Download
slide1 n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Pertemuan 4 OOP PowerPoint Presentation
Download Presentation
Pertemuan 4 OOP

Pertemuan 4 OOP

189 Views Download Presentation
Download Presentation

Pertemuan 4 OOP

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. Pertemuan 4 OOP FebriyannoSuryana, S.Kom, MM surya_gsc04@yahoo.com 0852 7474 1981 SI -2011

  2. Object Oriented Programming?? • OOP merupakan metodologi dalam pemrograman yang di ciptakan untuk memodelkan kasus-kasus nyata ke dalam suatu objek. • Objek merupakan kombinasi antara struktur data dan perilaku dalam satu entitas/objek. • Merupakan strategi perancangan dimana perancang sistem memikirkan ‘benda’ dan bukan operasi atau fungsi.

  3. Object? • Secara spesifikobjek adalah sesuatu paket yang merupakan kumpulan data dan method (perilaku) • Data • Sesuatu yg menentukan karakteristik sebuah objek • Method • Aksi terhadap data (cara suatu objek melakukan sesuatu). • Sebagai contoh, objek manusia memiliki data-data seperti:tinggi badan, berat badan, warna kulit dsb. Sedangkan perilaku/method yang dimiliki manusia misalnya cara berjalan, cara bicara dan sebagainya

  4. data Berupa variabel atau konstanta method Berupa prosedur atau fungsi Object… • Dalam pemrograman, data-data di dalam objek akan direpresentasikan dengan variabel atau konstanta, sedangkan perilaku akan direpresentasikan dengan prosedur atau fungsi, yang kemudian disebut dengan method. • Ilustrasi tersebut digambarkan sebagai berikut: objek

  5. Object…

  6. Class? • Istilah yg masih berkaitan erat dgn objek adalah kelas. Kelas merupakan struktur umum dari objek2 tertentu. • Misal saya, anda dan yg lainnya adalah objek, yg termasuk dlm kelas manusia.

  7. Class... • Class adalah suatu template yang digunakan sebagai pola desain suatu objek. Class : rancangan mobil Objek : mobil nyata • Class harus di instansiasikan (dibuat objeknya) terlebih dahulu.

  8. Objek Class

  9. Class… Data Method

  10. Class…

  11. Class… • Dlm bahasa pemrograman, sering dikatakan bahwa objek merupakan instansiasi dari sebuah kelas. • Instansiasi merupakan wujud nyata dari suatu objek. • Sebagai contoh: jika terdpt objek manusia, maka udin, amir dan ali adalah instance dari objek manusia. • dianalogikan juga bahwa tipe data adalah kelas, sedangkan var yg didefinisikan berdasarkan tipe data tersbt adalah objek. contoh jika: x : integer ; berarti objek x adalah instance dari kelas integer.

  12. Cthkode program prosedural : • <php /* procedural.php */ • print "Hello, world."; • ?>

  13. Cthkode program OOP : • <php /* objek.php */ • class HelloWorld • { • function myPrint() • { • print "Hello, world."; • } • } • $myHelloWorld = new HelloWorld • $myHelloWorld->myPrint(); • ?>

  14. Konsep Object Oriented • Kelas • Objek • Atribut/Data • Metoda/Servis/Operator/Perilaku • Message • Event • State • Skenario

  15. Konsep Object Oriented…

  16. Konsep Object Oriented…

  17. Konsep Object Oriented…

  18. Konsep Object Oriented…

  19. Konsep Object Oriented… : Furniture Objek

  20. Karakteristikpengembangan PL berorientasiObjek : • Encapsulation • Inheritance • Polymorphism

  21. Karakteristikpengembangan PL berorientasiObjek…

  22. Karakteristikpengembangan PL berorientasiObjek…

  23. OOP…

  24. Pertemuan 4 Dasar – dasarpengujianperangkatlunak FebriyannoSuryana, S.Kom, MM surya_gsc04@yahoo.com 0852 7474 1981 SI -2011

  25. Pengujian / testing • Adalah proses eksekusi suatu program dengan tujuan untuk menemukan error (Berard, 1994). • Elemen kritis dari jaminan kualitas perangkat lunak dan merepresentasikan kajian pokok dari spesifikasi, desain dan pengkodean. • Pengujian sebaiknya menemukan kesalahan yang tidak disengaja dan pengujian dinyatakan sukses jika berhasil memperbaiki kesalahan tersebut. • Pengujian bertujuan untuk menunjukkan kesesuaian fungsi-fungsi perangkat lunak dengan spesifikasinya.

  26. Apa yang diuji? • Test data: Input yang yang direncanakan digunakan oleh sistem. • Test cases: Input yang digunakan untuk menguji sistem dan memprediksi output dari input jika sistem beroperasi sesuai dengan spesifikasi.

  27. Teknikdalampengujian

  28. Pertanyaandasarygakandijawabpada software testing • Misi dari testing. • Mengapa anda melakukan testing ? Apa yang ingin anda pelajari ? • Pemilihan strategi • Bagaimana anda mengorganisasikan pekerjaan anda untuk meraih misi anda? • Oracle/sematic. • Bagaimana anda mengetahui bahwa program itu lolos testing atau gagal? • Adanya kemungkinan testing tidak sempurna • Apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan testing secara lengkap? • Mengukur permasalahan • Sejauh mana testing dianggap cukup?

  29. Prinsipdasarpengujian (sebagaidasarmembuat test case) • Semua pengujian harus ditelusuri sampai ke persyaratan pelanggan. • Pengujian harus direncanakan jauh sebelum pengujian itu dilakukan. • Prinsip pareto berlaku untuk pengujian perangkat lunak, maksudnya 80% kesalahan yang ditemukan selama pengujian dapat ditelusuri sampai 20% dari semua modul program • Pengujian harus dimulai “dari yang kecil” dan berkembang menjadi pengujian “yang besar” • Agar lebih efektif, pengujian harus dilakukan oleh pihak ketiga yang independen

  30. Langkah-langkahdalampengujian PL? • Tentukansasaranpengujian • Tentukankarakteristikpengujian • Testabilitas software

  31. SasaranPengujian • Test case yang baik adalah test case yang memiliki profitabilitas tinggi untuk menemukan kesalahan yang belum pernah ditemukan sebelumnya. • Pengujian yang sukses adalah pengujian yang mengungkapkan semua kesalahan yang belum pernah ditemukan sebelumnya

  32. KarakteristikPengujian • Testing dimulai dari level modul dan bekerja keluar ke arah integrasi pada sistem berbasiskan komputer. • Teknik testing yang berbeda sesuai dengan poin-poin yang berbeda pada waktunya. • Testing dilakukan oleh software developer dan untuk proyek yang besar oleh group testing yang independen • Testing dan debugging adalah aktivitas yang berbeda tetapi debugging harus diakomodasikan pada setiap strategi testing.

  33. Testabilitas software • Seberapa mudah sebuah program komputer dapat diuji. • Karena pengujian sangat sulit, perlu diketahui apa yang dapat dilakukan untuk dapat membuatnya lebih mudah.

  34. Kriteria Software yang baik • Operability Semakin baik sw itu bekerja, semakin efisien ia dapat diuji. • Observability Apa yang anda lihat adalah apa yang anda uji. • Controllability Semakin baik kita mengontrol sw, semakin banyak pengujian yang dapat di otomatisasi dan dioptimalkan. • Decomposability Dengan mengontrol ruang lingkup pengujian, kita dapat lebih cepat mengisolasi masalah dan melakukan pengujian kembali secara lebih detail.

  35. Kriteria Software yang baik…cont • Simplicity Semakin sedikit yang diuji, semakin cepat pengujian. • Stability Semakin sedikit perubahan, semakin sedikit gangguan dalam pengujian. • Kemampuan dapat dipahami Semakin banyak informasi yang dimiliki semakin detail pengujiannya.

  36. Atributpengujian yang baik • Memiliki probabilitas yang tinggi untuk menemukan error. • Tester harus memahami software yang diuji dan memikirkan bagaimana software itu bisa gagal. • Pengujian yang baik tidak redundant/ganda. • Setiap pengujian harus mempunyai tujuan yang berbeda. • Pengujian yang baik tidak terlalu sederhana namun juga tidak terlalu kompleks. • Tidak mengkombinasikan beberapa test case ke dalam sebuah test case. • Test case dilakukan secara terpisah.

  37. Desain test case : • Pengetahuan fungsi yang spesifik dari produk yang telah dirancang untuk diperlihatkan, test dapat dilakukan dengan menilai masing-masing fungsi apakah telah berjalan sebagaimana yang diharapkan. • Pengetahuan tentang cara kerja dari produk, test dapat dilakukan dengan memperlihatkan cara kerja dari produk secara rinci sesuai dengan spesifikasinya.

  38. Pendekatandalam testing :

  39. Pendekatandalam testing…

  40. Pendekatandalam testing…

  41. PengujianDasar

  42. PengujianDasar… • Full Testing • Dimulai dari awal pegembangan sampai produk diterima user • Partial Testing • Dimulai dari waktu setelah fase desain • Endgame Testing • Berorientasi pada validasi • Audit Level Testing • Untuk memenuhi standar dan berorientasi pada proses audit

  43. Proses Testing…

  44. Proses Testing • Unit testing Pengujian masing-masing unit komponen program untuk meyakinkan bhw sudah beroperasi secara benar • Module Testing Pengujian terhadap koleksi unit-unit komponen yang saling berhubungan. • Sub-system Testing Pengujian terhadap koleksi module-module yang membentuk suatu sub-system (aplikasi)

  45. Proses Testing… • System Testing Pengujian terhadap integrasi sub-system, yaitu keterhubungan antar sub-system • Acceptance Testing Pengujian terakhir sebelum sistem dipakai oleh user. Melibatkan pengujian dengan data dari pengguna sistem. Biasa dikenal sebagai “alpha test” (“beta test” untuk software komersial, dimana pengujian dilakukan oleh potensial customer)

  46. Proses Testing… • Component testing • Pengujian komponen-komponen program • Biasanya dilakukan oleh component developer (kecuali untuk system kritis) • Integration testing • Pengujian kelompok komponen-komponen yang terintegrasi untuk membentuk sub-system ataupun system • Dilakukan oleh tim penguji yang independen • Pengujian berdasarkan spesifikasi sistem

  47. Testing Life Cycle…

  48. Testing Life Cycle • Verifikasiadalahprosesevaluasisebuahsistemataukomponenuntukmendefenisikanbahwaprodukmemilikifasepengembangan yang benardimulaidariawalfase. verifikasiberbasisproses Are we building the product right ? [Boehm,1984] • validasiadalahprosesevaluasisebuahsistemataukomponenselamaataupadaakhirpengembanganuntukmendefenisikanbahwaproduksesuaidenganspesifikasikebutuhan. validasiberbasisproduk Are we building the right product ? [Boehm,1984]

  49. RencanaPengujian • Proses testing • Deskripsifase-faseutamadalampengujian • PelacakanKebutuhan • Semuakebutuhan user diujisecaraindividu • Item ygdiuji • Menspesifikasikomponensistem yang diuji • Jadwal Testing • ProsedurPencatatanHasildanProsedur • Kebutuhanakan Hardware dan Software • Kendala-kendala • Mis: kekurangan staff, alat, waktudll.

  50. PrioritasPengujian • Hanya test yang lengkap yg dapat meyakinkan sistem terbebas dari kesalahan, tetapi hal ini sangat sulit dilakukan. • Prioritas dilakukan terhadap pengujian kemampuan sistem, bukan masing-masing komponennya.