan Atropin Tropikamid Sama dengan Siklopentolat Antikolinesterase, yang bekerjanya lama Demakarium Kejang abdominal, diare, kelelahan, mual, rinore, berat badan turun Ekotiofat Sama dengan Demekarium Isoflurofat Sama dengan Demekarium Antikolinesterase, yang kerjanya singkat Fisostigmin Kejang abdominal, depigmentasi, diare, mual, muntah Neostigmin Sama dengan Fisostigmin

  29. Parasimpatomimetik Karbakol Kejang abdominal, diare, hipotensi, salivasi berlebihan, tremor otot, mual, kesukaran pernafasan, rinore, bicara dikulum, berkeringat, muntah, lemah Pilokarpin Sama dengan Karbakol Simpatomimetik Efedrin Aritmia kardiak, hipertensi, palpitasi, perdarahan subaraknoid, takiardi Epinefrin Sama dengan Efedrin Fenilefrin Sama dengan Efedrin Hidroksiamfetamin Sama dengan Efedrin

  30. Tabel 28 - 4 Kemungkinan efek yang merugikan pengobatan mata topikal PengobatanEfek yang merugikan Agen anti-radang Kortikosteriod Katarak, penipisan kornea, luka di kornea sukar sembuh, glaukoma, infeksi Agen penghambat beta-adrenoseptor Timolol Blefarokonjungtivitis, Anestesi kornea, diplopia, mata kering, keratitis, ptosis Anestetik lokal Butakain Reaksi alergik, kekeruhan kornea, luka di kornea sukar sembuh, iritis Proparakain sama engan Butakain Tetrakain Sama dengan Butakain Antibiotik Klortetrasiklin Reaksi alergi, perubahan warna kornea Neomosin Reaksi alergi, konjungtivitis folikular, keraritis Tetrasiklin Sama dengan klortetrasiklin

  31. Antikolinergik Siklopentolat Glaukoma sudut-tertutup, penglihatan kabur, fotofobia Tropikamid Sama dengan Siklopentolat Antikolinesterase, yang bekerjanya lama Demekarium Spasme akomodatif, katarak, depigmentasi kelopak mata, kista iris, sumbatan aliran air mata Ekotiofat Sama dengan Demekarium Isoflurofat Sama dengan Demekarium Anti-virus Idoksuridin Pseudopemfigoid sikatrisial, keratitis, sumbatan aliran air mata Trifluridin Sama dengan Idoksuridin Vidarabin Sama dengan Idoksuridin

  32. Bahan pengawet Bezalkonium klorid Reaksi alergi, kekeruhan kornea, keratitis Nitras fenilmerkuti Sama dengan Benzilkonium klorid Timerosal Sama dengan Benzalkonium klorid Parasimpatomimetik Pilokarpin Spasmeakomodatif, pseudopemfigoid sikatriks, kornea keruh ( Agar-agar ),miopia ablasi retina Simpatomimetik Dipiverfrin Reaksi alergi, glaukoma sudut tertutup, konjugtivitis folikular Epinerfrin Pseudopemfigoid sikatriks, sembab makula kistoid, perubahan warna kornea, konjungtiva, dan lensa kontak lembut, sumbatan aliran air mata.

  33. Terima Kasih

More Related