Download
tes awal n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Tes Awal PowerPoint Presentation

Tes Awal

191 Views Download Presentation
Download Presentation

Tes Awal

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. TesAwal • PadaPendidikanJasmanidanolahragaada 3 faktor yang harusdinilaidandiakses, sebutkan ?. Dan kemampuanapasaja yang harusdinilaidandiakses ? • Dalamprosespembelajaranpenjasorkesdanlatihankapandilakukanpenilaian ? • Bagaimanaupayapeningkatankualitaspembelajaranpenjasorkes ? • Penilaiandikatakanbaik yang bagaimana ? • Guru Penjasdi Indonesia dalammenilaihasilbelajarmenggunakaninstrumenapasaja? • Apaasesmen ? • Apatujuanasesmen ? • Prinsipassessmenapasaja ? • Siapa yang mengases ? • Apabedanyaasesmendanevaluasi ? • Sebutkandanjelaskanduametoderubrikuntukmenilai (mengases) berbasiskinerja ? • Bilaandamengajar / melatih, apa yang andanilai, intrumenapa yang andagunakan, kapanandamelakukanpenilaian ?.

  2. UPAYA PENINGKATAN KUALITAS KBM PENJASORKES MENGHASILKAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MEMPENGARUHI HaryFirman (2003 :1)

  3. Ada 2 PandanganDifinisiPenjasdanOlahraga Pandangan Modern/ Holistik PandanganTradisional

  4. Pertama: PerubahanParadigmaPenjas • Pandangantradisional, • menganggapbahwamanusiaitusendiriterdiridariduakomponenutama yang dapatdipilah-pilah, yaituaspekjasmanidanrokhani. • Pandanganinimenganggapbahwapenjassebagaiupayapendidikanpelengkappenyeimbang, ataupenyelaraspendidikanrokhanidanjasmanimanusia. • Pandangantentangpendidikanjasmaniberdasarkanpandangandikhotomimanusiainisecaraempirikmenimbulkansalahkaprahdalammerumuskantujuan, program pelaksanaan, termasukpenilaiannya. Kenyataanmenunjukkanbahwapelaksanaanpenjasitujustrumengabaikankepentinganjasmaniitusendiri, sehinggaakhirnyamendorongtimbulnyapandangan modern. 2. Pandangan modern, • seringjugadisebutpandanganholistik. • Pandanganinimenganggapbahwamanusiabukansesuatu yang terdiridaribagian-bagian yang terpilah-pilah. • Manusiaadalahkesatuandariberbagaibagian yang terpadu. Olehkarenaitu, pendidikanjasmanitidakdapathanyaberorientasipadajasmanisaja, atauhanyauntukkepentingansatukomponensaja.

  5. Definisipendidikanjasmanidalampandanganholistikinicukupbanyakmendapatdukungandariparaahlipendidikanjasmanilainnya.Definisipendidikanjasmanidalampandanganholistikinicukupbanyakmendapatdukungandariparaahlipendidikanjasmanilainnya. • Siedentop (1990), mengemukakanbahwa, “Modern physical education with its emphasis upon education through the physical is based upon the biologic unity of mind and body”. (Pendidikanjasmani modern denganpenekanannyapadapendidikanmelaluiativitasjasmanididasarkanpadapandanganbahwakesatuanbiologisdarijiwadan raga merupakankesatuan yang takterpisahkan). Pandanganinimemandangkehidupanmanusiasebagaitotalitas.

  6. Pendidikanjasmanipadadasarnyamerupakanupayapendidikanmelaluiaktivitasjasmaniuntukmencapaiperkembanganindividusecaramenyeluruh (jasmani, rohkani, kreatifdansosialmerupakansatukesatuan yang takterpisahkan). • Tidaklahmengherankan, apabilabanyakpakar yang meyakinidanmengatakanbahwapendidikanjasmanimerupakanbagianmenyeluruh, sekaligusmemilkipotensi yang strategisuntukmendidikanak-anakmanusia.

  7. Kedua • Telahdiperlakukankurikulum KTSP di Indonesia

  8. Berdasarkanperubahanparadigmapenjasdandiperlakukan KTSP adakonsekuensinyaterjadiperubahan • Materipembelajaran • Strategi, metode, teknikdan model pembelajaranpenjas. • Penilaian : Penilaianprosesdanhasilsamapentingnya Karena yang dinilaiprosesnyamakadiperlukan ASSESSMEN ALTERNATIF / ASSESMEN KINERJA

  9. Perubahan Assessment Dari era Assessment untukSeleksi Menuju era Assessment untukKompetensi

  10. PendidikanJasmanidan OR PROSES PEMBELAJARAN dan LATIHAN OUT PUT INPUT ASESMEN / PENILAIAN

  11. PROSES PEMBELAJARAN dan LATIHAN YANG DINILAI Penilaianawal Psikomotor Kognitif Afektif Penilaianselamamengajarataulatihan PerluInstrumen Penilaiantengah semester Penilaianakhir semester

  12. PENILAIAN YANG BAIK Bilainstrumen yang digunakandapatmengaksesmateripembelajaransecaramenyeluruh Dapatmendorong guru untukmenentukan model. Strategi, pendekatanpembelajaran yang baik Dapatmendorongsiswabelajar Hopkin (1990:31) dan Linn (1998:4)

  13. KENYATAAAN DI LAPANGAN PENILAIAN PENJASORKES PENILIAN YANG DILAKUKAN SECARA KONVESIONAL TES Keterampilan OR Sepakbola AAPHER TES Keterampilan OR bolabasket AAPHER (tes basket permenit, kecepatanmendriblingdantembakanbebas) dilakukansecaraterpisah-pisah) MENGGUNAKAN INSTRUMEN KETERAMPILAN OR STANDART BAKUDALAM TES PENGUKURAN 94 % guru menyatakankurangmencerminpermainansesungguhnya. HAMPIR SEMUA GURU PERLU ASESMEN BERBASIS KINERJA (ALTERNATIF ATAU OTENTIK)

  14. ApaAsesmen ? • Asesmenbukti yang dilakukansecarasengaja, sistematik, berkelanjutansertadigunakanuntukmenilaikompetensisiswa.

  15. Beda AsesmendanEvaluasi Asesmenadalahtahapanpengumpulan data. Pengumpulanbukti yang sistematik, berkelanjutandanbertujuan. Tujuan : 1. Memberiumpanbaliktentangkemajuanbelajarsiswadalamkaitannyadengankompetensiselamprosesbelajarmengajar. 2. Memberiinformasipadapara guru, orangtuadansiswamengenaidemonstrasikompetenswisiswa. Evaluasiadalahtahapanmemberikanpenilaiantentanginformasi yang terkumpul Tujuan: MempunyaiTujuan yang jelasuntuksemuaprosesasesmendanevaluasinyangdigunakan. Mengumpulkaninformasiberkelanjutanberbagaikonteksauntentik. Menggunakanberbagaialatdanmetodeuntukmengumpulkaninformasi Menciptakansistemuntukmencatatdanmengolah data. Mempunyaiwaktuuntukmenganalisisdanmengevaluasidanmengambilkeputusanmengenaipembelajaran yang akandatang.

  16. Apa yang diasess • Kognitif ( pengetahuan) • Psikomotor ( skill) • Afektif ( Kualitas personal dansikap)

  17. TAXONOMY BLOOMS EVALUATION SYNTHESIS ANALYSIS APPLICATION COMPREHENSHIP/ PEMAHAMAN KNOWLEDGE/PENGETAHUAN

  18. ContohPenilaianKinerja: PembelajaranTeknikMenembakdalambermain bola basket 1. MenembakSatutangan: • PemahamandanPengambilankeputusan (Kognitif) • Sikappersiapan • Pelaksanaan (Psikomotor) • Geraklanjutan 2. Menembakduatangan • PemahamandanPengambilankeputusan (Kognitif) • Sikappersiapan • Pelaksanaan (Psikomotor) • Geraklanjutan

  19. Taataturandalambermain • Kerjasamadalambermain AFEKTIF • Sportivitasdalambermain

  20. SIAPA YANG MELAKUKAN PENILAIAN • Guru • Murid • Guru danmurid

  21. Tujuanmengases • Formatif : Feeback Diagnosa Motivasi . Summatif : Sertifikat Motivasi PengakuanPrestasi

  22. Kapandilakukanasesmen • Selamaprosespembelajaran • Akhirfasepengajaran • Diluarpengajaran • Continyu, periodik, terminal

  23. Bagaimanacaramengases • Observasi • Pengalaman • Catatan/ tugas-tugas

  24. ProsesAsesmenmeliputi: • Memberikankesempatanpadasiswauntukmendemontrasikankompetensinya. • Mengumpulkandanmencatatbuktidemonstrasikompetensi-kompetensisiswa • Menggunakanbukti-buktiuntukpenilaiansecaramenyeluruhdemonstrasi/kinerjasiswadalamkompetensi-kompetensitersebut. • Asesmenharusmenjadibagiantidakterpisahkandari program pembelajaran.

  25. ApaTujuanAsesmen? • Memberiumpanbalikmengenaibelajarsiswa, orangtua, dan guru. • Membantu guru untukmembuatkeputusan-keputusanmengenaikebutuhansiswadanpedomanperencanaan program pembelajaran

  26. TujuhPrinsip yang mendasariAssessmen Yang Baik(Stiggins 1994: 9-15) Clear thinking and effective communication. (Pemikiran yang jelasdankomunikasiefektif) Penilaian yang baikmenuntutpemikiran yang jernihdankomunikasi yang efektif. Angkabukanmerupakansatu-satucarauntukmengkomunikasihasilbelajarsiswa. Guru dapatmenggunakagambar, ilustrasidancontohuntukmengkomunikasikanhasil

  27. Teachers in charge (Guru yang memegangperanan) Guru berperanmengarahkanpenilaianuntukmenentukanapa yang harusdipelajariolehsiswadanapa yang siswarasakanberkaitandenganpenilaian yang dilakukan.

  28. 3.Student as the key users. (Siswasebagaipengguna yang harusdiperhatikan) Banyakpihak yang berkepetinganhasilpenilaiankepalasekolah, walikelasdanorangtua. Namunsiswaadalahorang yang paling pentingdanberkepetinganhasilpenialian.

  29. 4. Clear and appropriate targets(Sasaran yang jelas dan sesuai) Mutukegiatanpenilaianbergantungpadakejelasandankelayahanhasilbelajar yang akandinilai. Dalamhalinipemahaman guru tentangmaknaperilakubelajardankemampuannyadalammerumuskaperubahanperilakusiswasebagaitujuanpengajaranmerupakanprasaratbagipenilaian yang baik.

  30. 5. High Quality assessment (Penilaianberkulaitas) Dalamsetiapkontekpenilaianada 5 standar yang harusdipenuhiyaitu: Target danTujuanpengajaran yang jelas Tujuanpenialian yang jelas Penggunaanteknikpenilaian yang tepatdanmemadai Komprehensip ( menentukansampel yang tepat) Perencanaandanpelaksanaan yang memungkinkan guru dapatmengontrolsumber yang dapat mengkotaminasi hasilbelajar.

  31. 6. Attention to interpersonal impact. (Perhatianterhadapdampakantarpersonal) Penilaianmerupakankegiatan interpersonal yang komplekdantidakpernahmerupakankegiatan yang ilmiahmurni. Olehkarenaitu guru hausmenjagamutupenilaiansetinggimungkindanmengkomunikasikandengancara yang pekadanpribadi.

  32. 7. Assessment as instruction. (Penilaiansebagaipembelajaran) Penilaiandanpengajarandapatmenjadisatuatausama.

  33. PENILAIAN AlTERNATIF • Penilaian ALTERNATIF lebihseringdinyatakan: Penilaianberbasiskinerja (Performance –Based Assessment) Penilaiankinerja (Performance Assessment) PenilaianOtentik ( Othentic Assessment) ( stiggins 1994, Mueller, 2006)

  34. KomponenasesmenBerbasisKinerja • Kompetensi • Tugasotentik • Indikator (kriteria) • Rubrik

  35. Kompetensiadalahketerpaduanantarakognitif (meliputipengetahuan, pemahamandanperhatian), psikomotor (meliputidemonstrasiketerampilanfisik/ psikomotorik), danafektif (meliputinilai, sikapdanminat) yang dilakukandalammelaksanakantugasdilapangan (Blom) • TugasOtentik (authentic task) ialahtugas yang dirancangdandiberikankepadasiswauntukdinilaidandiukurkinerjasiswadalammengaplikasikanpengetahuandanketerampilan yang dimiliki.

  36. Indikatormerupakantolok ukur (adalahalatuntukmengukurdansebagaipetunjuk). Dengandemikianindikatormerupakansuatupenunjukatauacuan, sehinggamemudahkan guru dalammelakukanpenilaian. Untukmenyusunindikator (Rohadi, 2002, danNovianto 2005). • Rubrikmerupakanskalapenyekoran yang digunakanuntukmengamatidanmenilaikinerjasiswa (Muller 2009). Rubrikmerupakanpedomanpenyekoran (Wiggins dalam Lund L.J ,2010 :45 ) • Rubrikmerupakanalatpemberiskor yang berisidaftarkriteriauntuksebuahpekerjaanatautugas (Andrade dalamZainul, 2001 : 19). Tingkat capaiankerjaumumnyaditunjukkandalamangka-angka, lazimnya 1-3, 1-4 atau 1-5. Besarkecilnyaangkamenunjukkancapaiankinerjasiswa. Tiapangkatersebutmempunyaideskripsi. Setiapdeskripsiharussesuaidenganindikator yang diukur.

  37. MANFAAT RUBRIK • Menganalisiskelemahandankelebihansesorangsiswaterletakpadakriteria yang mana • Meningkatkankonsistensiskor. • Meningkatkanpengajaranitusendiri.

  38. CARA MEMBUAT RUBRIK • Mengidentifikasiapa yang harusdiases • Identifikasikarakteristikutama • Pengembangandeskripsi • Pengembangantingkatan

  39. Rubrik /KriteriaPenilaian/PenskoranuntukmenilaiKinerja Metodeanalytic Metodeholistic Grounlund, 1985

  40. Rubrikholistikadalahpedomanuntukmenilaiberdasarkankesankeseluruhanataukombinasisemuakriteria. Metodeholisticdigunakanapabilaparapenskorhanyamemberikansatubuahskorberdasarkanpenilaianmerekasecarakeseluruhandarihasilkinerjasiswa • Rubrikanalitikadalahpedomanuntukmenilaiberdasarkanbeberapakriteria yang ditentukan. Metodeanalyticparapenskormemberikanskorpadaberbagaiaspek yang berbeda yang berhubungandengankinerja yang dinilai

  41. Metodeanalytic checklist Rating scales Grounlund, 1985

  42. checklist - digunakan untuk mendeteksi ada atau tidak adanya ketrampilan • Rating scales- digunakan untuk menentukan sejauh mana perilaku yang telah dipelajari

  43. Penilaiankinerjadapatdilakukandengancara yang paling sederhana, yaitudenganmenggunakanchecklis.Apabilakriteriakemampuantertentupadasiswaatauproduk yang dihasilkansiswadapatdiamatiolehpenskor, makasiswatersebutmendapatskordanapabilatidak, siswatersebuttidakmendapatskor. • Adabeberapakelemahanchecklist, penskorhanyabisamemilihduakategoripilihan yang absolut, teramatidantidakteramati, jaditidakadaskordiantaranya, dansukarmenyimpulkankemampuanpesertatesdalamsatuskor.

  44. Pedomanpenskorandenganmenggunakanrating scalamemungkinkanpenilaiuntukmenilaikemampuansiswasecarakontinum. Rating scalememilikilebihdariduakategoripenilaian, misalnyasangatteramati, teramati, cukupteramatidantidakteramati. • Checklistdanrating skalasama-samaberdasarkanpadabeberapakumpulankemampuanketerampilan yang hendakdiukur, bedanyaadalahchecklist hanyamemilikiduakategoripenilaiansedangkanrating scalamemilikilebihdariduakategoripenilaian.

  45. LangkahPenyusunanRubrik

  46. CONTOH RUBRIK PengambilanKeputusan ( Kriteria) 1.Pengambilan keputusanmenembakkesasaranapabilatersedianyaruanguntukmenembak 2. Pengambilankeputusankekuatanmenembakpelanapabilajaraknyadekat, ataukekuatanmenembakkerasapabilajaraknyajauhdarisasaran. 3.Pengambilan keputusanposisitubuhmenghadapkesasaransaatmelakukantembakan

  47. Sikappersiapan Shooting 1. Tanganmenembakberadapadabelakang bola 2. Sikuditekukmasukdalam 3. Bola beradadiatasdepandahi

  48. Pelaksanaan Shooting 1. Kaki, pungung, danbahudiluruskansecaraberurutan 2. Sikudiluruskan 3. Lencutkanpergelangantangan

  49. GerakLanjutan 1. Lihattarget 2. Jaritelunjukkearahsasaran 3. Posisilengantetapdiatassampai bola disasaran

  50. PetunjukObservasi • BeriSkor 1 sampai 3 sesuaidengankondisi yang didemonstrasikanolehsiswa • Skor 3 = Jikamemenuhi 3 kriteria • Skor 2 = Jikamemenuhi 2 kriteria • Skor 1 = Jikamemenuhi 1 kriteria