1 / 75

STANDARDISASI dan PERDAGANGAN GLOBAL

STANDARDISASI dan PERDAGANGAN GLOBAL. BANGSA YANG BESAR, BANGSA YANG BENAR, BANGSA YANG TERATUR, BANGSA YANG MAKMUR,. TINGKAT KEMAKMURAN INDONESIA DIBANDINGKAN NEGARA-NEGARA ASIA. A. GDP PERKAPITA. Sumber: Diambil dari Business Monitor Indonesia (BMI) dan Bank Indonesia (BI).

misu
Download Presentation

STANDARDISASI dan PERDAGANGAN GLOBAL

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. STANDARDISASI dan PERDAGANGAN GLOBAL

  2. BANGSA YANG BESAR, BANGSA YANG BENAR, BANGSA YANG TERATUR, BANGSA YANG MAKMUR,

  3. TINGKAT KEMAKMURAN INDONESIA DIBANDINGKAN NEGARA-NEGARA ASIA A. GDP PERKAPITA Sumber: Diambil dari Business Monitor Indonesia (BMI) dan Bank Indonesia (BI).

  4. B. CADANGAN DEVISA Sumber: Diolah dari Business Monitor Indonesia (BMI).

  5. BANGSA YANG BAIK, MEMPRODUKSI BARANG BAIK BANGSA YANG MENGHARGAI STANDAR

  6. PETANI JEPANG

  7. SAAT INI KECENDERUNGAN TRANSPORTASI DARAT BERGESER KE KENDARAAN PRIBADI TERUTAMA KENDARAAN RODA DUA ATAU MOTOR. MOTOR TIDAK PERNAH DI DESAIN UNTUK JARAK JAUH!

  8. GLOBALISASI MEGATRENDS DAN VISI INDONESIA GLOBALISASI DAN STANDARDISASI INTERNATIONAL STANDARD ORGANIZATION (ISO) BSN DAN SNI PERAN UNIVERSITAS ISI PAPARAN

  9. TANTANGAN GLOBALISASI ABAD 21 Ledakan Informasi Ekonomi Global Kompetisi Internasional Keragaman Tenaga Kerja Sumberdaya Terbatas Reinvestasi Pertahanan Lingkungan Berkelanjutan Distribusi Kesejahteraan Mobilitas Manusia

  10. 13 MEGATRENDS

  11. PERUBAHAN WATAK EKONOMI DUNIA • INTEGRASI EKONOMI DUNIA • PERDAGANGAN : • - KONTRADIKSI GLOBALISASI - MELEMAHNYA MULTILATERALISME, BERLANJUTNYA EKSPANSI REGIONALISME DAN KERJASAMA BLOK • PASAR FINANSIAL • - GLOBALISASI PASAR KEUANGAN INTERNASIONAL • - PENINGKATAN DAN KERJASAMA KEUANGAN DAN KEBIJAKAN AKAN MENINGKATKAN MASA DEPAN YANG DINAMIS, CONTOH • KERJASAMA MULTILATERAL - PERCEPATAN JARINGAN KERJASAMA GLOBAL DALAM PRODUKSI, PROSESING DAN PELAYANAN

  12. Change in World Economic Order 2) PERUBAHAN KEKUATAN DAN KEUNGGULAN KOMPARATIVE : USA DAN RAKSASA ASIA : PERAN MESIN EKONOMI (PROSPEK PERTUMBUHAN SELAMA 2005-2020: U.S., 3.1-3.2%, CHINA, 7.5%-5.8%) □ EU DAN JAPAN : MASIH BERKISAR PEMBANGUNAN DEMOGRAFI (PERTUMBUHAN SELAMA 2005-2020:JAPAN, 1.3-1.8%, EU, SEKITAR 2.0%) □ ENERGY AND PERTUMBUHAN PENDUDUK : KEKUATAN UTAMA PERUBAHAN EKONOMI □ CHINA AKAN MENJADI SUPER POWER MANUFAKTURING MELAWAN RAKSASA DUNIA

  13. Megatrends Berdasar Kelompok Bidang Keahlian

  14. YANG PALING BERPENGARUH ??

  15. 23.3% 14.7% 25.2% 14.4% 14.0% 14.7% 23.5% 14.0% 13.0% MEGATRENDSPOSITIV EKONOMI BISNIS SAINS HUMANIORA ILMU SOSIAL KERJASAMA BILATERAL PERKEMBANGAN TEKNOLOGI NEW MATERIAL DAN TEKNOLOGI FUSI

  16. STANDARDISASI DAN GLOBALISASI INDONESIA RATIFIKASI TH. 1994 GLOBALISASI & STANDARDISASI & AKREDITASI

  17. TANTANGAN INDUSTRI • Inovasi • Pengurangan ongkos • Keamanan Produk • Akses pasar global • Manajemen Resiko • Pengaruh lingkungan • Manajemen Mutu • Hubungan pelanggan • Efisien Energy • Tanggung Jawab Sosial /Social Responsibility

  18. BAGAIMANA STANDAR MEMBANTU ?? INNOVASI MENYEDIAKAN BHS. SAMA DAN UKURAN YANG MENGURANGI WAKTU PEMASARAN PRODUK DAN KEYAKINAN ANTAR PELAKU PENGURANGAN BIAYA OPTIMALISASI DESAIN DAN PENGEMBANGAN PRODUK DAN BIAYA PRODUKSI KEAMANAN PRODUK MEMBATASI RESIKO DAN MENYESUAIKAN DENGAN ATURAN YANG ADA

  19. MENCEGAH « TRADE BARRIERS », MEMBUKA PASAR BARU DAN FASILITASI PERDAGANGAN AKSES KE PASAR GLOBAL MENGURANGI RESIKO DAN KETIDAK PASTIAN MANAJEMEN RESIKO PENGARUH LINGKUNGAN MENGURANGI PENGARUH NEGATIF LINGKUNGAN

  20. Standards, kesejahteraan dan pertumbuhan GBP 2.5 billion United Kingdom: Standards menyumbang GBP 2.5 billion ke ekonomi dan 13 % produktivitas . 1 % of GDP Germany: Keuntungan ekonomi mencapai 1 % of GDP. 17 % and 9 % Canada: Standards menyumbang 17 % pertumbuhan produktivitas upah buruh dan 9 % pertumbuhan ekonomi

  21. “Standard sangat penting untuk pembangunan berkelanjutan, mereka dapat membantu negara-negara untuk membangun ekonomi dan membangun kapasitas untuk bersaing di pasar global. Standar membuat pengaruh positif dunia kita….” Sekretaris Jendral PBB, Kofi Annan APA KATA MEREKA TENTANG STANDARDISASI:

  22. Transfer Teknologi; Hubungan antar Pelaku Ekonomi; Akses Pasar terhadap Produk - Barang & Jasa; Optimisasi Infrastruktur; Peningkatan Kualitas/Mutu, Keselamatan, Keamanan, Kesehatan dan Lingkungan; Diseminasi sistem manajemen dan proses bisnis yang baik; serta Penilaian dan Pembuktian Kesesuaian. PENTINGNYA STANDAR

  23. KEUNTUNGAN EKONOMI NASIONAL DARI STANDARD RP. 18.6 TRILIUN RP. 3,4 TRILIUN RP. 547 MILYAR RP. 1,4 TRILIUN

  24. Industri “cranes” PENERAPAN ISO PADA “CRANE” MENINGKATKAN EFISIENSI DAN MEMBERIKAN KEUNTUNGAN US$ 3 MILYAR. PENGGUNAAN ISO Standards MENINGKATKAN KEAMANAN CRANE KEUNTUNGAN MENINGKAT KARENA KECEPATAN PENGEMBALIAN MODAL DAN SEDIKITNYA PEKERJA

  25. Freight Containers TANPA CONTAINER UNTUK MENGANGKUT KAYU MEMBUTUHKAN 5 HARI 108 PEKERJA. DENGAN CONTAINER YANG MEMILIKI STANDAR MAKA TERJADI EFISIENSI 98.5% DALAM HITUNGAN MANDAYS DARI 540 total MENJADI HANYA 8 MANDAYS." Malcolm McLean, inventor of the shipping container. Time Magazine, Asia, May 22, 2000 Providing to ISO a royalty free license, Mc Lean allowed use of his patented designs in the creation of an international standard

  26. MUTU (Q) Manajemen Mutu METROLOGI (M) STANDARDISASI (S) PENILAIAN KESESUAIAN (CA) • Pengembangan • Penerapan • Pemberlakuan • Ilmiah • Industri/terapan • Legal • Akreditasi • Sertifikasi Pemasyarakatan Sistem Legal Sistem Ekonomi TIGA PILAR SISTEM MUTU NASIONAL

  27. SNI=Standar Nasional Indonesia Adalah satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia. Dirumuskan oleh Panitia Teknis secara KONSENSUS Dikajiulang secara periodik Ditetapkan oleh BSN

  28. PRINSIP SNI Openess (keterbukaan): Transparency (transparansi): Consensus and impartiality (konsensus dan tidak memihak): Effectiveness and relevance: Coherence: Development dimension (berdimensi pembangunan):

  29. APA KEUNTUNGAN SNI ? PRODUSEN/INDUSTRI PAHAM AKAN KEPASTIAN BATAS/PERSYARATAN YANG DITERIMA PASAR PENGGUNA/KONSUMEN MEMPEROLEH KEPASTIAN KUALITAS DAN KEAMANAN PRODUK PUBLIK/MASYARAKAT DILINDUNGI SEGI KEAMANAN, KESELAMATAN, KESEHATAN DAN KELESTARIAN LINGKUNGANNYA

  30. Standard adalah tanggung jawab bersama PENERAPAN STANDAR TERGANTUNG KETERLIBATAN PARA PIHAK (STAKEHOLDER) UKM PEMERINTAH INDUSTRI RISET UNIVERSITAS STANDARDISASI PERNIAGAAN PERDAGANGAN KONSUMEN AHLI PENGUSAHA 42

  31. Perkembangan Standardisasi Nasional Perkembangan Standardisasi Nasional SEBARAN PENGGUNA SNI DI INDONESIA

  32. BUMN PENERAP SNI

  33. BUMN PENERAP SNI

  34. PENERAPAN SNI BERDASARKAN BIDANG

  35. GERAKAN NASIONAL PENERAPAN SNI (GENAP SNI)

  36. MASALAH YANG DIHADAPI : KEBEBASAN ALIRAN BARANG (Free flow of good):Pengawasan di border (National & ASEAN Single Window/darat; laut &udara) dan Pengawasan Pasar RANTAI PASOKAN YANG BERKEMBANG: Daya saing produk danperlindungan pasar dalam negeri DAYA SAING DALAM RANTAI PASOKAN : Pengujian -One standard, one time conformity assessment, accepted everywhere

  37. 63,88 1.336,11 26,32 4,44 231,63 • KEBEBASAN ALIRAN BARANG • (Free flow of good) • Masing-masing pemerintah harus melindungi kepentingan rakyat. • Bagaimana pembentukan aliran barang itu meningkatkan kemajuan negara dan rakyat.

  38. MENGAPA KITA HARUS MAMPU BERSAING ? Tantangan kita di ASEAN : INDONESIA ADALAH NEGARA ASEAN DENGAN JUMLAH PENDUDUK PALING BESAR, AKAN MENJADI TARGET PASAR YANG BAIK UNTUK NEGARA ASEAN LAINNYA Peluang pasar bagi ASEAN: INDIA DAN CHINA, JUMLAH PENDUDUKNYA LEBIH BESAR LAGI, SEHARUSNYA MENJADI PELUANG PASAR BAGI NEGARA-NEGARA DI ASEAN, TERMASUK INDONESIA

More Related