1 / 49

KERAJAAN HINDU-BUDHA MADYA

KERAJAAN HINDU-BUDHA MADYA. DI INDONESIA. KERAJAAN SRIWIJAYA. Prasasti Kota Kapur, ditemukan oleh J.K. van der Meulen 1892  dusun kotakapur, pulau Bangka H. Kern 1913, mengidentifikasi kata Sriwijaya sbg nama seorang raja.

moswen
Download Presentation

KERAJAAN HINDU-BUDHA MADYA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. KERAJAAN HINDU-BUDHA MADYA DI INDONESIA

  2. KERAJAAN SRIWIJAYA • Prasasti Kota Kapur, ditemukan oleh J.K. van der Meulen 1892 dusun kotakapur, pulau Bangka H. Kern 1913, mengidentifikasi kata Sriwijaya sbg nama seorang raja. • 1918, G. Coedes mengg sumber2 & berita Cina  kata Sriwijaya tdp dalam prasasti Kota Kapur, mrp nama sebuah kerajaan di Sumatera Selatan dg pusat’y di Palembang.

  3. SUMBER SEJARAH • Prasasti Kedukan Bukit, oleh Ph. S van Ronkel di tepi sungai Tatang, dekat Palembang. Angka tahunnya 604 S. Berhuruf Pallawa dan berbahasa Melayu Kuno. Jumlahnya 10 baris. Prasasti ini tidak dapat dibaca secara jelas, sgh menimbulkan berbagai tafsiran para ahli. • 1913. N.J. Krom mencoba menafsirkan 3 huruf yg kabur pada baris ke 7 sebagai kata Malayu. ia menghubungkan dg pernyataan I-tsing bahwa sekembalinya dari Nalanda, Kerajaan Malayu telah menjadi Sriwijaya. Poerbatjaraka setuju.

  4. J.L Moens prasasti kedukan Bukit dimaksudkan utk memperingati kemenangan Swijaya terhadap Melayu, karena ibukota Melayu di Palembang maka kemenangan tsb dikatakan sbg penguasaan Palembang. Setelah menguasai Palembang, sriwijaya yg semula berpusat di pantai timur semenanjung pindah ke pantai timur sumatra, tidak di Palembang tapi di muara takus. • Boechori menyatakan kata Mukha Upang, sebuah desa kecil ditepi sungai Upang. ia menduga prasast tsb adl untuk meperingati usaha penakhlukan daerah sekitar Palembang dan pendirian Ibukota baru oleh Dapunta Hyang.

  5. Gambar Prasasti Kedukan Bukit

  6. Prasasti Talang Tuo, Westenenk 1920 trdri 14 baris , 606 S. Isinya ttg pembuatan Kebun Sriksersta oleh Dapunta Hyang untuk kemakmuran semua makhluk. Disamping itu ada doa dan harapan. • niat baginda: Semoga yang ditanam di sini, pohon kelapa, pinang, aren, sagu, dan bermacam-macam pohon, buahnya dapat dimakan, demikian pula bambu haur, waluh, dan pattum, dan sebagainya; dan semoga juga tanaman-tanaman lainnya dengan bendungan-bendungan dan kolam-kolamnya, dan semua amal yang saya berikan, dapat digunakan untuk kebaikan semua makhluk.

  7. Dan juga semoga senantiasa (mereka bersikap) murah hati, taat pada peraturan, dan sabar; semoga dalam diri mereka terbit tenaga, kerajinan, pengetahuan akan semua kesenian berbagai jenis; semoga semangat mereka terpusatkan, mereka memiliki pengetahuan, ingatan, kecerdasan.

  8. Prasasti Talang Tuo

  9. Prasasti Telaga Batu di hiasi dg 7 kepala ular Kobra berbentuk pipih dg mahkota berbentuk kepala bulat. Dilehernya tdp hiasan kalung. Isi: 28 baris dalam keadaan Aus. J.G de Casparis, pd 1956 menerbitkan isi prasasti yaitu kutukan-kutukan thadap siapa saja yg melkukan kejahatan dan tidak ttat pd perintah raja. • Prasasti ini juga memuat data penyusunan ketatanegaraan Sriwijaya, spt Yuvaraja, pratiyuvaraja, rajakumara, bhupati, senapati dll. para pejabat kerajaan khusunya dan rakyat pada umumnya harus di sumpah untuk setia pada raja.

  10. Prasasti Telaga Batu

  11. Prasasti Kota Kapur, 608 S di sungai menduk, Bangka. Isi 10 baris, keterangan terpenting dr prasasti mengenai usaha Sriwijaya untuk menaklukkan Bhumi Jawayg tidak tunduk pada Sriwijaya. • G. Coedes berpendapat prasasti dibuat ketika sriwijaya akan berangkat untuk menaklukkan Jawa. • P.V van Stein Callenfells kata Jawa, bukan diartikan sbg nama, melainkan kata sifat yang berarti “Luar” daerah.

  12. Dari Keterangan2 dalam prasasti dapat disimpulkan Sriwijaya telah meluaskan daerah kekuasaannya mulai dari daerah Melayu (Jambi), sampai ke pulau Bangka dan daerah Lampung selatan, serta usaha untuk menakhulan kerajaan di pulau Jawa yg menjdi sainganya dlm bidang perdagangan dan pelayaran.

  13. Kehidupan ekonomi • Dg dikuasainya pulau Bangka yg strategis membawa keuntungan secara ekonomi bagi sriwijaya.  pelayaran internasional India-Cina-Indonsia harus melalui selat bangka shg pantai utara jawa dan pantai timur sumatera menjadi sngat penting. Sriwijaya dapat menguasai sepenuhnya lalulintas perdagangan dan pelayaran dari negara Cina dan sebaliknya, karena semua perahu asing terpaksa harus melewati selat bangka dan selat malaka.Keuntungan dari perahu2 asing berlimpah ruah, begitu pula keuntungan dari perdagangan.

  14. Hasil Sriwijaya: penyu, gading, emas, perak, kemenyan, kapur barus, damar, lada, kayu cendana, kayu hitam, pinang, kapulaga rempah  barang tsb dibeli oleh pedagang asing & ditukar porselen, kain katun, kain sutera • Dengan adanya pedagang-pedagang dari luar yang singgah maka penghasilan Sriwijaya meningkat dengan pesat. Peningkatan diperoleh dari pembayaran upeti, pajak maupun keuntungan dari hasil perdagangan dengan demikian Sriwijaya berkembang menjadi kerajaanyang besar dan makmur

  15. KEHIDUPAN SOSIAL & BUDAYA • Bidang sosial Dari prasasti Nalanda: Balaputra Dewa mempunyai hubungan erat dengan raja Dewa Paladewa (India).Raja ini memberi sebidang tanah untuk asrama pelajar dari Sriwijaya. Sebagai penganut agama yang taat maka raja Sriwijaya juga memperhatikan kelestarian lingkungannya (seperti yang tertera dalam Prasasti Talang Tuo) dengan tujuan untuk meningkatkan kemakmuran rakyatnya. • Bidang pendidikan: sangat maju, mahasiswa Sriwijaya di kirim ke India untuk blajar soal agama, seni archa, dan arsitektur.

  16. MATARAM KUNO • Kerajaan Mataram terletak di Jawa Tengah pusatnya disebut Bhumi Mataram. • Daerahnya dikelilingi oleh pegunungan dan gunung-gunung, seperti Pegunungan Serayu, Gunung Prau, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Ungaran, Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Pegunungan Kendang, Gunung Lawu, Gunung Sewu, Gunung Kidul. Daerah itu juga dialiri banyak sungai, di antaranya Sungai Bogowonto, Sungai Progo, Sungai Elo, dan yang terbesar adalah Sungai Bengawan Solo.

  17. Kehidupan Ekonomi • Wilayah kerajaan Mataram Kuno tertutup, namun subur. Kesuburan tanah itu memudahkan pertambahan peduduk, sehingga peranan dan kekuatan masyarakat di daerah itu cukup besar dan merupakan kekuatan utama bagi kerajaan. • Sebelah selatan Bhumi Mataram adalah Lautan Indonesia, tetapi laut itu sulit untuk dilayari. Sedangkan pelayaran dan perdagangan lebih banyak dilakukan melalui pantai utara Pulau Jawa, yang agak jauh dari Bhumi Mataram. Oleh karena itu, mata pencaharian utama dari rakyatnya adalah pertanian, sementara bidang perdagangan kurang mendapat perhatian.

  18. Lanjutan... • Pada prasasti Wonogiri, dijelaskan bahwa desa-desa yg terletak dikanan kiri sungai Bengawan Solo dibebaskan dari pajak dengan catatan penduduk desa harus menjamin kelancara hubungan lalulintas melalui sungai tersebut. Hal ini menandakan adanya jaminan soal pengangkutan.

  19. Sejarah Awal • KerajaanMataramdiperiodeJawa Tengah diPerintaholehduaDinasti /WangsayaituSanjayadanSyaelendra • WangsaSanjayaberagama Hindu SyiwaSedangkanwangsaSyaelendra yang beragamaBudha. • WangsaSanjaya tidakberkuasa lama karenasetelahituMataramdikuasaiolehWangsaSyaelendra • Tidakdiketahuipenyebabkenapaterjadiperubahankekuasaandarisanjayakesyaelendra

  20. Dinasti Sanjaya • DinastiSanjayadidirikanoleh Raja Sanjaya/ RakeyanJamri / PrabuHarisdama, cicitWretikandayun, raja kerajaanGaluhpertama. • SanjayaadalahpenguasaSunda, GaluhdanKalingga • IbudariSanjayaadalah SANAHA, cucu Maharani SIMA dariKalingga, diJepara. • Ayah dariSanjayaadalahBratasenawa, Raja Galuhketiga. Bratasenawa adalahcucuWretikandayundariputerabungsunya, Mandiminyak, raja Galuhkedua (702-709 M

  21. Sumber Sejarah Dinasti Sanjaya • prasasti Canggal Ditemukan di Gunung Wukir,desa Canggal (Barat Daya Magelang). Berangka tahun 732 M, ditulis dg huruf Pallawa & di gubah dlm bahasa Sansekerta. Isi: memperingati didirikannya sebuah Lingga (lambang Siwa) diatas sebuah bukit di deerah Kunjarakunja oleh raja Sanjaya. bait 1 dikatakan bahwa raja Sanjaya telah mendirikan Lingga di atas bukit Kunjarakunja yang mulia. 5 bait berikutnya, berisi puji-pujian kepada Siwa, Brahma, dan Wisnu. bait 7, isinya: memuji-muji pulau Kunjarakunja/Yawadwipa/Jawa yg subur & banyak menghasilkan gandum/padi dan emas.

  22. Lanjutan... 2 bait berikutnya ditujukan pada raja Sanna, yg memerintah dg lemah lembut bagaikan seorang ayah yg mengasuh anaknya, menjunjung tinggi keadilan. 3 bait terakhir, ditujukan pada pengganti Sanna, yaitu Sanjaya, anak Sannaha saudara perempuan raja Sanna. 2. Prasasti Balitung/Mantyasih(907 M) Prasasti ini adalah prasasti tembaga yang dikeluarkan oleh Raja Diah Balitung. Diah Balitung mengeluarkan prasasti ini sehubungan dengan pemberian hadiah tanah kepada lima orang patihnya di Mantyasih, karena kelima patihnya itu telah berjasa besar terhadap kerajaan. 3. Kitab Carita ParahyanganKitab ini menceritakan tentang hal ikhwal raja-raja Sanjaya.

  23. Kehidupan Politik • Prasasti Balitung thn 907 M, memuat daftar lengkap raja –raja Mataram

  24. Kehidupan Agama dan Kebudayaan • Keluarga Sanjaya beragama Hindu memuja Siwa (Hindu Siwa). Untuk memperdalam agama Hindu, raja Sanjaya mendatangkan para pendeta dr India. Pemujaan yang tertinggi diberikan kepada Dewa Siwa . Untuk pemujaan, didirikanlah candi-candi Hindu didataran tinggi Dieng dg masa pembangunan dr 778-850 Mnama candi; candi Bima, candi Arjuna, & candi Nakula,Samiaji, Gatutkaca, Semar, Srikandi

  25. Lanjutan... • pada masa pemerintahan Rakai Pikatan, kekuasaan dinasti Sanjaya makin meluas yaitu meliputi Jawa Tengah dan Jawa Timur. • Pada masa itu juga dibangun candi-candi Hindu yg lebih besar, spt; candi candi Prambanan (Candi Roro Jonggrang) diselesaikan oleh penggantinya raja Daksa 915 M. Candi2 lain; • candi Sambisasri • candi Ratu Baka, • candi gedong Songo • Candi Gunung Wukir& Candi Badut

  26. Kehidupan Sosial • KehidupansosialmasyarakatkerajaanMataramKunodilandasi kehidupanreligiusdansemangatgotongroyong.Denganjumlahpendudukrelatifsedikitdapatmembanguncandidalamjumlahbanyak. • ToleransiberagamadalamkerajaanMataramKunotelahberkembangdenganbaik.TerbuktiperkawinanantaranRakaiPikatan yang beragama Hindu denganPramodawardani

  27. Sumber Sejarah Dinasti Sailendra • Prasasti Kalasan (778 M) • Prasasti Kelurak (782 M) • Prasasti Ratu Boko(856 M) • Prasasti Nalanda ( 860 M)

  28. Kehidupan Politik • Wilayah kekuasaan dinasti Syailendra; Jawa Tengah bagian Selatan, yaitu daerah Bagelen ,Yogyakarta dan sekitarnya. • TerjadiperebutankekuasaanantaraketurunanSanjayaDenganSyaelendra Diredamoleh raja Samaratungga (raja wangsaSailendra) menyerahkananakperempuannya, Pramodawarddhani, untukdikawinkandengananakRakaiPatapan, yaituRakaiPikatan (wangsaSanjaya).

  29. Lanjutan.. • AdikpramodawarddaniyaituBalaputeradewamelakukanperlawanannamunkalah, ialarikesumateradanmenjadi raja Sriwijaya. • LarinyabalaputeradewakesumatramenandariberakhirnyaketurunansyaelendrabertahtaatasMataram

  30. kehidupan Agama dan Budaya • Keluarga Syailendra beragama Budha aliran Mahayana. • Candi-candi yang dibangun oleh dinasti Syailendra; • Candi Kalasan, dekat Yogyakarta didirikan thn 778 • Candi Sari, dekat candi kalasan • Candi Borobudur • Candi Mendut, • Kelompok Candi Sewu • Candi Plaosan

  31. Kehidupan Sosial • KehidupansosialdinastiSyailendradilandasikehidupanreligiusdansemangatgotongroyong.Denganjumlahpenduduk yang relatifsedikitdapatmembanguncandidalamjumlahbanyak.Dengansemangatgotongroyongdanpantangmenyerah,merekamembanguncandisebagaitempatsuci yang digunakanuntukberibadah.DisampingitupembuatancandiinimenunjukkanbetapaRakyattaatdanmengkultuskanrajanya.

  32. Mataram Periode Jawa Timur/Medang Kamulan • Setelahterjadinyaperistiwapralaya, makasesuaikepercayaankosmologisharusdibangunWangsabaru • Padaabad ke-10, cucu Sri Maharaja Daksa, MpuSindok, membangunkembalikerajaanmataramini • MpuSindokdianggapsebagaicikalbakalwangsabaru, yaituwangsaIsana. • MpuSindoknaiktakhtakerajaanpada 929 danberkuasahingga 948.

  33. Alasan Kerajaan di Pindahkan ke Jawa Timur FAKTOR ALAM: • “Wirasanti” menyatakan bahwa perpindahan kerajaan ke Jawa Timur karena terjadinya letusan gunung api yang merusak bangunan kerajaan dan candi-candi. FAKTOR EKONOMI: • Di Jawa Tengah daerahnya kurang subur, jarang terdapat sungai besar dan tidak terdapatnya pelabuhan strategis. • Di Jawa Timur, tdpat dataranrendah yang luassehinggamemungkinkanpenanamanpadisecarabesar-besaran di dukung adanya sungai-sungaiBesar, antara lain sungaiBerantasdanBengawan solo yang lebihmemudahkandarisegilalulintasperdagangan

  34. FAKTOR POLITIK: • Adanya serangan dari kerajaan Wurawari dibawah kekuasaan Sriwijaya, sehingga terjadi kekacauan poitik dalam kerajaan. Serangan ini membuat raja Medang Kamulan Dharmawangsa dan kerabat istana meninggal.

  35. Silsilah Raja Mpu Sindok • PrasatiTanggeran PrasastiiniditemukandidesaTanggeranJombang Jawa Timur, berangkatahun 933 Masehi. Isiprasastimengenai PemerintahanMpuSindok, bersamapermaisurinya Sri Wardani PuKbi. 2. Prasatibangil prasastibangilditemukandidaerahbangil,tetapiangkatahun- Nyatidakjelas .isiprasatimengenaipembangunansebuahcandi Atasperintahempusendokuntuktempatpemakaman ayah mertuanya, Dari permaisuri yang bernamarakaianbawang. 3. Prasastilor Prasastilorditemukandilor,daerahnganjukberangkatahun 939 M. IsiprasastimengenaipembangunacandiJayamerataJayastambu (tugukemenangan)didesaanyoklodang.

  36. Dharmawangsa(991-1016) • Penggantimakutawangsawardanaadalahdarmawangsa .Sebagai raja ,iabergelar Sri darmawangsateguhanantawikramatunggadewa. • Mengalami masa Pralaya karena serangan kerajaan Wurawari dibawah kekuasaan Sriwijaya. • Dalam serangan itu Dharmawangsa dan kerabat istana tewas, namun Airlangga dapat dapat melarikan diri bersama pengikutnya Narrotama.

  37. AIRLANGGA (1019-1041) AirlanggaadalahputrasulungdariMahendradathadanDharmodahyanaWarmadewa, Seorang raja Bali. IadatangdiistanaDharmawangsauntukmempersiapkan PernikahannyadengansalahseorangputriDharmawangsa. Airlanggaberhasil MeloloskandiripadasaatistanaDharmawangsamengalamipralaya. Iabeserta CalonistrinyadanpembantunyaNarottamaberhasilmeloloskandiridanbertapa Di daerahWonogiri. Pada 1019, Airlanggadinobatkanmenjadi raja dengangelarAnantawikramottunggadewa Pada 1037, Airlanggasudahberhasilmenyatukankerajaannya. Ibukotakerajaan yang DuluberadadiWatanMasdipindahkankeKahuripan. Dalmapemerintahannya, ia Menempatkanorangorang yang dahulusetiamendampinginyapadajabatanjabatan Penting. DiantaranyaNarottamadiangkatsebagairakryankanuruhandan Nitti sebagairakryan Kuningan.

  38. KERAJAAN KEDIRI JENGGALA (Kahuripan) MATARAM KUNO PANJALU (Kediri) • Dilakukanatasperintah raja AirlanggakepadaseorangBrahmana yang terkenalakankesaktiannyayaituMpuBharadasupayatidakterjadipertikaian. • Samarawijaya/Jayawarsa sebagaipewarissahkerajaanmendapatibukota lama, yaituDahanaputra, dannamakerajaannyadiubahmenjadiPangjaluataudikenaljugasebagaiKerajaan Kediri. Sedangkan, • Jenggala diberikan kepada Jayengrana dengan ibukota di Kahuripan.

  39. Letak Geografi

  40. Perkembangan Kerajaan Kediri • TerjadiPerangSaudara: KAHURIPAN Vs KEDIRI • PadaawalnyaperangdimenangkanolehKahuripantetapipadaperkembanganselanjutnya Kediri yang memenangkanpeperangandanmenguasaiseluruhtahtaAirlangga.

  41. Sumber Sejarah PRASASTI • Prasasti Sirah Keting (1104), pemberian hadiah tanah kepada rakyat desa oleh raja Jayawarsa • Prasasti Ngantang (1135), raja Jayabaya memberikan Hadiah kpd desa ngantang sebidang tanah yg bebas dr Pajak. • Prasasti Jaring (1181), raja Gandra memuat sejumlah nama-nama hewan , spt: Tikus Jinada, Kebo Waruga menandakan kepangkatan/jabatan seseorang • Prasasti Kamulan (1194), kediri berhasil mengalahkan musuh-musuhnya pada masa Kertajaya. BERITA CINA Kumpulan cerita dari para pedagang Cina yg melakukan kegiatan perdagangan di kerajaan Kediri. Spt Kronik Cina bernama Chu fan Chi, yg menerangkan keadaan Kediri pada abad 12 dan 13.

  42. Silsilah raja Kediri • Jayawarsa • Bameswara • Jayabaya • Saweswara dan Aryeswara • Gandra • Kameswara • Kertajaya

  43. Kehidupan Sosial • Perhatian raja trhadap rakyat sangat besar, dibuktikan dg adanya kitab-kitab yang mencerminkan kehidupan sosial. Misal: kitab Lubdhaka yg mengandung pelajaran moral bahwa tinggi rendahnya martabat seseorang tidak ditentukan berdasarkan asal dan kedudukan, melainkan berdasarkan tingkah lakunya. • Pada masa Jayabaya, tdpat usaha untk memberikan perlindungan terhadap para ahli sastra, sehingga mereka dapat mengembangkan kreatifitasnya untuk menciptakan karya yg bermutu.

  44. Raja memberikan perlindungan thadap hak-hak rakyat, perkembangan ini tercatat dlam kronik orang2 Cina: • Rakyat kediri umumnya telah memiliki tempat tinggal yg baik • Hukuman yg dilaksanakan ada 2 macam, denda dan mati (khusus pencuri dan perampok) • Jika sakit, rakyat tidak mencari obat, tetapi cukup memuja dewa • Pakaian cukup rapi • Saat raja bepergian dikawal oleh pasukan berkuda & pasukan darat.

  45. Kehidupan Ekonomi • Bergerak dibidang agraris/pertanian; padi dan palawija banyak menghasilkan beras • Letak kerajaan yg strategis membuat Kediri berkembang dalam bidang pelayaran dan Perdaganganemas, perak, daging, kayu cendana, dan pinang. • Pajak rakyat terdiri dari hasil bumi spti: beras, kayu, & palawija.

  46. Kehidupan Budaya • Kebudayaan berkembang pesat, terutama dlam bidang sastra. Hasil karya sastra: • Krisnayana • Bharatayudha • Arjuna wiwaha • Hariwangsa • Smaradhana

  47. DAFTAR PUSTAKA • Soekmono. R. 1986. Pengantar Sejarah Kebudayaan Nasional Jilid II. Yogyakarta: Kanisius • Poesponegoro, Marwati Djoened.1990. Sejarah Nasional Indonesia II. Jakarta: Balai Pustaka. • Rus Ernawati, Imtam.2009. BSE Cakrawala Sejarah SMA/MA Kelas XI IPS. Jakarta. • Badrika, I Wayan. 2006. Sejarah SMA Kelas XI IPS. Jakarta: Erlangga

More Related